
Pada saat yang sama, di laboratorium Keluarga Zhao.
"Dokter Yang, menurut Anda siapa orang-orang itu?" seorang pemuda bertopeng bertanya kepada Yang Zhiwen yang berada di sampingnya. Ia menunjuk orang di dalam jendela kaca.
Yang Zhiwen berhenti memegang tabung reaksinya saat mendengar pertanyaan pemuda itu. Ia menjawab, "Itu adalah Nona Su. Kau mengenalnya?"
"Dokter Yang, jangan bilang itu adalah Nona Su yang Anda bicarakan," tebak pemuda itu.
"Ya, itu memang dia. Ia sedang meneliti eksperimen penting. Jika ia berhasil, itu akan menjadi pencapaian yang luar biasa," jawab Yang Zhiwen dengan penuh semangat.
Kemudian, Yang Zhiwen mendorong pintu untuk masuk.
Ketika ia tiba di dalam, Yang Zhiwen melihat Zhuo Xia berdiri di samping Su Yuri. Walau ia tidak tahu identitas Zhuo Xia, ia tak menyelidiki lebih jauh.
"Apa hasilnya?" Su Yuri mengambil tabung reaksi dari tangan Yang Zhiwen dan melihat ke arah layar monitor.
Wajah tua muncul di layar. Ia berkata, "Bagaimana hal itu bisa efektif? Tunggu kabar dari Liam saja. Aku bilang ...."
Selanjutnya, Su Yuri hanya bisa mendengar suara putus-putus.
Saat ia bisa mendengar suaranya yang jelas lagi, lelaki tua itu sudah mengucapkan kata terakhirnya, "Itu dia."
Su Yuri menghela napas, "Tuan Shangxuan, apakah Anda tidak bisa memasang Wi-Fi? Jaringan Anda sedikit lelet."
"Apakah ini salahku? Aku bisa melakukan panggilan video dengan lancar bersama Yuan kemarin. Mengapa saat melakukan panggilan video dengan kalian malah lelet? Tentu saja aku bisa memasang Wi-Fi. Hanya saja kau terlalu tidak sabar," Tuan Shangxuan melempar bukunya ke samping.
Su Yuri terdiam. Ia benar-benar tidak bisa berkata-kata. Ia hanya bisa terus mengotak-atik tabung reaksi di tangannya. Ia sangat prihatin dengan Ling karena ia belum tidur sama sekali sejak beberapa hari datang ke sini. Namun, sebenarnya tidak masalah jika dia tidur atau tidak pada levelnya saat ini.
Zhuo Xia melirik Su Yuri, "Masih belum ada hasilnya?"
"Kami hanya bisa menunggu. Nona Zhuo, Anda tahu sendiri bahkan Lingxi tidak bisa berbuat apa-apa saat ini. Aku bukan orang yang pertama yang menyarankan ini, kecuali ...," Su Yuri tidak melanjutkan, tetapi Zhuo Xia mengerti.
Di sisi lain, Yang Zhiwen sedikit terkejut, "Nona Su, bahkan dokter terhebat sepertinya tidak dapat menganalisis rumus molekul virus ini. Apakah Anda punya ide lain?"
"Ada, tapi aku tidak punya solusinya," Su Yuri lemparkan dokumen di tangannya kepada Yang Zhiwen.
"Itu dia," ucap Su Yuri.
Yang Zhiwen segera membaca isi dokumen itu. Di dalamnya ada satu foto orang yang dikenalnya. Bukankah itu adalah pemuda yang dia selamatkan sebelumnya?
Yang Zhiwen membaca informasi yang ditulis tangan itu. Tulisan tangan itu tajam dan rapi. Di akhir, ada tanda tangan yang membuatnya tercengang. Nama orang yang bertanda tangan itu sangat jelas.
'Chen Ling'.
Ada banyak orang yang telah ditemui Yang Zhiwen di rumah sakit. Dari ribuan nama, tidak tahu mengapa ia merasa yakin jika itu adalah Chen Ling yang dia rawat sebelumnya.
Namun, apakah benar-benar dia yang menulis dokumen ini?
Zhuo Xia juga melihat dokumen itu, tapi tidak mengatakan apa pun. Ia mengetuk meja dengan santai, "Semua ini tergantung padanya. Mengapa dia menahan kalian saat itu?"
Su Yuri tidak membela diri. Ia menundukkan kepalanya karena malu. Ia tahu saat ini Ling tidak bisa memikirkan apa pun. Su Yuri meneliti ini semua hanya untuk menyembuhkannya. Ia terlalu cemas dan ingin mencari tahu lebih cepat.
Memikirkan ini, ia kembali menunduk dan mempelajari dokumen itu lagi.
Setelah menerima jawaban akurat dari Su Yuri, Zhuo Xia bersiap pergi menemui Ling. Namun, saat ia mengangkat kakinya, ia menerima panggilan.
Ketika ia melihat nomor itu, ekspresinya langsung berubah.
Selain karena masalah Ling, Su Yuri belum pernah melihat lagi perubahan ekspresi Zhuo Xia yang begitu drastis. Ia merasa sedikit takut, "Nona Zhuo, apakah terjadi sesuatu?"
Zhuo Xia tidak menjawabnya. Matanya menatap ke arah pintu. Su Yuri dan Yang Zhiwen pun mengikuti arah pandangnya karena penasaran.
Sosok jangkung tiba-tiba muncul dari luar pintu.
__ADS_1
Kebanyakan peneliti yang berada di laboratorium ini berasal dari Kota Bayangan yang dibawa oleh Su Yuri. Mereka adalah orang-orang baru yang diperkenalkan Su Yuri kepada Ling. Selain wajahnya, aura dingin Ling tidak berubah. Oleh karena itu, orang-orang di laboratorium begitu bersemangat saat melihat dia masuk.
Yang Zhiwen dan dokter lainnya yang berasal dari negara ini tidak mengerti situasinya. Jadi, mereka merasa agak tercengang. Mengapa para peneliti hebat itu sepertinya sangat menghormati Ling?
Ling melihat semua orang telah berkumpul di sekelilingnya. Bibirnya melengkung membentuk senyuman yang akrab, "Kenapa kalian begitu bersemangat melihatku?"
Kelompok itu menyeka air mata mereka dan mengangguk dengan penuh semangat.
Saat ini, Zhuo Xia baru tersadar dan menatapnya.
Ling juga melihatnya. Mereka berdua dipisahkan oleh lautan manusia. Ling akhirnya tersenyum padanya, "Nona Muda Zhuo."
Su Yuri dan peneliti lainnya yang tahu tentang hubungan mereka berdua, mereka merasa gila melihat adegan ini. Sedangkan Yang Zhiwen dan yang lainnya masih merasa bingung.
"Tuan Muda, Anda akhirnya kembali. Lihat, apa yang terjadi di sini," Su Yuri tanpa malu-malu mengikuti Ling.
Zhuo Xia masih berdiri terpaku saat melihat Ling. Namun, Ling hanya menatapnya dan berpaling ke eksperimen yang dibuat Su Yuri. Kemudian, ia mengetikkan serangkaian angka.
Ling mengamati eksperimen itu dengan sangat serius, sangat berbeda dengan dirinya yang biasanya acuh tak acuh. Ia hanya menundukkan kepalanya dan mengotak-atik tabung reaksi. Bahkan, ia kita menggunakan jas laboratorium, tapi pesonanya tak dapat diabaikan.
Di sisi lain, Su Yuri yang dianggap jenius di dunia medis juga membantunya. Setelah dimarahi oleh Ling karena terlalu 'bodoh', ia pun mulai mengeluh, "Tuan Muda, apakah menurut Anda semua orang di dunia ini memiliki IQ yang sama seperti A Shui?"
Ling setuju dengan ucapannya, "Itu benar. Aku tak bisa terlalu berharap pada orang yang bahkan tidak bisa berurusan dengan Keluarga Su."
Apakah harus menyebutkan masa laluku yang kelam? batin Su Yuri.
Ling memerlukan waktu setengah hari untuk menyelesaikan urusan di laboratorium. Setelah itu, barulah ia kembali melihat Zhuo Xia yang masih belum bergerak.
Zhuo Xia hanya menariknya setelah ia selesai dengan urusan di laboratorium.
*
Cahaya di luar cukup menusuk. Karena laboratorium itu tersembunyi, tidak banyak orang di luar. Ling menatap Zhuo Xia di depannya yang benar-benar sangat kurus, "Saat itu, apakah kau merasa sangat tidak nyaman?"
Ling tidak tahu bagaimana untuk menggambarkan perasaannya. Namun, ia merasa sakit hati untuk Zhuo Xia.
"Ketika itu, aku hanya ingin membalas dendam dan membiarkan Jenderal Chen menguburkan kita bersama. Aku sudah terbiasa, tapi kali ini ...," Zhuo Xia berbalik dan menatap Ling dengan dalam.
"Chen Ling, apa kau tahu, jika kau datang beberapa hari setelah itu, kau benar-benar tidak akan bisa melihatku lagi?" ucap Zhuo Xia.
Ling mengepalkan tangannya. Saat itu, ia tak bisa memikirkan apa pun. Ia hanya berharap Zhuo Xia tetap bisa hidup. Jika memikirkannya sekarang, jantungnya berdegup tak karuan.
Ia tahu Zhuo Xia adalah orang yang seperti itu.
"Saat itu, aku membawa tubuhmu dan mencari Mo Xiayi," Zhuo Xia mengalihkan pandangannya, tetapi genggaman tangannya semakin erat.
"Jangan cemas. Sebelumnya, ia adalah orang yang menyelamatkanmu. Aku tidak akan melakukan apa pun padanya. Tapi, aku hanya ingin melihat ... apa yang ada di pikirannya tentang membunuhmu dua kali," jelas Zhuo Xia.
"Mengapa kau menemuinya?" tanya Ling.
"Untung aku bertemu dengannya. Kalau tidak, aku tidak akan berdiri di sini hari ini," jawab Zhuo Xia dengan hangat.
"Walau aku membencinya untuk sementara waktu, tapi dialah yang mengingatkanku jika kau mungkin masih hidup. Saat aku menemuinya, ia memberitahuku bahwa kau tidak mati di laboratorium saat itu," lanjut Zhuo Xia berbicara.
"Tidak mati?" Ling mengerutkan dahi. Sebenarnya itu masuk akal. Jika tidak, ia tidak akan berada di sini hari ini.
"Ya, dia yang menemukanmu saat bom meledak. Orang tua itu juga berkata bahwa kau memiliki kesempatan untuk bertahan hidup. Karena itu aku memiliki kesempatan untuk menemuimu," jawab Zhuo Xia. Kelihatannya, ia dalam suasana hati yang baik sekarang.
"Bagaimana kau bisa bertemu dengan orang tua itu?" tanya Ling tiba-tiba teringat masalah ini.
"Tidak apa-apa. Yang penting kau kembali sekarang," Zhuo Xia jelas tidak ingin menjelaskan lebih jauh. Mereka pergi ke kediaman Keluarga Zhao.
Ling pun tidak bertanya lagi. Namun, ia tidak bodoh. Setidaknya, informasi itu sudah mengungkap sebagian besar kebenaran.
__ADS_1
*
Mereka tiba di kediaman Keluarga Zhao. Chen Lin dan Chen Qi juga sudah berada di sana. Zhuo Xia hanya memberitahu Chen Lin setelah Ling benar-benar pulih.
Chen Lin dan Chen Qi tidak terlihat terkejut melihat perubahan Ling.
"Kakek, apakah Anda tidak terkejut sama sekali? Jelas hal ini di luar nalar," tanya Liam Yang penasaran dengan ini. Ia berpikir mereka berdua tidak akan mempercayainya.
Bahkan, Ling pun tidak menyangka hal ini.
"Bagaimana mungkin aku tidak mengenal cucuku?" Chen Qi melirik Ling dan tertawa kecil. Jelas, ia terlihat lebih berenergi daripada sebulan sebelumnya.
"Ling, kau adalah anak yang pintar sejak muda. Namun, kau terlihat berubah menjadi orang yang berbeda setelah kau berusia 6 tahun, seolah-olah kau diberi obat pengubah jati diri," jelas Chen Qi.
Ling tercengang mendengar pengakuan Chen Qi. Ia masih ingat jelas saat ia bertanya pada Chen Lin dan Chen Qi apakah mereka terkejut dengan perubahannya. Namun, mereka menjawab tidak terkejut sama sekali.
"Saat itu, aku menemui seorang ahli untuk melihat apa yang terjadi padamu. Ahli itu mengatakan bahwa jiwamu telah meninggalkan tubuhmu dan dua jiwa belum kembali. Sejak saat itu, aku dan Chen Lin secara tidak sadar merawat Luo Wuzhou. Kami berharap kalian berdua bisa memiliki masa depan yang cerah dan hidup dengan damai. Namun, kami tidak menyangka jiwamu akan kembali bangun suatu hari nanti," jelas Chen Qi sambil menghela napas.
Ling benar-benar terkejut mendengar Chen Qi menyebutkan hal ini.
Zhuo Xia membawakan seteko teh. Ketika mendengar Chen Qi menyebutkan ini, ia sedikit mengerutkan kening, "Ahli itu mungkin salah. Bukan dua jiwa, hanya satu."
"Bagaimana kau tahu?" Ling memelototinya.
Zhuo Xia hanya tersenyum dan terus berjalan ke dapur.
*
"Apakah itu sangat tidak nyaman?" Zhuo Xia sedang memasak di dapur. Melihat Ling bersandar di wastafel dengan lesu, ia tak bisa menahan diri untuk tidak bertanya.
Ling memijat pelipisnya dan bersandar pada Zhuo Xia dengan lemah. Ia merasa sedikit tidak enak.
Ia tidak memberitahu Zhuo Xia jika Mo Xiayi telah mengirim dua pesan padanya baru-baru ini.
[Maaf.]
[Semoga kau bahagia selalu.]
Ling menghapus dua pesan itu setelah ia membacanya. Ia tak tahu apa yang dikatakan Zhuo Xia pada Mo Xiayi pada akhirnya. Namun, Ling memilih untuk tidak memaafkan orang yang hampir menghancurkan Kota Bayangan, walaupun orang itu pernah menjadi teman yang paling dia percayai.
Zhuo Xia hampir selesai memasak. Ia mencondongkan tubuhnya ke samping dan melihat Ling yang sedang memainkan ponselnya.
"Tuan Muda Chen, kapan kita akan mendaftarkan pernikahan kita?" tanya Zhuo Xia tersenyum.
Tuan Muda Chen.
Ling membeku sejenak.
Pertama kali ia bertemu dengan Zhuo Xia, ia memanggilnya Tuan Muda Chen.
Saat itu, ia berusia 18 tahun. Ia adalah putra tertua Jenderal Chen di Kota Chen yang tidak suka menggunakan pisau dan senjata. Ling ingat dengan sangat jelas bahwa ia pernah bertemu Zhuo Xia di kapal pesiar. Saat itu, Jenderal Chen meminta bantuan pada Zhuo Xia.
Zhuo Xia baru berusia 16 tahun saat itu. Ia adalah Nona Zhuo yang terkenal. Dibandingkan dengan rekan-rekannya, sikapnya lebih dingin dan ia lebih gigih.
Ling dan Zhuo Xia juga pernah bertarung di kapal pesiar.
Ling dan Zhuo Xia telah memikirkannya berkali-kali. Saat itu, mungkin mereka setuju dengan satu kalimat. Di antara puluhan ribu orang, orang yang mereka temui tidak pernah selangkah lebih cepat atau selangkah lebih lambat, mereka akan selalu bertemu di waktu yang tepat.
"Apa yang kau pikirkan?" tanya Zhuo Xia.
Ling tersenyum lembut, "Terima kasih."
Terima kasih untuk tidak menyerah setelah begitu lama.
__ADS_1