
"Ah, sayang sekali," Ling menatap cangkir teh susu yang telah hancur.
Han Shuangfu baru saja bicara dengan Ling. Melihat ia bergerak begitu cepat, ia sangat terkejut. Ini juga pertama kalinya ia melihat Ling beraksi. Selama ini, ia pikir Ling lemah dan hanya Liam atau Su Wen Ai yang memiliki kekuatan.
Meski ia dan Bai Xiaoqi sudah pernah menebak identitas Ling, tetap saja ia terkejut dengan hal ini. Namun, Han Shuangfu dengan cepat menyembunyikan keterkejutannya, "Kakak Ipar, bukankah kau tak peduli padanya?"
Ling mengangkat bahu, "Yah, tidak sengaja."
Tetua masih tercengang melihat adegan ini.
"Penjarakan dia," ucap Zhuo Xia.
Saat itu, tetua baru saja tersadar. Namun, ia tak bisa mengalihkan pikirannya saat melihat sedotan di tangan pria itu. Selama ini ia berpikir Ling hanyalah anak muda yang sombong. Ia selalu berpikir Ling adalah katak dalam tempurung.
Kini dia menyadari, dialah yang seperti itu.
Bahkan ia dengan sombong memperingatkan Ling. Jika mengingat itu, ia ingin menertawakan dirinya.
Tetua pun tak tahan berada di sini lebih lama lagi. Ia pergi ke penjara dan membawa pria berbaju hitam itu.
*
Di lantai atas.
Sebenarnya Han Shuangfu ingin memberitahu Ling tentang Mei Mengyi. Sebelumnya, Mei Mengyi menemui Keluarga Han diam-diam. Dengan dukungan Mei Mengyi, tekanan dari Asosiasi Dewa Ramuan tak akan begitu terasa untuk keluarganya.
Ini juga alasan Han Shuangfu mencari Ling. Ia takut Ling akan mengalami masalah karena ia baru saja datang ke sini. Tentu saja akan banyak yang tidak suka padanya. Contoh nyatanya adalah tetua. Selain itu ada juga Nyonya Tua yang selama ini mengganggu kehidupan Zhuo Xia.
Jadi, Han Shuangfu dan Bai Xiaoqi mendiskusikan ini. Mereka ingin membantunya.
Namun, kejadian tak terduga ini terjadi. Jika Ling benar-Benar kuat, ia tak perlu mengatakan ini. Itu hanya akan mempermalukan dirinya sendiri. Jadi ia hanya duduk di sofa sambil menikmati anggurnya.
Begitu pula dengan Zhuo Ai dan dua lainnya.
"Nona Han, Anda mengenal Tuan Muda Chen. Apa dia benar-benar berasal dari Kota Bayangan?" tanya Zhuo Ai dengan suara pelan.
"Benar," jawab Han Shuangfu. Ia tak pernah menyelidiki Ling karena ia adalah kakak iparnya. Memikirkan ini, Han Shuangfu mengirim pesan pada Ketua Dai.
Saat Han Shuangfu tenggelam dalam pikirannya, Ketua Dai membalas pesan.
[Seseorang di level 8 berani menyinggungnya? Dia pasti gila!]
Sepertinya Ketua Dai tak terkejut sama sekali.
"Sudahlah jangan dipikirkan lagi. Bukankah bagus jika Tuan Muda Chen kuat? Kalau begitu aku akan menemuinya. Oh, Zhuo Nan, ingatkan Nona Muda acara judi batu akan dilaksanakan besok pukul 9. Jangan sampai dia lupa," ucap Zhuo Ai.
Zhuo Nan mengangguk, tapi Han Shuangfu terkejut, "Kakak Xia benar-benar akan datang ke acara seperti itu?"
Ia juga tahu Zhuo Xia selalu serius, tak pernah mengikuti acara seperti ini.
"Itu karena Tuan Muda Chen ingin mencarikan batu terbaik untuk Nona Muda," jawab Zhuo Kira.
"Ah, Nona Han, apa Tuan Muda Chen bisa berjudi?" tanya Zhuo Kira teringat masalah ini.
"Aku tidak tahu, tapi menurutku sih tidak. Karena Kota Bayangan berbeda dengan tempat kita," jawab Han Shuangfu.
Zhuo Ai kecewa mendengar ini. Kini ia harus bekerja lebih keras lagi untuk mengajari Ling.
__ADS_1
Saat ini, Han Shuangfu menerima panggilan dari Bai Xiaoqi, "Kau tak perlu ke sini sekarang. Datanglah besok ke acara judi batu Keluarga Cheng. Kakak Xia dan Kakak Ipar juga akan ada di sana. Kakak Ipar akan ikut berjudi."
Bai Xiaoqi terkejut sesaat, tapi setelah itu ia memakluminya.
"Tapi, jangan kaget dengan sisi lain Kakak Ipar. Jangan meremehkannya lagi," lanjut Han Shuangfu.
"Apa aku berani? Dia sudah cukup membuatku pingsan dengan sebotol ramuan tingkat tinggi," Bai Xiaoqi tersenyum pahit.
"Ini bukan tentang ramuan lagi, tapi kekuatan," jawab Han Shuangfu.
Kekuatan? Ling berada di Akademi Bintang. Karena Bai Xiaoqi juga sekolah di sana, ia menganggap kekuatan Ling biasa saja. Jadi, ia menganggap semua ucapan Han Shuangfu hanya bercanda.
Bai Xiaoqi berjalan ke aula utama dengan ponsel di tangan. Di sana, Nyonya dan Tuan Bai sedang mengobrol dengan Chen Kai.
"Kai, Keluarga Chen sangat beruntung. Aku dengar Kepala Keluarga Chen berhubungan dekat dengan Keluarga Gao. Kali ini kalian pasti bisa memiliki senjata itu," ucap Tuan Bai.
Bai Chengsi tahu Chen Kai tak ingin membahas ini, karena ini berhubungan dengan Ling. Ia pun segera mengubah topik, "Aku dengar Cheng Rui yang akan menjadi perwakilan Keluarga Cheng besok."
"Cheng Rui? Aku dengar dia juga ahli judi batu. Katanya akan ada batu level sepuluh tahun ini. Tak heran ia turun tangan," jawab Bai Xiaoqi.
"Memangnya kenapa? Cheng Rui tetap tak akan bisa mengalahkan Chen Kai," ucap Bai Chengsi membela.
"Benar. Ia memenangkan acara itu dua tahun berturut-turut dan menjadi raja judi. Seharusnya ia bisa menang juga tahun ini," ucap Tuan Bai setuju.
Chen Kai menunduk. Ia menyembunyikan senyum sombongnya. Memang tak ada yang bisa dibandingkan dengannya dalam hal judi batu.
*
Di malam sebelum acara judi batu di mulai, semua orang gelisah. Ini bukan hanya tentang judi batu, tapi besok juga pengumuman keluarga mana yang dipilih Gao Feng yang bisa mendapat senjata.
Saat makan malam, Zhuo Kira dan yang lainnya bergiliran untuk menghibur Ling dan menyuruhnya agar tak bersedih apa pun yang akan terjadi besok.
"Aku percaya padamu," jawab Zhuo Xia.
"Tenang saja, aku tak akan mengecewakanmu," ucap Ling tersenyum puas.
Mereka bertiga saling pandang. Sepertinya memang ada masalah dengan Zhuo Xia.
Saat tengah malam tiba, Zhuo Ai menemui Ling. Ia berpikir sepertinya Ling akan membaca buku semalaman. Tapi ia salah.
"Tuan Muda, apa yang Anda lakukan?" tanya Zhuo Ai.
"Tidak ada. Hanya main-main," jawab Ling sambil mengetik di keyboard laptopnya.
Zhuo Ai melihat laptop Ling. Ada gambar 3 dimensi yang tidak ia mengerti. Namun ... mengapa terlihat seperti senjata yang dipakai Han Shuangfu tadi pagi?
Zhuo Ai menggelengkan kepalanya. Ia berpikir Ling tak mungkin tahu tentang hal itu.
Ia tak memikirkannya lagi.
*
Akhirnya esok hari pun tiba.
Acara judi batu yang ditunggu-tunggu semua orang kini dimulai. Acara itu bertempat di markas khusus yang disiapkan oleh Keluarga Cheng. Untuk bisa masuk, harus menunjukkan kartu nama dan undangan.
*
__ADS_1
Ruang belajar Cheng Rui.
Ia mengambil flashdisk berisi informasi tentang Ling. Ia segera melihatnya menggunakan komputer. Awalnya ia biasa saja, tapi makin lama, keterkejutan terlihat jelas di wajahnya.
Cheng Rui mematikan komputer dan berkata, "Cari Chen Ling."
*
Ling dan yang lainnya keluar dari mobil. Saat ini Ling melihat di sini begitu ramai. Ia bertanya pada Zhuo Ai, "Apa semua orang luar negeri datang ke sini?"
"Benar," jawab Zhuo Ai.
"Bukannya akan memalukan jika aku tak bisa mendapat batu yang bagus?" Ling menghela napas. Ia takut liontin gioknya tak bekerja jadi ia terus membolak-balikkan buku judi batu. Namun, ia sadar jika ilmu judi batu tak bisa didapat hanya dengan membaca, tapi dipraktikkan. Karena itu, banyak ahli batu yang sudah tua. Jadi saat Chen Kai yang masih muda muncul sebagai ahli batu, banyak orang yang memujinya.
Ling terus menghela napas. Akhirnya ia paham mengapa Han Shuangfu dan yang lainnya terus menghiburnya.
"Tuan Muda, Anda tak harus berpartisipasi. Kita bisa menonton saja," ucap Zhuo Ai.
"Tidak. Aku sudah berjanji pada Xia," jawab Ling. Ia menyentuh liontin giok di lehernya.
Karena Ling bersikeras, mereka tak bisa melakukan apa pun.
Mereka tiba di depan pintu. Zhuo Xia segera menunjukkan undangannya. Melihat ini, penjaga langsung bersikap hormat, "Nona Zhuo, silahkan masuk."
"Nona Zhuo, Tuan Tua kami tahu jika Nona ada di sini. Ia ingin membahas sesuatu dengan Anda," ucap kepala pelayan Keluarga Cheng dengan hormat.
Zhuo Xia melirik Ling untuk menanyakan pendapatnya.
Kepala pelayan agak kaget. Namun, ia merasa tidak asing dengan Ling.
"Pergilah. Aku akan berkeliling saja," ucap Ling sambil tersenyum.
"Baik, aku akan segera kembali," ucap Zhuo Xia. Ia mengikuti kepala pelayan dan pergi ke halaman belakang.
"Kakak Ipar, aku akan menemanimu berkeliling. Aku pernah datang ke sini jadi aku sedikit tahu tempat ini," ucap Han Shuangfu. Namun yang sebenarnya, ia takut seseorang akan bermasalah dengan Ling.
Sementara itu Keluarga Bai tiba.
Bai Chengsi mengikuti di samping Bai Xiaoqi, "Kak, aku tak menyangka kau benar-benar datang."
"Aku hanya ingin menemui seseorang," jawab Bai Xiaoqi lembut.
"Baiklah. Aku akan menemani Chen Kai memilih batu," ucap Bai Chengsi. Ia tak bertanya siapa yang dicari kakaknya.
Namun, sebelum Bai Chengsi sempat pergi, ia melihat sekelompok orang. Mereka dipimpin Ling dan Han Shuangfu. Dua orang itu mengobrol dan tertawa terlihat sangat akrab.
Bai Chengsi berhenti.
Chen Kai juga melihat ke arah yang sama. Saat melihat Ling, ia mengernyit.
Teman Chen Kai tahu ia tak menyukai Ling. Ia berkata, "Kai, apa orang seperti Chen Ling adalah seleranya Nona Han? Ia benar-benar dekat dengan orang seperti itu?"
Tanpa dia sadari, wajah Bai Xiaoqi dingin saat ia selesai bicara. Hanya Bai Chengsi yang tahu kakaknya kenal dengan Ling.
Namun, saat melihat tatapan Bai Xiaoqi kepada Ling, teman Chen Kai berpikir ia menyukai Ling. Jadi ia menjelaskan dengan semangat, "Nona, sepertinya Anda belum tahu. Chen Ling itu murid baru di Akademi Bintang dan berasal dari keluarga cabang Keluarga Chen. Sayangnya dia lemah, tapi sangat sombong. Bahkan ia berani berurusan dengan Keluarga Zhuo dari Asosiasi Dewa Ramuan. Dia juga menemui tim penegak hukum dan akhirnya dialah yang dikurung. Untungnya dia berhasil menjilat Keluarga Gao jadi ia masih bisa selamat. Jika tidak ia tak bisa keluar hidup-hidup sekarang. Yah sebenarnya ini masalah wajar karena ia berasal dari seberang pulau. Tentu saja level kita berbeda dengannya."
Ia terus bicara tanpa menyadari ekspresi tajam Bai Xiaoqi.
__ADS_1
Setelah ia selesai bicara, ia menyadari keadaan hening. Tak ada yang mendukungnya, begitu pula dengan Bai Chengsi. Pemuda itu terkejut.
Namun, sebelum ia bicara lagi, suara dingin terdengar tak jauh dari sana, "Keluarga Zhuo?"