Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Sembilan Resep Itu ditulis Asal-asalan


__ADS_3

Sebelum ujian kedua dimulai, para penguji memeriksa hasil ujian pertama. Semua ahli ramuan tahu, jika menggabungkan beberapa bahan obat menjadi ramuan baru adalah hal wajib bagi setiap ahli ramuan. Jadi, Tuan Shangxuan sengaja memilih 10 jenis bahan obat yang tidak dapat digabungkan menjadi satu untuk menguji kemampuan dasar para ahli ramuan itu.


Dia ingin seorang murid yang sesuai keinginannya.


Pertanyaan Tuan Shangxuan sangat sulit. Oleh karena itu, para peserta kebanyakan menulis tiga atau dua resep, bahkan ada yang satu.


"Tuan Shangxuan, di kertas ini ada empat resep. Aku juga belum pernah melihat yang terakhir. Silahkan lihat," ucap salah satu dari penguji memberikan kertas itu kepada Tuan Shangxuan.


Sejak tadi, Tuan Shangxuan hanya melihat paling banyak tiga resep. Ini pertama kalinya ia melihat ada yang menulis empat resep. Ia mengulurkan tangan mengambil kertas itu dan tersenyum, "Resep terakhir tidak buruk."


"Su Yuri. Seharusnya ia dari Keluarga Su. Ia menulis empat resep. Ia mendapat 80 poin," ucapan penguji.


Namun, Tuan Shangxuan menggeleng, "Bukan 80. Dari empat resep yang dia tulis, hanya tiga resep yang benar."


"Bukankah resep terakhir benar?" penguji itu terkejut.


"Yang terakhir benar, tapi yang pertama salah. Namun, karena hanya sedikit orang yang bisa menulis resep terakhir, ia mendapat nilai 70," jawab Tuan Shangxuan.


"Baik," jawab penguji itu. Hatinya bergetar. Sepertinya Su Yuri ini lumayan berbakat. Ia pun menyuruh seseorang menyelidikinya.


Kemudian, penguji mengeluarkan selembar kertas lagi, "Tuan Shangxuan, Zhuo Shiaonian menulis enam resep ramuan!"


Tuan Shangxuan segera mengambil kertas itu dan membacanya. Matanya berbinar, "Enam resep ini benar-benar langka."


"Zhuo Shiaonian ini memang layak mendapat reputasi seperti itu," jawab seorang penguji. Semua yang ada di sana tahu jika pemenangnya adalah Zhuo Shiaonian.


Tuan Shangxuan membaca enam resep itu berulang-ulang, kemudian meletakkannya. Namun, ia belum pergi. Ia menunggu penguji lain mengantar kertas lagi, tapi tak ada yang mengantarkannya lagi. Ia teringat Ling. Ia merasa sedikit kecewa.


Tuan Shangxuan pun pergi.


Namun, tak lama setelah Tuan Shangxuan pergi, seseorang menemukan kertas jawaban Ling.


"Lihat ini! Ayo cari Tuan Shangxuan!" ucap seorang penguji terkejut saat melihat sembilan resep yang ditulis Ling.


"Kenapa kau terlihat begitu terkejut?" tanya rekannya heran.


Namun, ketika penguji itu memberikan kertas jawaban kepada rekannya, rekannya itu terdiam dan terpaku. Ia gemetar saat memegang kertas itu.


"Sembilan resep? Zhuo Shiaonian hanya menulis enam, kan?" ucap rekannya itu.


"Benar sekali! Ayo cari Tuan Shangxuan," ucap penguji itu.


Namun, sebelum dia keluar, rekannya menghentikannya, "Tunggu, lihat namanya."


"Chen Ling? Dari keluarga mana dia?" penguji itu heran karena belum pernah mendengar nama keluarga itu di luar negeri.


"Aku pernah mendengar tentangnya. Dia adalah orang yang menjadi topik hangat akhir-akhir ini. Aku dengar dari Zhuo Shiaonian, sepertinya dia memiliki hubungan dengan Asosiasi Dewa Ramuan. Oh, dia juga bersekolah di Akademi Bintang," jawab rekannya.


Penguji itu langsung lesu. Rasa semangat saat ingin mencari Tuan Shangxuan, runtuh begitu saja. Penguji lainnya yang mendengar ini, mereka juga kehilangan rasa penasaran. Tadinya, mereka berpikir itu adalah anak berbakat yang tiba-tiba muncul seperti Su Yuri.


Sepertinya sembilan resep itu ditulis asal-asalan.


"Jadi, bagaimana dengan lembar jawaban ini?" tanya penguji itu.


"Lihat, dia menempatkan dua bahan obat yang saling berlawanan. Apa Anda pikir itu bisa menjadi ramuan? Jelas sekali orang yang menulis ini tidak memiliki pengetahuan dasar," jawab rekannya santai.


*


Tiga hari berlalu begitu cepat.


Ling pergi ke kediaman Jenderal Qiu. Yuan yang saat itu tidak sempat ikut, ia tak ingin ketinggalan lagi kali ini. Selain itu, Liam yang belum mencapai ahli ramuan tingkat tinggi, dia penasaran bagaimana ahli ramuan lainnya dalam membuat dan memurnikan ramuan. Jadi, dia juga ikut dengan Ling.

__ADS_1


Ling pun tidak menolak.


Namun, sebelum dia pergi, A Shui mengirim pesan. Hanya saja, saat itu Zhuo Xia ada di sampingnya. Jadi, ia tak membaca pesan A Shui dan menyimpan ponselnya.


Rombongan mereka pun tiba di kediaman Jenderal Qiu.


Saat ini, sepertinya Jenderal Qiu tahu jika Zhuo Xia akan datang. Dia sudah menyiapkan seseorang untuk menyambutnya. Orang itu yang akan membawa mereka masuk.


Namun, sebelum mereka masuk, seseorang berjalan mendekat.


"Ternyata Tuan Muda Chen," suara Zhuo Shiaonian terdengar dari jauh.


"Tuan Muda Chen kelihatannya masih akan mengikuti ujian. Aku penasaran berapa banyak resep yang Anda tulis dalam ujian pertama," ucap Zhuo Shiaonian.


Ling dan Zhuo Xia melirik ke samping. Zhuo Shiaonian tersenyum cerah. Namun, tatapan mereka berdua tak lagi tertuju pada Zhuo Shiaonian, tapi pada orang yang di sampingnya.


Ling langsung mengenali orang itu. Ia adalah Wu Shao.


"Mengapa? Aku datang ke luar negeri hanya untuk berbelanja. Nona Zhuo bahkan mengizinkanku melakukan ini?" tanya Wu Shao saat melihat tatapan tajam Zhuo Xia.


Zhuo Xia hanya meliriknya dan tidak menjawab. Ia menarik Ling masuk ke kediaman Jenderal Qiu.


Yuan menatap sinis Zhuo Shiaonian, "Ling kami menulis sembilan resep!"


Setelah itu, ia mengejar Ling.


Wu Shao mengernyit. Ia menatap Zhuo Shiaonian, "Chen Ling itu benar-benar menulis sembilan resep?"


Sebelum Zhuo Shiaonian menjawab, tetua dari Asosiasi Dewa Ramuan berkata dengan nada mengejek, "Tuan Muda Wu, Jangan dengarkan omongan kosong itu. Tabib Agung saja hanya bisa menulis lima resep. Bagaimana orang sepertinya bisa menulis sembilan?"


Zhuo Shiaonian menyembunyikan senyumnya.


"Tabib Agung menulis lima dan kau menulis enam?" Wu Shao melirik Zhuo Shiaonian.


Wu Shao menatap Zhuo Shiaonian dalam dan tersenyum, "Aku tahu potensimu besar, tapi aku tidak menyangka kau begitu berbakat. Menurutku, Tuan Shangxuan pasti akan menerimamu sebagai muridnya."


"Mungkin saja tidak terjadi. Bagaimana jika terjadi sesuatu yang tidak terduga?" Zhuo Shiaonian tertawa kecil. Namun dalam hatinya berkata jika tak ada seorangpun di luar negeri yang bisa menandinginya.


*


Zhuo Xia dan yang lainnya sudah tiba di aula utama.


Zhuo Xia diundang ke tempat duduk khusus. Sedangkan Yuan dan Liam mengikuti Ling ke arena penonton.


"Nona, kami sudah datang ke tempat itu," ucap Zhuo Nan dengan ekspresi serius dan suara pelan.


"Bagaimana situasinya?" tanya Zhuo Xia dengan suara lembut dan pelan juga. Ia menuangkan secangkir teh untuk dirinya sendiri.


Zhuo Nan gemetar ketakutan dan menjawab, "Saat orang-orang kita tiba, benteng itu telah hilang. Seseorang pasti sudah selangkah lebih maju dari kita."


"Siapa?" Zhuo Xia meliriknya.


Zhuo Nan berkeringat dingin, "Kami, tak menemukan orang-orang itu. Kami, hanya menemukan jejak yang ada di tanah. Sebuah huru X besar!"


Zhuo Xia membeku. Matanya semakin dalam.


"Apakah kita harus ...," Zhuo Nan melirik Zhuo Xia ragu-ragu.


"Tidak perlu. Anggap saja hal ini tidak pernah terjadi," jawab Zhuo Xia. Suaranya tenang, tapi Zhuo Nan malah merinding mendengarnya.


Bukankah saat itu Zhuo Xia mempertaruhkan nyawanya untuk menyelidiki masalah ini? Ia bahkan tak mempedulikan kesehatannya. Namun, sekarang ia sudah tidak peduli lagi dan menganggapnya tak pernah terjadi?

__ADS_1


Walau Zhuo Nan merasa aneh, ia tak bertanya lagi.


*


Di aula utama, Ling, Yuan, dan Liam berdiri bersama. Su Wen Ai tidak ikut dengan mereka karena harus menyelesaikan beberapa masalah dengan A Shui.


Wanita berambut ungu mengedarkan pandangannya dan melihat Ling. Matanya langsung berbinar, "Aku sudah lama mencarimu. Akhirnya aku menemukanmu."


"Ternyata kau," Ling tersenyum dan mengenali wanita itu.


"Ini temanku, Yuan dan Liam," ucap Ling memperkenalkan mereka berdua.


Mereka bertiga pun saling sapa.


Wanita berambut ungu itu mengatakan jika namanya adalah Su Yuri.


Sedangkan Tuan Shangxuan duduk di kursi utama. Penguji membuka buku catatan yang berisi nilai dan peringkat ujian pertama, "Hasil kali ini sangat adil. Guru kami sendiri yang memeriksanya. Jika kalian menulis satu resep dengan benar, maka akan mendapat 20 poin. Jika kalian menulis resep yang langka, maka kami menambahkan 10 poin."


"Posisi pertama, Zhuo Shiaonian, 120 poin," ucap penguji itu.


Aula utama langsung gempar.


Su Yuri juga sangat bersemangat hingga wajahnya memerah, "Tuan Muda Chen, kau dengar itu, kan? Enam! Ia menulis enam resep dan semuanya benar."


Wu Shao melirik Zhuo Shiaonian dan mengangguk puas.


Penguji itu menenangkan semua orang dan melanjutkan membacanya, "Posisi kedua, 90 poin ...."


"Posisi kelima, Su Yuri, 70 poin ...," ucap penguji itu.


Su Yuri yang mendengar ini membelalakkan matanya. Ia menganga dan merasa tidak percaya jika dia berada di posisi kelima.


Ling mengerutkan kening. Walau ia tidak yakin jika semua resep yang ditulis benar, setidaknya ia sangat yakin jika tiga diantaranya benar. Penguji itu telah selesai membacakan nilai dan peringkat, tapi tidak ada namanya. Yuan dan Liam awalnya sudah sangat menanti-nantikan hal ini. Mereka merasa heran karena nama Ling tidak disebut. Mereka tahu betul bakat Ling dalam ramuan. Bahkan Guru Cai sampai mengejarnya ke Keluarga Bo. Bukannya Liam sombong, tapi ia merasa orang-orang yang hadir saat ini tidak seberbakat Ling. Namun, nama Ling malah tidak ada di sana.


"Ling, kau menulis sembilan resep, kan?" tanya Liam pelan.


"Benar. Sekalipun itu salah, aku sangat yakin tiga diantaranya benar," jawab Ling memasukkan satu tangannya ke saku.


Liam dan Yuan saling pandang. Sebelum Ling sempat mengangkat tangan, Yuan sudah kehilangan kendali. Ia protes pada penguji, "Penguji, saya akan melaporkan jika Anda telah bersikap tidak adil!"


"Ada apa?" tanya penguji itu bingung.


"Chen Ling menulis sembilan resep ramuan. Kenapa Anda tidak menyebutkan namanya?" Yuan langsung terang-terangan.


Penguji itu tersenyum mengejek, "Kau Chen Ling?"


"Bukan, aku temannya," jawab Yuan menyilangkan tangannya di dada. Ia tak takut dengan tatapan siapapun.


"Karena kau bukan Chen Ling, aku tak akan memberikan penjelasan apapun padamu. Kami akan melanjutkan ujian selanjutnya. Kau boleh pergi," penguji itu tak menganggap serius masalah Yuan. Ia meminta seseorang untuk membawa Yuan pergi.


Namun, Jenderal Qiu tahu jika Yuan adalah teman Ling. Ia tak berani mengusirnya.


Saat ini, Tuan Shangxuan berbicara, "Tunggu! Ia berkata jika Chen Ling menulis sembilan resep ramuan. Apakah itu benar?"


Penguji itu menjawab dengan ekspresi serius, "Tuan Shangxuan, dalam lembar jawaban Chen Ling, ia memang menulis sembilan resep ramuan."


Aula utama kembali gempar. Tuan Shangxuan tercengang.


Wu Shao membeku dan cangkir di tangannya hampir terjatuh. Ia mengalihkan pandangannya ke Ling.


Ling juga melihat ke arahnya, tapi Wu Shao tahu jika Ling bukan menatapnya. Zhuo Shiaonian juga sedikit gemetar. Ia tak menyangka jika Ling benar-benar menulis sembilan.

__ADS_1


Penguji itu sudah tahu hal ini akan terjadi. Ia menggeleng, "Dia memang menulis sembilan, tapi tujuh diantaranya hanya asal-asalan."


__ADS_2