
Saat malam, Tuan Bai membuat aturan untuk mematikan internet agar tak mengganggu Nyonya Bai. Jadi, saat ini Bai Chengsi tak dapat mengakses internet. Ia pun memilih menelepon Song Yi.
Mendengar pertanyaan Bai Chengsi, Song Yi bertanya dengan lembut, "Nona, Anda benar-benar tidak tahu?"
"Tahu apa?" tanya Bai Chengsi lagi.
Song Yi tersenyum pahit, "Anda tak perlu menyelamatkan Chen Ling. Anda belum mendengar tentang jamuan hari ini?"
"Aku tahu jamuan itu. Apa terjadi sesuatu?" tanya Bai Chengsi masih tidak mengerti.
Song Yi pun mulai menjelaskan, "Dalam jamuan tadi, orang besar yang diundang ternyata mengenal Chen Ling! Selain itu, ia juga tidak datang ke jamuan. Jadi, ia pasti masih baik-baik saja."
Bai Chengsi menutup panggilan. Ling mengenal orang besar itu? Orang dari Kota Bayangan? Mengapa ia tak pernah mengetahui ini? Ling memang selalu membuat kejutan.
*
Begitu pula dengan Chen Kai. Ia tak tahu apa yang terjadi hari ini. Ia sedang duduk di taman rumahnya sambil membaca buku.
Saat ini, Bai Chengsi menemuinya.
"Mengapa ekspresimu kusut sekali?" tanya Chen Kai.
Bai Chengsi tersadar, "Ah, ayahku sedang ada di dekat sini. Aku tak menduga ternyata kau di rumah."
"Kalian akan menemui Ahli Bom Mei itu, kan? Jangan berharap banyak. Aku sudah mengirim orang, tapi dia mengabaikanku," jawab Chen Kai.
"Kai, apa kau tahu sesuatu tentang Chen Ling?" tanya Bai Chengsi.
"Mengapa? Apa dia berbuat onar lagi? Aku sudah menyuruhnya untuk tinggal di kediaman Keluarga Chen, tapi dia sama sekali tak menghargainya. Sudahlah, jangan bela dia lagi di masa depan. Biar saja dia mati karena tak dapat bertahan di luar negeri. Dia benar-benar tak tahu diuntung," jawab Chen Kai dingin.
"Kai, mungkin kau juga tidak tahu, tapi Chen Ling itu mengenal Ahli Bom Mei," ucap Bai Chengsi lagi.
"Apa?" Chen Kai menutup bukunya.
"Jika dia mengenal Ahli Bom Mei, mengapa ia bisa berada di kondisi seperti ini?" tanya Chen Kai lagi. Padahal ia sudah menyelidiki Ling berkali-kali, tapi yang ia tahu Ling hanya orang biasa. Mengapa tiba-tiba Mei Mengyi mengenalnya? Ia tak mau mempercayai hal ini.
Seseorang menyuruh Bai Chengsi keluar. Sebelum itu, ia berbicara lagi dengan Chen Kai, kemudian pergi.
Sedangkan ekspresi Chen Kai tetap datar.
__ADS_1
Nyonya Chen yang melihat ini meminta penjelasan pada pelayan. Setelah mendengar ceritanya, ia berkata dengan panik pada Chen Kai, "Dia mengenal orang besar? Apa yang harus kita lakukan sekarang? Ayah dan tetuamu juga selalu peduli padanya. Jika dia benar-benar kembali ke Keluarga Chen, bagaimana dengan posisimu?"
Chen Kai memang memikirkan hal ini, tapi ia tak sepanik ibunya. Ia sudah mengambil keputusan yang salah dengan membela Asosiasi Dewa Ramuan. Sekarang ia harus membalikkan keadaan.
Chen Kai berkata, "Sepertinya Chen Ling ini memang tidak bisa dijadikan lawan. Ibu, cari barang berharga dan suruh orang memberikannya padanya."
"Apa dia akan menerimanya? Sebelumnya kita selalu berbuat buruk padanya," ucap Nyonya Chen khawatir.
Chen Kai tersenyum, "Ia berasal dari Kota Urban. Ia pasti tidak pernah melihat barang-barang luar biasa. Jika kita memberikannya barang itu, ia pasti akan menerimanya dengan senang hati."
Melihat Chen Kai yang tenang, Nyonya Chen pun ikut tenang. Ia segera berpikir akan memberikan barang apa pada Ling.
*
Bai Chengsi dan Tuan Bai pergi menemui Mei Mengyi.
Saat ini, Mei Mengyi berada di ruang tunggu paling mewah. Saat mereka tiba, Kepala Keluarga Song baru saja keluar.
"Tuan Bai, Anda ingin menemui Nona Mei juga?" tanya Tuan Song.
"Yap. Aku baru sempat mengunjunginya hari ini. Anda telah menemuinya, kan? Bagaimana hasilnya?" tanya Tuan Bai.
Tuan Song menghela napas dan menggeleng, "Tuan Bai, pertimbangkan dulu sebelum masuk. Nona Mei ini sangat keras kepala. Sudah banyak orang yang ingin menemuinya sejak pagi, tapi tak satu pun diterimanya."
Tuan Bai menjawab, "Yah, memang sedikit merepotkan. Kalau begitu, kedatanganku hari ini sepertinya akan sia-sia."
Meski tahu begitu, Tuan Bai tetap mencoba. Ia masuk dan menemui penjaga bertubuh tegap, berbaju hitam. Mereka memegang senjata panjang. Tuan Bai berpikir, itu adalah senjata yang menakutkan itu.
Ia segera memberitahu tujuannya.
Sedangkan kepala keluarga lain belum bubar. Mereka ingin melihat akankah Tuan Bai diterima Mei Mengyi atau tidak.
"Apakah Nona Mei akan menerimanya?" tanya salah satu orang.
Yang lainnya juga tidak berharap. Bahkan Jenderal Qiu saja ditolak olehnya.
Namun, setelah penjaga itu keluar, sikapnya menjadi lebih hormat. Ia bahkan sedikit membungkuk, "Tuan Bai, Nona Mei meminta Anda masuk."
Tuan Bai membelalak. Namun sedetik kemudian, ia masuk dengan senang hati dan menyuruh Bai Chengsi menunggu di luar.
__ADS_1
Sedangkan Tuan Song dan yang lainnya sangat terkejut, "Tuan Bai benar-benar diizinkan masuk? Bukankah Nona Mei mengatakan jika dia sedang tidak sehat? Ah, memang menguntungkan menjadi kuat. Sepertinya Nona Mei ini tak berani menyinggungnya."
Yang lain menerka begitu, tapi tidak dengan Bai Chengsi. Ia memikirkan hal konyol. Menurut berita, Mei Mengyi mengenal Ling. Dan ... Ling mengenal kakaknya, bahkan berhubungan baik.
Ia merasa sudah gila karena berpikir seperti itu.
*
Akademi Bintang.
Saat ini, Jun Ye Li sudah semakin membaik. Ia berjalan-jalan dengan Ling di akademi. Namun, beberapa murid menghindari mereka saat melihat Ling. Ini karena berita tentang jamuan itu sudah tersebar.
Saat ia akan berbicara, Ling menariknya ke belakang. Jun Ye Li tak tahu apa yang terjadi. Ia mengintip ke depan dan melihat seorang pria muncul di depan mereka.
Matanya melebar dan dia mundur selangkah.
Itu adalah Zhuo Hu.
Ketika melihatnya, suhu di sekitar mereka turun. Ling menatapnya dingin.
"Chen Ling, apa yang harus kulakukan agar kau melepaskanku?" tanya Zhuo Hu terus terang.
"Kau menyentuh temanku, dan kau masih ingin hidup tenang?" tanya Ling balik. Ia tersenyum dingin, tapi matanya tetap tajam.
"Bukankah dia masih hidup dan sehat? Jadi, kau bisa melupakan masalah ini, kan?" ucap Zhuo Hu lagi.
"Kau gila?" senyum Ling menghilang. Ia tahu betul bagaimana cara Zhuo Hu menyakiti Jun Ye Li. Jika saja keahlian medisnya buruk, Jun Ye Li pasti sudah menjadi sampah sekarang.
"Dia sedang bersamamu, kan? Katakan, berapa banyak uang yang kau inginkan agar masalah ini selesai? Jika kau tetap tak ingin menyelesaikannya, kau tahu Asosiasi Dewa Ramuan, kan? Bahkan jika kau mengenal pembuat senjata, kau masih tak bisa menyentuhku karena Asosiasi Dewa Ramuan," jelas Zhuo Hu.
Zhuo Hu belum menerima jawaban dari Zhuo Shiaonian. Karena ia tahu kehebatan Mei Mengyi, ia berinisiatif menemui Ling. Ia berpikir, walau Mei Mengyi kuat, ia pasti tak akan ikut campur dalam urusan luar negeri.
Sayangnya, Zhuo Hu meremehkan kemampuan Ling.
***
Hallo, readers🥰
Author mau nanya, nih😁
__ADS_1
Pilih 1 bab tapi banyak atau 2 bab tapi sedikit? Udah mulai tambah kesibukan, jadi nulisnya ditabung biar up tiap hari😁
Stay safe, stay healthy❤️