
"Baik, Wei Company menawar 11 juta. Apakah ada yang menawar lagi?" tanya MC memancing.
Gelak tawa sudah mereda. Pendukung Lu Company hanya menatap mengejek ke Wei Company.
"Sebelas juta sekali," ucap MC. Ia menjeda selama 3 detik.
"Sebelas juta dua kali," ucap MC setelah 3 detik. Ia kembali memberi jeda selama 3 detik.
"Sebelas juta tiga kali. Selamat Wei Company mendapat wilayah bagian utara dengan harga 11 juta," ucap MC heboh. Ia menggoyangkan belnya sebagai tanda pelelangan sudah sah.
Penonton bertepuk tangan. Kebanyakan bertepuk tangan untuk merayakan kebodohan Wei Company.
Layar monitor kembali berubah. Kali ini menunjukkan sebuah wilayah yang terdapat banyak bahan tambang. Wilayahnya cukup luas dan bahan tambangnya melimpah.
"Lelang kedua. Wilayah tambah di bagian utara. Kami mulai dengan harga 70 juta!" teriak MC heboh.
"Lu Company, 80 juta!" teriak Lu Yan percaya diri sambil mengangkat papan bulat.
"Chen Company, 81 juta!" Yuan Ming mengangkat papan bulat. Ia tersenyum tipis.
"Kau pikir bisa melawanku," ucap Lu Yan meremehkan. Ia kembali mengangkat papan bulat.
"Lu Company, 90 juta!" teriak Lu Yan lantang.
"Chen Company, 100 juta!" Yuan Ming semakin tersenyum. Lu Yan masuk dalam perangkapnya.
Sedangkan Lu Yan geram di tempatnya. Ia tak berpikir Chen Company akan melawan mereka seperti ini.
"Lu Company, 150 juta!" teriak Lu Yan. Ia tak peduli dengan uang yang akan dia habiskan. Yang pasti dia harus mendapat tempat hari ini.
Suasana diam. Tidak ada suara lagi dari kamar Chen Company. MC yang melihat ini mulai membuka suara.
"Baik, 150 juta satu kali," ucap MC menjeda selama tiga detik.
"Seratus lima puluh juta dua kali," ucap MC setelah 3 detik.
__ADS_1
"Seratus lima puluh juta tiga kali. Selamat Lu Company mendapat wilayah tambang di bagian utara dengan harga 150 juta," ucap MC menggoyangkan bel yang disambut sorakan penonton. Wajah Lu Yan terlihat sangat bangga.
Layar monitor menunjukkan peringkat. Lu Company langsung melesat ke peringkat 300-an. Sedangkan Chen Company dan Lu Company masih berada di peringkat 500-an. Wajah Lu Yan semakin bangga. Pendukungnya bersorak bahagia.
Layar monitor berganti lagi. Kini muncul gambar bangunan luas dan tinggi di tengah sebuah pulau.
"Lelang ketiga. Karena pulau masih milik pemerintah, hari ini kami hanya akan melelang bangunan yang ada di sana. Kami mulai dengan harga 400 juta!" ucap MC yang membuat penonton semakin heboh.
Bagaimana tidak? Bangunan itu sangat luas dan indah. Berdiri kokoh di tengah pulau dan menjadi pusat pulau. Jika mereka berdiri di lantai paling atas, pasti mereka bisa melihat jelas keindahan pulau.
Lu Yan sangat tertarik. Selain harganya pasti bisa menaikkan peringkat, memiliki aset itu pasti tak akan dirugikan.
"Lu Company, 500 juta!" teriak Lu Yan langsung menaikkan harga 100 juta. Ia tak ingin ada lagi yang menyainginya.
"Chen Company, 520 juta!" ucap Yuan Ming. Ia sengaja menaikkan sedikit harga agar Lu Yan tetap bisa sombong.
Sedangkan Wei Company sudah menyerah sejak awal. Mereka hanya diam menonton persaingan sengit ini. Mereka pasrah hanya mendapat satu wilayah.
Lu Yan semakin geram di tempatnya. Ia berpikir Chen Company tak bisa melawannya dengan harga segitu. Ia semakin menaikkan harga.
Penonton semakin heboh dengan harga tinggi ini. Pendukung Lu Company sudah sangat bangga dengan kekayaan mereka.
Yuan Ming tertawa kecil. Ia berkata, "Anak muda terlalu mudah dipancing."
Chen Lin dan Chen Wu juga tertawa kecil. Rencana Ling sepertinya akan berjalan mulus kali ini.
"Enam ratus juta satu kali!" teriak MC yang juga bersemangat.
"Enam ratus juta dua kali!" teriak MC lagi. Penonton ikut tegang dengan hal ini.
"Enam ratus juta tiga kali. Selamat Lu Company mendapat bangunan di pulau," ucap MC dan menggoyangkan bel.
Layar monitor berubah menjadi tampilan peringkat. Lu Company berada di peringkat 200-an dunia. Semua yang melihat ini sangat takjub. Sorakan dari pendukung Lu Company semakin kuat menggema di ruangan bawah tanah.
Lelang lanjut berjalan. Lelang ketiga menjual wilayah di bagian selatan. Kali ini Lu Company menawar dengan harga 650 juta. Peringkat mereka sampai di seratus besar.
__ADS_1
Di waktu yang sama, Ling mengamati video di ruang bawah tanah. Musuhnya masuk perangkap. Ia dapat dengan mudah menangkap Han kali ini. Lagipula Han terlalu bodoh bekerjasama dengan Lu Yan yang masih kekanak-kanakan.
Ling mulai melihat pergerakan Han di pasar saham. Sepertinya dana Lu Company semakin menipis setelah menghabiskan 1,4 miliar. Bagaimanapun dia tahu jika dana Lu Company sebelumnya sudah habis untuk bahan ramuan.
Saat melihat apa yang dilelang selanjutnya, ia bicara dengan Yuan Ming di telepon, "Buat harga 1 miliar untuk pulau itu. Lu Company tak akan melawan sekarang."
Han masih berusaha mengambil dana di pasar saham. Namun saat ia selesai, Chen Company sudah mendapatkan pulau itu. Peringkat mereka langsung melesat ke 100 besar.
Ia memukul mejanya emosi. Ia berkata lewat telepon, "Jangan sampai kewalahan lagi. Cepat katakan padaku jika dana menipis. Ingat satu hal ini. Semakin lama lelang, semakin tinggi harga yang akan dibuka. Aku sudah bilang jangan biarkan Chen Company mendapatkan satu pun dalam lelang ini."
Han mentransfer semua dana yang baru saja dia dapat ke kartu bintang hitam-emasnya.
Di tempat lelang semakin heboh. Lu Company menawar untuk sebuah pulau dan gedung seharga 3 miliar. Dan juga baru saja menawar untuk sebuah kilang minyak seharga 3,6 miliar. Dalam lelang hari ini, mereka sudah menghabiskan 8 miliar. Mereka berada di peringkat satu dunia.
Lu Yan dan pendukungnya sangat bangga. Mereka tak pernah menyangka hari ini akan terjadi. Akhirnya mereka bisa memasuki Kota Bayangan.
"Baik. Ini adalah lelang terakhir untuk babak penentuan," ucap sang MC tampan. Penonton semakin heboh.
Keadaan di Chen Company menegang. Chen Lin dan Chen Wu semakin gelisah. Para pendukung mereka juga khawatir. Namun, Yuan Ming tetap tenang karena ia sangat percaya pada Ling.
"Tuan Han, ini adalah lelang terakhir. Jika kita bisa bertahan di posisi satu kita akan memasuki Kota Bayangan," ucap Lu Yan mencoba menekan kegembiraannya.
"Aku akan segera mentransfer. Katakan padaku jumlahnya segera," ucap Han. Dia sudah menyiapkan beberapa miliar lagi.
"Baik, Tuan," jawab Lu Yan.
"Lelang terakhir! Ramuan Memori tingkat tinggi! Kami buka harga 5 miliar," ucap MC yang membuat semua orang terkejut dengan harganya. Meski begitu, mereka tetap mengerti mengapa mahal. Karena ini ramuan tingkat tinggi.
Di waktu yang sama, Ling segera menelepon Yuan Ming.
"Dapatkan ramuan itu dan ambil posisi pertama," ucap Ling.
Ling melihat pergerakan Han yang kembali mulai mentransfer uang. Peretas dari Yu Bin sudah berhasil mendapatkan alamatnya.
"Saatnya penangkapan," gumam Ling menyeringai.
__ADS_1