
Saat Jun Ye Li menatap Ling, ia hanya tersenyum. Namun Jun Ye Li tidak mengerti apa maksud senyum ini.
"Tidak! Ayahku sedang menyuruhku untuk memperhatikan orang besar bernama Chen Ling. Aku dengar dia sangat kuat dan bisa meratakan sebuah pulau sendirian."
Mendengar ini, Ling, Liam, Yuan, dan Su Wen Ai menatap Jun Ye Li.
"Apa yang salah? Tuan Chen Ling itu benar-benar kuat! Tapi yang kumaksud disini adalah kau memiliki nama yang sama dengannya," ucap Jun Ye Li saat merasakan tatapan aneh mereka berempat. Dia tak pernah berpikir jika Ling adalah orang yang dimaksud oleh Lin Tian. Lin Tian mengatakan orang itu hanya satu, sedangkan ada 3 orang bersama Ling. Dia juga masih sangat muda, jadi tidak mungkin dia orangnya.
"Walau aku tidak tahu orang itu, tapi aku mengenalmu," ucap Jun Ye Li lagi.
Mendengar semua ucapan Jun Ye Li, mereka berempat menghela napas lega. Mereka lanjut bermain kartu.
"Ling, menurutmu di mana Chen Ling ini?" tanya Jun Ye Li.
"Mungkin saja dia juga sedang bermain kartu ini," jawab Ling tersenyum.
"Kau pikir kau adalah Tuan Chen Ling?" ucap Jun Ye Li.
Ling hanya tersenyum mendengar ini.
*
Ling dan yang lainnya telah tinggal di sini selama beberapa hari. Mereka juga sudah menyelidiki semua kekuatan di luar negeri. Saat ini, tim dari Akademi bintang akan hadir dalam beberapa hari.
Mereka berlima berjalan dan melihat Jun Mingxi dikelilingi sekelompok orang-orang penting. Jun Mingxi mungkin seperti status Ling di keluarga Bo. Dia adalah yang paling kuat. Apalagi ini adalah pertama kalinya seseorang dari kota ini bisa masuk ke Akademi Bintang. Tentu saja dia akan terkenal.
Jun Mingxi juga melihat Jun Ye Li, tapi dia mengabaikannya. Ia merasa Jun Ye Li bukan tandingannya sama sekali. Ia berbicara kepada tetua di sampingnya, "Tetua, apakah ada berita tentang Tuan Chen Ling?"
"Tidak. Beberapa hari ini, tidak ada orang yang datang ke tempat kita dengan nama keluarga Chen," jawab tetua. Ia juga mengabaikan Jun Ye Li karena tahu kekuatan Jun Mingxi.
"Sayang sekali. Andai kita bisa mengenalnya," ucap Jun Mingxi. Ia berpikir seberapa kuat orang yang ditakuti oleh Lin Tian itu.
Tiba-tiba, penjaga di samping Jun Mingxi berkata, "Tuan Muda, aku dengar salah satu dari teman Tuan Muda Jun Ye Li bernama Chen Ling."
Mendengar perkataan penjaga, tetua menanggapi, "Salah satu dari mereka? Aku dengar mereka sangat terkejut saat melihat hewan buas level 3. Bagaimana mungkin mereka bisa dibandingkan dengan Tuan itu? Kau sangat konyol."
Jun Mingxi juga menyeringai, "Kau tahu kan orang seperti apa Tuan itu? Jika kalian berani membandingkannya, kalian harus menanggung konsekuensi saat bertemu dengan Tuan asli nanti."
Di antara mereka tidak ada yang pernah melihat Chen Ling. Menurut perkataan Lin Tian, Chen Ling sangat populer.
Jun Ye Li tak menanggapi perkataan orang di sekitarnya. Ia menjaga perasaan Ling. Jadi, ia hanya tersenyum dan berkata, "Aku akan mengajak kalian berkeliling. Ada banyak hal menakjubkan."
Ling juga ikut tersenyum dan tidak peduli dengan omongan mereka, "Baik, ayo jalan."
"Jun Ye Li, siapa sebenarnya Keluarga Chen?" tanya Ling sambil memasukkan satu tangannya ke saku. Di sisi lain, Liam menemukan banyak bahan obat yang dia butuhkan.
"Keluarga Chen adalah keluarga menengah di pulau golongan 2. Ayahku dulunya adalah murid dari sekte Keluarga Chen. Aku dengar, Keluarga Chen dulunya adalah keluarga luar biasa, tapi entah mengapa tiba-tiba mereka menolak gelar itu. Namun tetap saja tidak ada yang berani mengusik mereka. Lagipula mereka memiliki seorang pewaris dengan darah berwarna biru. Dia berada di Akademi Bintang sekarang," jelas Jun Ye Li.
"Ling, kau terus bertanya padaku tentang Keluarga Chen. Apa kau bagian dari mereka?" tanya Jun Ye Li setelah menjelaskan.
"Apa aku terlihat seperti itu?" tanya Ling sambil tersenyum.
"Tidak. Lagipula kau berasal dari seberang pulau. Kau tidak mungkin berasal dari Keluarga Chen," ucap Jun Ye Li mengangguk.
Liam mengeluarkan uangnya dan membeli banyak ramuan. Kemudian, ia menatap Jun Ye Li, "Aku dengar ada Keluarga Bai dan Han di luar negeri. Tapi kau tak pernah menyebutkannya sebelumnya?"
Mendengar pertanyaan Liam, Jun Ye Li berhenti dan kaget.
"Mengapa?" tanya Liam bingung. Ia hanya ingin tahu tentang keluarga Bai Xiaoqi dan Han Shuangfu.
"Bagaimana kau bisa tahu kedua keluarga ini? Mereka adalah keluarga tertua. Dalam hal sejarah, hanya Keluarga Chen yang bisa dibandingkan dengan mereka. Namun keluarga tersembunyi ini telah digantikan dengan keluarga baru," jawab Jun Ye Li sambil menghela napas.
Ling dan yang lainnya pun hanya diam.
Rombongan mereka kembali berjalan dan pulang ke kediaman Keluarga Jun. Sebelum Jun Ye Li dan yang lainnya bermain kartu, tiba-tiba seorang pelayan menghampiri Jun Ye Li.
"Tuan Muda! Sesuatu terjadi pada kepala keluarga!" ucap pelayan itu panik.
"Apa yang terjadi?!" tanya Jun Ye Li sambil berdiri.
Jun Ye Li segera pergi bersama pelayan itu. Pelayan itu mengatakan jika ada seseorang yang menyakiti Walikota Jun karena iri hati. Selain mereka yang panik, Jun Mingxi dan para tetua juga merasa panik.
"Ayo kita lihat," ucap Ling memimpin jalan.
__ADS_1
*
Di kamar Walikota, seorang ahli ramuan sedang memeriksa.
"Apa ahli ramuan itu bisa menyelamatkan Walikota Jun?" tanya Yuan pada Liam.
Mereka berempat tidak bisa masuk dan hanya mengintip dari jendela. Liam menjawab, "Walikota Jun terkena serangan jantung. Orang yang melakukannya sangat kejam. Ahli ramuan itu juga masih pemula jadi akan susah menyelamatkan Walikota Jun."
Setelah Liam bicara, ahli ramuan itu berdiri dan menggelengkan kepalanya. Tidak peduli bagaimana tetua keluarga menahannya, dia tak ingin tinggal.
Ling dan Liam secara sekilas tahu kondisi Walikota Jun. Saat mereka akan pergi, Jun Ye Li tiba-tiba berlutut pada Jun Mingxi.
"Jun Mingxi, aku tahu salah satu sepupu kita adalah pelayan di Asosiasi Dewa Ramuan. Tolong minta dia untuk menyelamatkan hidup ayahku. Setelah itu aku akan mengabdi padamu," ucap Jun Ye Li. Nadanya terdengar sangat pasrah.
Tidak hanya Jun Mingxi, bahkan Ling dan gengnya juga kaget melihat ini. Mereka tahu bagaimana Jun Ye Li membenci Jun Mingxi.
Namun Jun Mingxi hanya melirik jijik pada Jun Ye Li, "Sepupu, bukannya aku tak mau membantumu. Apa menurutmu mudah untuk meminta ramuan dari Asosiasi Dewa Ramuan? Cari tahu dulu siapa yang disinggung oleh walikota."
Setelah itu, Jun Mingxi pergi.
Jun Ye Li terjatuh ke tanah. Keluarga Jun yang lain hanya saling pandang. Mereka tidak ada yang peduli dengan Jun Ye Li selain kepala pelayan.
Ling pun membuka pintu dan masuk. Ia membantu Jun Ye Li berdiri.
Kemudian Jun Ye Li mengejek dirinya sendiri, "Benar. Mengapa mereka harus peduli dengan ayahku? Bahkan ahli ramuan paling hebat di kota sudah mengatakan ayahku tak bisa diselamatkan. Mengapa aku harus meminta bantuan pada Jun Mingxi? Aku terlalu bodoh."
Ling hanya diam tanpa ekspresi.
Sedangkan di luar, Jun Mingxi sudah mengemasi barang-barangnya. Ia akan kembali ke rumahnya.
*
Jun Ye Li mendatangi kediaman Ling. Matanya terlihat bengkak.
"Ling, kalian berempat harus segera pergi," ucap Jun Ye Li.
"Apa yang terjadi?" tanya Yuan sambil menuangkan secangkir air untuknya.
"Jun Ye Li, jangan seperti ini! Paman Jun pasti bisa diselamatkan," ucap Yuan. Dia melihat ke arah Ling.
Ling menghabiskan secangkir tehnya. Kemudian ia mengeluarkan botol kaca dari sakunya, "Jun Ye Li, aku mendapat botol ini dari ahli ramuan saat pergi ke luar negeri. Berikan ini pada Paman. Bisa jadi ini membantu."
Jun Ye Li menerima botol itu dengan lesu. Ia tersenyum dan berkata, "Terimakasih Ling. Aku akan menyuruh orang untuk menjemput kalian besok pagi."
Setelah itu, dia pergi dengan langkah gontai.
*
Di kamar Walikota Jun.
Tidak ada anggota Keluarga Jun di sini. Hanya ada kepala pelayan dan tetua pertama.
"Jadi, Jun Mingxi benar-benar sudah memutuskan hubungan?" tanya kepala pelayan. Suaranya terdengar agak serak.
"Keluarga Jun sudah diujung tanduk. Kita tak bisa berkata apa pun lagi," jawab Jun Ye Li tanpa ekspresi. Sekarang ia sudah mati rasa.
"Apa yang dilakukan walikota sampai mereka tega melakukan sampai seperti ini?" tanya tetua pertama. Terlihat sekali ia tidak tidur sepanjang malam.
Jun Ye Li hanya diam dan menatap ayahnya. Dia telah melakukan segala cara untuk membangunkan ayahnya. Dia menarik napas dalam-dalam karena merasa bingung.
Saat dia akan pergi, ia teringat ramuan yang diberikan Ling. Dia segera mengeluarkan botol itu dan memberikannya pada ayahnya.
"Tuan Muda, apa yang Anda berikan?" tanya kepala pelayan dan tetua pertama. Wajah mereka penuh harapan.
Jun Ye Li tersenyum pahit, "Ling yang memberikan ramuan itu."
Mendengar ini, harapan di wajah kepala pelayan dan tetua pertama hilang. Mereka pikir itu adalah ramuan hebat yang ia dapat dari suatu tempat. Namun ternyata itu dari orang biasa.
Jadi, tetua pertama memilih pergi tanpa memikirkan tentang ramuan lagi, "Tuan Muda, aku akan menyelesaikan beberapa masalah. Anda tetaplah di sini dan jaga walikota."
Jun Ye Li hanya mengangguk. Namun, mereka tidak menyadari jika wajah pucat walikota berangsur-angsur mulai pulih.
*
__ADS_1
Keesokan harinya, Jun Ye Li membawa tim untuk mengantar Ling dan gengnya. Namun tanpa diduga, bahkan mereka tak berkemas.
"Ling apa yang kalian lakukan?" tanya Jun Ye Li.
Yuan tersenyum, "Jangan khawatir. Meski kami hanya orang biasa, kami tidak akan meninggalkanmu dalam masalah."
Jun Ye Li merasa tersentuh, "Baiklah. Kalian ...."
"Berhenti bicara. Orang dari Akademi Bintang akan datang besok. Ayo kita keluar dan beli sesuatu. Saat dibuka pemilihan, orang dari Akademi Bintang pasti akan memilihmu dan kami juga akan pergi ke Akademi Bintang untuk bermain," ucap Yuan panjang lebar. Ia menarik Jun Ye Li penuh semangat.
*
Setelah mereka kembali, mereka masuk ke kediaman Keluarga Jun. Saat Jun Ye Li baru saja melangkah, tiba-tiba kepala pelayan menghampirinya dengan wajah sumringah, "Tuan Muda! Walikota telah bangun!"
"Apa?!" Jun Ye Li segera berlari ke kamar walikota.
Di sana, walikota sedang duduk dan mendengarkan tetua pertama menjelaskan. Saat ia melihat Jun Ye Li, ia segera bertanya, "Ye Li, apa benar temanmu yang memberikan ramuan itu?"
"Ayah ... maksudnya ... ramuan Ling yang menyembuhkanmu?" tanya Jun Ye Li.
"Benar sekali. Bahkan masih ada sisa energi kultivasi setelah aku meminumnya. Itu pasti ramuan tingkat tinggi," ucap Walikota Jun.
"Bagaimana mungkin? Tapi ... Ling mengatakan jika dia mendapatkannya dari ahli ramuan," jawab Jun Ye Li yang masih bingung.
Walikota Jun juga sempat berpikir seperti itu. Namun ia memilih mengambil sudut pandang lain, "Ye Li, ramuan seperti ini ... setelah ahli ramuan memurnikannya, mereka pasti tidak akan melepaskannya dengan mudah. Jadi bagaimana mungkin itu bisa diambil oleh orang biasa? Ye Li, temanmu sepertinya tidak sederhana."
"Hah?" Jun Ye Li sangat terkejut hingga tak bisa berkata-kata.
"Sengaja atau tidak, temanmu itu telah menyelamatkanku. Aku harus berterimakasih pada mereka. Tanya pada mereka kapan bisa bertemu denganku," ucap Walikota Jun.
Jun Ye Li bingung. Biasanya dia menemui Ling tanpa bertanya lebih dulu. Namun karena itu perintah ayahnya, dia pun segera mendatangi Ling.
Saat ia berjalan, ia dihentikan oleh Yuan, "Ye Li, tak perlu berterimakasih pada kami. Ling sedang menelepon seseorang dan tidak baik untuk mengganggunya. Namun dia memintaku untuk memberitahumu jika itu bukan masalah besar. Karena kau juga telah banyak membantu kami."
Liam melempar sesuatu kepada Yuan. Kemudian Yuan memasukkannya ke tangan Jun Ye Li.
Akhirnya Jun Ye Li tersadar, "Jadi ... benar Ling yang menyelamatkan ayahku?"
Liam dan yang lainnya hanya tersenyum.
*
Keesokan harinya, orang dari Akademi Bintang datang untuk merekrut siswa. Biasanya mereka tidak akan datang ke sini. Namun karena mereka melihat bakat Jun Mingxi, mereka membuat pengecualian.
Banyak yang datang hari ini. Meski mereka tahu hanya Jun Mingxi yang akan lolos, tapi mereka tetap mencoba peruntungan. Bagaimana tidak? Ini adalah akademi dambaan semua orang.
Ling dan gengnya juga datang.
Di sebelah kerumunan, Jun Mingxi melihat Jun Ye Li. Dia mengabaikan Ling dan gengnya. Ia berkata pada Jun Ye Li, "Jun Ye Li, kau masih berani datang ke sini? Kau tak takut kehilangan muka?"
Berita tentang kesembuhan Walikota Jun belum tersebar. Jadi mereka semua sangat meremehkan Jun Ye Li.
Namun Jun Ye Li tak mempedulikannya. Ia memang hanya mencoba peruntungan di sini.
Tak lama, pintu ujian terbuka. Keluarlah orang-orang dari Akademi bintang. Mereka dipimpin oleh prajurit bertubuh tegap. Wajahnya terlihat sangat tegas.
"Karena Tuan Muda Jun kita bisa melihat orang-orang ini," ucap seorang wanita di sebelah Ling.
"Kalian di sini juga untuk mencoba peruntungan, kan?" tanya wanita itu pada Ling.
Ling tersenyum dan menjawab, "Benar sekali. Mungkin saja aku bisa masuk ke Akademi Bintang."
Wanita itu hanya tertawa. Ia juga berpikir seperti itu.
Setelah itu, ia masuk ke ruang ujian. Namun ia juga segera keluar dengan ekspresi marah.
"Bagaimana hasilnya?" tanya Yuan.
Wanita itu menggeleng marah, "Aku tidak lulus dan mereka menyuruhku naik ke level tiga. Apa bedanya level satu dan level tiga?"
Yuan dan Ling hanya diam memandangnya.
Kemudian wanita itu menatap Ling dan gengnya, "Eh, kalian nomor 28? Sudah hampir giliranmu. Cepat bersiap. Jangan takut gagal, aku juga tidak lulus."
__ADS_1