
"Jenderal Qiu? Apa kau pikir aku bodoh? Ayahku saja belum pernah melihat Jenderal Qiu. Bahkan Nona Zhuo Shiaonian harus menunggu untuk bertemu dengannya. Kau pikir kau siapa? Jika nyalimu besar, jangan kabur dari sini," ucap Tang Xiao.
"Kabur? Tentu saja aku tak akan kabur," jawab Ling tersenyum. Ia menarik kursi dan duduk dengan tenang.
Melihat Ling dan gengnya begitu percaya diri, penjaga Tang Xiao goyah. Salah satunya bertanya, "Tuan Muda, apa yang harus kita lakukan sekarang?"
"Kau sudah memberitahu ayahku, kan?" tanya Tang Xiao.
"Kepala Keluarga akan segera datang," jawab penjaga.
"Bagus. Setelah itu mereka akan kita beri pelajaran," ucap Tang Xiao angkuh.
*
Di kantor Jenderal Qiu.
"Dugaanku benar. Ternyata memang ada orang lain di belakang Gao Feng. Cepat siapkan jet tempur untukku," ucap Jenderal Qiu.
Ia jarang menggunakan jet tempur karena bahan bakarnya sulit dan butuh waktu lama, tapi kali ini benar-benar mendesak.
"Apa kau sudah menemukan informasi tentang Chen Ling? Sebaiknya kalian bersikap sopan nanti," ucap Jenderal Qiu pada orang di sebelahnya.
"Jenderal, Anda yakin? Dia hanya pemuda dari seberang pulau," jawab orang itu.
"Kau masih tidak mengerti juga? Menurutmu mengapa informasinya sangat sulit dicari? Semua informasinya juga dikunci dengan keamanan tingkat tinggi. Selain itu, mengapa Nona Mei tiba-tiba datang ke luar negeri? Apa kau lupa ucapan orang Pulau Bintang tentang nama orang besar itu? Itu adalah Chen! Tuan Muda Chen!" jawab Jenderal Qiu.
"Dia juga sangat berbakat. Tak hanya itu, ia juga memiliki senjata nuklir. Siapa lagi yang bisa menandinginya?" lanjut Jenderal Qiu.
Ling mampu meningkatkan kekuatannya di bawah banyak tekanan dan urusan dengan beberapa keluarga. Dia tak hanya mengandalkan kekuatan, tapi juga otak.
Saat mereka tiba, Jenderal Qiu agak terkejut, "Bar di utara? Bukankah ini tempat orang biasa?"
"Jenderal, anggota Keluarga Tang dari tim penegak hukum ada di sini. Saya akan menghubunginya," ucap seseorang.
Jenderal Qiu mengangguk dan melompat turun.
*
Di dalam bar.
Kepala Keluarga Tang tiba.
"Ayah, merekalah orangnya!" Tang Xiao menunjuk Ling dan gengnya.
Belum sempat Kepala Keluarga Tang bicara, walkie-talkie nya berdering. Ia segera menerima panggilan itu tanpa mempedulikan anaknya.
Setelah ia selesai, ia memandang Ling dengan hormat, "Permisi, apakah Anda Tuan Muda Chen?"
Tak lama, Jenderal Qiu dan anak buahnya masuk.
"Kapten!" sapa Kepala Keluarga Tang.
Sedangkan Jenderal Qiu langsung menatap Ling, "Anda pasti Tuan Muda Chen."
Ling tersenyum hangat. Ia memasukkan ponselnya dan berdiri, "Jenderal Qiu."
Semua orang yang ada di sana membelalakkan mata.
__ADS_1
"Serahkan masalah ini ke kapten. Saya telah memesan kamar pribadi. Tuan Muda, tolong ikuti saya," ucap Jenderal Qiu lagi.
"Chen Wan Yu, kau dan kakakmu ikuti Liam. Aku akan segera kembali," ucap Ling sambil menepuk bahu Chen Wan Yu.
Ling dan Jenderal Qiu keluar dari bar.
*
Orang-orang yang tersisa di bar masih linglung.
"Ayah, siapa itu?" tanya Tang Xiao.
Kepala Keluarga Tang yang baru saja tersadar, langsung memberi tamparan keras pada anaknya. Ia berkata, "Apa kau tahu siapa itu?! Beraninya kau menyinggung perasaannya?! Aku naik jabatan dalam semalam, tapi kau juga menjatuhkanku dalam semalam! Apa kau tahu siapa dia? Dia adalah Chen Ling! Ingat, Chen Ling! Kau sudah paham sekarang?"
Mendengar ucapan ayahnya, Tang Xiao pucat. Mungkin yang lain tidak tahu, tapi Keluarga Tang tahu betul siapa Ling. Karena merekalah yang menggantikan posisi Yiqin Zhao.
"Ternyata ... itu dia ... tamatlah kita ...," Tang Xiao jatuh. Ia merasa kehilangan mimpinya.
Selama ini, Kepala Keluarga Tang selalu berhati-hati agar tak bernasib sama seperti Yiqin Zhao. Namun, putranya menghancurkan semua usahanya.
Manajer, Chen Wan Yi, dan Chen Wan Yu juga masih di sana. Mereka berdiri linglung. Mereka serasa mendapat kejutan besar.
"Wan Yi ... temanmu itu ... benar-benar mengenal Jenderal Qiu?" tanya manajer.
"Sepertinya begitu ...," jawab Chen Wan Yi.
Saat ini, Chen Wan Yu baru saja teringat sesuatu, "Ah, dia Chen Ling? Bukankah dia adalah bosnya para murid baru? Bagaimana aku bisa lupa?"
Chen Wan Yi semakin tak percaya. Seseorang yang ia temui secara acak di internet, ternyata memiliki latar belakang kuat.
*
Jenderal Qiu memandang Ling dengan tidak percaya, "Jika saya tidak melihatnya sendiri, saya tidak percaya jika Raja Senjata di belakang Nona Mei masih sangat muda."
Ling mengangkat alisnya, "Raja Senjata? Darimana asal panggilan ini?"
Jenderal Qiu hanya tersenyum. Kemudian ia bertanya hal lain, "Tapi, Tuan Muda, apa Anda tahu Keluarga Bo?"
Mendengar pertanyaan ini, jari-jari Ling berhenti. Ia menunduk dan menjawab, "Maksud Anda?"
Informasinya di Kota Bayangan seharusnya sulit diketahui.
"Karena wilayah utara ini adalah milik Keluarga Bo, tapi karena tempat ini sangat terpencil, tak ada listrik di sini. Jadi, semua keluarga mereka pindah ke pulau terdekat," jawab Jenderal Qiu. Ia tak merasa aneh sama sekali.
"Aku pergi ke sana untuk menemui teman," jawab Ling tersenyum.
Jenderal Qiu tak ingin menyelidiki masalah pribadinya, jadi ia langsung ke inti pembicaraan, "Sekarang, semua orang menginginkan kerjasama dengan Nona Mei. Keinginanku sederhana, kuharap Tuan Muda Chen mau menerima markas besar kami."
Sebenarnya ini memang sederhana, tapi Ling mengetuk meja, "Namun, kuharap Jenderal Qiu bisa membantuku sesuatu."
"Katakan saja," jawab Jenderal Qiu. Ia tahu tak akan mudah membuat Ling setuju.
Ling menuangkan teh ke cangkirnya sendiri. Ia berkata dengan tenang, "Aku ingin Keluarga Chen."
Mendengar ini, tangan Jenderal Qiu gemetar. Meski Keluarga Chen bukan keluarga besar, tapi mereka tak bisa dianggap enteng, terutama karena Chen Kai. Jenderal Qiu menjawab, "Tuan Muda, jangan bercanda."
"Sepertinya Jenderal Qiu salah paham. Aku hanya ingin membantu temanku mengambil kembali posisinya di Keluarga Chen. Dulu dia diusir oleh Keluarga Chen," jawab Ling. Ia menyeruput tehnya.
__ADS_1
"Orang-orang di bar tadi? Menyingkirkan mereka sangat sulit, apalagi sekarang Chen Kai juga bekerjasama dengan Nona Mei," ucap Jenderal Qiu.
Ling terkekeh. Ia mengeluarkan satu botol bening dari sakunya dan meletakkan ke atas meja, "Jenderal Qiu, apa menurut Anda ... aku bernegosiasi denganmu hanya dengan senjata api?"
*
Chen Wan Yi tak menyangka ia akan menemui orang-orang luar biasa dari internet. Ia juga tak menyangka mereka semua adalah murid dari Akademi Bintang. Belum lagi Ling yang bisa dibilang paling luar biasa di antara mereka.
"Liam, kenapa kau membawaku ke sini?" tanya Chen Wan Yi bingung. Ini pertama kalinya ia datang ke hotel seperti ini.
Liam tersenyum, "Hubungan kita hanya sebatas teman bermain game. Namun, sebenarnya bukan aku yang mencarimu hari ini."
Liam mendorong pintu masuk.
"Bukan kau?" tanya Chen Wan Yi lagi.
Liam tak menjelaskan. Saat pintu terbuka, mereka melihat seseorang yang duduk di depan komputer.
"Tuan Muda Chen? Apakah kau mencariku?" tanya Chen Wan Yi. Ia merasa santai karena mereka sering bermain game bersama.
Ling tersenyum, "Ada yang ingin aku bicarakan. Wan Yi, aku tahu kau dari Keluarga Chen dan kau diusir oleh Nyonya Chen dan Chen Kai."
Ekspresi Chen Wan Yi langsung berubah.
"Maaf, aku tak bermaksud menyelidikmu. Dulu, kau dan ibumu diusir karena kalian orang biasa. Namun, adikmu bersikeras untuk ikut. Sebenarnya, bakat adikmu itu bisa diasah lebih jauh lagi. Wan Yi, apa kau mau?" tanya Ling.
Bibir Chen Wan Yi mengatup. Apa dia bersedia? Saat ibunya akan meninggal karena tak ada perawatan di distrik biasa, ia pergi memohon pada Chen Kai dan Nyonya Chen, sayangnya mereka menolaknya mentah-mentah.
Saat ada tawaran seperti ini, bagaimana mungkin ia tak mau?
"Aku akan memberimu kesempatan untuk kembali ke Keluarga Chen. Bahkan kau dapat menempati posisi Chen Kai sekarang. Bagaimana?" tanya Ling lagi.
Chen Wan Yi awalnya sangat tergoda, tapi akhirnya ia menggeleng, "Tuan Muda, aku tahu kau mengenal Jenderal Qiu, tapi Chen Kai sulit untuk disentuh. Ia seperti dewa di Keluarga Chen. Aku juga mendengar, akhir-akhir ini ia bekerjasama dengan orang besar. Selain itu, aku juga hanya orang biasa."
Ling tertawa kecil, "Aku tahu. Tapi, Wan Yi, apa kau bersedia?"
"Baik, tapi kau harus pastikan adikku aman," jawab Chen Wan Yi menggigit bibirnya.
"Oke," Ling menjentikkan jari merasa puas.
"Liam, bawa dia menemui Nona Mei. Kerjasama ini akan kuserahkan padamu dan Jenderal Qiu," ucap Ling.
"Um, bolehkah aku bertanya sesuatu? Jika Keluarga Chen benar-benar mudah didapat, mengapa kau tak melakukannya sendiri?" tanya Chen Wan Yi.
"Ini pertanyaan bagus," jawab Ling menatap Chen Wan Yi lembut.
"Karena Kepala Keluarga Chen memperlakukanku dengan baik, jadi aku tak bisa berbuat jauh. Tapi Chen Kai malah berbuat jauh, jadi aku hanya bisa bekerjasama untuk menggantikan posisinya. Mengapa aku tak turun tangan langsung? Karena aku tak peduli dengan Keluarga Chen," jelas Ling.
Chen Wan Yi tercengang. Jika orang lain yang mengatakan mereka tak peduli dengan Keluarga Chen, mungkin Chen Wan Yi akan tertawa. Tapi, ini Ling. Seseorang yang dihormati Jenderal Qiu.
"Liam, Tuan Muda Chen itu ... siapa sebenarnya dia?" saat mereka sampai di depan pintu, Chen Wan Yi bertanya.
Liam tersenyum, "Biar kuberitahu padamu. Selain Jenderal Qiu, Kepala Keluarga Song menelepon setiap hari untuk menemuinya. Menurutmu dia siapa?"
***
Selamat ulang tahun aku🥰
__ADS_1
300 chapters already🥳