Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Jaga Rahasia Ini


__ADS_3

Zhao Ran merasakan lonjakan energi dari tubuhnya. Kini ia merasa aliran darahnya sangat lancar. Dia bisa merasakan bagaimana tubuh ringan sebenarnya.


Ia menatap Ling lekat. Ia pikir Ling juga akan memberinya pelajaran. Tak disangka Ling malah menyembuhkannya. Namun bukan hanya itu yang membuat bingung. Bagaimana Ling bisa tahu penyakit Zhao Ran?


Selama Asosiasi Ramuan jatuh, ia dilemahkan. Walau begitu, tak terlalu kelihatan dari luar karena dia sejak kecil banyak minum ramuan. Orang-orang seperti Wei Yun hanya tahu dia ahli beladiri dan memiliki kemampuan. Padahal terkadang ia menahan sakit yang sering datang tiba-tiba.


Zhao Ran berwajah datar. Ia tak ingin ada yang menyadari kesembuhannya. Ia ingin berterimakasih pada Ling. Namun ia tak bisa berkata-kata sekarang. Ia terlalu kagum pada Ling. Rasa kagumnya sama seperti ia kagum pada seseorang dulu.


"Kakak Chen ...," lirih Zhao Ran pelan. Tak ada yang mendengar ini, kecuali Ling.


Ling hanya diam. Ia menyembunyikan keterkejutannya. Ia tak berpikir Ling akan mendengar Zhao Ran mengatakan itu lagi setelah sekian lama.


"Zhao Ran, minum ini. Aku akan membantumu," ucap Ling pelan yang hanya bisa di dengar Zhao Ran. Di tangan Zhao Ran sudah terdapat ramuan yang diberikan Ling. Namun hanya mereka yang tahu ini. Bahkan orang di ruangan pengawas tak bisa melihatnya.


"Jadi kau benar Kakak Chen?" tanya Zhao Ran masih berbisik.


Ia menutup mulutnya. Antara terkejut dan bahagia. Ia juga sedikit tak percaya. Namun perasaan saat bersamanya sangat mirip. Cara mereka bicara dan bergerak sangat mirip. Bahkan tekniknya saat menjatuhkan lawan juga mirip.


"Jaga rahasia ini sampai semua keadaan lebih baik," ucap Ling lagi. Ia berjalan ke arah Yuan dan si kembar yang sejak tadi hanya memperhatikan mereka.


Zhao Ran mencoba tenang. Ia sedang menekan lonjakan bahagia dalam hatinya. Ia rasanya ingin berteriak dan mengumumkan pada dunia bahwa ia telah menemukan Raja Legendaris.


"Ayo kita cari barang lagi," ucap Ling santai dan meninggalkan mereka.


*


Mobil hitam dengan lambang phoenix parkir di depan sebuah rumah yang sangat besar. Setiap penjaga yang melihat ini langsung memberi hormat.


Penjaga ini akhirnya melihat Zhuo Xia lagi setelah berbulan-bulan. Sejak kejadian itu, Zhuo Xia sama sekali tak pernah pulang. Ia sibuk berlatih militer dan berperang. Selain itu ia juga mengurus bisnis.

__ADS_1


Melihat Nona mereka kembali, rasanya keberuntungan dilimpahkan untuk Keluarga Zhuo.


"Silahkan masuk, Nona," ucap salah satu penjaga.


Ini adalah Kediaman Zhuo. Kakek Zhuo Xia sudah menelepon bahwa Keluarga Bo mendatangi kediaman mereka. Akhirnya Zhuo Xia tak perlu repot-repot datang ke Kediaman Bo.


Ketika masuk ke ruang tamu, semua orang yang ada di sana berdiri. Mereka mempersilahkan Zhuo Xia duduk di kursi paling depan.


Keluarga Bo yang melihat ini sangat terkejut. Mereka tidak menyangka Zhuo Xia akan begitu dihormati. Ini juga pertama kalinya mereka bertemu langsung.


Bo Yunxing terpana melihat kecantikan Zhuo Xia. Walau wajahnya dingin, tapi dia sungguh memesona. Ia tak tersenyum, tapi Bo Yunxing merasa sangat gugup saat melihatnya.


"Jadi, keluarga kalian ingin meminta tanggungjawab bagaimana?" tanya Zhuo Xia yang menyadarkan lamunan Keluarga Bo.


Yang datang hari ini hanya Tuan Tua Bo dan Bo Yunxing. Mereka dikawal oleh beberapa penjaga saja. Tidak ada Tuan Besar Bo.


Tuan Tua Bo yang sejak tadi bersikap sombong, ia sedikit goyah saat melihat Zhuo Xia. Ia tak pernah merasakan aura mendominasi seperti ini. Apalagi dari seorang wanita. Akhirnya ia memberanikan diri untuk bicara.


Kemudian ia melanjutkan, "Kau harus cepat menikah dengan Yunxing. Semakin cepat semakin baik."


"Benarkah?" Zhuo Xia tertawa kecil. Namun suara tawanya terdengar sangat menyeramkan.


"Apakah perjanjian pertunangan ini antara aku dan anak Tuan Besar Bo?" tanya Zhuo Xia lagi. Ia menopang dagunya di meja.


"Benar," ucap Tuan Tua Zhuo singkat. Ia tak mampu menjawab lebih banyak.


"Namun bukankah Tuan Besar Bo tak pernah menikah? Dia tak mungkin memiliki anak," ucap Zhuo Xia santai.


"Kalian penipu," lanjut Zhuo Xia lagi.

__ADS_1


Keluarga Bo sangat kaget mendengar ini. Bagaimana Zhuo Xia bisa tahu hal ini? Hal ini hanya diketahui oleh keluarga inti. Bahkan keluarga cabang tak tahu hal ini.


Bukan hanya Keluarga Bo, Keluarga Zhuo juga merasa terkejut. Mereka tak menyangka Keluarga Bo akan melakukan penipuan seperti ini.


"Tuan Tua Bo, apa itu benar?" tanya Kakek Zhuo Xia dingin. Awalnya ia tak masalah dengan perjodohan ini. Namun jika begini adanya, ia pun tak terima. Bagaimana bisa mereka menikahkan orang asing pada Zhuo Xia. Orang itu tidak jelas keturunannya.


"Kau anggap Keluarga Zhuo kami apa? Beraninya kau menikahkan cucuku dengan anak yang tidak tahu asal-usulnya," ucap Kakek Zhuo Xia merasa murka.


Tuan Tua Bo merasa terintimidasi. Ia tak menyangka akan seperti ini akhirnya. Ia memberanikan diri menjawab, "Aku tahu cucumu adalah wanita biasa. Kalian berasal dari keluarga miskin yang beruntung bisa terkenal di Kota Bayangan. Jika tidak aku juga tidak akan setuju dengan perjodohan ini. Kau dengar, dia adalah cucu angkatku. Asal-usulnya jelas. Ia juga cerdas dan berbakat. Harusnya aku yang mengatakan bahwa cucumu tak cocok untuk cucuku. Namun keluarga kami masih mau menerimanya. Kalian harus merasa beruntung."


Tuan Tua Bo berani berkata seperti ini karena dia tak tahu identitas asli Zhuo Xia. Ia hanya tahu Zhuo Xia adalah anak miskin yang beruntung menjadi kaya. Ia tak tahu Zhuo Xia adalah komandan tertinggi di Kota Bayangan.


"Sayangnya aku tak ingin keberuntungan seperti yang kau sebutkan. Jangan memaksaku untuk melakukan hal kejam," ucap Zhuo Xia santai menanggapi hinaan dari Tuan Tua Bo.


"Apa kau ingin bisnis rahasiamu hancur?" tanya Zhuo Xia. Ia memegang ponsel yang menunjukkan video sebuah gedung mewah. Di atas gedung, terdapat banyak helikopter yang siap menjatuhkan bom kapan saja Zhuo Xia ingin.


"K-kau ...," Tuan Tua Bo merinding.


"Apa yang kau lakukan?" Tuan Tua Bo sangat marah. Namun ia tak berani berbuat apapun. Mungkin Zhuo Xia bukan orang biasa hingga ia bisa tahu hal-hal rahasia darinya.


"Jangan pernah datang lagi ke Keluarga Zhuo," ucap Zhuo Xia.


"Satu," Zhuo Xia mulai menghitung. Ia mengambil walkie talkie dari kantung celananya.


"Dua," ucap Zhuo Xia lanjut menghitung.


Tuan Tua Bo tak ingin mempercayai ini. Walau ia ragu, ia tetap bangkit dan mengajak Bo Yunxing dan penjaganya untuk pergi. Mereka segera keluar dari kediaman Keluarga Zhuo dengan terbirit-birit.


"Ledakkan halaman depan bangunan itu. Katakan pada mereka itu pertanggungjawabanku," ucap Zhuo Xia di walkie talkie.

__ADS_1


Bom!


Keluarga Zhuo yang tersisa melihat ini. Mereka dapat mendengar suara ledakan dari ponsel Zhuo Xia. Kini mereka menyadari bahwa jangan sekali-kali menyinggung Zhuo Xia.


__ADS_2