Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Mencari Kematian


__ADS_3

"Tuan Muda, di luar ada penjaga rahasia dari Keluarga Bo," ucap pimpinan tetua dengan hati-hati. Ia melihat Ling baru saja mencabut jarum peraknya. Nada bicaranya lebih hormat daripada saat bicara dengan penjaga rahasia itu.


"Hm," gumam Ling pelan sambil meletakkan jarum peraknya. Ia tahu ini adalah niat baik dari Bo Minghao.


Melihat Ling tidak marah dan tidak mengatakan apa pun, pimpinan tetua menghela napas lega. Awalnya ia sangat takut Ling akan mencekik penjaga rahasia itu sampai mati.


"Pimpinan tetua, sepertinya Keluarga Bo akan kacau dalam beberapa hari kedepan. Jadi aku akan meminta Ahli Bom Mei untuk memberimu senjata," ucap Ling melihat pimpinan tetua.


"Jika ada yang ingin membuat onar, bunuh saja mereka. Paham?" ucap Ling. Ia melambaikan tangan dan Mei Mengyi masuk ke ruangan..Ia segera mengeluarkan senjata dan memberikannya pada pimpinan tetua.


Pimpinan tetua merasa sangat bahagia menerima senjata itu.


"Dua senjata kecil ini baru dikembangkan. Kekuatannya sama seperti ahli level 6. Gunakan dengan baik. Kalian tentu tahu bagaimana harus menyenangkan Rajaku," ucap Mei Mengyi sambil menepuk bahu pimpinan tetua.


"Selama kalian berdiri di sisinya dan dia menjaga kalian, maka kalian tidak perlu khawatir," ucap Mei Mengyi lagi.


Setelah itu, Ling pergi bersama Mei Mengyi.


Para tetua yang sejak tadi hanya berani mengamati dari jauh, saat Ling dan Mei Mengyi pergi mereka menghampiri pimpinan tetua.


"Pimpinan tetua, sejak kapan kau begitu akrab dengan Tuan Muda?" tanya wakil pimpinan tetua. Ia tahu awalnya pimpinan tetualah yang paling menolak Ling. Namun sekarang, ia malah terlihat dekat.


"Benar apa yang dikatakan oleh Ahli Bom Mei. Selama kita berdiri di sisi Tuan Muda, dia pasti akan selalu menjaga kita. Jika kau ingin bertahan di Keluarga Bo, maka kalian tidak boleh bermain api di belakang Tuan Muda. Jika ada yang berani melawan Tuan Muda, maka orang itu harus melewati mayatku lebih dulu," ucap pimpinan tetua. Ia merasa sangat takjub sekarang.


Meskipun Ling tidak ingin menjadi kepala keluarga Bo, tapi orang-orang yang ingin menyentuh Keluarga Bo harus mempertimbangkan kemampuan mereka untuk melawan Ling. Mereka semua setuju dengan kata-kata pimpinan tetua. Lagipula, walaupun pimpinan tetua tidak mengatakan itu, mereka juga tidak berani tidak menghormati Ling.


*


"A Shui menelepon. Katanya ada yang ingin bertemu denganmu," ucap Mei Mengyi. Mereka berdua berjalan menuju laut.


"Baik," jawab Ling.


Ling ada di sini untuk bertemu dengan Lingxi. Karena keadaan Bo Minghao, Ling tidak bisa pergi, jadi Lingxilah yang menemuinya. Ling berdiri di tepi pantai. Ia menatap ke depan.

__ADS_1


Kemudian, sekelompok pria berjubah hitam datang ke arah mereka. Yang memimpin mereka adalah seorang pemuda. Ia menatap Ling dengan tatapan mengejek.


"Kau yang membuat seseorang dari Keluarga Zhuo membunuh tetua dari Keluarga Chu?" tanya pemuda itu.


Ling menatapnya balik. Ia hanya mengangkat alisnya. Namun Mei Mengyi tak bisa menahan diri. Ia menjawab, "Ya, itu memang dia. Siapa kau?"


"Bagus sekali. Sedangkan kalian tidak pantas mengetahui namaku. Yang perlu kalian ingat adalah orang yang membunuh kalian bermarga Chu!" jawab pemuda itu dengan angkuh.


Orang-orang di belakang pemuda itu bergegas maju.


Sementara itu di rumah Keluarga Bo. Penjaga rahasia Bo Minghao masih menjaga di sana. Salah satu orang berkata, "Bos, putra Tuan Bo akan dibunuh hari ini. Apa yang harus kita lakukan?"


"Biarkan dulu. Kita akan menunggu sebentar lagi. Itu adalah orang dari pulau golongan 2, Pulau Bintang. Kita akan memberi pelajaran padanya karena dia terlalu sombong," jawab bos dari penjaga itu.


"Biarkan dia menderita sedikit sebelum kita membantunya. Dia harus tahu seberapa kuat orang dari luar negeri," ucap bos penjaga rahasia melanjutkan.


*


Di tempat kejadian sekarang, ada dua kelompok. Satu kelompok adalah dari Pulau Bintang dan satu lagi adalah penjaga rahasia Keluarga Bo.


Para penjaga rahasia ini, Bo Xuang, selalu melindungi orang jenius seperti Bo Minghao. Setelah beberapa hari tinggal dengan Ling, mereka tahu jika Ling tak terlalu menganggap mereka serius. Jadi mereka hanya menunggu di tempat dan membiarkan orang dari Pulau Bintang mencari masalah dengan Ling. Jika Ling tidak mampu lagi bertahan, mereka akan maju.


"Bos, orang-orang dari Pulau Bintang itu sudah bergerak. Apa kita akan keluar sekarang?" tanya salah satu penjaga rahasia Keluarga Bo. Ia sudah bersiap dengan senjatanya. Ia benar-benar khawatir jika orang biasa Ling dan Mei Mengyi dihancurkan sampai mati oleh orang-orang dari Pulau Bintang.


Saat pimpinan penjaga rahasia itu, Bo Xuang, melihat Ling dan Mei Mengyi tidak mengelak saat diserang, ia tidak tahan untuk tidak menghina, "Bodoh! Mengapa tidak menghindar?"


Ketika yang lain melihat ekspresi santai Ling dan Mei Mengyi, mereka juga menganggap dua orang itu bodoh. Mereka juga ikut menghina, "Bodoh! Kalian mencari kematian!"


Setelah itu, ia memerintahkan bawahannya untuk melindungi Ling. Semua senjata dikeluarkan. Mereka semua maju dan menghabisi semua orang yang menyerang Ling.


Wush!


Dalam satu kedipan mata, banyak penjaga dari Pulau Bintang yang jatuh. Penjaga rahasia Bo Minghao bukan orang biasa. Mereka bisa bergerak cepat dan menjatuhkan musuh tanpa disadari. Saat ada yang ingin menyerang Ling, mereka akan langsung jatuh karena diserang cepat oleh penjaga rahasia.

__ADS_1


"Bagus," ucap Bo Xuang.


Bagaimanapun, Pulau Bintang telah kehilangan seorang kultivator tingkat tinggi. Jadi, orang-orang yang dikirim oleh mereka kali ini tidak mudah untuk ditangani.


Penjaga rahasia itu menatap Ling dan berkata, "Tuan Muda, kau harus berhati-hati di masa depan. Orang-orang ini tidak bisa dianggap enteng."


Para penjaga rahasia ini merasa sangat bahagia karena mereka merasa mereka baru saja menyelamatkan Ling. Jika tidak ada mereka, Ling pasti sudah mati. Seharusnya Ling berterimakasih pada mereka, kan?


"Kalian sudah selesai?" tanya Ling. Ia tetap santai dan malah memasukkan satu tangannya ke saku. Wajahnya tidak bahagia seperti yang dibayangkan para penjaga rahasia itu.


"Otak sepertinya cukup bagus untuk kalian. Kalian harus segera mencari otak," ucap Ling santai.


Para penjaga rahasia itu yang merasa sudah menyelamatkan Ling merasa tercengang. Mereka tidak mengharapkan ekspresi ini. Seharusnya Ling berterimakasih dan menyembah mereka, kan? Apa yang terjadi sekarang? Mengapa sepertinya ekspresi Ling sedang mengejek mereka?


Ling melihat ponselnya. Ada pesan dari Lingxi.


Setelah Ling membalas pesan Lingxi, ia menatap pemuda berjubah hitam itu yang baru saja bangun dari pingsannya. Ia tertawa kecil.


"Apa yang kau tertawakan? Kau sangat sombong, padahal jika tidak ada penjaga Keluarga Bo, kau sudah menjadi mayat," ucap pemuda itu menatap mengejek ke arah Ling.


"Penjaga rahasia itu bodoh. Apa kalian juga ikut bodoh?" tanya Ling santai. Ia mengambil tisu dan menyeka tangannya.


"Apa maksudmu?" tanya pemuda itu.


Ling mengabaikan dia dan semua orang. Dia berjalan menuju dermaga untuk menunggu Lingxi. Ia tidak menjawab apa pun, tapi Mei Mengyi tidak tahan untuk tidak berkomentar.


"Apa menurut kalian Tuan Muda tidak memberi kalian wajah setelah kalian menyelamatkannya?" tanya Mei Mengyi sambil menatap seluruh penjaga rahasia itu. Ia terkekeh kecil.


Para penjaga rahasia itu bingung mendengar ini.


"Apa kau tahu apa ini? Ini adalah senjata nuklir. Aku bahkan tidak menggunakannya. Apa kau tahu kenapa?" tanya Mei Mengyi lagi.


Ekspresi mereka langsung berubah, terutama Bo Xuang. Ia menyadari sesuatu dan memeriksa orang-orang yang jatuh itu. Setelah ia memeriksa beberapa luka, ia menyimpulkan jika tidak ada goresan pisau di tubuh-tubuh mereka. Hanya ada lubang kecil di kepala mereka.

__ADS_1


Penjaga rahasia yang memegang pisau tercengang. Ia berbicara dengan sedikit bergetar, "Jadi ... ti-tidak ada bekas pisau di tubuh mereka? Jadi bukan aku yang melukai mereka? Lagipula tidak mungkin aku secepat itu menjatuhkan mereka semua. Ini ... mengapa Tuan Muda terlihat begitu ketakutan? Mengapa ia terlihat bodoh?"


"Tuan Muda tidak terlalu peduli dengan mereka. Bahkan ia tidak perlu mengeluarkan senjata nuklir," ucap Mei Mengyi sambil menyilangkan tangan.


__ADS_2