
Ling terus memainkan ponsel di tangannya. Ia sedikit menunduk untuk menatap Chen Lin. Tatapannya lebih tajam dari yang tadi.
Ling seorang bocah berusia 17 tahun mengatakan bahwa dia menang melawan Chen Sin? Bahkan Chen Sin membutuhkan latihan puluhan tahun baru bisa hebat dan masuk ke Kota Bayangan. Jika orang mendengar Ling mengatakan ini, ia akan tertawa terbahak-bahak.
"Tidak perlu menghiburku. Bibimu sudah kembali ke Kota Bayangan untuk mencari orang itu. Bahkan keluarga Lu tak bisa menemukannya. Kau jangan bercanda," ucap Chen Lin sambil tertawa kecil.
Ling tak menjelaskan lebih lanjut. Ia mengeluarkan botol airnya dan memberikan pada Chen Lin.
"Ibu pasti lelah. Minumlah ini," ucap Ling. Chen Lin menerima botol itu begitu saja tanpa rasa curiga.
Saat satu tegukan perlahan masuk ke tubuhnya, ia merasakan sesuatu yang menakjubkan. Lelah di tubuhnya mulai menghilang, kepalanya yang tadi terasa berat menjadi ringan, matanya yang tadi mengantuk menjadi segar kembali. Ia meminum lagi isi di botol air.
Air itu terasa menyejukkan dan sangat manis. Membuat orang ingin meminumnya lagi dan lagi. Ketika air mengalir ke seluruh organ dalam tubuhnya, ia merasa lonjakan energi masuk begitu saja.
Ling menggenggam tangannya untuk menenangkan Chen Lin. Setelah itu, tubuhnya mulai bisa menyesuaikan diri.
Sesaat kemudian, ia baru menyadari sesuatu. Ia pernah merasakan hal ini saat masih muda dulu. Saat ia sibuk memperkuat dirinya.
Ia memelotot ke arah Ling dan berkata, "Ini ramuan tingkat tinggi?"
Ling tak menjawab.
"Mengapa kau bisa mendapat begitu ramuan tingkat tinggi sebanyak ini dari Keluarga Zhuo? Mengapa kau meletakkan ramuan berharga ini di botol air biasa? Kau harus menjaga baik-baik ramuan ini," ucap Chen Lin panjang lebar.
"Astaga! Aku baru saja menghabiskan satu botol!" seru Chen Lin menatap ngeri botol kosong di tangannya.
"Jika Ibu mau lagi aku masih punya banyak," ucap Ling santai seolah ramuan itu tak berarti baginya.
"Kau jangan bercanda! Aku memang tidak tahu alasan Keluarga Zhuo memberikanmu ramuan ini. Namun ini sangat berharga," ucap Chen Lin memarahi Ling.
Ling mengangkat alisnya. Ia masih tidak mengerti mengapa Chen Lin tetap berpikir bahwa ramuan itu pemberian Keluarga Zhuo.
"Aku membuatnya sendiri, Bu," ucap Ling. Tanpa basa-basi lagi, ia mengeluarkan bahan obat dari saku dimensinya.
Saat Chen Lin melihat saku dimensi biru Ling, ia semakin terkejut. Ia berkata dengan nada tinggi, "Darimana kau mendapat saku dimensi seperti itu? Kau mencuri?"
Ling masih mengabaikannya. Ia sudah memasukkan beberapa bahan untuk membuat ramuan ke dalam sebuah tabung kecil.
__ADS_1
"Ibu, lihatlah bagaimana aku membuat ramuan," ucap Ling.
Chen Lin melihatnya dengan serius. Ia tidak berpikir Ling benar-benar memiliki bahan ramuan.
Ling fokus membuat ramuan. Ia menggoyang-goyangkan tabung itu dengan serius, sambil memasukkan perlahan bahan obat yang disiapkannya. Ia tidak perlu timbangan ataupun alat hitung lain. Perkiraannya selalu tepat.
Walau Chen Lin menganggap Ling hanya bercanda, ia tetap kagum. Bagaimana bisa Ling tetap tenang saat membuat ramuan di dalam mobil? Bahkan jalan yang mereka lewati kali ini tidak cukup mulus.
Setelah menunggu selama sepuluh menit, Ling akhirnya berhenti menggoyangkan tabung. Ia memberikan tabung itu pada Chen Lin.
"Ibu, minumlah ini," ucap Ling.
"Tidak! Kau hanya membuatnya dalam sepuluh menit. Kau juga tidak mungkin bisa fokus saat berada di dalam mobil. Aku tidak mau meminum itu," jawab Chen Lin. Walau ia sibuk dalam bisnis, ia tetap mengerti ilmu ramuan. Membuat ramuan memerlukan fokus dan ketenangan. Tentu juga memerlukan waktu.
Dulu ia pernah melihat Chen Sin seharian mengurung diri di kamar. Ia sedang berlatih membuat ramuan tingkat tinggi. Tidak ada yang menganggunya, tapi ramuannya tetap gagal.
"Sopir, minum ini," ucap Ling memberikan ramuan itu pada sopir.
Sopir dari tadi mendengar percakapan mereka. Ia ingin menolak pemberian Ling, tapi saat melihat mata tajamnya, ia menerima ramuan itu dengan ragu.
Ia merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan Chen Lin. Bahkan kram tangannya menghilang.
"Tuan Muda, ramuan ini sangat luar biasa. Kram di tanganku beberapa bulan ini sudah menghilang," ucap sopir jujur.
Ling tersenyum. Ia menatap Chen Lin, "Ibu sudah percaya padaku sekarang?"
Chen Lin malah menatap kosong dirinya. Ia sedikit linglung.
"Aku tidak hanya mengalahkan Bibi Sin, tapi masih banyak tentangku yang belum Ibu ketahui. Jadi percayalah padaku," ucap Ling sambil menggenggam tangan Chen Lin.
Saat mobil berhenti, ia segera turun dan memasuki kediaman Chen.
*
Seorang wanita paruh baya sedang duduk bersama Chen Qi di ruang tamu.
"Tuan Tua Chen, aku tidak tahu mengapa Lu Yan dan yang lainnya melakukan ini pada Keluarga Chen. Aku benar-benar minta maaf atas kekejaman mereka," ucap wanita itu merasa menyesal.
__ADS_1
"Tidak apa. Ini tidak ada hubungannya denganmu," jawab Chen Qi.
Walau ia bicara dengan tenang, tapi nyonya Lu menyadari bahwa dia tidak seramah dulu. Ia menghela napas pelan. Ia tahu ia tak bisa lagi memperbaiki keadaan ini.
Ia mengambil tas kecilnya dan berkata, "Baiklah, aku akan mengunjungi kalian lagi lain kali."
Saat ia membalikkan badannya, ia melihat seorang pria masuk.
Ling melempar tas dengan santai. Ia membuka jaket dan menampakkan seragamnya. Saat ia melihat nyonya Lu, ia menyapanya "Senang bertemu denganmu, Bibi."
Ia tak memiliki dendam pada nyonya Lu. Ia tahu dia begitu baik pada Ling dulu.
Nyonya Lu hanya tersenyum kecil. Lidahnya kelu tak bisa bicara. Saat ia melihat penampilan Ling, ia juga merasakan perubahan itu. Ia menggenggam erat tali tasnya. Saat ia ingin pergi, suara paman Qian menghentikannya.
"Tuan Tua, Tuan Tua Zhuo dan Tuan Muda Zhuo ada di sini sekarang," ucap paman Qian pada Chen Qi.
Keluarga Zhuo? batin nyonya Lu heran.
Seorang lelaki tua berjalan terburu-buru menghampiri Ling.
"Chen Ling," panggi Tuan Tua Zhuo sambil mendekatinya.
Nyonya Lu sangat kenal dengan kepribadian Keluarga Zhuo. Mereka jarang berinteraksi dengan keluarga bangsawan lainnya di Kota Urban.
Namun ia malah menyapa Ling dengan hormat. Dan tampaknya Ling tidak kaget akan hal itu. Seperti sudah biasa mendengarnya.
"Ada apa?" tanya Ling sambil meminum susunya.
Nyonya Lu semakin kaget dengan hal ini. Ling menjawab dengan tenang. Cara bicaranya juga tak begitu sopan, tapi sepertinya Tuan Tua Zhuo tidak mempermasalahkan itu.
Saat nyonya Lu ingin mengetahui lebih banyak, suara paman Qian sedikit mengejutkannya.
"Nyonya Lu, lewat sini," ucap paman Qian sambil menunjuk ke arah pintu.
Nyonya Lu pun dengan patuh keluar dari kediaman Chen. Ia tak pantas ikut campur dalam urusan orang lain.
Namun yang membuatnya berpikir keras adalah, bagaimana cara Keluarga Chen bisa begitu akrab dengan Keluarga Zhuo? Sedangkan Keluarga Lu sudah bertahun-tahun mengajak Keluarga Zhuo untuk bekerjasama, tapi tak pernah berhasil.
__ADS_1