Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Selalu Menjadi Murid yang Baik


__ADS_3

Di sisi lain, sebelum murid lain belajar farmasi, Ling meminjam ruang ramuan. Ia akan membuat ramuan yang dibutuhkan Jun Ye Li.


Tidak banyak orang di sini. Kebanyakan dari murid tahun kedua ataupun ketiga. Mayoritas mereka mengenal Ling. Jadi, saat mereka melihat Ling, mereka otomatis sedikit menjauh.


Saat ia berjalan ke meja kerja, hampir tidak ada orang di sekitarnya.


"Cih, dia masih berani keluar. Jika itu aku, aku masih memiliki rasa malu. Aku pikir julukan jeniusnya sangat hebat. Ternyata ia ditahan oleh petugas hukum. Jadi apa hebatnya dia?" ucap salah satu orang. Ia sangat akrab dengan Chen Kai. Jadi, ia tahu jelas masalah ini. Selain itu, ia memang tidak suka dengan Ling. Jadi ini kesempatannya menjatuhkan Ling.


Awalnya, baik murid baru ataupun senior akan segan terhadap Ling. Namun, sejak kasusnya terjadi, mereka langsung menjauhinya. Mereka berpikir popularitas palsu Ling akan segera lenyap.


"Sayang sekali," ucap murid tahun kedua.


"Apa yang perlu disayangkan? Walau dia kuat, dia tetap harus menggunakan otak. Orang seperti dia tak akan bertahan lama di luar negeri," ucap teman sekamarnya.


Dengan pendengaran Ling yang tajam, tentu saja ia bisa mendengar semua percakapan mereka. Namun, ia tak tergerak sama sekali karena ia memang tidak peduli dengan hal seperti itu. Baginya, komentar orang lain tidak penting.


Tidak semua orang bisa masuk ke ruang ramuan. Jadi, mereka berpikir jika Ling hanya melihat-lihat. Mereka tak akan berpikir jika Ling bisa membuat ramuan.


Hanya seorang gadis yang memperhatikan Ling. Saat Ling kekurangan tabung reaksi, ia memberikan tabung reaksi dengan hati-hati.


Ling melirik ke samping dan melihat seorang gadis menyodorkan tabung reaksi. Ia tersenyum hangat dan berkata, "Oh, terimakasih."


Gadis itu menggelengkan kepalanya seolah mengatakan tidak perlu berterimakasih. Wajahnya memerah.


Ling tak mempedulikannya lagi. Ia membuat ramuan dengan cepat. Bahkan kecepatan yang tak pernah dibayangkan oleh Liam. Ia tak menyia-nyiakannya satu bahan ramuan pun.


Akhirnya, ia menempatkan ramuan yang telah dimurnikan ke dalam dua botol. Saat ia akan pergi, ia berhenti. Ia mengeluarkan sebotol tabung ramuan dan memberikannya pada gadis yang menyodorkan tabung reaksi padanya.

__ADS_1


Gadis itu terkejut.


"Ini untukmu. Jangan beritahu siapa pun," ucap Ling. Ia memasukkan botol ramuan ke tangan gadis itu dan pergi. Ia berjalan santai sambil memasukkan tangan ke sakunya.


Gadis itu masih berdiri di sana. Ia menatap kepergian Ling sampai ia menghilang dari pandangannya.


Tidak lama, kelas gadis itu dimulai.


Karena Ling, pikirannya tidak fokus. Ia melakukan banyak kesalahan dalam membuat ramuan. Namun, saat guru melihat jika itu adalah murid kesayangannya, ia hanya diam.


Setelah selesai kelas, guru itu meminta muridnya tinggal. Ia berbicara dengan wajah tegas, "Walau kau berbakat, jika kau bekerja lebih keras lagi, kau bisa menjadi murid dari seorang master di Asosiasi Dewa Ramuan. Karena ini kau jangan sombong. Lihat apa yang sejak tadi kau lakukan? Kau melamunkan sebuah botol?"


Gadis itu menunduk karena merasa bersalah dan malu, "Maafkan aku, Guru. Aku tak akan melakukan hal itu lagi."


Melihat gadis itu mengakui kesalahannya, guru menghela napas, "Aku senang kau tahu kesalahanmu. Baiklah jangan lakukan ini lagi."


Sebagai guru ramuan, dia tahu jika itu ramuan tingkat menengah. Namun, dari aromanya, ramuan itu memiliki level tinggi.


Jadi, ia mengambil sedikit untuk diuji di alat pemurnian.


Gadis itu memandang gurunya dengan bingung. Ia belum lama melakukan kontak dengan ramuan, jadi ia belum terlalu paham dengan ramuan ini. Selain itu, walau ia mengangumi Ling, ia juga tak berpikir jika Ling bisa membuat ramuan dalam dua puluh menit.


Saat memikirkan ini, dua angka muncul di alat penguji.


[92]


"92%?" guru itu sangat terkejut.

__ADS_1


Ramuan dengan kemurnian 92% sangat langka dalam sejarah ramuan. Tangan guru itu bergetar. Ia menatap muridnya dan bertanya dengan gelisah, "Yang Yi, siapa yang memberimu ramuan ini?"


Yang Yi terkejut. Meski ia tak terlalu paham dengan ramuan ini, tapi melihat ekspresi gurunya, ia tahu ramuan ini sangat hebat.


Pikirannya sekarang bercabang. Meski begitu, ia masih tetap mengikuti perintah Ling agar tak menyebutkan namanya. Ia menyimpan ramuan itu dan menatap gurunya, "Aku tidak tahu. Saat aku datang, ramuan ini sudah ada di mejaku."


Yang Yi selalu menjadi murid yang baik. Jadi, guru itu tak akan menyangka jika ia berbohong. Ia pun percaya begitu saja dengan ucapan Yang Yi.


Guru tak bertanya lagi. Ia memeriksa alat di meja Yang Yi dan menemukan tabung reaksi yang sudah terpakai. Ia membersihkan dengan air dan meletakkannya di alat penguji.


[92]


Melihat ini, guru yakin jika ramuan ini berasal dari pembuat ramuan sebelumnya. Bahkan orang itu menggunakan ruang ramuan. Ia membuat ramuan dan dimurnikan saat itu juga.


"Yang Yi, kau selalu datang pertama. Apa kau melihat orang lain saat datang?" tanya guru.


Yang Yi menggeleng, "Tidak, Guru."


Kali ini ia tidak berbohong. Saat Ling datang ke ruang ramuan, banyak orang yang melihatnya.


Guru pun sadar jika tak bisa bertanya lagi. Ia hanya memikirkan ramuan dengan kemurnian 92% itu. Kali ini sepertinya ia tak akan tidur tenang. Bahkan ia sampai tak mempedulikan murid kesayangannya karena memikirkan hal ini.


Walau tidak ada CCTV di ruang ramuan, tapi ada satu di koridor. Jika ia mengecek, mungkin ia akan mengetahui siapa orang itu. Ia pun bergegas ke ruang operator untuk mengecek CCTV.


Yang Yi masih berdiri di sana. Ia melihat kepergian gurunya, kemudian melihat tabung reaksi di atas meja. Ia membenturkan kepalanya, "Bodohnya aku tak membantu idolaku membersihkan bukti."


Setelah beberapa lama, ia melihat ramuan itu dan tertawa kecil, "Aku tahu idolaku memang sehebat itu."

__ADS_1


Namun, memikirkan gurunya yang sedang menyelidiki Ling, ia segera bertindak. Ia harus bicara dan memberitahu Ling.


__ADS_2