
Setelah Ling mendengar semua cerita dari Wei Lang, ia menelepon Mei Mengyi.
"Ahli Bom Mei, ke sini," ucap Ling.
"Baik, Raja. Aku akan segera ke sana," ucap Mei Mengyi dari telepon.
Awalnya mereka berpikir tidak mungkin Ling dengan mudahnya memanggil Mei Mengyi untuk datang. Namun, saat mereka sudah mendengar sendiri, mereka tidak dapat mempercayai telinga mereka.
Mereka semua belum bereaksi.
Deru helikopter terdengar di atas mereka.
Mei Mengyi melihat ke bawah. Ia menyipitkan matanya untuk mencari Ling. Setelah dapat, ia langsung melompat. Hentakannya membuat semua debu naik.
Ia berkata dengan santai, "Aku tidak terlambat, kan?"
Di atas langit sekarang ada berbagai macam helikopter dan jet tempur. Semua teknologi canggih dapat mereka lihat sendiri di sini.
"Ahli Bom Mei!" seru semua orang serentak. Mereka merasa sangat senang saat melihatnya. Mereka merasa Mei Mengyi adalah dewa penyelamat.
"Tuan Wei, binatang mutasi itu sudah mendekat," ucap salah satu bawahan Wei Lang. Euforia saat bertemu Mei Mengyi hilang seketika. Kini mereka panik.
"Nona Mei, apa yang harus kita lakukan sekarang? Katakan saja perintahmu maka kami akan melakukannya," ucap Tuan Besar Zhuo sambil menatap Mei Mengyi. Semua keluarga juga ikut menatapnya.
Mei Mengyi menatap mereka semua sambil tersenyum. Ia menjawab, "Aku hanya ahli bom dan senjata. Aku tidak mungkin memimpin pertempuran sebesar ini."
Tuan Besar Zhuo panik. Mereka memang bisa saja memimpin pertempuran ini. Namun mereka tidak mungkin paham dengan segala teknologi canggih milik Mei Mengyi.
"Nona Mei, jangan bercanda," ucap Tuan Besar Zhuo.
"Apa aku terlihat bercanda? Kalian tidak tahu teknologiku dan aku tidak tahu tentang binatang mutasi," ucap Mei Mengyi santai.
Ling baru saja selesai membolak-balikkan dokumen dari Wei Lang. Ia juga sudah melihat foto terbaru yang dikirim oleh Bo Shin. Sekarang, ia memakai perangkat telinganya. Ia berkata, "Naik jet tempur dalam 3 detik."
__ADS_1
Mei Mengyi langsung naik ke dalam jet tempur. Awalnya ia masih bisa sombong saat berhadapan dengan Tuan Besar Zhuo. Namun, kesombongan itu hancur seketika saat ia mendengar perintah Ling.
Keluarga yang lain tercengang melihat ini. Tuan Besar Zhuo berkata, "Nona Mei, jika Anda pergi, siapa yang akan memimpin kami?"
"Kalian menyuruhku untuk menjadi pemimpin? Jika kalian ingin mati, jangan ajak aku," ucap Mei Mengyi yang mendarat dengan mulus di atas jet.
Tuan Besar Zhuo terlihat pasrah sekarang. Ia menatap memelas pada Ling, "Tuan Muda, apa yang harus kita lakukan sekarang?"
Pimpinan tetua segera menyingkirkan Tuan Besar Zhuo. Ia berkata, "Tuan Besar Zhuo, mohon jangan ganggu Tuan Muda kami."
Kemudian, ia lanjut berkata pada Ling, "Tuan Muda, Ahli Bom Mei ada di sini sekarang. Binatang mutasi itu juga akan segera sampai. Aku akan menyuruh supir untuk mengantar Anda pulang dan melindungi Nyonya Besar."
"Ibuku aman," jawab Ling sambil menggulung lengan bajunya.
"Tuan Muda, aku mohon padamu. Binatang mutasi itu bukan mainan. Mereka sebentar lagi akan sampai di sini. Apa yang harus aku katakan pada Tuan Besar jika dia kembali?" ucap pimpinan tetua yang terlihat cemas.
"Wilayah ini akan menjadi medan pertempuran sebentar lagi. Tidak ada gunanya tetap di sini. Cepatlah pergi dari sini dan jangan keras kepala," ucap pimpinan tetua lagi.
Ling akhirnya bicara, "Aku."
Selain anggota dari Zhuo Xia, tidak ada yang berani berbicara dengan Tuan Besar Zhuo. Namun, yang bicara dengannya sekarang adalah Ling. Dia idola baru yang bahkan bisa memerintah Mei Mengyi dengan mudah. Jadi, Tuan Besar Zhuo tidak marah sama sekali.
Namun apa maksudnya "aku"?
"Pimpinan tetua, binatang mutasi sudah mengarah ke sini. Mereka sangat kuat. Sepertinya mereka berasal dari pulau golongan 2," ucap salah satu penjaga Keluarga Bo.
Pimpinan tetua, Tuan Besar Zhuo, dan keluarga lainnya merasa ngeri. Pantas saja binatang mutasi itu bisa menghancurkan Pulau Rusa. Ternyata mereka berasal dari pulau golongan 1. Kini mereka semua semakin ketakutan.
"Tuan Muda, cepat pergi," ucap pimpinan tetua semakin panik.
"Tuan Muda, cepat pergi bersama penjaga," ucap Tuan Besar Zhuo.
Namun jika Ling tidak mau pergi, apa yang dapat mereka lakukan? Kini Ling bersikeras tidak akan pergi. Pimpinan tetua dan Tuan Besar Zhuo hampir gila dibuatnya.
__ADS_1
"Tenang saja. Binatang mutasi itu tidak akan menyentuh Kota Bayangan," ucap Ling.
Ia menekan perangkat komunikasinya. Ia berkata, "Mei Mengyi, bawa tim penembak dan peledak ke tepi laut. Jangan sampai lepas satu pun binatang mutasi. Wei Lang, bawa para keluarga dan lindungi dengan tim senjata nuklir. Tim senjata nuklir ... kalian maju!"
Setelah mengatakan itu, seutas tali muncul dari atas. Ia lanjut berbicara, "Ikuti jet tempurku."
"Baik," jawab Wei Lang yang keluar dari kerumunan. Ia mengangguk ke arah Ling.
Setelah Ling selesai memberi perintah, seluruh jet tempur melesat ke depan, mengikuti jet tempur Ling. Di sisi lain, Wei Lang juga telah memimpin anggota Keluarga Wei untuk ikut dengan pasukan senjata nuklir milik Ling.
Seketika, pimpinan tetua dan keluarga lainnya tercengang. Semuanya terjadi begitu cepat. Bahkan orang sekuat Tuan Besar Zhuo membeku di tempat.
Mengapa mereka merasa tidak terlibat sama sekali?
Setelah beberapa saat Tuan Besar Zhuo tersadar. Ia bertanya, "Apa yang baru saja terjadi?"
"Sepertinya Tuan Muda Chen baru saja memerintah tim senjata nuklir untuk menyerang," jawab salah satu orang.
Yang lain juga tersadar. Mereka pun ikut heran, "Mengapa mereka semua mendengarkan Tuan Muda Chen? Terutama Tuan Wei Lang. Ia bahkan tidak mendengarkan Tuan Besar Wei."
Kini semua orang menatap pimpinan tetua.
Ia merasa terkejut dan bertanya, "Mengapa kalian menatapku seperti itu?"
"Tetua, darimana sebenarnya Tuan Muda kalian ini. Tidak hanya Ahli Bom Mei, bahkan Wei Lang yang seorang Ketua Tertinggi patuh pada perintahnya," ucap Tuan Besar Zhuo. Sepertinya dia tidak akan percaya hal ini jika tidak melihat secara langsung.
Pimpinan tetua memilih menaiki jet tempur Keluarga Bo. Ia tak ingin diam saja di sini. Namun ia tidak berani mengganggu penyerangan tim Ling. Jadi, ia hanya mendekat ke arah tim senjata nuklir.
*
Tidak jauh di atas langit, Ling berdiri di dalam jet tempur. Mata hitamnya menatap tajam ke arah gerombolan binatang mutasi yang bergerak mendekat. Ia mengeluarkan aura membunuh yang kuat.
Sementara itu, orang-orang yang ada di belakang Ling sangat terkejut saat melihat aura itu.
__ADS_1