
Siswa kelas tiga memiliki jadwal pelajaran yang cukup padat. Pelajaran yang bisa membuat mereka santai hanya pendidikan jasmani. Yang lain membuat pecah kepala.
Pelajaran pertama pagi ini adalah kimia.
Ling mengambil buku kimia. Ia memasukkan buku lainnya yang tadi dibuat sebagai bantal tidur. Lalu ia duduk santai dan menatap ke depan. Ia memutar pena yang ada di jarinya.
"Ling, game ini baru saja rilis. Ayo kita bermain," ucap Yuan karena ia melihat tatapan bosan Ling.
Ling berhenti memutar penanya. Ia melirik ke arah Yuan. Ia meletakkan pena dan memiringkan kepalanya.
Mereka duduk di dekat jendela. Matahari pagi menyinari wajah Ling menjadi sedikit keemasan. Saat angin berhembus ke rambutnya, wajahnya menjadi semakin tampan.
"Astaga aku tidak bisa bernapas," ucap Yuan terpana saat melihat Ling.
Ling mengeluarkan buku catatan kimianya dari tas. Ia melemparkannya pada Yuan. "Dengarkan guru dan buat catatan. Di bukuku juga," ucap Ling. Nadanya santai tapi terdengar mendominasi. Yuan dengan patuh langsung mengeluarkan buku catatan kimianya. Dia menatap guru di depan dan mendengarkan dengan serius. Sedangkan Ling masih duduk santai di kursinya.
Tahun itu ia lulus dengan gelar sains. Ia kuliah di Universitas Internasional Kota Bayangan, universitas paling menakutkan di dunia.
Pelajaran seperti kimia, fisika, ataupun biologi, sudah terukir di otaknya. Ia bisa mengajar mahasiswa dengan pengetahuannya, apalagi hanya untuk pelajaran sekolah menengah begini. Baginya hanya hal kecil.
Ia mengeluarkan ponselnya dan mengunduh aplikasi perdagangan internasional. Dia kemudian log-in ke akun yang sudah dibuatkan oleh paman Qian.
Ada 100.000 di sana.
Dia sedikit kaget. Kemudian ia berpikir bahwa paman Qianlah uang menyimpan uang itu. Dengan tambahan 100.000 dari Liam, ia memiliki total 200.000 sekarang. Uang itu tidak berjumlah besar, tapi juga tidak kecil untuk pemula.
Ia kemudian mengubah nama akunnya menjadi Ling X. Itu adalah nama akun yang pernah ia buat dulu.
Saham dapat diselesaikan dengan perdagangan panjang dan perdagangan pendek. Perdagangan pendek berarti bisa menyelesaikan pada tanggal saat membeli saham. Namun hanya sedikit yang dapat melakukan perdagangan pendek.
Jika kamu tidak bisa menyimpan saham dalam sepuluh tahun, sebaiknya jangan simpan saham dalam sepuluh menit.
Ling melihat grafik. Sepertinya tidak akan ada yang menjual saham saat ini. Ia mengetukkan jari ke meja. Kemudian dengan tenang ia menjual sahamnya.
Beberapa ribu saham yang ia jual langsung terbeli habis. Kemudian banyak komentar yang memenuhi akunnya.
__ADS_1
[Wow aku membeli saham Gong Company dengan mudah. Apakah orang ini bodoh?]
[Kenaikannya sangat jelas, tapi orang ini malah menjual sahamnya. Dia pasti pemula yang bodoh!]
Ling tersenyum tipis melihat komentar-komentar itu. Dia melihat kenaikan uangnya walau hanya sedikit. Kemudian ia memposting komentar.
[Lebih baik jual saham kalian sekarang. Jangan sampai terjebak besok.] -Ling X.
Setelah itu, semakin banyak komentar yang memasuki akunnya.
[Aku akan memberinya tamparan besok!]
[Apakah kau mencoba menarik perhatian dengan cara bodoh? Terlihat jelas saham ini memiliki potensi tinggi.]
Di kantor, Yuan Ming melihat komentar-komentar yang sedang panas di pasar saham. Ia membaca dengan tatapan dalam. Ada satu akun yang membuat heboh pagi itu.
Bang!
Ia menjatuhkan ponselnya begitu melihat nama akun itu.
*
Mata pelajaran terakhir adalah pendidikan jasmani. Yuan membereskan tasnya seperti bersiap pulang. Ia menatap Ling dengan memohon, "Ling ayo bolos. Aku akan mentraktirmu es krim."
Ling melirik Yuan yang sudah duduk rapi. "Tentu," ia juga membereskan buku-bukunya. Mereka keluar sekolah lewat gerbang belakang.
Menurut ingatannya, Qi Yuan adalah salah satu teman Ling. Ia adalah orang biasa yang polos dan suka bicara sembarangan.
"Di ujung jalan ini akan ada kedai es krim yang sangat terkenal. Walau dia berada di tempat terpencil, tapi rasanya jangan diragukan," ucap Yuan menjelaskan sambil memimpin jalan di sebuah gang kecil.
"Aku yakin kau pasti ketagihan karena ...," ucapan Yuan terhenti.
Ling dengan malas mengangkat kepalanya. Ia melihat beberapa pemuda bertato, dengan rokok di tangannya sedang menghadang mereka. Rambut mereka berwarna-warni, celananya terlihat seperti sengaja dirobek di bagian paha. Mereka tampak seperti penjahat.
Saat melihat Yuan, mereka berkata, "Hey! Kau harus membayar jika ingin melewati jalan ini!"
__ADS_1
Yuan diam-diam mendorong Ling ke belakang. Ia mencoba bicara dengan berani. "Berapa banyak yang kau butuhkan? Aku akan memberikannya."
Ia mengeluarkan beberapa uangnya. Sepertinya ia sudah biasa diperas.
Ling hanya melihat punggung Yuan yang bergetar dari belakang. Biasanya ia bisa memecahkan masalahnya sendiri. Namun ini pertama kalinya ia melihat ada orang yang berdiri di depan untuk melindunginya. Ia tersenyum tipis. Kemudian Ling maju dan mengambil uang Yuan.
Disaat bersamaan, ada orang yang tertawa hangat dari arah belakang. "Tuan Muda Chen, apakah kau butuh bantuan?"
Ling menoleh ke belakang. Ia melihat wanita dengan tubuh ramping berdiri di depan mobil tak jauh dari mereka. Wanita itu memegang ponsel.
Setelah melihat Ling menatapnya, ia melengkungkan bibir, tersenyum tipis. Itu adalah Yu Bin.
Setelah Ling melihatnya sebentar, ia kemudian mengalihkan pandangannya. Ia kembali menatap para pemuda yang ada di depannya.
"Apakah kau bodoh? Apa kau tidak mengenaliku?" tanya Sheng Man meremehkan. Ia menatap wajah Ling dengan detail.
"Oho! Bukankah kau yang mendapat banyak hadiah di arena pelatihan? Kalau kau memberikanku semua hadiah itu maka aku akan melepaskan kalian. Kau sadar kan Kota Urban sedang tidak aman sekarang? Jangan sampai kalian menjadi salah satu mayat yang tergeletak di jalan," nada suaranya semakin meremehkan.
Wajah Yuan memucat. Ia segera berkata, "Kak Sheng Man, temanku hanya bercanda. Ling cepat minta maaf."
Yuan melihat Ling masih diam di sebelahnya. Yuan tiba-tiba berteriak, "Hati-hati!"
Anak buah Sheng Man mengambil pisau dan menerkam Ling. Ia mengapit leher Ling dengan pisau di tangannya.
"Pria ini sungguh berani! Ia keras kepala sekali!" Yu Bin segera mematikan ponselnya. Jantungnya berdegup cepat. Ia segera mendekati mereka. Bahkan jika ia tidak kenal Ling sekalipun, ia akan melakukan hal yang sama. Ini adalah tindakan kemanusiaan.
"Tidak perlu," belum genap langkahnya, suara seseorang menghentikannya. Ia menoleh ke belakang.
"Xia?" tanyanya terlihat bingung.
"Kau istirahat di mobil saja," lanjutnya.
Zhuo Xia mengabaikan perkataan Yu Bin. Ia menoleh ke arah Ling. Tatapan matanya dalam. Wajah anggunnya terpampang jelas di bawah sinar matahari. Rambut panjangnya diikat seperti ekor kuda, terjuntai ke bawah dengan sangat indah.
Masih menatap Ling, ia berkata dengan suara serius, "Postur tubuhnya menunjukkan segalanya. Ia dalam keadaan menguntungkan jika menyerang dari sudut manapun. Bukankah ia sekarang sudah berubah menjadi jenius?"
__ADS_1