
"Kakak Ipar, ini adalah ramuan tingkat tinggi yang bisa mempermudah dalam menaikkan level. Bahkan dengan meminum ramuan ini, kita bisa naik satu level lebih cepat," ucap Han Shuangfu.
Saat Han Shuangfu mengatakan ini, Yu Bin baru saja masuk. Ia terkejut saat mendengar perkataan Han Shuangfu.
"Baiklah, aku mengerti," jawab Ling.
Kini Yu Bin menatap Han Shuangfu dengan tatapan aneh.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Han Shuangfu.
Sekarang ia sudah lega karena Ling sudah mengetahui manfaat ramuan tingkat tinggi. Ia tidak perlu kepikiran lagi jika Ling hanya akan menyimpan ramuan itu. Namun saat melihat tatapan Yu Bin, ia menjadi heran.
"Tidak ada apa-apa," jawab Yu Bin singkat.
Padahal ia sangat ingin mengatakan jika Ling adalah pemilik dua akademi ramuan. Tidak hanya ramuan tingkat tinggi, sepertinya Ling memang memiliki ramuan yang lebih tinggi lagi. Namun ia tidak ingin Han Shuangfu merasa tersinggung jika dia mengatakannya.
"Orang itu hampir sampai. Haruskah kita membicarakan tentang kepergian ke Kota Urban?" tanya Bai Xiaoqi. Setelah mengatakan ini, pikiran Han Shuangfu pun teralihkan.
Namun Ling sedikit bingung. Ia menopang dagunya dan berpikir mengapa mereka ingin pergi ke Kota Urban? Ada apa sebenarnya dengan Kota Urban?
"Tuan Muda Chen, bagaimana menurutmu?" tanya Yu Bin pada Ling yang hanya diam. Ia tidak mengatakan apa pun pada Bai Xiaoqi ataupun Han Shuangfu. Zhuo Xia juga diam saja. Jadi, ia menatap Ling lekat.
"Mengapa kau bertanya pada Kakak Ipar? Dia tidak akan ikut bersama kita jadi kita tidak perlu meminta pendapatnya," ucap Bai Xiaoqi.
"Dia akan ikut," jawab Zhuo Xia.
"Ikut? Walau ia memang pria, tapi ia tidak pernah ikut misi sebelumnya. Keberangkatan kali ini sangat berbahaya. Aku tidak ingin membawa orang yang tidak berpengalaman," ucap Bai Xiaoqi.
Yu Bin menatap Bai Xiaoqi dan Han Shuangfu. Ia bertanya, "Kalian baru saja tiba di Kota Bayangan, kan?"
__ADS_1
"Benar," jawab Han Shuangfu sambil memutar matanya malas. Seharusnya ia ke sini 2 hari lagi, tapi karena Zhuo Xia bilang ia ingin memperkenalkan seseorang yang sangat penting, jadi ia datang hari ini.
"Kalau begitu wajar kalian tidak tahu jika Tuan Muda Chen sangat kuat," ucap Yu Bin sungguh-sungguh. Ia mengingat kembali aksi Ling beberapa hari lalu.
"Kuat?" Bai Xiaoqi dan Han Shuangfu saling pandang.
Mereka merasa hal ini sangat lucu. Meskipun mereka baru saja tiba di Kota Bayangan, tapi mereka tahu beberapa orang hebat di Kota Bayangan, seperti Bo Minghao dan Bo Shin. Mereka pernah melakukan pertukaran pelajar luar negeri jadi mereka tahu.
Namun, Zhuo Xia sudah memberitahu tentang latar belakang Ling. Dari cerita itu dapat disimpulkan jika Ling bukan berasal dari keluarga besar. Karena ia tak pernah mendengar nama Keluarga Chen terdaftar dalam barisan depan.
Jadi ia menganggap Ling tidak cocok untuk pergi ke Kota Urban.
Namun sekarang Yu Bin malah mengatakan jika dia sangat kuat. Ia hanya menghela napas. Sebenarnya seberapa kuat dia?
Mereka melupakan hal ini. Karena pesanan mereka sudah tiba, mereka makan dengan cepat.
Ling menerima telepon dari Lingxi. Ia mengatakan jika Chen Lin akan bangun. Ia mematikan ponselnya dan mengucapkan beberapa kata pada orang yang ada di sana sebelum dia pergi.
Setelah Ling dan Zhuo Xia pergi, Bai Xiaoqi dan Han Shuangfu mengajak Yu Bin untuk memandunya berkeliling Kota Bayangan.
Sekarang mereka berada di alun-alun. Han Shuangfu melihat ke keramaian dan berkata, "Di luar negeri, orang biasa akan menjadi budak seumur hidup mereka. Mengapa di sini mereka bisa begitu bebas?"
Yu Bin hanya menghela napas melihat Han Shuangfu. Sedangkan Bai Xiaoqi tidak bicara sejak tadi.
*
Saat ini Ling sudah berada di Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya. Saat ini Chen Lin sedang berjalan-jalan bersama Lingxi. Ia didorong menggunakan kursi roda oleh pelayan yang disewa A Shui.
"Lingxi, apa yang sebenarnya terjadi padaku? Aku tidur hampir sebulan. Tidak mungkin aku baik-baik saja. Jangan sembunyikan apa pun dariku," ucap Chen Lin pada Lingxi.
__ADS_1
Lingxi hanya tersenyum. Sebelumnya ia sudah diperingatkan oleh Ling. Ia menjawab, "Tentu saja, Bibi. Jangan khawatirkan hal itu."
Mendengar jawaban ini, Chen Lin menyerah untuk bertanya. Ia tahu sebanyak apa pun dia bertanya, ia tetap tidak akan mendapat jawaban. Dia hanya tersenyum. Ia juga tahu ini bukan di Keluarga Bo. Ini adalah tempat yang tidak pernah ia datangi sebelumnya. Ada juga beberapa teman Ling yang dia tahu, termasuk A Shui dan yang lainnya.
Selain itu, banyak juga orang-orang yang datang menjenguknya dan membawa hadiah. Orang-orang itu antara lain Tuan Besar Wei, Tuan Besar Zhuo, dan kepala keluarga lainnya yang mengenal Ling. Namun, Chen Lin sama sekali tidak mengenal orang-orang itu.
Ia diberitahu A Shui jika Ling menyuruhnya untuk menerima saja hal itu. Ia tak perlu memikirkan hal lain karena sisanya akan diurus oleh Ling.
Sosok orang kemudian muncul di depannya. Ia menggunakan pakaian kasual yang tertutup jaket. Dia tersenyum hangat. Seharusnya ia sangat tampan, tapi ada sedikit aura yang membuatnya terlihat tegas pada saat bersamaan.
A Shui dan yang lainnya juga melihat ke arah Ling. Mereka sudah sangat kenal Ling. Lingxi merasa jika kekuatan dari luar negeri sudah banyak yang pergi. Namun ia juga merasa keadaan hati Ling tidak membaik.
Setelah Ling melihat Chen Lin, Lingxi merasa lega. Karena bisa dilihat dari perubahan ekspresi Ling.
Ling menghampiri Chen Lin. Ia berdiri di depannya dan melihatnya dari ujung kepala sampai ujung kaki. Setelah memastikan dia baik-baik saja, Ling berkata, "Ibu baru saja bangun, mengapa sudah main lari-larian?"
"Lari-larian apa?" Chen Lin menarik satu telinga Ling.
"Kau benar-benar berani sekarang. Kau sudah berani bermain apa saja selama ini? Kau berani menaiki jet tempur? Bagaimana jika kau jatuh ke laut? Apa kau pikir kau sudah sangat hebat?" Chen Lin memarahi Ling.
"Iya, Bu ... aku tahu ... aku tahu ...," ucap Ling memelas kepada Chen Lin.
"Berdiri dengan benar," perintah Chen Lin.
"Iya, iya," jawab Ling yang langsung berdiri dengan tegak.
Semua orang yang ada di sana, Zhuo Xia, Lingxi, Mei Mengyi, Tua Besar Wei, dan orang lainnya yang belum pergi sedikit tercengang melihat ini.
Apakah Ling yang sangat ditakuti oleh seluruh orang di Kota Bayangan begitu pengecut di depan Chen Lin?
__ADS_1
Chen Lin benar-benar hebat.