Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Tuan Muda Baru


__ADS_3

"Beritahu Ayahku untuk menyiapkan hadiah besar," ucap Bai Xiaoqi. Ia tak menyangka jika ternyata Ling begitu menakutkan. Namun setelah dipikirkan, ia tak tahu harus memberikan apa.


*


Ling sedang bersantai saat ini.


Saat Bai Xiaoqi turun, ia melihat Ling sedang bermain kartu bersama Liam, Yuan, dan Su Wen Ai. Dalam pikirannya, ia tak bisa membayangkan betapa menakutkannya Ling. Ia juga penasaran darimana asal ramuan tingkat tinggi itu. Namun ia masih harus segera kembali ke Kota Bayangan.


"Aku akan pergi ke Kota Bayangan. Jaga dirimu di Kota Urban ini," ucap Bai Xiaoqi kemudian berlalu pergi.


Ling dan yang lainnya mengantar Bai Xiaoqi sampai ke depan pintu. Setelah itu, mereka pergi ke pangkalan militer untuk mencari Ketua Dai.


Namun, saat sampai di sana, ada Xue Jun, Walikota Xue, dan teman-temannya. Tidak ada Xie Jin di sana.


Mereka berdiri hadap-hadapan. Mereka tidak ada yang mau mengalah dan saling menutup jalan masing-masing.


"Kalian minggirlah! Tuan Muda Xue akan menemui Ketua Area Satu. Jika dia terlambat, kalian tak akan bisa menanggung akibatnya," ucap salah satu wanita di sebelah Xue Jun.


Suaranya sangat keras hingga penjaga yang ada di sana bisa mendengarnya. Para penjaga secara naluriah melirik Xue Jun. Saat tahu Xue Jun adalah orang yang mengirim pesan dan membuat Area Satu bergerak, tatapan mereka menjadi hormat. Bagaimanapun, mereka menghormati yang lebih kuat.


Melihat tatapan para penjaga, Xue Jun berkata pada wanita di sebelahnya, "Sudah jangan banyak bicara."


"Tuan Muda Xue, Anda adalah Tuan Muda yang paling dihormati. Semua orang tahu ini. Apa lagi yang perlu Anda takutkan? Orang biasa seperti mereka tak akan kubiarkan menghalangimu," ucap wanita itu. Ia adalah teman baik Xue Jun, jadi ia membela Xue Jun.


Ling, Liam, Yuan, dan Su Wen Ai akhirnya mengerti.


"Kau bilang dia adalah Tuan Muda yang dihormati?" tanya Liam.


"Tentu saja. Karena perintahnya, semua orang di Area Satu datang ke sini. Jika bukan karena dia, apa kalian pikir kalian akan selamat di Kediaman Chen?" ucap wanita itu sombong.


"Tuan Muda Chen, kami sebelumnya menerima kabar jika kami harus mematuhi perintah Tuan Muda," ucap salah satu tentara militer di sana yang tidak pernah bertemu Xue Jun.


Ia melihat jika Xue Jun adalah pria yang rapi, wajahnya bersih, serta tubuhnya yang tegap. Saat ia membandingkan dengan Liam dan yang lainnya, sangat jauh jika dilihat dari penampilan. Namun ia tahu kekuatan Liam dan yang lainnya tidak seperti orang biasa.


Jadi, tentara itu tak ingin menilai buku dari sampulnya.


Xue Jun juga sangat sombong beberapa hari ini. Semua orang penting, bahkan Panglima Tertinggi meneleponnya. Bahkan Xie Jin yang biasanya mengabaikannya, sekarang ia lebih perhatian.


"Kau kenal dengan Ketua Dai dan yang lainnya?" tanya Yuan serius sambil menatap Xue Jun. Menurutnya Yuan, hanya Ling yang dipanggil Tuan Muda oleh orang-orang itu. Namun sekarang muncul Tuan Muda baru. Apa otak orang di Area Satu bermasalah?


"Ya," jawab Xue Jun sambil tersenyum rendah hati.


Ling menyentuh dagunya dan menatap Xue Jun dengan serius. Apa ada yang salah? Apa yang sebenarnya terjadi di Area Satu?


"Tuan Muda Xue, jangan merendahkan diri. Orang-orang di Area Satu datang ke kediaman Keluarga Chen karena pesan yang Anda kirim. Jika bukan karena Anda, mereka pasti sudah mati," ucap pemuda di sebelah Xue Jun.

__ADS_1


"Aku juga mendengarnya. Aku ingin berterimakasih karena Tuan Muda Xue menyelamatkan Kota Urban," ucap salah satu tentara di sana.


"Pfftt--," Ling menahan tawanya. Tadinya ia bingung mengapa orang-orang ini menghormati Xue Jun. Ternyata alasannya pesan itu. Pada hari itu, Ling memang mengambil ponsel Xue Jun untuk mengirim pesan pada Ketua Dai. Ia tak menyangka akan sampai seperti ini karena satu pesan.


"Apa yang kau tertawakan?" tanya Xue Jun.


"Tidak ada ... aku hanya ingin berterimakasih karena kau telah menyelamatkan hidupku," jawab Ling menatap Xue Jun dengan mata jernihnya.


"Karena kau pandai bicara, aku tak akan membiarkan Ketua Dai dan yang lainnya menargetkanmu. Jangan khawatir," jawab Xue Jun sambil mengangguk bangga.


Mendengar perkataan Xue Jun, Yuan dan Su Wen Ai terdiam. Mereka memandang Xue Jun dengan tatapan kosong. Apa katanya barusan? Ketua Dai tak akan menargetkan Ling? Ini lelucon paling lucu. Bahkan jika Ketua Dai memiliki seribu nyali, ia tak akan berani menyentuh Ling. Bagaimana mungkin ia tak akan menargetkan Ling?


Saat Yuan ingin berbicara, Xie Jin datang.


"Xue Jun, apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Xie Jin.


"Kami mencari Ketua Dai, tapi tidak disangka ada orang yang kukenal di sini. Lagipula, apa orang biasa diizinkan masuk ke area militer?" tanya Xue Jun heran. Ia tahu jika orang biasa tak diizinkan masuk.


Namun Xie Jin tahu jika Ling dan teman-temannya kenal dengan Ketua Dai dan Lin Guxi. Jadi, ia bertanya, "Apa kalian dari militer?"


"Tidak," jawab Ling.


Xie Jin tertegun saat mendengar jawaban ini.


"Apa orang biasa bisa masuk ke sini?" tanya Xue Jun pada tentara di sana.


Xue Jun bingung. Namun saat ia hendak bicara, Xie Jin mengajaknya pergi untuk menemui Ketua Dai.


Setelah mereka berdua pergi, Yuan masih menatap dengan serius. Ia bertanya, "Siapa dia? Mengapa aku tidak pernah mendengar Ketua Dai menyebut namanya?"


Ling tersenyum dan berjalan masuk, "Hanya kesalahpahaman."


"Maksudnya?" tanya Yuan tambah bingung.


"Aku pernah mengirim pesan pada Ketua Dai menggunakan ponselnya. Mungkin Ketua Dai mengatakan akan menemuinya," jawab Ling sambil tertawa kecil. Ia sendiri tak terlalu peduli dengan hal ini.


"Sial! Aku tahu pasti memang ada yang salah," ucap Yuan.


Saat mereka membicarakan itu, seseorang bernama Jenderal Lu mendengar itu. Ia menatap Ling jijik, "Apa yang kau katakan? Kau menggunakan ponsel Tuan Muda? Berani sekali kau!"


"Jenderal Lu, ini salah paham. Tuan Muda Chen adalah Tuan Muda sebenarnya," jawab tentara yang ada di sana.


Meski tentara itu tahu jika Ling dekat dengan Yu Bin, ia tetap memberi kode pada Ling untuk segera pergi. Namun Ling tidak pergi dan hanya menjauh. Matanya menyipit saat melihat orang di sebelah Jenderal Lu.


"Bukankah itu Lu Yan?" tanya Yuan.

__ADS_1


"Kau tak boleh lagi memegang barang Tuan Muda!" ucap Jenderal Lu sambil menunjuk Ling.


Melihat ini, Ling berjalan santai dan segera meraih tangan Jenderal Lu. Ia melempar dan membanting Jenderal Lu ke tanah. Ling menunduk dan berkata, "Apa kau tahu jika menunjuk seseorang bisa membuatmu kehilangan nyawa?"


"Kau tunggu saja," ucap Jenderal Lu yang wajahnya memerah.


"Kau bisa mencariku kapan saja," ucap Ling sambil berdiri.


Lu Yan yang ada di sana sejak tadi hanya diam. Saat melihat Ling, ekspresinya menjadi aneh. Ia sudah lama tak mendengar kabar tentang Ling dan tak menyangka akan bertemu di sini.


"Ling, bagaimana kau bisa ada di sini?" tanya Lu Yan yang tahu jika ini adalah wilayah terlarang untuk orang biasa.


Ling tak melihat Lu Yan dan juga tidak menjawab.


Lu Yan hanya menghela napas. Sepertinya ia tak keberatan jika Ling memperlakukannya seperti itu. Jadi ia lanjut bicara, "Ling, Jenderal Lu bukan orang biasa. Identitasnya tidak sederhana. Lebih baik kau minta maaf padanya."


Kemudian, ia membantu Jenderal Lu berdiri.


Yuan dan Su Wen Ai saling pandang. Yuan bertanya, "Apakah Lu Yan telah memulai hidup baru? tapi nada sombongnya masih sama."


Ling tidak terlalu peduli dengan Lu Yan. Ia mengeluarkan ponsel dan melihat pesan dari Zhuo Xia.


Jika Jenderal Lu ingin membalas dendam, maka ia akan menunggunya.


*


Ketua Dai dan Komandan Xie sedang melihat peta perbatasan Kota Urban. Ketua Dai berbicara, "Aku bisa mengirim pasukan. Tapi ...."


"Ada apa Ketua?" tanya Komandan Xie.


"Menurut Bos, hanya Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya dan Ahli Bom Mei yang dapat melindungi Kota Urban," ucap Ketua Dai. Saat ini ia ingin menghubungi Mei Mengyi, tapi ia tahu Mei Mengyi hanya bisa dihubungi lewat Ling.


"Aku harus bicara dengan Tuan Muda," ucap Ketua Dai.


Mendengar ini, Komandan Xie menekan kebahagiannya. Ia tak menyangka jika Xue Jun sangat penting bagi Ketua Dai. Ia menjawab, "Aku akan segera menghubungi Tuan Muda."


Saat ia membuka ponsel, ia menerima pesan dari Xie Jin jika Xue Jun ada di sini. Ia pun segera memberitahu Ketua Dai.


Mendengar ini, Ketua Dai bingung. Setahunya Ling bukan orang seperti itu.


"Tuan Muda, Anda sudah di sini," ucap Komandan Xie sambil membungkuk hormat pada Xue Jun.


"Aku belum terlambat, kan?" tanya Xue Jun sambil tersenyum.


"Tidak. Ketua sedang mencari Anda. Ketua, Tuan Muda ada di sini," ucap Komandan Xie dengan wajah berbinar.

__ADS_1


Ketua Dai berpikir jika Ling yang akan datang, jadi pandangannya hanya ke depan pintu. Namun ia tak menyangka jika yang datang adalah Xue Jun.


Ketua Dai diam sejenak. Kemudian ia berkata dengan dingin, "Kau bilang kau adalah Tuan Muda?"


__ADS_2