Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Memanggil Tiga Jet Tempur


__ADS_3

"Kau ... kau ... kau ...," pria berjubah hitam itu gemetar.


Ling melompat dari jendela. Matanya menatap tajam pria itu.


"Pegasus?" tanya Ling.


"Benar sekali. Kau Chen Ling, kan? Orang-orang itu masih ada di tanganku ... jika ...," tubuh dan senjata orang itu bergetar.


Namun setiap kata yang diucapkan orang itu tak di dengar Ling. Ling mengangkat kakinya.


Bang!


Senjata orang itu terbang ke udara.


Salah satu tangan Ling menjangkau leher pria itu dan satu lagi menangkap senjata di udara. Tubuh pria itu meronta. Ia tak mengira jika Ling akan menerjangnya.


Ling menatap matanya dingin, "Menggunakan mereka? Mereka hanya orang asing!"


Ling semakin menarik leher orang itu. Kemudian ia mengambil ponsel pria itu dan mengangkat panggilan, "Sudah kubilang jangan pernah sentuh orang-orangku apalagi kediamanku. Apa kau masih tidak mengerti?!"


Xie Jin dan beberapa orang lainnya masih diikat di sana. Saat mereka melihat Ling, mata mereka melebar, "Nona Xie, mengapa Tuan Muda Chen ada di sini?"


Xie Jin hanya menatap Ling. Diam-diam dia mengagumi Ling karena dia bisa menaklukkan orang yang dari tadi mereka takuti. Dengan sigap, Xie Jin mengambil pisau yang dilempar Ling dan mulai memotong ikatannya.


Ketika itu, terdengar deru helikopter di luar.


Xie Jin menatap ke arah jendela dan menyadari jika itu bukan helikopter militer mereka. Ia segera berkata, "Tuan Muda Chen, bawa saja mereka dulu. Orang-orang mereka sudah datang."


Mendengar ini, Jenderal Lu juga segera berdiri. Ia menatap ke luar jendela dan ekspresinya menjadi sangat buruk, "Lihat! Tidak hanya helikopter, tapi juga ada jet tempur level tiga!"


"Tuan Muda Chen, Nona Xie, ayo pergi! Satu tembakan dari jet itu bisa menghancurkan satu gunung. Jet itu sangat kuat dan hanya dimiliki oleh Panglima Tertinggi negara sebelah. Ayo cepat keluar dan evakuasi orang-orang!"


Wajah Xie Jin menjadi serius.


"Tuan Muda Chen, aku tau jalan rahasia di sini. Ayo kita pergi," ucap Jenderal Lu yang melihat Ling masih tidak bergerak. Ia berpikir jika Ling tidak tahu kalau jet itu sangat mengerikan.


Namun, tetap saja Ling tidak bergerak.


Ia menepuk wajah pria itu dan tertawa, "Apa kau yang memanggil tiga jet tempur untuk menangkapku?"


Kemudian orang di dalam helikopter berteriak menggunakan pengeras suara, "Jika kau tidak melepaskannya sekarang, gedung ini akan kami hancurkan."


Namun, mereka tidak tahu jika orang berjubah hitam itu ketakutan setengah mati. Ia sudah meronta sekuat tenaga, tapi bahkan cengkraman Ling dengan satu tangan tak dapat lepas. Ia ingin segera lepas agar memberitahu mereka untuk mundur.


"Tuan Muda Chen, ayo pergi," ucap Jenderal Lu lagi.


Sementara itu, teman-teman Xue Jin sudah tidak sabar, "Nona Xie, jika dia ingin mati, maka tinggalkan saja dia."


"Kalian pergi saja dulu," ucap Xie Jin sambil menghela napas.


Namun, Ling tetap tidak bergerak dan hanya terkekeh.


Seseorang melompat ke dalam dan menatap Ling dengan jijik, "Kau masih belum pergi?"

__ADS_1


Ling menunjuk jet itu dan tertawa, "Apa kau tahu milik siapa jet tempur itu? Aku berbaik hati meminta seseorang untuk menjualnya padamu. Kau pikir kau bisa melawanku menggunakan senjataku? Dan kau, Ahli Bom Mei, kau sudah cukup lama melihat drama ini."


"Kau tahu aku di sini?" ucap Mei Mengyi sambil melompat dari jendela. Ia tidak keluar dari tadi karena ia pikir Ling akan melakukan pembantaian. Ia juga heran mengapa Ling bisa tahu penyamarannya.


Ling hanya menatapnya sekilas.


Orang-orang berjubah hitam di sana tidak kenal Ling, tapi mereka semua kenal Mei Mengyi, Ahli Bom Mei yang paling ditakuti.


"Bawa mereka kembali ke Kota Bayangan dan serahkan pada Wei Lang," ucap Ling sambil melonggarkan cengkramannya. Orang itu langsung jatuh.


"Kau tidak ikut?" tanya Mei Mengyi.


"Aku harus melakukan perjalanan jauh," jawab Ling.


"Ke mana?" tanya Mei Mengyi lagi.


Ling tidak menjawab.


Kemudian, jet tempur tak terhitung jumlahnya sudah mengepung gedung. Tidak ada yang tahu kapan jet-jet itu datang. Itu adalah jet yang menggunakan peredam suara.


Seseorang melompat dari jet tempur itu dan segera menangkap pilot dan beberapa orang. Namun, saat melihat Ling, ia melempar orang-orang itu. Ia menangkupkan tangan, "Tuan Muda!"


Ling mengangguk.


"Mei Mengyi, kembalilah bersama mereka. Kapten, cari Ketua Dai di Kota Urban," ucap Ling memerintah.


"Siap!" Kapten itu segera pergi bersama timnya.


Namun, melihat Xie Jin dan yang lainnya masih diam, ia berkata, "Kalian tidak pergi?"


Mereka segera sadar saat mendengar pertanyaan Ling.


*


Saat Han Shuangfu tiba, ia hanya melihat Xie Jin dan yang lainnya sudah bebas. Ada juga beberapa orang yang membereskan kekacauan itu. Namun, saat melihat jet tempur yang ada di udara, Han Shuangfu sangat terkejut. Ia tahu itu adalah jet tempur dari Kota Bayangan.


"Ketua Dai, kau sangat hebat bisa memanggil orang dari Kota Bayangan," ucap Han Shuangfu kagum. Ia tahu jika orang di Kota Bayangan tidak mudah diatur. Jadi, tidak salah dia kagum dengan Ketua Dai karena dapat memanggil orang-orang ini. Apalagi hanya untuk kota kecil.


"Memanggil mereka? Apa aku sehebat itu?" tanya Ketua Dai sambil mendongak.


Han Shuangfu bingung. Namun, dia tak punya waktu untuk berpikir lebih jauh. Ia ingin lanjut mencari Ling. Ketika ia mendengar dari Xie Jin jika Ling aman, ia bisa menghela napas lega.


Ia pun menemukan Ling di Kediaman Keluarga Yu. Namun, melihat Ling sedang melakukan panggilan video di laptopnya, Han Shuangfu tak ingin mengganggu kesibukannya.


Komandan Xie baru saja menyelesaikan pekerjaannya dan ingin menemui Ling untuk berdiskusi sesuatu. Namun, ketika berjumpa dengan Ling dan melihat orang di panggilan video, ia seperti melihat hantu.


"Baiklah, kita akan bicara lagi nanti. Komandan Xie pasti takut denganmu," ucap Ling sambil tertawa. Ia menutup laptopnya.


"Ada apa Komandan Xie?" tanya Ling sambil melepaskan earpiecenya.


Komandan Xie segera tersadar, "Kami akan mengadakan jamuan besok malam. Apa Anda akan hadir?"


"Jamuan? Tidak, aku harus pergi malam ini," ucap Ling menolak.

__ADS_1


Komandan Xie sudah menduga ini. Jadi, dia tak terlalu kecewa. Ia juga tahu orang seperti apa Ling sebenarnya.


Ling berbicara beberapa kata dengan Han Shuangfu sebelum pergi. Setelah itu, Han Shuangfu menghampiri Komandan Xie dan bertanya, "Siapa tadi dalam panggilan video itu?"


"I .. itu ... Panglima Tertinggi negara sebelah," jawab Komandan Xie. Jika ia tak pernah melihat wajah panglima itu, ia juga tidak akan percaya. Namun, mengetahui jika Ling banyak mengenal orang-orang hebat, ia percaya itu.


Tetapi Han Shuangfu tidak tahu siapa Panglima Tertinggi. Yang ia tahu, itu pasti orang hebat. Jadi, ia hanya mengangguk.


*


Ling menghabiskan sepanjang sore dengan mengerahkan orang-orang ke perbatasan Kota Urban dan merapikan Kediaman Keluarga Chen sebelum kembali ke Kota Bayangan bersama Han Shuangfu.


Jet pribadi mereka diparkir di Kota Bayangan.


Yuan, Liam, dan Han Shuangfu memegang ponsel. Sepertinya mereka sedang bermain game. Sedangkan Ling hanya menunduk dan terlihat gelisah.


Tidak jauh dari sana, Keluarga Lu turun dari pesawat yang sesak. Tetua Lu terlihat sangat gembira saat dia melihat sekeliling. Namun, ia bingung karena tiba-tiba melihat Lu Yan membeku.


Dia mengikuti arah pandang Lu Yan dan melihat Ling. Ekspresinya biasa saja karena ia tahu siapa itu Ling. Ia hanya bergumam, "Bukankah itu Chen Ling? Mengapa dia di sini?"


Nyonya Lu yang ada di belakang, juga tercengang mendengar perkataan Tetua Lu. Ia tak menyangka akan mendengar kabar Ling lagi setelah setahun.


"Dia kuliah di Kota Bayangan. Menurut Anda mengapa dia ada di sini?" ucap Lu Yan sambil manyun.


Tetua Lu hanya tersenyum canggung.


"Aku tidak menyangka dia bisa kuliah di Kota Bayangan. Namun sebagian anggota Keluarga Chen telah menghilang dari Kota Urban. Aku tidak tahu ke mana mereka pergi. Namun, tetap tidak ada gunanya membicarakan hal itu sekarang. Meskipun kau tidak menikah dengan Ling, itu tidak masalah. Kau telah berlatih keras dan berhasil masuk ke wilayah militer. Jangan pikirkan Ling lagi," ucap Tetua Lu percaya diri.


"Kau dan dia berada dalam dunia yang berbeda. Kau harus memiliki banyak relasi dari luar negeri," ucap Tetua Lu.


Lu Yan hanya diam dan masuk ke ruangan untuk melaporkan tugasnya. Sedangkan Nyonya Lu pergi ke kediaman mereka untuk berberes.


Tetua Lu ikut dengan Lu Yan. Ini adalah pertama kalinya ia datang. Ia berjalan sambil membusungkan dada dengan bangga.


Namun, ia dihentikan penjaga.


"Siapa kau?" penjaga itu terlihat sangat kuat.


Lu Yan terkejut. Ia tak menyangka jika seorang penjaga saja bisa sekuat itu. Jadi ia segera mengeluarkan surat rekomendasi dari Komandan Xie.


Setelah menerima itu, penjaga itu mempersilahkan mereka masuk.


Saat itu juga, mobil hitam melaju. Melihat plat nomor mobil itu, wajah penjaga langsung berubah hormat. Dia segera berdiri tegap dan menyambut orang itu.


Tetua Lu dan Lu Yan langsung tahu jika itu adalah mobil orang penting. Tetua Lu berbisik pada Lu Yan, "Lihat, mereka pasti orang besar. Kau harus memanfaatkan kesempatan ini untuk membangun relasi."


Mobil itu berhenti. Pintu pengemudi terbuka dan seorang pria dengan jaket hitam keluar.


Melihat wajah pria itu, Tetua Lu tercengang.


Mata Lu Yan melebar.


"Itu ... adalah Chen Ling?!" Tetua Lu tidak habis pikir mengapa itu bisa Ling.

__ADS_1


__ADS_2