Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Tak Ada Apa-apanya Jika Dibandingkan dengan Raja


__ADS_3

Tiga hari kemudian.


Ling sedang berada di Chen Company untuk melakukan rapat dengan klien. Sebenarnya Ling selalu menolak jika Chen Qi menyuruhnya untuk bekerja di perusahaan. Namun Ling sadar jika Yuan Ming juga akan meminta pendapatnya sebelum melakukan sesuatu. Jadi ia tetap harus memikul tanggung jawab ini.


"Kami akan menginvestasikan bangunan di pulau Anda. Namun kami tidak akan menanggung pajak pemerintah lagi," ucap seorang klien dari Kota Bayangan.


Pulau Ling berada di perbatasan Kota Urban dan Kota Bayangan. Jadi wajar jika ada orang Kota Bayangan yang membangun bangunan di pulau tersebut.


"Baik. Kalau begitu kalian hanya akan mendapat keuntungan 5%. Jika kalian membayar pajak, kalian akan mendapat keuntungan 20%," jawab Ling santai. Ia melemparkan dokumen yang baru selesai dia baca.


"Tidak bisa. Kami tidak akan membayar pajak dan kami akan mendapat keuntungan 30%," ucap orang itu menolak.


Yuan Ming melirik Ling. Ia tahu orang di depannya sangat licik dan tidak mau kerugian. Namun sekarang ia berhadapan dengan Ling. Sepertinya kelicikannya tak berguna.


"Pulau berada di perbatasan. Itu akan menjadi tempat persinggahan yang menguntungkan. Keuntungan 5% sudah sangat besar jika Anda tak ingin membayar pajak. Aku tahu bisnis Anda di sana tak berjalan lancar. Jika Anda tak ingin kerjasama ini, aku juga tidak masalah. Aku akan menunggu pemerintah menyita bangunanmu," ucap Ling santai. Dia bersandar di kursi dan menatap klien itu.


Yuan Ming terkejut. Ia tak tahu jika bisnis orang itu akan segera bangkrut. Memang benar, kelicikannya tak akan berguna jika di depan Ling.


Klien itu pun tak kalah terkejut. Ia sudah membuat laporan serapi mungkin agar kebangkrutannya tertutupi, tapi tetap saja terlihat di mata Ling.


"Jika Anda tidak bersedia, kita bisa mengakhiri rapat ini sekarang," ucap Ling. Ia membereskan dokumen di depannya.


"Tunggu! Aku setuju! Aku setuju!" ucap klien itu cepat.


"Baik. Anda bisa membicarakan hal ini lebih jauh dengan Tuan Yuan," jawab Ling. Ia melangkah pergi keluar ruangan.


Yuan Ming tersenyum kecil. Ia tahu Ling bukan orang biasa. Bahkan menghadapi orang dari Kota Bayangan saja dia sangat santai. Bagaimana bisa dia selama ini disebut sampah? Yuan Ming benar-benar tak habis pikir jika teringat tentang rumor itu.


*


Ling libur sekolah hari ini. Ia merencanakan akan liburan ke pulau bersama teman-temannya besok. Ia juga berencana mengajak Zhuo Xia dan Yu Bin sebagai tanda balas budinya.


Ia mengirim pesan kepada mereka semua.


Ia menatap cermin di kamarnya. Ia melihat wajahnya dengan teliti. Beberapa hari ini ia tak bisa tidur karena percakapannya dengan Zhuo Xia beberapa hari lalu.


Mengapa Zhuo Xia sangat tahu semua tentang dirinya?


Jika Zhuo Xia memang kenal dengan dirinya, mengapa dia bisa menyadari bahwa ini adalah Ling X?


Padahal ia sudah sebisa mungkin menutupinya selama ini.


Jika dia bukan orang dekat, mengapa Zhuo Xia begitu percaya diri?

__ADS_1


Apalagi saat bersama Zhuo Xia, liontinnya selalu menghangat.


Apa Zhuo Xia salah satu serpihan ingatan yang dia lupakan?


Ling mengusap wajahnya frustasi. Bagaimanapun ia mencoba mengingat tentang Zhuo Xia, ia tak menemukan apa pun. Ia hanya mendapat sakit kepala.


Ling mengambil ramuan memori. Ia ingin segera meminumnya. Namun ia takut tubuhnya tak sanggup menerima efek ramuan itu jika belum level sembilan. Ia harus bisa menunggu lagi. Dia juga akan secepatnya menemukan ramuan yang akan memperkuat dirinya dalam waktu cepat.


Kehilangan ingatan benar-benar menyiksa.


Ling kembali mengambil ponsel. Ia membuka situs web khusus Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya. Ia membaca pesan dari Dokter tentang pertanyaannya kemarin. Untungnya jawaban mereka memuaskan. Jadi suasana hati Ling tidak memburuk.


Kemudian ia mengetik sesuatu lagi di forum. Ia mengabaikan pesan-pesan masuk sebelumnya.


Raja : [Apakah ada yang tahu tentang Keluarga Zhuo yang memiliki simbol Phoenix?]


Ahli Bom : [Apakah Raja mencarinya? Dia dikenal sebagai wanita berdarah dingin akibat kemunculannya beberapa bulan lalu. Setelah amukannya di medan perang, ia menjadi terkenal. Ia juga dijadikan komandan wanita tertinggi di Kota Bayangan.]


Dokter : [Namun tetap saja ia tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Raja.]


Ling segera mengeluarkan akunnya setelah membaca balasan-balasan mereka.


Muncul di medan perang beberapa bulan lalu? Apakah saat ia sudah meninggal? Pantas saja dia tak pernah tahu tentang Keluarga Zhuo.


Jika begitu, bukankah Zhuo Xia seharusnya tidak mengenal Ling?


Ia memasukkan salah satunya dan mulai berendam.


*


Di kamar di vilanya, Zhuo Xia duduk di dekat jendela. Matanya menatap keluar. Wajahnya terlihat murung. Ia jarang berekspresi seperti ini.


Iya sangat yakin itu dirinya.


Berbulan-bulan ini ia telah mencari. Saat ia menemukannya apakah benar itu bukan orang yang sama? Ia telah berusaha sekeras mungkin. Saat ia sudah meyakinkan dirinya, mengapa keyakinan itu dihancurkan begitu saja?


Ia tak mungkin mengenali orang yang salah.


Saat itu ponselnya berdering. Ada satu pesan masuk yang membuatnya terkejut. Ia tersenyum tipis setelah membaca pesan itu.


[Aku mengajak kalian ke pulau baruku. Aku harap kau punya waktu.]


Itu adalah pesan dari Ling. Kegelisahan hatinya perlahan menghilang. Ternyata Ling masih menghubunginya. Ia bahkan mengajaknya berlibur. Ia pikir Ling akan menjauhinya setelah ini.

__ADS_1


Dengan segera, ia mengetik balasan.


[Baik. Aku akan ikut ke pulau barumu.]


Setelah mengetik balasan, ponselnya kembali berdering. Itu adalah telepon masuk dari ibunya.


"Halo, Ibu," ucap Zhuo Xia.


"Xia, Ibu dengar Tuan Muda Bo sudah tiba di Kota Urban. Dia akan segera menemuimu," ucap Nyonya Zhuo langsung ke inti.


"Aku tidak akan menemuinya," jawab Zhuo Xia dingin.


"Xia, Ibu juga tidak ingin seperti ini. Ibu ingin kau melupakannya. Dia tidak mungkin kembali," ucap Nyonya Zhuo pasrah.


"Dia akan kembali. Aku yakin itu," jawab Zhuo Xia. Ia mencengkram erat ponselnya.


"Baiklah. Ibu dan Ayah tidak akan memaksamu. Namun kami tidak bisa menghadapi Kakekmu lagi kali ini," ucap Nyonya Zhuo. Ia terdengar menghela napas panjang.


"Terimakasih, Ibu. Ibu dan Ayah selalu mengerti aku," ucap Zhuo Xia. Kemudian ia memutuskan panggilan.


Pintu kamarnya diketuk. Terdengar suara dari luar.


"Nona Zhuo, Tuan Muda Bo sudah tiba. Dia sudah mengatur jadwal pertemuan kalian," ucap pelayan dari luar.


"Cih, berani sekali dia mengaturku," cibir Zhuo Xia. Ia berjalan ke arah pintu.


"Nona, jika Anda tidak ingin menemuinya, Tuan Tua akan kecewa," ucap pelayan itu lagi karena Zhuo Xia juga belum membuka pintu.


Pintu terbuka. Pelayan itu segera membungkuk hormat.


"Baiklah aku akan menemuinya," ucap Zhuo Xia.


Pelayan itu terlihat gembira. Ia lalu berkata, "Baik, Nona. Saya akan mengatur semua kebutuhan ...,"


"Lalu aku akan membunuhnya," lanjut Zhuo Xia memotong perkataan pelayan.


***


Halo, readers👋


Author ingin meminta maaf jika bab ke-4 tidak akan di up di jam 2 karena author masih memiliki kesibukan.


Mulai minggu depan juga, author hanya akan up 2 bab/hari. Author sudah mulai sibuk di real life. Tapi akan author usahakan untuk up lebih di hari weekend.

__ADS_1


Semoga kalian mengerti dengan keputusan author😇


Stay safe and stay healthy, all🤗


__ADS_2