Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Jarang Melihat Ling Begitu Serius


__ADS_3

Di belakang Ling adalah para tetua Keluarga Yu. Sedangkan Yu Zhong juga berada di sampingnya. Ling tersenyum santai, tapi tatapannya terlihat menakutkan. Weiheng merasa, dia bukan Ling yang dia kenal dulu.


"Pemuda ini ... siapa dia?" sebenarnya Nyonya Yu telah menebak identitasnya. Namun, ia agak ragu karena saat itu ia melihat Ling bersama Weiheng.


Yu Zhong tersenyum, "Bukankah kau selalu ingin bertemu Tuan Muda Chen? Dia adalah Tuan Muda Chen."


Nyonya Yu tercengang.


Tapi Weiheng lebih tercengang. Ia menatap Ling, "Ling ... kau?"


Yuan hanya tersenyum, "Coba kau telpon dia dan lihat ponselnya berdering atau tidak."


Nyonya Yu membeku, begitupula dengan wanita-wanita itu.


Yu Zhong merasa ada yang aneh, "Apa ada masalah?"


"Benar sekali. Apa ada masalah?" Ling menepuk bahu Yuan.


Saat ini, Yu Zhong menyadari memang ada masalah. Jantungnya berdegup kencang.


"Ini temanku, Shi Weiheng. Aku dengar di ada di Keluarga Yu, jadi aku datang untuk mengunjunginya. Nyonya Yu, aku tak mengganggu Anda dan Weiheng, kan?" Ling tersenyum.


Nyonya Yu linglung. Ia tak bisa menjawab.


Tetua di belakangnya juga sama bingungnya. Mereka tak berharap Ling mengenal Weiheng. Mengapa mereka tak tahu informasi ini sama sekali saat menyelidiki Weiheng? Tak ada yang tahu dia mengenal Ling!


"Bagaimana bisa Weiheng mengenal Tuan Muda Chen? Kita bisa kerepotan," bisik salah satu tetua.


Yu Zhong mengerutkan kening. Kini ia tahu alasan Ling datang ke keluarga mereka. Tak ada yang menarik di Keluarga Yu. Jelas sekali Ling datang karena Weiheng!


Nyonya Yu melirik Weiheng. Wajahnya terlihat pucat. Jadi ... dia sebenarnya ingin mengusir teman-teman Ling? Berani sekali dia!


"Jadi Weiheng mengenal Tuan Muda Chen? Benar-benar kebetulan. Padahal aku juga mendaftarkan Weiheng dalam pemilihan murid keluarga inti kami besok," jawab Yu Zhong dengan cepat bereaksi.


Yuan memutar matanya. Mereka jelas-jelas ingin mengusir Weiheng dan sekarang mereka bilang ia ikut pemilihan murid inti. Benar-benar penjilat.


"Oh, hanya Weiheng? Ah, kenapa aku tidak melihat Wenhua? Dimana dia, Weiheng?" tanya Ling tersenyum.


Yu Zhong segera menjawab lagi, "Wenhua ... dia sedang mempersiapkan diri untuk pemilihan besok."


Ling hanya mengangguk pada Yu Zhong, "Ternyata Tuan Yu Zhong sangat bijak. Baiklah diskusikan sisanya dengan Manajer Bo. Aku ingin bicara dengan Weiheng."


Yu Zhong dan yang lainnya tak berani mengatakan apa pun lagi dan pergi.


Nyonya Yu mencoba tenang dan berkata dengan lembut, "Tuan Muda Chen, Weiheng, aku akan menyambut tamu lain dulu. Jika Anda memiliki sesuatu, panggil saja aku."


Ling mengangguk dan menyuruhnya pergi.


Nyonya Yu segera pergi dengan keringat dingin.


*

__ADS_1


Ling duduk di kursi.


Weiheng menelan ludahnya dan berkata, "Ling ... kau benar-benar Tuan Muda yang diceritakan para tetua?"


"Duduk dulu," ucap Ling.


"Jika tak ada lagi yang bermarga Chen, berarti itu aku," jawab Ling santai.


"Jadi ... kau benar-benar dari Keluarga Bo di luar negeri? Jenderal Qiu pun sangat takut padamu?" tanya Weiheng lagi setelah ia duduk.


"Jenderal Qiu? Dia bukan takut padaku. Kebetulan saja aku mengenalnya karena dia ingin meminta sesuatu padaku. Bisa dibilang kami ini setengah teman. Dia takut padaku? Itu hanya rumor," jawab Ling menggeleng.


"Jenderal Qiu meminta sesuatu padamu?" Weiheng tertegun.


"Ling, kapan kau, Yuan, dan yang lainnya sampai di luar negeri?" tanya Weiheng. Ia memilih bertanya ini dari sekian banyak pertanyaan yang dia miliki.


"Dua bulan? Hm ... mungkin. Aku tak terlalu ingat," jawab Ling mengerutkan kening.


"Jadi, kau mengenal Jenderal Qiu dalam waktu dua bulan?" Weiheng melotot.


"Tidak masalah, kan?" Ling agak kaget.


Kemudian Weiheng menatap Yuan yang sedang memakan kue. Yuan menjawab, "Baiklah, jangan lihat aku seperti itu. Aku tak tahu banyak. Carilah kami di Akademi Bintang setelah masalahmu dan Keluarga Yu selesai. Su Wen Ai dan Liam juga berada di sana."


"Kalian dari Akademi Bintang?!" Weiheng semakin melotot.


Yuan bingung. Apa ada yang salah dengan ucapannya?


Weiheng menarik napas dalam-dalam dan tak mengatakan apa pun.


Yuan melirik Weiheng dan berpikir, Ini belum apa-apa. Jika kau tahu bagaimana Bo Minghao akan mengejutkan Akademi Bintang, pasti lebih menyenangkan.


Tak lama, mereka keluar dari ruangan.


Long Yan baru saja sadar setelah Ling pergi. Saat itu walkie-talkienya berdering. Itu panggilan dari Yu Na Bi.


Namun, ia tak terlalu mendengar jelas suara Yu Na Bi. Jadi dia berkata, "Nona ... sepertinya Anda dan Tuan Muda Shi tak perlu melarikan diri."


*


Ling tak tinggal lebih lama lagi. Setelah masalah Weiheng dan Wenhua selesai, ia mendapat telepon dari A Shui.


"Kau kembali sekarang?" tanya Weiheng saat melihat eskpresi Ling agak gelisah.


Ling memasukkan ponselnya dan tersenyum, "Orang-orang dari pulau sudah di sini. Aku harus kembali sekarang. Setelah masalahmu selesai, temuilah kami. Ajak juga Wenhua."


Weiheng tahu jika ia tak bisa memaksa Ling. Ia hanya bertanya, "Orang-orang dari pulau? Siapa?"


Weiheng dan Jun Ye Li tak tahu hal ini.


Hanya Yuan yang tahu jika orang-orang itu dari Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya. Mereka bisa melihat kilatan tajam mata Ling.

__ADS_1


Gerakan A Shui sangat cepat. Saat Ling mengirimkan semua rencananya, ia sudah bersiap. Bahkan Ling tak tahu bagaimana A Shui bisa menyembunyikannya dari orang-orang di luar negeri dan membawa semua orang dari Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya.


Ling tak langsung kembali, tapi ia menerima panggilan dari sebuah jet tempur. Setelah menerima panggilan itu, Ling menyuruh seseorang untuk pergi ke suatu tempat di luar negeri.


Suara Ling terdengar lebih serius.


Hal ini membuat Yuan sedikit heran. Ia bisa melihat mata Ling yang tajam, bahkan tanpa sadar cengkramannya mengencang. Yuan jarang melihat Ling begitu serius. Hal ini membuatnya terkejut.


*


Sebuah jet tempur berhenti.


Seseorang keluar dari jet tempur dan membawa Ling masuk. Yuan tak mengikuti Ling, tapi ia bingung. Ia berbalik dan melihat Bo Jie pucat.


"Manajer Bo, ada apa?" tanya Yuan.


Bo Jie menunjuk satu kata di pintu jet tempur itu, "Tuan Muda Qi ... Anda ... tak mengenali satu kata itu?"


Yuan berbalik melihat jet tempur, "Zhuo? Lalu apa yang salah?"


Bo Jie kaget karena Yuan tidak tahu, tapi ia tak menjawab. Ia menarik napas dalam-dalam dan memilih mempercayai Ling. Ia berkata, "Tidak apa-apa. Ayo pergi."


Sebelum pergi, Bo Jie berbalik melihat kata 'Zhuo' itu.


*


Ling mengangkat telepon Zhuo Nan. Saat dia masuk, ia melihat Zhuo Xia sedang bicara dengan seorang pria tua. Ling tak mengganggunya dan duduk di sofa.


Ia melihat ke arah Zhuo Xia.


Karena hanya di rumah, Zhuo Xia menggunakan pakaian biasa. Matanya sangat dingin. Sekilas, ia terlihat berbeda dari yang sebelumnya. Namun, yang paling Ling sadari adalah wajah Zhuo Xia lebih pucat.


Ling memandang Zhuo Kira dan yang lainnya yang tetap diam. Ia bertanya, "Apa yang terjadi?"


"Aku tak terlalu yakin. Zhuo Nan tahu lebih banyak daripada aku. Itu adalah dokter Keluarga Zhuo. Dia adalah ahli ramuan tingkat tinggi. Dialah yang merawat Nona," jawab Zhuo Kira dengan suara cemas.


Ling mengangguk. Tidak sekali dua kali Zhuo Xia seperti ini. Namun, saat Ling memeriksa denyut nadinya, ia tak tahu apa masalahnya. Yang bisa dia lakukan hanyalah memberinya ramuan. Sekarang, sepertinya ia tak bisa menunda lagi.


Saat ini, Zhuo Xia menyadari Ling telah kembali. Ia berdiri, "Tuan Zhuo, Anda bisa kembali dulu."


Ahli ramuan itu tak berani melawan Zhuo Xia. Walau ia ingin mengatakan sesuatu, ia menahannya. Ia mengangguk dan bersiap pergi.


"Kenapa Anda pergi? Bagus ada ahli ramuan di sini. Katakan padaku, apa yang terjadi padanya," ucap Ling menahan Tuan Zhuo.


Tuan Zhuo agak terkejut. Zhuo Xia terkenal tak mudah di dekati. Bahkan Nyonya Tua tak berani macam-macam dengannya. Ia tak menyangka ada seseorang yang berani melawannya.


"Tuan Muda, aku ...," sebelum Tuan Zhuo selesai bicara, Ling kembali menyela.


"Tuan Zhuo, jangan takut. Lihat aku baik-baik dan duduklah," ucap Ling tersenyum pada Tuan Zhuo. Kemudian ia menatap Zhuo Xia lembut.


Zhuo Xia tak berharap Ling kembali sekarang. Ia melirik Ling dan ingin bicara. Saat ia membuka mulut, Ling langsung menyela, "Kenapa? Kau mau protes?"

__ADS_1


__ADS_2