Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Alam Berpihak Padaku


__ADS_3

Alasan Ling menahan Zhuo Xia sederhana. Ia tahu selama ini Zhuo Xia membantunya. Lu Company bisa langsung di blacklist juga berkat dirinya. Bahkan hampir semua kekhawatirannya dibantu oleh Zhuo Xia. Dia bukan orang yang tidak tahu berterimakasih.


"Aku berterimakasih untuk hari ini. Jika kau butuh bantuanku, hubungi saja," ucap Ling.


Mo Xiayi yang melihat Zhuo Xia menjadi emosi. Ia menepis kasar tangan Ling yang memegang Zhuo Xia. Sedangkan tangannya masih memegang tangan Ling.


Zhuo Xia selalu melarangnya menyelidiki Ling. Ternyata ini alasannya. Zhuo Xia tidak ingin dia tahu keberadaan Ling. Namun ia telah menemukan Rajanya itu. Untung saja Zhuo Xia memberi celah.


"Aku berterimakasih atas nama Ling. Kami akan memberimu banyak uang untuk setiap bantuanmu. Tenang saja. Aku akan memberimu seberapa banyak yang kau mau," ucap Mo Xiayi dengan nada marah.


Ia memberanikan diri menatap Zhuo Xia. Ia pun masih memegang tangan Ling. Sepertinya Ling juga tak terlihat akan melepas pegangan Mo Xiayi.


Zhuo Xia menatap Ling penuh arti. Ekspresinya tak dapat dibaca. Matanya menyimpan emosi yang rumit.


Ia mengalihkan pandangannya ke Mo Xiayi. Ia berkata dengan sangat dingin, "Apa kau pikir uangmu cukup banyak?"


Mo Xiayi sangat kesal di tempatnya. Ia tahu Zhuo Xia bukan orang biasa. Jika tidak, pasti dia tidak bisa keluar masuk Kota Bayangan sebebas itu.


"Yu Bin, bawa Nona Mo keluar," ucap Zhuo Xia lagi. Ia memperdalam pandangannya.


Mo Xiayi semakin kesal. Ia memang selebritis di dunia maya. Namun ia memiliki identitas lain, yaitu penembak jitu di Organisasi Tempur. Ia tak pernah menerima perintah selain dari Rajanya. Saat ini ia ingin sekali melawan Zhuo Xia.


Namun belum sempat ia bergerak, Zhuo Xia menekannya dengan aura membunuh. Ia tak bisa bergerak.


"Nona Mo, jangan melawan lagi," ucap Yu Bin mendekatinya.


"Mengapa jika aku melawan?" tanya Mo Xiayi. Ia berani jika hanya dengan Yu Bin.


Zhuo Xia semakin mendekat ke arahnya. Ia menekan tangan Mo Xiayi yang memegang tangan Ling.


Semua orang menahan napas saat melihat ini. Mereka takut Zhuo Xia akan mematahkan tangan Mo Xiayi. Bagaimanapun Mo Xiayi adalah selebritis terkenal dari Kota Bayangan.


"Mo Xiayi keluar," ucap Ling pada akhirnya.


Setelah itu, Zhuo Xia melepas tangan Mo Xiayi. Mo Xiayi menatap tak percaya pada Ling. Namun walau begitu ia tetap menurut. Ia melepas tangan Ling. Sebelum dia berjalan dengan benar, Yu Bin sudah menyeretnya.


Tersisa Ling dan Zhuo Xia di ruangan ini.

__ADS_1


"Maaf aku ingin merepotkanmu lagi," ucap Ling. Dia mengeluarkan tumpukan kertas.


"Ini adalah bukti catatan transaksi ilegal di pasar saham milik Han. Aku masih memiliki urusan lain," ucap Ling.


Sebenarnya Ling tak ingin menyulitkan Zhuo Xia lebih jauh lagi. Apalagi ini berurusan dengan Kota Bayangan. Namun kehadiran Mo Xiayi mencegah niatnya.


"Baik," jawab Zhuo Xia singkat. Nadanya tidak sedingin tadi.


Ling tak kembali bicara. Ia hanya tersenyum tipis. Kakinya melangkah meninggalkan Zhuo Xia sendiri.


Yu Bin menghampiri Zhuo Xia dengan takut-takut. Ia tahu suasana hati Zhuo Xia sangat buruk sekarang.


Ia bertanya dengan hati-hati, "Nona Zhuo, ahli bom ini akan dibawa kemana?"


Yu Bin menyeret tubuh ahli bom yang pingsan. Dia adalah anggota Pegasus karena ada tato kuda bersayap di lengannya.


"Masukkan ke ruangan dingin," ucap Zhuo Xia. Ia berbalik dan berjalan keluar ruangan bawah tanah.


*


Keluarga Chen dan Keluarga Zhuo berkumpul di ruang tamu Keluarga Chen. Ada juga Liam, Yuan, dan Su Wen Ai. Mereka masih cemas menunggu Ling kembali. Walau mereka hanya tahu sedikit situasinya, yang pasti Ling dalam bahaya karena bergelut dengan bom.


Ling berjalan masuk diikuti Mo Xiayi di belakangnya. Para keluarga itu segera bangkit untuk menyambut Ling. Chen Lin segera memeluk Ling untuk melepas kekhawatirannya.


"Ibu, aku baik-baik saja," ucap Ling mengelus lembut punggung Chen Lin.


"Hai, Bibi," ucap Mo Xiayi muncul dari belakang Ling.


Semua yang melihat ini terkejut. Siapa yang tak mengenal Mo Xiayi, seorang selebritis ternama dari Kota Bayangan. Ia kini tepat di depan mereka. Dia datang ke Kota Urban.


"Mo ... Mo Xiayi!" seru Yuan. Ia menghampiri Mo Xiayi.


"Bolehkah aku minta foto?" tanya Yuan. Dia sudah mengeluarkan ponselnya.


"Tangkap Chester jika kau ingin foto dengannya," ucap Ling ketus.


Semua yang melihat masih menahan napas. Wajah Mo Xiayi benar-benar cantik jika dilihat secara langsung.

__ADS_1


"Apa kau kenal dengannya?" tanya Chen Lin masih tak percaya.


"Aku temannya Ling, Bibi. Salam kenal," ucap Mo Xiayi ramah. Dia mengulurkan tangan.


"Aku baik-baik saja. Aku akan kembali ke kamar dulu dengan Mo Xiayi. Jaga diri kalian baik-baik. Minum ramuan hijau yang ada di dapur agar kegelisahan kalian berkurang," setelah mengatakan itu, Ling naik ke tangga.


Mo Xiayi menarik tangannya dan membungkuk pada semua orang. Ia mengekor di belakang Ling.


Saat ia melihat orang-orang itu, ia tahu mereka adalah orang asli yang tidak dibuat-buat. Dari interaksinya juga mereka terlihat normal. Namun bagaimana mungkin Ling bisa memiliki keluarga lain?


"Saat itu aku bom bunuh diri," ucap Ling duduk di kasur. Sedangkan Mo Xiayi mengambil kursi di depannya.


"Ada mata-mata. Aku tidak ingin eksperimen itu jatuh ke orang yang salah. Jadi aku memilih bunuh diri," ucap Ling melanjutkan.


Mo Xiayi tentu tahu, jika ada mata-mata, Ling akan mengebom diri sendiri. Ia mengeratkan kepalan tangannya saat memikirkan siapa mata-mata itu.


"Sayang sekali, alam berpihak padaku. Mereka pasti tidak pernah berpikir aku masih hidup setelah ledakan itu," ucap Ling. Sekarang ia tertawa kecil.


"Kapan Raja akan kembali ke Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya?" tanya Mo Xiayi.


"Statusku sekarang adalah seorang siswa berusia 17 tahun. Aku harus memikirkan rencana yang matang," ucap Ling.


"Baiklah kalau begitu. Setidaknya identitasmu sekarang sangat aman. Kita bisa menyelidiki mata-mata itu dengan tenang," ucap Mo Xiayi.


Setelah itu ia kembali ke apartemennya.


Ling mengambil Ramuan Memori yang ia dapat dari lelang. Ia tahu ini dapat mengembalikan ingatannya yang samar. Walau dengan harga fantastis, sepertinya itu sebanding. Lagipula dengan dana sebanyak itu, Chen Company mereka bisa memasuki Kota Bayangan.


Di lantai bawah Kediaman Chen.


Banyak reporter dan media saat ini. Mereka berkumpul mengelilingi rumah Keluarga Chen. Di depan, mereka dipimpin oleh Luo Feng dan Liang Qing.


Setelah mendapat telepon dari Lu Yan yang mengatakan bahwa mereka gagal, ini saatnya dia bergerak. Jika tidak, Wuzhou akan mati di ruangan dingin.


Chen Qi dan Chen Lin sudah di luar sekarang. Semua kamera menyorot mereka. Sedangkan Keluarga Zhuo dan beberapa staff Chen Company sudah pulang saat mengetahui Ling baik-baik saja.


"Nyonya Chen, aku mohon, lepaskan anakku. Dia akan mati jika dikurung di ruangan dingin. Chen Ling pernah mengurungnya di lemari pendingin tapi kami tak mempermasalahkan hal ini. Mengapa Chen Ling melakukan hal yang sama lagi?" Liang Qing berlutut di depan Chen Lin. Dia mengeluarkan air mata palsu. Saat publik melihat ini, mereka merasa kasihan dengannya dan menganggap Keluarga Chen sebagai penjahat yang sadis.

__ADS_1


__ADS_2