Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Pisau Ini Masih Tajam Seperti Sebelumnya


__ADS_3

Wajah Nyonya Tua Bo memerah. Keriputnya semakin kelihatan. Tubuhnya semakin bergetar. Dia benar-benar sangat marah sekarang.


Nyonya Tua Bo selalu dihormati selama ini. Ia tak pernah dihina ataupun diancam. Namun ia mendapat keduanya hari ini.


Bo Yunxing yang di sampingnya hanya diam. Ia selalu bersembunyi di belakang kakek dan neneknya selama ini. Meski begitu, ia tahu Ling bukan tandingannya.


"Cepat hubungi Minghao. Biarkan dia melihat bagaimana putra pelacur ini ingin membunuhku. Biar dia tahu pelacur itu tak baik untuknya," ucap Nyonya Tua Bo dengan gemetar.


Para penjaga segera menelepon Bo Minghao. Selain ingin melindungi nyonya mereka, mereka juga tak dapat menanggung konsekuensi jika Nyonya Bo mati saat mereka bertugas.


"Ling!" Chen Lin menarik Ling untuk mendekat ke arahnya.


"Segera pergi dari sini. Pasukan Keluarga Bo akan segera tiba. Aku akan bertanggungjawab atas semuanya. Pulanglah ke Kota Urban bersama paman dan kakekmu," ucap Chen Lin tergesa-gesa. Ia menyesal membawa Ling masuk dalam masalah ini.


Ling membersihkan pisaunya. Ia menatap Chen Lin dengan tersenyum hangat, "Mengapa aku harus pergi Ibu? Aku akan bersamamu di sini."


"Ling jangan keras kepala. Segala sesuatu di Kota Bayangan sangat menyeramkan. Kau masih kecil, kau tidak mengerti hal-hal seperti ini. Keluarga Bo adalah salah satu keluarga terkuat. Mereka bisa melenyapkan kita kapanpun mereka mau," ucap Chen Lin memegang Ling dengan tangan gemetar. Ia benar-benar takut sekarang.


Apalagi saat mengingat percakapannya dengan Yuan Ming. Sejak mereka datang, Yuan Ming telah menceritakan semua tentang Kota Bayangan dan keluarga kuat yang tak bisa mereka singgung. Dan sekarang mereka telah menyinggung salah satunya.


Mereka hanya keluarga kecil yang baru saja masuk. Mereka harus berhati-hati.


"Apa kau sudah mengerti siapa yang kau hadapi sekarang?" tanya Nyonya Tua Bo pada Ling.


"Namun sayang sekali. Kalian tidak akan bisa lari lagi. Bahkan jika kalian bersembunyi di gua paling terpencil, Keluarga Bo tetap akan menemukan kalian. Meminta maaf padaku sekarang pun tak ada gunanya," ucap Nyonya Tua Bo panjang lebar.


Ling berhenti membersihkan pisaunya.


"Pisau ini masih tajam seperti sebelumnya," ucap Ling santai. Ia menatap tajam Nyonya Tua Bo.


"Ling ...," Chen Lin semakin bergetar. Ia benar-benar ketakutan sekarang. Mereka tidak mungkin bisa melawan keluarga besar ini. Jika melawan, mereka hanya akan mati.

__ADS_1


"Ibu, tenang saja. Aku akan mengurus masalah ini. Ibu bisa bekerja dengan tenang di kantor. Ibu juga bisa mengikuti kumpulan sosialita di sini. Atau Ibu juga bisa hanya bermain dengan Chester. Hal-hal seperti ini, Ibu tidak perlu lagi memikirkannya," ucap Ling memegang tangan Ling. Ia tenang dan tegas pada waktu bersamaan.


Ling memahami ketakutan Chen Lin. Kini ia mengerti hal-hal yang selama ini terlewatkan. Ia melewatkan hal sepenting ini.


Selama ini ia selalu mengumpulkan kekuatannya. Ia ingin bangkit kembali untuk anggotanya yang telah menunggunya. Ia ingin lebih tangguh demi anggota di Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya. Ia akan kembali menjadi orang yang lebih kuat.


Namun bagaimana ia bisa melupakan Keluarga Chen?


Ia telah sampai di titik ini. Ia telah memenuhi janjinya untuk membahagiakan Chen Lin dan membawa mereka ke puncak kesuksesan di Kota Bayangan. Ia berhasil melakukan itu. Ia bahkan berhasil membawa mereka ke Kota Bayangan.


Namun ia memiliki pandangannya sendiri. Ia sudah besar di Kota Bayangan. Ia tinggal di sini sejak kecil. Ia pernah mengalami pengalaman hidup dan mati di sini. Ia juga pernah menjadi orang besar seperti Keluarga Bo. Jadi dia tak menganggap ini sebagai hal yang serius. Ia tak berpikir Keluarga Bo bisa menjatuhkan Keluarga Chen jika dia masih berada di sini.


Namun ia melupakan Keluarga Chen. Mereka baru saja datang ke sini. Dulunya mereka adalah orang biasa. Tentu saja mereka akan terkejut dengan hal-hal seperti ini. Bahkan perasaan takut dan cemas mereka tak tertahankan.


Tidak heran mereka hanya diam saat Bo Company ingin mengambil wilayah mereka. Mereka memiliki ketakutan tertentu dalam hati mereka. Dan juga rasa kagum tak terkira saat melihat Kota Bayangan.


Namun dalam ketakutan itu, mereka berhasil melewatinya. Mereka berhasil bertahan di Kota Bayangan. Mereka berhasil mempertahankan perusahaan mereka diantara perusahaan yang ingin menjatuhkan mereka.


Sekarang giliran dia bertindak untuk mereka.


Ling mengambil ponselnya dan menghubungi Chen Tian. Ia mengirim alamat hotel ini dan menyuruh mereka datang. Mereka sudah dikirimi senjata oleh Mei Mengyi. Jadi mereka memiliki sedikit persiapan.


Nyonya Tua Bo semakin sombong. Ia tahu Chen Lin sangat ketakutan. Ia tak mempedulikan Ling yang berani. Baginya, Ling adalah anak muda bodoh yang tak tahu apapun tentang kejamnya dunia.


"Nyonya Tua, Tuan Besar Bo telah tiba," ucap salah satu pengawal sambil membungkuk.


Nyonya Tua Bo menyeringai senang.


Sedangkan Chen Lin semakin ketakutan.


"Ingat. Aku yang bertanggungjawab atas ini semua," ucap Chen Lin pada Ling.

__ADS_1


Seorang pria seumuran Chen Lin memasuki ruangan. Wajahnya sangat berwibawa. Ia terlihat tegas.


"Nenek, aku akan membantumu membersihkan wajah," ucap Bo Yunxing langsung bergerak setelah melihat kedatangan Bo Minghao. Ia mengambil tisu dan menyeka lembut wajah Nyonya Tua Bo. Sedikit terbesit kebahagiaan dalan hatinya saat melihat Bo Minghao yang akan memberi pelajaran pada Keluarga Chen.


"Apa maksud semua ini?" tanya Bo Minghao.


"Lihat! Ini adalah perbuatan pelacur yang kau suka itu. Dia adalah janda yang memiliki anak haram. Apa yang bisa dilihat dari dirinya?" jawab Nyonya Tua Bo menghina Chen Lin dan Ling.


Bo Minghao memandang Chen Lin. Saat matanya jatuh ke arah Ling, ia sedikit tertegun. Dengan cepat, ia menekan keterkejutannya.


"Ibu, apa maksud perkataanmu? Apakah pantas seorang Nyonya Tua menggunakan kata kasar seperti itu? Dimana etika yang Ibu terapkan selama ini?" tanya Bo Minghao dingin.


"Tuan Besar, anak haram itu menumpahkan air kepada Nenek. Ia bahkan memecahkan gelas tepat di depan Nenek. Lihatlah dia menyakiti Nenek," ucap Bo Yunxing memberi pembelaan. Sekarang ia berani melawan Ling karena ada Bo Minghao.


"Benar. Mereka menyerangku dengan brutal. Kau harus memberi mereka hukuman yang setimpal," Nyonya Tua Bo menambahkan.


"Manajer, beri aku rekaman CCTV," ucap Bo Minghao yang melihat manajer hotel bersembunyi di sudut ruangan.


Dengan malu, manajer itu keluar. Ia berkata dengan sedikit gemetar dan penuh rasa hormat, "Maaf, Tuan. Namun tidak ada rekaman CCTV si sini."


"Berikan aku rekamannya. Jika tidak, aku bisa meledakkan hotel ini sekarang juga," ucap Bo Minghao lagi.


Manajer itu dengan segera pergi. Ia tahu Bo Minghao tak bercanda dengan perkataannya.


Dalam satu menit, ia sudah kembali membawa rekaman.


Rekaman mulai diputar. Ling dengan santai bersandar di dinding. Ia masih memegang erat tangan Chen Lin untuk menenangkannya.


Bo Minghao yang melihat itu merasa emosi. Semakin lama dia melihat, ia juga semakin marah. Rahangnya mengeras dan mulutnya terkatup menahan gemetar. Ia tak menyangka ternyata ibunya memiliki mulut yang sangat kasar seperti ini.


"Ibu! Sebagai orang terhormat, apa pantas melakukan hal ini?" tanya Bo Minghao dengan tatapan membunuh.

__ADS_1


"Mulai sekarang, jangan biarkan Nyonya Tua keluar rumah," ucap Bo Minghao lagi. Hal ini membuat Nyonya Tua Bo dan Bo Yunxing melotot.


__ADS_2