
Di Kediaman Keluarga Bo, di kamar Ling.
"Kehidupan Tuan Muda ini jauh lebih baik daripada tetua-tetua itu," ucap salah satu anggota Pegasus dengan bekas luka di dahinya. Ia melihat barang-barang indah dan langka yang ditempatkan di kamar Ling.
Chen Namgung juga melihat ratusan kaset game yang ada di lemari. Di luar negeri, barang itu sangat langka dan mahal. Namun ia tidak menyangka jika itu hanya dijadikan pajangan di lemari.
"Bo Minghao memperlakukan mereka dengan sangat baik. Ia menghabiskan miliaran uang hanya untuk mengisi kamar ini," ucap anggota Pegasus. Ia duduk dan meminum teh dengan tenang.
"Jangan bicarakan tentang dia lagi. Aku sangat muak," ucap Chen Namgung. Ia juga ikut minum teh bersama anggota Pegasus itu.
"Bagaimana dengan Ahli Bom Mei?" tanya Chen Namgung menyeruput sedikit tehnya.
"Dan bom barunya, apa kalian menemukan sesuatu?" tanya Chen Namgung lagi.
"Ahli Bom Mei menolak mengatakan sesuatu. Kami bahkan sudah menyiksanya, tapi dia tetap tidak mau buka mulut. Dia wanita yang sangat keras kepala," jawab anggota Pegasus.
"Baik. Kita akan tetap menyimpan senjata itu hingga dia buka mulut. Jika mereka ingin, mereka harus merebutnya," ucap Chen Namgung. Ia memutar-mutar gelas di tangannya.
Pegasus telah menemukan seorang kultivator level 8 di sebuah tempat misterius. Bahkan orang-orang di luar negeri menghormatinya. Sekarang mereka tidak perlu takut dengan siapa pun.
"Mari rayakan keberhasilan kita," ucap anggota Pegasus sambil mengangkat teh. Semua orang yang ada di dalam kamar tertawa puas.
"Urus tentang bom dan Ahli Bom Mei terlebih dahulu. Aku akan mengurus masalah di Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya," ucap Chen Namgung. Ia memikirkan Keluarga Chen yang ada di sana.
Dulu, ia masih waspada dengan Raja Legendaris. Ia telah dijadikan buronan oleh mereka dan diincar oleh seluruh anggota Organisasi Tempur.
Namun sekarang, sudah seminggu sejak ia menunggu. Raja Legendaris tak juga keluar. Jadi, Kota Bayangan tidak memiliki cukup kekuatan dan bisa saja Raja Legendaris itu palsu.
"Mengapa tidak langsung tanyakan pada Chen Lin saja? Bukankah dia juga memiliki nama keluarga Chen?" ucap anggota Pegasus.
"Dia benar. Tuan Muda Chen ... Ahli Bom Mei ini sangat keras kepala. Dia tidak akan berbicara. Jika terus-menerus disiksa, tubuhnya akan hancur karena dia hanya orang biasa, bukan kultivator," ucap sekelompok anggota Pegasus lain yang sekarang membawa Mei Mengyi.
Chen Namgung memandang Mei Mengyi yang juga sedang menatapnya dengan tatapan mengejek. Padahal ia tidak bisa berbuat apa pun sekarang, tapi dia sangat sombong.
__ADS_1
Melihat hal ini, gelas di tangannya hancur. Dia tidak mengerti mengapa Mei Mengyi masih berani sombong padahal sudah sampai tahap ini. Ia bertanya pada Mei Mengyi, "Apa kau tidak takut mati?"
"Bunuh aku jika kau berani! Ingin menyuruhku membuat bom baru untuk kalian? Mimpi!" jawab Mei Mengyi sambil tertawa mengejek.
Chen Namgung yang sudah sangat kesal mengarahkan senjatanya ke Mei Mengyi.
"Jangan gegabah. Tuan masih membutuhkannya untuk bom itu," ucap anggota Pegasus menahan Chen Namgung. Ia lebih tenang di antara yang lain.
"Ahli Bom Mei, aku akan memberimu dua pilihan sekarang. Pertama, aku akan membawamu ke luar negeri. Di sana kau akan membuat bom baru itu untuk kami. Kau harus berjanji untuk membuat bom yang lebih hebat lagi. Kedua, aku akan mengirim kultivator level 8 untuk menyerang keluargamu. Kau tahu kan bagaimana kekuatan kultivator level 8? Untuk menghancurkan keluarga kecilmu itu sangat mudah. Sekarang kau harus bijak dalam memilih," ucap anggota Pegasus dengan licik.
Mei Mengyi memandang anggota Pegasus itu tanpa bicara.
Bom baru? Bom yang lebih hebat? Dia tidak pernah membuat itu semua. Bahkan jika dia melihat desain milik Ling, ia belum tentu bisa membuat itu semua dengan tangannya sendiri. Jika dia memang membuat bom itu sendiri, bagaimana mungkin dia bisa patuh dengan orang-orang ini?
Anggota Pegasus itu menunjukkan sebuah video di layar monitor. Itu adalah rumah Mei Mengyi.
Chen Namgung melihat perubahan ekspresi Mei Mengyi. Ia tersenyum puas. Ia berkata, "Ahli Bom Mei, kami sudah menangkapmu selama seminggu. Jika kau tetap tidak berbicara, kami akan menyerang keluargamu."
Setelah selesai mengatakan itu, suasana di ruangan menjadi dingin.
"Siap kau?" tanya Chen Namgung sambil mengedarkan pandangan.
Orang di dalam ruangan bisa mendengar suara, tapi mereka tidak bisa menemukan asal suara itu. Saat mereka melihat sekeliling ruangan, tidak ada siapa-siapa.
"Berhenti mencari. Aku di sini," ucap suara itu yang terdengar semakin jelas dari arah kanan. Mereka semua reflek melihat ke arah kanan.
Chen Namgung merasa tidak asing dengan suara ini. Tubuhnya bergetar karena takut. Mata mereka menyipit untuk melihat sosok yang duduk di meja dalam kegelapan.
Orang itu duduk di meja sambil memainkan pisau kecil. Kebetulan, wajahnya juga dapat dilihat dari samping. Wajah dinginnya, rambut hitamnya yang sedikit berantakan, membuatnya terlihat sangat tampan. Wajah pria itu sedikit tersenyum. Namun semua orang tahu jika aura di sekitarnya sangat mengerikan.
Chen Namgung membeku di tempat.
Itu ... Chen Ling!
__ADS_1
Ling meletakkan kembali pisaunya ke dalam tas. Ia menatap Chen Namgung dan anggota Pegasus lainnya. Ia berkata dengan dingin, "Kalian adalah yang kedua dan ketiga."
Mereka bingung. Hanya Ling yang tahu maksud kedua dan ketiga.
"Kau ... bagaimana mungkin kau ada di sini? Bukankah kau sudah mati?" tanya Chen Namgung setelah berusaha sadar dari keterkejutannya.
"Apa kau kecewa aku tidak mati?" tanya Ling. Ia berjalan ke arah Mei Mengyi. Ia mengabaikan mata Mei Mengyi yang sudah hampir keluar saat melihatnya.
Ling melihat luka-luka di tubuh Mei Mengyi. Ia berkata dengan dingin, "Kau ingin bom baru? Kau juga ingin bom yang lebih hebat dari Mei Mengyi?"
Kini Ling sudah berada di belakang anggota Pegasus yang memiliki bekas luka di dahinya. Dia sudah mengiris sedikit leher pria itu dengan pisau kecil.
Dengan gemetar, pria itu berbicara, "Walaupun kau masih hidup, kau tidak akan bisa mengalahkan kultivator level 8 kami. Kami juga tidak hanya memiliki bom baru, tapi kami juga memiliki senjata modifikasi. Apa kau tidak takut kami akan menghancurkan seluruh Kota Bayangan dalam sekejap?"
Pria itu belum pernah melihat Ling beraksi secara langsung. Jadi, ia tidak terlalu takut dengan Ling. Ia juga tak ragu menyombongkan semua kekuatannya.
"Apa kau tahu kenapa Ahli Bom Mei dapat ditangkap begitu saja oleh kalian? Padahal dia adalah pemimpin senjata militer dan memiliki banyak senjata api," ucap Ling yang membuat mereka berpikir.
"Mengapa?" tanya pria itu. Ia juga merasa penangkapan Mei Mengyi begitu lancar. Padahal ia memiliki bom baru. Bahkan kultivator level 8 mereka tidak bergerak.
Itu di luar ekspektasi mereka.
"Karena bukan Ahli Bom Mei yang menciptakan bom itu. Jika memang dia yang membuat bom itu, apa kalian pikir kalian masih bisa hidup sekarang?" tanya Ling sambil tertawa kecil. Ia semakin menancapkan pisau kecilnya ke leher anggota Pegasus itu.
Saat ini, anggota Pegasus dan Chen Namgung memiliki pikir yang sama.
Ketika itu pula, A Shui dan Wei Lang masuk ke ruangan. Mereka melihat Ling menusukkan pisau ke anggota Pegasus dicengkeramnya dan menghempaskan tubuhnya yang sudah sekarat.
"Kalian datang tepat waktu. Cepat tangkap dan penjarakan mereka di penjara Kota Bayangan. Siksa dan hancurkan mereka satu per satu setiap hari. Aku ingin tahu siapa yang berani lebih kejam di Kota Bayangan ini," ucap Ling sambil menyeringai.
"Suruh Lingxi menemuiku untuk mendiskusikan suatu hal," ucap Ling. Ia keluar dari ruangan itu.
"Baik, Tuan Muda," ucap mereka bertiga dengan hormat.
__ADS_1
Kemudian, Mei Mengyi menghampiri Chen Namgung dan anggota Pegasus yang sudah hampir mati. Ia berkata, "Semua orang mengatakan jika bom ini tidak memiliki musuh. Namun apa kau tahu siapa yang membuat bom ini? Itu adalah Tuan Muda. Dialah musuh dari bom ini. Dia bisa membuat bom ini sejak ia masih muda. Dia yang paling tahu kelebihan dan kelemahan senjata buatannya. Dan kau mengancamnya dengan bom buatannya sendiri? Kau sungguh mengancamnya dengan bom itu? Apa kau tahu? Kau sungguh konyol!"
Setelah mengatakan itu, Mei Mengyi berjalan melewati mereka.