
Mereka berenam makan bersama. Seharusnya ini hal biasa, tapi baru kali ini Zhuo Xia membawa seorang pria.
"Tuan Muda, apakah Anda tahu siapa yang mengupas kerang itu? Anda harus mengabadikannya dalam foto," ucap gadis itu bersemangat. Mungkin tak akan ada yang percaya jika Zhuo Xia yang terhormat akan melakukan hal itu.
Saat mereka akan makan, seorang penjaga masuk, "Nona, Keluarga Cheng mengirim undangan ke acara judi batu."
"Apa kau ingin pergi?" tanya Zhuo Xia lembut. Walau ia tak menyebutkan nama, mereka tahu Zhuo Xia bicara dengan Ling.
Sedangkan tiga anak muda itu membelalak. Biasa Zhuo Xia tak akan peduli dengan hal-hal seperti itu.
"Kedengarannya menyenangkan. Baiklah," jawab Ling.
Zhuo Xia mengangguk kemudian memandang penjaga itu, "Kau dengar, kan?"
Penjaga itu tertegun sejenak. Kemudian ia segera menyadarkan diri dan pergi.
"Nona?" tetua tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Zhuo Xia mengabaikannya dan hanya bicara dengan Ling. Setelah itu ia berkata pada tetua, "Tetua, ikut aku."
Mereka pergi ke taman di belakang.
"Nona, apakah dia Tuan Muda yang disebutkan Nona Han sebelumnya?" tanya tetua sambil menatap Zhuo Xia tajam.
"Benar," jawab Zhuo Xia.
"Bukankah dia hanya orang biasa? Anda bercanda? Karena Nyonya Tua belum mengetahui hal ini, aku bisa berpura-pura tak peduli, tapi ...," tetua itu menahan amarahnya dan ucapannya dipotong Zhuo Xia.
"Tetua," ucap Zhuo Xia tenang.
"Aku hanya mengatakannya sekali. Jangan sentuh dia. Jika Anda mengatakan yang tidak-tidak padanya, maka Anda bisa pergi dari sini," lanjut Zhuo Xia.
__ADS_1
"Anda?!" tetua menatapnya kaget.
"Jika bukan karena dia, mengapa aku harus peduli dengan urusan luar negerimu?" ucap Zhuo Xia lagi.
"Apa dia itu penting?!" tanya tetua dengan marah.
"Dia hidupku. Bagaimana menurutmu?" jawab Zhuo Xia.
*
Di ruang makan, empat orang itu sedang mengobrol. Gadis yang bernama Zhuo Ai berinisiatif bicara dengan Ling, "Tuan Muda, namaku Zhuo Ai."
"Chen Ling," jawab Ling tersenyum.
"Kau tak perlu memanggilku Tuan Muda. Panggil nama saja," lanjut Ling.
Namun mereka menolaknya.
Ling menjawab jika ia berasal dari Kota Urban. Karena mereka bertiga tidak tahu di mana itu Kota Urban, ia pun menjelaskan.
Mereka bertiga saling pandang. Mereka tahu tempat itu untuk orang biasa. Namun, mereka tak ingin mengatakannya pada Ling karena takut Ling merasa tak nyaman.
"Tuan Muda Chen, Anda benar pergi ke acara judi batu? Untungnya Anda ada di sini. Jika tidak, kami tak akan pernah bisa pergi," ucap Zhuo Ai tersenyum. Ia segera mengubah topik pembicaraan.
"Kalian tidak pernah pergi sebelumnya?" tanya Ling.
"Nona Muda tak pernah mau pergi ke acara seperti itu," gumam Zhuo Ai.
Kemudian tiba-tiba ia teringat sesuatu, "Tapi kami tak memiliki ahli pemotong batu. Bagaimana kita bisa ikut berpartisipasi?"
"Ahli pemotong batu?" tanya Ling mengerutkan keningnya.
__ADS_1
Zhuo Ai ingat jika Ling berasal dari Kota Urban dan pasti tak tahu tentang hal seperti itu. Jadi, ia menjelaskannya dengan antusias.
Ling juga tak menghentikan Zhuo Ai. Ia tak pernah menolak niat baik seperti itu.
"Sayang sekali karena kami tak bisa mempersiapkan. Jika tidak, seru sekali sombong di depan mereka," ucap Zhuo Ai.
"Aku pernah mendengar seseorang berhasil memotong batu level tujuh. Aku penasaran ia berasal dari keluarga mana," ucap Zhuo Ai lagi.
"Sepertinya itu hanya tipuan agar toko itu ramai," jawab Zhuo Kira.
"Tipuan? Ah benar juga. Mendapatkan batu level tujuh itu sangat susah," jawab Zhuo Ai menghela napas.
"Apakah sulit mendapatkan batu level tujuh?" tanya Ling. Ia tersenyum pada mereka bertiga.
"Tentu saja! Bahkan hanya ada satu orang yang berhasil mendapatkan batu level sepuluh. Itu juga bertahun-tahun lalu. Aku ingin tahu siapa yang berhasil mendapat batu tertinggi tahun ini," jawab Zhuo Ai bersemangat.
"Hmm, aku ingin mencobanya," gumam Ling.
"Hey, jangan, Tuan Muda! Ini berbeda dengan judi yang Anda pikirkan," ucap Zhuo Ai. Ia memikirkan jika judi di Kota Urban beda dengan luar negeri.
Saat mereka bicara, Zhuo Xia turun. Ia bertanya, "Apa yang sedang kalian bicarakan?"
"Mereka ingin aku ikut berjudi," jawab Ling melirik Zhuo Xia.
"Tidak! Tidak! Kami hanya bercanda. Kami tak pernah memaksa Tuan Muda Chen untuk ikut," Zhuo Ai segera menjawab.
"Aku hanya ingin mencobanya. Bukankah ulang tahunmu sebentar lagi? Aku akan mencari batu terbaik dan menghadiahkannya untukmu," ucap Ling.
Zhuo Xia tertegun sejenak. Setelah itu matanya melembut dan bibirnya melengkung, "Baiklah."
Saat ini, Mei Mengyi meneleponnya. Ling tak menolaknya dan menjauh untuk menerima panggilan.
__ADS_1
Sedangkan Zhuo Xia mengambil jaketnya.