Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Orang Biasa


__ADS_3

Selain mencari penawar virus, Lingxi dan Mei Mengyi juga membuat senjata biokimia. Di bawah perintah Ling, mereka dapat membuat senjata itu dengan lancar.


"Raja, senjata ini akan sangat mengerikan," ucap Lingxi.


"Senjata ini benar-benar akan mengguncang dunia," ucap Mei Mengyi.


"Suatu saat senjata ini akan berguna," ucap Ling. Ia mengingat bom yang ia ciptakan dari ingatannya. Ia juga mengingat perkataan Zhuo Xia yang akan menjawab rasa penasarannya.


Lingxi dan Mei Mengyi juga tersenyum puas. Lingxi menambahkan, "Raja, bagaimana para tahanan itu?"


Ling duduk sambil memainkan ponsel. Ia tersenyum tipis dan menjawab, "Mereka? Salah satu dari mereka akan hancur setiap hari."


Lingxi dan Mei Mengyi sedikit tertegun. Ling mengatakan itu dengan ringan. Meski mereka memang tahu jika Ling memang seperti itu, tapi mereka melihat tekad Ling.


*


Di depan gerbang Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya.


Seseorang yang berasal dari Asosiasi Dewa Ramuan datang bersama rombongan Keluarga Lu. Mereka dipimpin oleh Zhuo Shiaonian, seorang wanita paling berbakat di Asosiasi tersebut.


"Lihat! Itu adalah Tuan Muda Lu Ding!" ucap salah satu penjaga Keluarga Lu saat melihat kepala Lu Ding dipajang di pintu gerbang.


"Lihat! Itu adalah para penjaga yang menangkap Tuan Muda Lu Zhong!" ucap penjaga lainnya.


Zhuo Shiaonian membawa pasukannya sendiri. Ini adalah pasukan elit dari Asosiasi Dewa Ramuan. Ia diberikan keistimewaan untuk memiliki pasukan karena bakatnya.


Pasukan elit ini selalu dihormati di luar negeri. Oleh karena itu, mereka bersikap sombong dan angkuh pada orang-orang dari Kota Bayangan.


Zhuo Shiaonian berkata, "Aku memberi kalian satu kesempatan. Bebaskan semua orang dari luar negeri dan Keluarga Lu."


Nada Zhuo Shiaonian jelas sangat meremehkan. Baginya, orang-orang di sini adalah semut. Ia sama sekali tak menganggap mereka.


A Shui memperhatikan mereka dari jauh. Setelah ia menerima beberapa informasi, ia menelepon Ling.


"Ada apa?" jawab Ling dari telepon.


"Raja, orang-orang dari Asosiasi Dewa Ramuan datang ke sini untuk membalas dendam," ucap A Shui.

__ADS_1


"Balas dendam? Katakan pada mereka untuk pergi atau mereka akan mati!" jawab Ling dingin.


Ling mematikan sambungan.


Dia berpikir sejenak. Ia tahu Asosiasi Dewa Ramuan dari liontin gioknya. Ia tidak tahu seberapa kuat orang-orang dari sana. Meski mereka fokus pada ramuan, tapi tidak mungkin mereka tidak memiliki kultivator.


Namun, jika mereka berani datang untuk mengusik Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya, maka ia tidak peduli. Bahkan jika mereka memiliki banyak kultivator, ia akan tetap melawan mereka.


Ling keluar dari laboratorium senjata. Ia keluar dari pintu utama untuk menuju gerbang. Di sepanjang jalan, ia sadar jika ruangan-ruangan ini sangat sunyi.


Kemudian saat ia hampir sampai di dekat gerbang, dari kejauhan ia melihat seorang wanita memakai baju biru langit. Aura di sekitarnya terlihat begitu menguar.


"Tuan Muda!" teriak salah satu penjaga di Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya. Setelah mendengar ini, penjaga lainnya ikut melihat ke arah Ling. Wajah mereka terlihat lebih bersemangat.


Melihat ini, Zhuo Shiaonian menaikkan alisnya.


Setelah mengingat sesuatu, ia tersenyum tipis. Kemudian, ia berkata kepada Ling, "Kau adalah Chen Ling? Putra Bo Minghao?"


"Tepat sekali," jawab Ling. Ia semakin berjalan mendekat. Wajah tampannya bersinar di bawah terik matahari.


"Kau berharap kau juga dihormati di sini. Nona, apa kau pikir kami tidak bisa melawanmu?" tanya Ling. Ia menatap tajam ke arah Zhuo Shiaonian.


Zhuo Shiaonian juga merasa geram. Ia tidak pernah diperlakukan seperti ini sebelumnya. Selama dia hidup, ia telah menerima banyak penghormatan dari orang lain. Jadi, saat ada orang yang tidak menghormatinya, ia merasa harga dirinya terinjak.


"Kau hanya orang biasa dari kota kecil. Kau memiliki nyali besar karena berani mengancam orang dari Asosiasi Dewa Ramuan," ucap Zhuo Shiaonian.


"Nona," ucap Ling. Ia menyilangkan tangannya.


"Kau pikir kau bisa mengancamku di pulauku?" tanya Ling sambil menyeringai.


Setelah ia mengatakan itu, Mei Mengyi dan A Shui keluar dari markasnya. Mereka berjalan ke samping Ling.


"Nona, dia yang menyiksa penjaga yang lain," ucap salah satu penjaga dari Keluarga Lu.


"Bukankah kau penjaga yang kabur saat teman-temanmu ditangkap?" tanya Mei Mengyi. Ia tertawa kecil.


Tugasnya adalah menyiksa orang-orang itu hingga mati. Selama berhari-hari, ia selalu bermandikan darah.

__ADS_1


"Kau wanita kejam," ucap Zhuo Shiaonian setelah terdiam cukup lama. Ia mengalami pukulan besar saat ini. Ia merasa wanita di depannya tidak kalah kejam dengan Ling.


"Kau urus saja mereka. Aku masih memiliki urusan dengan Lingxi," ucap Ling. Ia berjalan santai. Sebenarnya ia sangat malas berhadapan dengan orang yang banyak basa-basi.


Saat keadaan masih hening, tiba-tiba jet hitam berhenti di atas mereka.


Mei Mengyi mengerutkan alis saat menatap jet itu. Ia berkata, "Teknologi luar negeri sangat kuno. Bahkan aku tidak memakai jet itu lagi sejak beberapa tahun lalu. Selain lambat, mereka juga lemah."


"Jika dibandingkan dengan jet baru desain dari Raja, jet ini tidak ada seperempatnya," ucap A Shui menambahkan.


Tak lama, pintu jet itu terbuka. Keluar seorang pria yang sudah tua dan seorang wanita muda.


Saat melihat dua sosok itu, Zhuo Shiaonian terkejut. Ia berkata, "Tuan Besar Lu? Kakak Senior Lu Ning?"


"Nona Zhuo?" ucap Tuan Besar Lu.


"Shiaonian, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Lu Ning yang juga terkejut.


"Apa kalian di sini untuk menangkap orang di Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya juga? Aku akan memberitahu kalian jika mereka sangat sombong. Namun saat kalian datang sekarang, mereka pasti tidak bisa berbuat apa pun," ucap Zhuo Shiaonian. Ia merasa memiliki aliansi sekarang.


"Nona Zhuo? Apa maksudmu?" tanya Tuan Besar Lu bingung.


"Anda datang untuk anakmu, kan? Anda pasti akan menyatakan perang karena mereka menahan anakmu, kan?" tanya Zhuo Shiaonian. Ia masih saja berpikir jika Tuan Besar Lu ada di sini untuk membalas dendam.


"Shiaonian, apa yang kau katakan? Perang apa?" tanya Lu Ning yang juga ikut bingung.


Mei Mengyi sedari tadi memperhatikan percakapan mereka. Kemudian ia berkata, "Ternyata Tuan Besar Lu ingin melawan Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya."


Tuan Besar Lu tersentak. Matanya melotot hingga hampir keluar. Ia sudah kehilangan beberapa pasukan elit. Bagaimana bisa dia masih berani melawan Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya?


"Anda pasti Ahli Bom Mei. Aku tidak mungkin berani melawan kalian. Jangan dengarkan omong kosong Nona Zhuo Shiaonian," ucap Tuan Besar Lu sambil membungkuk hormat


Zhuo Shiaonian dan orang-orang yang ada di sana tercengang. Mereka tidak pernah menyangka akan melihat Tuan Besar Lu membungkuk hormat bahkan pada orang yang bukan kultivator.


"Aku di sini ingin meminta maaf pada Tuan Muda Chen. Apa aku bisa menemuinya?" tanya Tuan Besar Lu. Ia sebenarnya sangat gugup saat ini.


"Ingin meminta maaf? Bukannya Anda ingin menjemput anak Anda?" tanya Mei Mengyi. Ia menyeringai tipis.

__ADS_1


"Tidak! Tidak! Aku memang ingin meminta maaf pada Tuan Muda Chen. Tolong beritahu aku di mana Tuan Muda Chen sekarang," ucap Tuan Besar Lu dengan nada memohon.


"Aku bisa saja memberitahumu. Namun aku tidak menjamin jika Tuan Muda Chen ingin bertemu denganmu," ucap Mei Mengyi. Setelah mengatakan itu, ia pergi bersama A Shui.


__ADS_2