
Ling sudah sampai di rumah Keluarga Bo. Saat ini ia turun bersama para penjaga. Kemudian, penjaga itu mengatakan pada penjaga yang ada di rumah, "Tuan Muda Chen sudah ada di sini."
"Ling!" ucap Bo Minghao yang keluar dari rumah dengan antusias. Para penjaga segera membungkuk. Mereka menekan kebahagiaan mereka dalam hati saat melihat Bo Minghao.
"Ayo masuk," ucap Chen Lin yang juga keluar bersama Bo Minghao.
"Iya," jawab Ling singkat. Dia berjalan dengan acuh tak acuh.
Para penjaga yang melihat ini sangat geram. Bo Minghao adalah orang terkemuka. Namun Ling terlihat tak terlalu peduli dan malah bersikap tak acuh padanya.
Saat mereka masuk, Bo Minghao memberi peringatan pada Ling.
"Saat ini kita akan ke aula keluarga. Aku yakin para tetua itu pasti akan menyulitkanmu. Dan mereka dengan tidak tahu malu memintamu mengikuti alur sebelum upacara. Namun aku tahu alur itu bisa membunuhmu. Mereka pasti akan meminta para murid mereka untuk melawanmu. Namun tenang saja, jika mereka terlalu menyulitkanmu, maka bunuh saja dengan pistol ini," ucap Bo Minghao panjang lebar. Ia memberikan pistol kecil pada Ling.
"Ah sebaiknya Chen Lin juga memegang pistol," ucap Bo Minghao lagi. Ia memberikan pistol pada Chen Lin.
Ling menahan senyumnya. Apa Bo Minghao berpikir ia akan mundur saat digertak begitu?
Di dalam aula keluarga hanya ada pimpinan tetua. Ia mendongak ke atas melihat Ling dan Chen Lin. Ia dapat menghela napas lega karena mereka sepertinya mudah dihadapi tidak seperti Bo Minghao.
Bagaimanapun mereka adalah orang kuat. Jadi mereka tidak takut dengan orang biasa seperti itu.
Di depan aula leluhur, ada paman Bo Minghao, yaitu Bo Ang. Tatapannya sama mengejeknya seperti pimpinan tetua. Dia baru saja kembali dari urusan bisnis dan mendengar hal ini. Melihat mereka yang sangat antusias masuk ke dalam Keluarga Bo, ia tahu motif mereka.
"Paman, apa ada yang ingin dibicarakan? Jika ada cepatlah katakan karena sebentar lagi dia akan menjadi Tuan Muda Bo yang sah," ucap Bo Minghao dengan dingin. Ia melihat tatapan tidak suka dari Bo Ang.
Bukan hanya Bo Ang yang merinding mendengar ini, pimpinan tetua yang ada di dalam juga dapat merasakannya. Saat ini, Bo Minghao mencoba mengintimidasi mereka.
__ADS_1
Namun Ling mengabaikan hal-hal kecil itu. Ia mengamati aula keluarga ini. Ia memakai kaus dan celana. Dia terlihat sangat santai.
Pimpinan tetua menganggap Ling bersikap sombong karena ia berhasil memasuki Keluarga Bo. Ia bicara dengan nada kasar, "Lihat! Dia sangat tidak cocok menjadi Keluarga Bo. Dia punya kelebihan apa? Tuan Besar Bo, lebih baik kita membicarakan upacara ini lebih lanjut."
"Pertimbangkanlah lagi," ucap Bo Ang mendukung pimpinan tetua.
Bo Minghao adalah anak yang berbakat sejak muda. Semua tetua dan anggota Keluarga Bo memperlakukannya dengan sangat hormat. Tak jarang mereka gemetar saat berhadapan dengan Bo Minghao.
Ia tak pernah menikah ataupun memiliki anak selama bertahun-tahun. Tidak ada yang tahu alasannya. Karena hal ini Nyonya Tua Bo mengangkat Bo Yunxing sebagai cucu. Meski begitu, Bo Minghao tak pernah menganggap Bo Yunxing.
Namun saat ini berbeda. Bo Minghao membawa seorang anak yang dia akui sebagai anak kandungnya. Namun karena tahu Ling adalah anak di luar nikah, mereka menghela napas lega. Apalagi saat tahu Chen Lin orang biasa, mereka bisa memastikan bahwa Ling tak memiliki darah keturunan murni.
Yang menjadi permasalahan saat ini adalah Bo Minghao ingin memberikannya fasilitas untuk menjadi kultivator.
Jika mereka tidak mau pun, apa mereka bisa menahan Bo Minghao?
Bo Minghao tetap tenang setelah mendengar perkataan pimpinan tetua. Ia menoleh ke arah Ling. Untunglah Ling tak tersinggung dengan perkataan pimpinan tetua.
"Ternyata kau berani mengomentari hidupku. Aku yang memilihnya maka itu terserah padaku," ucap Bo Minghao dingin.
"Tuan Besar Bo, Anda susah berjanji bahwa dia akan mengikuti alur sebelum upacara," ucap pimpinan tetua yang masih saja melawan.
"Mengikuti alur sama saja kalian tidak menginginkannya masuk. Untuk seseorang yang sudah latihan selama setahun saja belum tentu bisa lolos dalam alur itu. Dia tidak pernah latihan. Kalian sangat memalukan," ucap Bo Minghao dingin. Saat ini suaranya lebih tegas dari sebelumnya.
Ling menyilangkan tangan dan menatap Bo Minghao.
Bo Minghao ini menang hebat. Hanya dengan beberapa kata dapat membuat pimpinan tetua terdiam. Dia juga sangat berani. Saat bertemu dengan anak yang bertahun-tahun tidak dia rawat dan seorang wanita yang selalu ia cintai, yang ia inginkan hanya melindungi mereka di balik punggungnya. Ia bahkan tak membiarkan ada yang mengganggu mereka.
__ADS_1
Selain itu ia juga mengusir ibu kandungnya sendiri. Untuk masalah tetua seperti ini adalah hal kecil baginya.
"Ling jika dalam Keluarga Bo ada yang menghina dan melawanmu, tembak saja mereka dengan pistol yang kuberikan," ucap Bo Minghao langsung di depan pimpinan tetua dan Bo Ang.
"Baik," jawab Ling santai.
"Ayo kita masuk. Di mana para tetua lainnya? Di mana para guru dan anggota keluarga lainnya? Apa para murid tidak akan datang ke sini? Panggil mereka semua," ucap Bo Minghao panjang lebar. Ucapannya penuh ancaman.
Pimpinan tetua sangat marah. Hanya untuk orang biasa bagaimana Bo Minghao bisa meminta semua tetua datang. Bahkan ia mengundang guru dan murid. Bo Minghao memang sangat mendominasi Keluarga Bo.
Namun kemudian seorang pria dengan tubuh tegap memasuki ruangan. Pimpinan tetua dan Bo Ang menunduk hormat.
"Tuan Muda Bo Hongyun," ucap pimpinan tetua. Nadanya sangat berbeda dibandingkan saat memanggil Ling.
Bo Hongyun hanya tersenyum hangat. Ia mengangguk sebagai jawaban. Ia mendekat ke arah Ling dan Bo Minghao.
Bo Minghao tersenyum sumringah. Ia mengenalkan Ling pada Bo Hongyun. Ia berkata, "Hongyun, dia adalah anakku. Dia akan mendapat fasilitas di pelatihan. Semoga kau dapat membimbingnya."
Bo Hongyun tersenyum hangat. Ia menatap pada Ling dan berkata, "Aku sudah tahu."
Ia menatap detail wajah Ling. Dia sedikit terkejut karena wajah Ling sangat tampan. Bahkan tatapannya sangat tajam tapi lembut pada saat bersamaan.
Namun ia tak terlalu peduli.
Meski ia adalah keturunan langsung Bo Minghao, tetap saja dia baru saja datang ke sini. Dia tak pernah latihan atau pun mendapat pendidikan. Dia tidak bisa dibandingkan dengan Bo Hongyun.
Setiap orang membicarakan Bo Hongyun sebagai Tuan Muda dari Keluarga Bo. Ia yang bertahun-tahun mendapat fasilitas tak bisa dibandingkan dengan anak haram yang baru masuk.
__ADS_1