Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Apa Kau Punya Seribu Nyawa?


__ADS_3

Zhuo Xia berguling ke tanah untuk mendarat. Ia menahannya dengan satu tangan agar tubuhnya berhenti. Saat ingin bangkit, ia batuk dan mengeluarkan darah. Dadanya terasa sangat sakit.


Namun ia menguatkan tekad. Ia bangkit sekuat tenaga sambil memukul-mukul dadanya yang sesak. Ia berlari tertatih-tatih ke arah selatan. Ia sudah melacak keberadaan Ling dari ponselnya.


Ketika keadaannya lebih baik, ia berlari secepat mungkin. Ia melompati apa saja yang ada di depannya. Ia menerobos semua yang dilewatinya. Ia tak ingin sampai telat saat bertemu Ling.


Ia tak ingin kalah taruhan untuk kedua kalinya.


Saat ini dia sampai disebuah bangunan yang sudah terbakar. Emosinya memuncak. Jika orang melihat Zhuo Xia sekarang, mungkin mereka akan pingsan.


Dia melihat kobaran api di depannya. Dia mengikat rambutnya dan memakai topi yang ia bawa ke pulau. Kemudian tanpa ragu, ia memasuki bangunan terbakar itu.


Ketika dia sudah masuk, Yu Bin dan pasukannya lagi-lagi telat. Mereka hanya bisa pasrah melihat kepergian Zhuo Xia. Saat ini Liam, Yuan, dan Su Wen Ai juga sudah sangat khawatir dengan Ling. Namun mereka percaya Ling tak akan melakukan sesuatu yang membahayakan dirinya.


Zhuo Xia sudah masuk ke dalam. Dalam kobaran api yang sangat panas itu, ketenangannya tak berubah.


Ini adalah markas Pegasus. Zhuo Xia sudah mendapatkan petanya. Dengan ingatannya, ia memilih ruangan yang mungkin ada Ling di sana.


Saat itu, ia mendengar suara Yu Bin dari ponsel mininya.


"Nona, Anda di mana? Kami akan masuk dan menyelamatkan Anda," ucap Yu Bin.


"Tetap di luar. Aku akan kembali dengan Ling," ucap Zhuo Xia. Ia berlari dan menghindari beberapa bangunan yang mulai runtuh. Ia mematikan ponsel mininya agar tak ada yang menggangu konsentrasinya.


Ling masih di dalam.


Melihat bangunan yang terbakar ini, ia teringat saat ia mati. Tak sengaja ia melihat sekelebat bayangan putih melintas tak jauh di depannya. Walau begitu, ia tahu ini adalah orang terakhir yang ia lihat sebelum dia mati.


Namun saat ia ingin mengejarnya, ia melihat sosok lain. Ia memakai topi dan memakai seragam militer. Wajahnya bersinar karena kobaran api. Dia masuk semakin dalam tanpa ragu.


Itu adalah Zhuo Xia.

__ADS_1


Ling segera mengejarnya tanpa berpikir panjang.


Namun saat ia mengikuti arah Zhuo Xia, ia kehilangan jejak. Ia tak dapat menemukannya walau ia sudah masuk ke bagian paling dalam. Ia berpikir itu adalah ilusi yang dibuat oleh sosok putih itu.


Sosok putih itu berhenti di depan Ling.


"Ternyata kau," ucap Ling santai. Matanya dingin dan tajam, juga hitam pekat mematikan.


Sosok putih itu sedikit heran. Ia mengeluarkan busur kecil yang dia dapat entah darimana.


"Kau mirip seperti orang yang paling kubenci seumur hidupku," ucap sosok putih itu. Ia mengarahkan panah tepat di depan Ling.


"Kau juga mirip seperti orang yang paling kubenci seumur hidupku," jawab Ling santai. Ia melihat busur kecil di tangan orang itu. Itu adalah senjata andalannya selain pisau kecil. Ia tak menyangka senjata itu ada di tangan orang lain.


Ling mundur selangkah saat sosok putih itu menarik tali busur. Tidak ada panah di sana. Namun Ling paling tahu dengan senjatanya. Panah akan muncul secara ajaib.


"Kau harus mati hari ini," ucap sosok putih itu. Ia melepas tali busur dan keluar tiga panah yang muncul secara ajaib.


Dengan gerakan cepat, Ling mengelak. Ia sudah berada di level 9 sekarang dan kecepatannya bertambah.


Sosok putih itu kembali menarik tali busur. Saat ingin melepasnya, sosok itu hilang bersamaan dengan panah di tangannya. Ia menghilang di udara seolah ia adalah angin. Baru saat itu Ling menyadari udara di sekitarnya menjadi dingin.


Ia membalikkan badan dan melihat orang yang dia anggap ilusi tadi. Orang itu terlihat pucat, tapi matanya dingin dan tajam. Ekspresinya datar dan tidak dapat dibaca.


Ling mengepalkan tangan. Orang yang tadi dia lihat ternyata bukan ilusi.


Ia menghampiri Zhuo Xia. Ia tak kaget saat melihat sosok putih itu hilang. Itu hanyalah boneka sihir. Ia menggenggam liontin giok kunonya.


Kemudian hatinya terlonjak. Ia ingat penyakit Zhuo Xia kambuh. Ia berkata dengan dingin, "Apa kau punya seribu nyawa?"


"Ayo keluar dulu," ucap Zhuo Xia.

__ADS_1


Ling segera memimpin jalan. Zhuo Xia hanya dapat memegang dadanya yang kembali sesak. Ia menatap punggung Ling. Ia merasakan sakit yang lebih sakit daripada sesak di dadanya.


Di luar bangunan.


Liam, Yuan, dan Su Wen Ai menunggu dengan cemas. Sejak tadi mereka sudah memberontak ingin masuk. Untungnya pasukan Yu Bin dapat menahan mereka.


"Jika kalian masuk kalian akan lebih menyusahkan Tuan Muda Chen! Kalian masih terlalu lemah jika ingin menolongnya!" ucap Yu Bin keras. Ia terpaksa mengatakan hal ini agar tiga orang itu tersadar.


Sedangkan ketiga orang itu benar-benar tertampar dengan kata-kata Yu Bin. Sejak bertemu dengan Wang Yuqin mereka sadar mereka sangat lemah. Mereka pikir mereka sudah cukup kuat setelah keluar dari hutan. Ternyata di mata Yu Bin, mereka sama lemahnya seperti sebelumnya.


Ketika mereka semua ingin mengeluh lebih jauh, mereka melihat dua sosok keluar dari kobaran api.


"Tuan Muda Chen! Nona Zhuo!" seru mereka semua.


Zhuo Xia kembali terbatuk. Darah kembali keluar. Ling segera mengeluarkan ramuan khusus untuk Zhuo Xia. Dia sudah lama meneliti penyakit Zhuo Xia jadi dia sudah membuat banyak ramuan. Ramuan ini adalah yang terbaik dari semua yang dia buat. Dengan segera, Zhuo Xia meminumnya, tapi tetap saja ia masih terbatuk dan mengeluarkan darah.


Ling sangat frustasi. Ia tak tahu penyakit pasti Zhuo Xia. Saat ia memeriksa nadi Zhuo Xia di arena pelatihan, ia tak dapat memastikan apa penyakitnya.


Untuk saat ini ia hanya dapat menyimpulkan bahwa Zhuo Xia terkena sihir. Itu karena percakapan Wang Yuqin dan boneka sihir di hutan, serta pertemuannya dengan boneka sihir hari ini.


"Kau harus segera pulang!" ucap Ling sedikit meninggikan suaranya. Ling masih mencoba menyelamatkan Zhuo Xia. Ia kembali mencari-cari ramuan yang cocok untuk Zhuo Xia.


Saat itu mata Zhuo Xia membelalak melihat sesuatu di belakang Ling.


"Z! Menghindar!" Zhuo Xia berteriak dengan lantang. Ia ingin menggapai Ling tapi tenaganya sudah terkuras.


Sedangkan Ling sangat terkejut saat mendengar perkataan Zhuo Xia.


Z adalah inisialnya yang lain. Ini adalah inisial yang dia pakai saat keadaan darurat. Ini adalah kode rahasia yang dibuat Ling untuk dirinya sendiri jika sewaktu-waktu ia kehilangan kesadaran. Ia tidak menyangka Zhuo Xia juga mengetahuinya.


Ling yang biasanya memakai kode ini untuk mengembalikan kesadarannya, malah sekarang membeku. Ia tak sempat menghindari senjata yang sudah membidik dirinya. Dalam keadaan seperti ini, ia tetap mencoba mengingat sesuatu. Namun kepalanya sangat sakit seperti ribuan jarum menusuknya.

__ADS_1


Senjata itu di lepaskan. Bidikannya tepat di punggung kiri Ling. Tubuhnya serasa akan hancur. Kini ia merasa ribuan jarum menusuk tepat di jantungnya.


Ia jatuh secara tiba-tiba.


__ADS_2