
Bo Xue Ning datang karena Mei Mengyi. Saat ini, Mei Mengyi tidak sempat menemui Ling karena pekerjaannya.
"Mei Mengyi membutuhkan desain senjata dan bom modifikasi itu. Orang-orang tahu jika Mei Mengyi memiliki Raja senjata api di belakangnya, tapi mereka tidak tahu jika orang itu adalah kau," ucap Bo Xue Ning. Ia melihat Zhuo Xia turun dan menatapnya tidak bersahabat.
"Baik, aku akan mencetak desainnya. Kau bisa pergi dulu," jawab Ling.
Bo Xue Ning segera turun setelah mendapatkan jawaban Ling. Di bawah, ia bertemu dengan Zhuo Kira dan yang lainnya. Namun, ia hanya tersenyum dan tidak mengatakan apa-apa.
Ling juga turun setelah mencetak desain itu.
"Tuan Muda Chen. Apa itu?" tanya tetua Zhuo sekaligus menyapa.
Ling memberikan desain itu pada Bo Xue Ning. Ia menjawab, "Aku belajar menggambar di Kota Urban. Ini adalah gambar terbaruku."
"Begitu. Apa yang Anda gambar?" tanya tetua lagi.
"Hanya desain mainan sederhana untuk Chester," ucap Ling dengan tenang.
Bo Xue Ning tak bisa menahan tawa.
"Apa yang anda tertawakan?" tanya Zhuo Kira.
Bo Xue Ning hanya menggeleng dan mengambil desain itu. Jika mereka tahu itu adalah gambar yang dibuat oleh raja senjata api, mereka pasti tak akan setenang ini.
Zhuo Ai melihat desain itu. Namun, setelah melihatnya beberapa lama, ia tetap tidak mengerti. Sebenarnya itu bukan salahnya, karena hanya Ling dan Mei Mengyi yang mengerti gambar itu.
Jika ada orang lain, mungkin itu Zhuo Xia.
Memikirkan ini, Ling tiba-tiba teringat ucapan Zhuo Xia di Kota Bayangan, jika bom besar 1 adalah buatan mereka.
Bo Xue Ning pergi setelah mengambil desain itu.
Setelah Bo Xue Ning pergi, tetua Zhuo melanjutkan percakapan mereka sambil makan.
"Nona, Wu Shao pasti memiliki motif tersembunyi. Jika tidak, tidak mungkin dia kembali ke sini. Dan X itu entah muncul dari mana," ucap tetua Zhuo.
__ADS_1
"Aku telah menyuruh orang untuk menyelidikinya. X itu adalah orang yang sangat terkenal di Kota Bayangan," jawab Zhuo Nan.
"Nona, Anda telah tinggal di Kota Bayangan selama lebih dari 10 tahun. Apakah Anda mengenal orang itu?" tanya Zhuo Nan.
"Tak perlu menyelidiki orang itu. Awasi saja pergerakan Wu Shao," jawab Zhuo Xia.
"Tapi, kita tidak tahu orang itu berada di pihak siapa. Jika Wu Shao bisa mengikatnya ...," Zhuo Nan tak mengerti dengan pemikiran Zhuo Xia.
Zhuo Xia menyelanya sebelum selesai bicara, "Aku bilang tidak perlu."
Setelah itu, Zhuo Xia naik ke atas.
Zhuo Ai menatap tetua, "Tetua, bukankah kita sudah bekerjasama dengan Nona Mei? Mengapa Anda masih menyelidiki orang itu? Dia berasal dari Kota Bayangan, kan?"
Tetua menggeleng, "Kalian tidak tahu betapa mengerikannya orang ini."
Ini pertama kalinya Ling mendengar tetua Zhuo serius. Mau tak mau ia mendengarkan percakapan mereka.
"Saat ini Wu Shao mulai muncul ke permukaan. Saat usia Nona baru 10 tahun, saat itu ada 30 jenius lainnya memasuki pulau pelatihan, termasuk Nona Bai, Nona Zhuo Shiaonian, dan yang lainnya. Namun, pelatihan itu berubah menjadi bencana. Tiga puluh jenius itu hampir tidak bisa keluar," jelas tetua Zhuo.
Mereka menahan napas menunggu tetua Zhuo melanjutkan.
"Siapa?" tanya Zhuo Kira.
"Sebenarnya ada 20 orang, tapi satu orang itu tidak tahu ke mana. Saat 19 orang itu meninggalkan pulau, pulau itu meledak. Kekuatan ledakannya mirip dengan ledakan Bom Besar 1 Nona Mei. Jadi, aku curiga jika orang yang muncul itu adalah orang yang sama seperti yang ada di pulau. Tak semua orang bisa membuat bom dengan ledakan seperti itu. Dan sembilan belas orang itu kebanyakan sudah menjadi kepala keluarga ataupun orang-orang besar lainnya. Ataupun mereka malah mundur dan tidak ingin menonjol di luar negeri. Menurutmu, siapa yang akan didengar oleh 19 orang itu jika 1 orang ini masih hidup?" tetua kembali menjelaskan.
Yuan dan yang lainnya saling memandang.
Liam menarik napas dalam-dalam, "Aku benar-benar ingin tahu siapa orang itu."
Liam memikirkan Ling. Namun, ia tahu betul saat usia Ling 10 tahun, ia sudah tergila-gila pada Lu Yan. Walau ia tidak yakin, tapi ia juga memikirkannya.
"Aku juga. Saat itu, kami menyuruh 19 orang yang berhasil keluar untuk menggambar wajah satu orang itu, tapi tidak ada yang mau menggambar wajahnya, termasuk Nona," ucap tetua.
"Mengapa? Apa mereka tidak pandai menggambar?" tanya Zhuo Nan.
__ADS_1
"Bukan. Sepertinya ada sesuatu yang terjadi di pulau itu, tapi 19 orang ini tak pernah mengungkit lagi masalah pulau itu," jawab tetua Zhuo.
Ling mengerutkan kening. Sebenarnya ia juga agak penasaran. Jadi, ia berdiri dan melihat ke arah komputer.
Yuan juga penasaran karena melihat reaksi Ling. Ketika ia membungkuk melihat komputer itu, ia membeku.
"Ada apa?" tanya Zhuo Ai.
Yuan tersadar, "Kau bilang kau menyelidiki orang itu?"
"Benar. Mengapa?" tanya Zhuo Ai.
Yuan melirik Ling. Saat ini, Ling sudah memainkan game di ponselnya. Yuan berkata, "Mengapa kalian repot-repot menyelidikinya? Mungkin saja orang yang sedang kalian selidiki sedang bermain game saat ini."
Liam juga melirik. Ia melihat kata Ling X di komputer itu.
Ia membeku.
"Mengapa kau masih berdiri di sana? Bai Xiaoqi mencarimu," ucap Ling.
Liam segera tersadar dan memeriksa ponselnya.
Tetua Zhuo dan yang lainnya masih memikirkan 19 orang itu. Jadi ia tak menyadari perubahan diantara Yuan dan Liam. Namun, meskipun mereka menyadari mereka tidak akan berpikir terlalu jauh.
*
Di Keluarga Han.
Saat ini, Keluarga Han mengalami guncangan sama seperti Keluarga Bai. Namun, para tetua terlihat santai. Malahan para pemuda pemudi yang terlihat kacau.
Jadi, saat ini Han Sese ingin bertemu dengan Zhuo Shiaonian. Sekarang, ia dan ayahnya bergegas ke ruang kerja.
Han Shuangfu baru saja menyelesaikan misinya. Ia ingin bergegas ke ruang kerjanya. Namun, sebelum dia sampai, ia mendengar suara yang tidak asing.
"Han Sese, aku memberitahu Nona Muda Han untuk memberi komisi 40% kepada Asosiasi Dewa Ramuan. Jika tidak, kami tidak mau membuat ramuan untuk keluarga Anda," ucap Zhuo Shiaonian.
__ADS_1
Han Sese menjawab, "Ayah, mari kita setujui hal ini. Nona Zhuo Shiaonian adalah murid Tuan Shangxuan. Kapan lagi kita memiliki kesempatan seperti ini?"
Saat ia bicara, pintu dibuka. Saat itu, suara santai Han Shuangfu terdengar, "Ayah, apa yang kalian bicarakan? Banyak orang yang mengikuti kompetisi perekrutan murid Tuan Shangxuan. Bagaimana jika ada batu loncatan yang tiba-tiba muncul?"