
Tidak hanya para petinggi yang berpikiran seperti itu. Para penjaga juga tidak ada yang ingin pergi ke wilayah utara. Saat kepala pelayan menemui penjaga-penjaga itu, mereka tidak ada yang bersedia maju.
Namun, kepala pelayan tak mempedulikan mereka. Ia hanya memilih penjaga dengan bakat paling menonjol. Baginya, Ling berhak mendapat penjaga seperti itu.
Setelah para penjaga itu dipilih, mereka yang terpilih berekspresi muram. Namun, karena mereka dipilih langsung oleh kepala pelayan, mereka tidak berani protes.
"Biarkan si codet itu mengambil kesempatan kita kali ini. Dia pergi ke wilayah utara, kan?" ucap seseorang mendengus.
"Kakak kelima, bagaimana keadaan Zhan Yu?" tanya orang itu.
Kakak kelima itu menggeleng, "Aku tidak pernah menghubunginya."
"Huh," orang itu menghela napas dan tak mengatakan apa-apa lagi.
Yang lainnya juga tak bicara. Saat menyinggung tentang Zhan Yu, suasana agak berubah. Namun, saat si codet melewati mereka, Zhan Gu tersenyum mengejek ke arahnya.
"Mereka ini .... Bos apa yang harus kita lakukan sekarang? Apa kita benar-benar harus pergi ke tempat sialan itu? Apa kita harus bertahan saat terus-menerus diejek oleh orang-orang bernomor itu?" bawahan si codet terpancing emosi.
Si codet melirik kakak kelima dan tersenyum sinis, "Pergi ke wilayah tandus itu? Apa kau mau mati sekarang? Tunggu saja. Aku akan mencari Tuan Muda Yushen."
Ia pun melangkah pergi.
*
Kediaman Bo Yushen.
Setelah mendengar permohonan si codet, Bo Yushen terkekeh, "Anak pintar. Kau tahu mencariku di saat seperti ini."
Si codet tersenyum sopan, "Aku pasti akan setia pada Anda, Tuan Muda."
"Baik. Aku akan bicara pada tetua pertama. Ia pasti masih memiliki rasa segan padaku," ucap Bo Yushen santai.
"Terimakasih, Tuan Muda Yushen!" wajah si codet bersemangat saat mendengar jawaban Bo Yushen.
"Bagaimana hasilnya, Bos? Apa Tuan Muda mau membantu kita?" tanya anggota tim lainnya yang menunggu di luar.
Namun, melihat ekspresi si codet yang bersemangat, mereka langsung tahu hasilnya. Pasti kali ini mereka berhasil.
*
"Kau bilang kau tak ingin pergi ke wilayah utara?" tanya kepala pelayan. Ia segera mendatangi para penjaga-penjaga itu setelah mendapat kabar terbaru.
Walau tatapannya agak menakutkan, tapi si codet tak ingin menyerah. Hal ini mempertaruhkan masa depannya. Ia pun memberanikan diri, "Benar, kepala pelayan."
"Baik," kepala pelayan mengangguk. Bagaimanapun ini adalah ulah Bo Yushen. Ia tak ingin melawannya karena ia takut Bo Yushen akan memusuhi Ling.
Dia pun memilih penjaga lagi, "Siapa yang bersedia mengikuti Tuan Muda Chen?"
Semua penjaga diam. Di kejauhan, Bo Yushen menghela napas lega.
__ADS_1
"Kepala pelayan, Zhan Yu adalah bawahan Tuan Muda Chen. Ia dulunya merupakan bawahan Kapten kelima. Bukankah sebaiknya tim mereka yang pergi?" ucap si codet. Yang lain langsung setuju dengannya. Mereka tahu jika si codet adalah bawahan Bo Yushen. Jadi, mereka tak keberatan mengikuti kata-katanya.
Ekspresi Zhan Gu dan yang lainnya langsung muram.
"Bagaimana menurutmu? Apa kau bersedia pergi?" tanya kepala pelayan. Ia langsung teringat Zhan Yu. Namun, ia tak menjelaskan apapun pada Kapten kelima.
"Kepala pelayan, kami setuju," jawab Zhan Gu.
Anggota timnya juga tidak keberatan dengan keputusannya. Lagipula, Bo Yushen adalah orang yang bertanggung jawab di Keluarga Bo sekarang. Si codet memiliki dendam dengan mereka dan dia adalah bawahan Bo Yushen. Walaupun mereka tidak pergi ke wilayah utara, tetap saja si codet pasti akan menargetkan mereka dengan cara lain.
Hal baik yang mereka pikirkan sekarang adalah setidaknya mereka akan bertemu dengan Zhan Yu.
"Baik, aku akan mengantar kalian besok," ucap kepala pelayan menghela napas lega. Kemudian ia pergi.
Sementara itu, tim kapten kelima masih berdiri di sana. Anggota baru yang baru saja masuk beberapa hari lalu, menghela napas dan berkata, "Aku pikir aku akan memiliki masa depan bagus karena masuk tim penjaga Anda. Aku tak mengira malah dikirim ke wilayah tandus. Sial sekali aku!"
Kapten kelima meliriknya dan menjawab dengan nada serius, "Sekarang kami adalah bawahan Tuan Muda Chen. Jika ada yang tidak mau ikut, kalian bisa tetap tinggal."
Dua orang anggota baru itu pun meninggalkan tim.
Si codet memberi tatapan mengejek pada mereka dan berkata, "Jika kau bersedia memohon padaku, mungkin aku bisa memohon pada Tuan Muda Yushen untuk menyelamatkan kalian."
Kapten kelima hanya meliriknya dan mendengus. Ia berbalik ke markasnya dan mengemasi barang-barangnya untuk persiapan pindah.
Semua orang tahu konflik antara Ling dan Bo Yushen. Apalagi akhir-akhir ini Bo Yushen terlihat semakin berkuasa di Keluarga Bo. Jadi, mereka tidak ada yang mau pergi ke wilayah utara. Jangankan pergi, mereka bahkan tidak mau mengantar kepergian tim kapten kelima.
Ketika Zhan Gu hampir selesai mengemas barang barangnya, ia mengirim pesan pada Zhan Yu.
Zhan Gu terlihat sangat bersemangat. Apalagi saat ia melihat jet yang terparkir di luar, matanya berbinar. Kakak kedua merasa semakin putus asa. Ia berkata, "Zhan Gu, Bagaimana kau masih bisa tersenyum di saat seperti ini?"
"Kenapa tidak? Ya, walau orang-orang itu memang tak ingin mengantar kepergian kita. Sia-sia kita bertahun-tahun di sini," jawab Zhan Gu.
Kakak kedua kembali menghela napas, "Sebenarnya, itu bisa dimaklumi. Jika kita bukan pergi ke wilayah utara, mereka pasti masih mau mengantar kita. Namun, karena seperti ini keputusannya, mereka tak ingin lagi berhubungan dengan kita."
*
Keesokan harinya tiba.
Zhan Yu telah menerima pesan dari Zhan Gu jika saudara-saudaranya akan datang hari ini.
Keluarga Bo ada di sebuah pulau. Selain kapal, mereka hanya bisa menggunakan jet pribadi untuk bepergian dari pulau. Namun, karena Zhan Gu dan yang lainnya hanya seorang penjaga, jet pribadi hanya berhenti di dermaga. Mereka bukan orang yang dihormati seperti kepala pelayan. Jadi, mereka harus berjalan lebih jauh lagi untuk mencapai ke pusat wilayah utara.
Zhan Yu dan Bo Jie datang untuk menjemput dan menyambut mereka di dermaga.
Mereka sudah lama tidak bertemu, jadi mereka lebih banyak mengobrol sekarang. Bo Jie juga berbincang dengan Kapten kelima.
"Jadi ... tidak ada penjaga yang mengantar kalian?" tanya Bo Jie.
Zhan Gu memasang ekspresi datar, "Aku lihat penjaga-penjaga Tuan Muda Yushen memiliki dukungan dari para petinggi di Keluarga Bo. Jadi, saat kami pergi hari ini, tidak ada yang mengantar kami."
__ADS_1
Walau mereka bukan penjaga berstatus tinggi, tapi status mereka juga tidak rendah. Namun, para petinggi Keluarga Bo tak mementingkan kualitas dan hanya mematuhi perintah dari atasan.
"Ya, itu bagus. Kalau tidak, Tuan Muda Chen masih harus memastikan kesetiaan kalian. Jika sudah begini, sangat bagus karena kalian tak terlibat lagi dengan Keluarga Bo," ucap Zhan Yu tersenyum.
"Berani sekali kau bicara seperti itu. Katakan, apa kau adalah mata-mata yang dimasukkan si codet ke dalam tim kami?" ucap Zhan Gu melambaikan tangannya ingin menepuk Zhan Yu.
Namun, refleks Zhan Yu sangat cepat. Ia berhasil menghindari pukulan Zhan Gu. Ia telah berlatih refleks akhir-akhir ini. Karena beberapa alasan, orang-orang di sekitar Ling sering memukulnya, termasuk Ling sendiri. Kini ia tahu jika ada kemajuan. Walau ia tidak bisa menghindari Ling dan yang lainnya, setidaknya ia bisa menghindari Zhan Gu.
"Apa? Zhan Yu, kau berhasil menerobos lagi?" Zhan Gu menatap telapak tangannya tidak percaya. Ia adalah yang terkuat di tim mereka. Bagaimana Zhan Yu bisa menghindari pukulannya dengan mudah?
Zhan Yu menyentuh leher belakangnya dan hanya tersenyum, tapi ia tidak mengatakan apapun. Hal ini membuat Zhan Gu dan yang lainnya berpikir jika itu hanya kebetulan.
"Zhan Yu, apa maksudmu Tuan Muda Chen akan memeriksa kesetiaan kami?" tanya Zhan Gu.
"Itu ... saat kepala pelayan memberitahu Tuan Muda Chen jika dia akan mengirim tim penjaga, Tuan Muda menolaknya mentah-mentah. Namun, saat aku tahu itu adalah tim kalian, aku memohon pada Tuan Muda agar menerima kalian di sini," jawab Zhan Yu tersenyum hangat.
Senyumnya membuat para anggota tim itu ingin memukulnya.
"Namun, pusat wilayah utara ini terlihat ramai. Kakak, lihatlah jet-jet yang terparkir di sana. Menurut perkiraanku, kualitas jet itu lebih tinggi 2 atau 3 kali lipat daripada jet pribadi keluarga kita. Manajer, apa Anda tahu jet siapa itu?" kakak ketiga sangat tertarik dengan hal-hal seperti permesinan, mekanik, dan teknologi. Jadi, ketika melihat banyak jet dengan teknologi tinggi, matanya berbinar dan wajahnya sumringah.
Bo Jie tak menjawab dan hanya tersenyum pada kakak ketiga.
Setelah mereka berbincang beberapa menit, tim penjaga Kapten kelima mulai menaiki jet bersama Zhan Yu dan Bo Jie. Ekspresi mereka kembali muram.
"Kita akan ke pusat wilayah utara, kan?" tanya kakak ketiga lesu.
Zhan Hu menyeka wajahnya dan melihat dari luar jendela. Meski wilayah itu terlihat makmur, bangunan-bangunan megah juga mulai terbangun, dan aura kemuliaan memancar dari wilayah itu, tapi ia tetap ragu, "Sepertinya ... benar ...."
Setelah sampai, mereka turun dari jet. Zhan Yu menatap saudara-saudaranya dan tersenyum, "Selamat datang di Kota Seribu Dharma. Setiap orang yang memasuki kota harus mempunyai ini."
Ia mengeluarkan botol-botol dari sakunya dan menyerahkan kepada kapten kelima. Kapten kelima menerimanya dan merasa terkejut sekali lagi.
*
Ling menemui Tuan Shangxuan yang masih tinggal di kediaman yang disiapkan oleh Jenderal Qiu. Mereka berdua duduk berhadapan dengan sebuah teko teh di atas meja.
Yuan, Liam, dan yang lainnya juga ada di sini. Liam Ingin lebih dekat dengan Tuan Shangxuan. Namun, mereka tidak masuk dan hanya menunggu di halaman luar.
"Apa kau sudah mempertimbangkannya?" tanya Tuan Shangxuan. Ia menuangkan secangkir teh dan terlihat sangat berwibawa.
Ling mengambil cangkirnya dan menatap jari-jarinya. Ia menjawab, "Hm ... setahun, kan? Tuan, tunggu beberapa hari lagi sampai aku menyelesaikan semua masalahku."
Masih banyak hal yang harus Ling selesaikan di luar negeri.
Kota Seribu Dharma itu belum terbangun. Pergi sekarang bukanlah pilihan yang bagus, tapi jika ia pergi, itu bisa membuat Yuan dan yang lainnya lebih maju lagi. Akhir-akhir ini, mereka terlalu mengandalkannya.
Ling tak ingin itu terjadi.
Setelah ia meninggal, Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya tidak hanya semakin berkembang, tapi mereka juga dapat mendominasi dan mengintimidasi kekuatan lain. Karena itu, Ling berharap tahun ini Kota Seribu Dharma bisa berkembang pesat.
__ADS_1
Ling menundukkan kepalanya. Tuan Shangxuan tak bisa melihat ekspresinya.