
"Beri aku ponsel," ucap Zhuo Shiaonian.
Penjaga itu memberikan walkie-talkie, Zhuo Shiaonian berkata, "Kakek, ini aku."
"Kau kenal orang-orang dari Kota Bayangan itu? Aku hanya bertanya apakah kau mencurigai seseorang," ucap Tabib Agung terkejut karena Zhuo Shiaonian sendiri yang meneleponnya.
"Apa Kakek sudah mencari tahu dari arah mana mereka berasal?" tanya Zhuo Shiaonian.
"Mengapa kau begitu khawatir dengan masalah ini? Itu hanya beberapa orang dari Kota Bayangan tidak terlalu penting, kan?" tanya Tabib Agung.
"Kakek, ada satu kelompok yang tidak bisa kita remehkan. Jika orang-orang yang datang berasal dari kelompok itu, pengaruh kita di luar negeri bisa terancam," jawab Zhuo Shiaonian.
"Darimana mereka?" tanya Tabib Agung. Ia jarang melihatnya begitu serius.
Zhuo Shiaonian menarik napas dalam-dalam dan menjawab, "Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya."
"Apa yang harus ditakuti?" tanya Tabib Agung. Ia mengenal seseorang dari Pulau Bintang.
"Bukan takut pada mereka, tapi pada pemimpin mereka, yaitu Raja Legendaris. Jika orang-orang yang benar-benar datang ke luar negeri, mungkin kita bisa saja mengikat Raja Legendaris itu. Jika tidak, mereka akan menjadi penghalang kita," jawab Zhuo Shiaonian.
"Aku mengerti. Aku akan berhati-hati. Oh, Aku memiliki informasi untukmu," ucap Tabib Agung.
"Katakan," ucap Zhuo Shiaonian.
"Penjaga menemukan orang-orang dari Keluarga Zhuo di depan pintu Jenderal Qiu tadi. Ketiga orang itu adalah bawahan Zhuo Xia. Zhuo Xia pasti ingin menemui Tuan Shangxuan," jawab Tabib Agung.
"Mencari Tuan Shangxuan?" Zhuo Shiaonian mengingat ucapan Bo Yushen. Tatapannya semakin dingin. Saat itu, ia melihat sosok tidak asing tidak jauh darinya.
*
Zhuo Xia baru saja turun dari jet pribadi dan sedang menunggu Ketua Dai menjemputnya. Dia melihat Zhuo Shiaonian berjalan mendekat.
Selain semakin pucat, wajah Zhuo Xia tak banyak berubah. Matanya masih sedingin biasanya. Ia mengenakan pakaian serba hitam.
"Nona Zhuo, aku tak menyangka kita akan bertemu di sini," ucap Zhuo Shiaonian tersenyum hangat pada Zhuo Xia.
Zhuo Xia bahkan tak meliriknya. Ia hanya memandang lurus ke depan.
Ekspresi Zhuo Shiaonian semakin dingin. Ia tersenyum dan berkata, "Tidak apa jika Anda tidak ingin menjawab. Anda mungkin tidak tahu jika Tuan Shangxuan ingin menerima seorang murid tadi. Aku melihat Tuan Muda Chen di sana. Apa Anda tahu mengapa dia datang?"
Ketua Dai telah tiba. Saat ia melihat Zhuo Shiaonian tersenyum, ia mengerutkan kening. Ling sering tersenyum seperti itu, tapi dia terlihat sangat memukau. Namun, saat Zhuo Shiaonian yang tersenyum seperti itu, Ketua Dai merasa agak jijik.
Zhuo Xia berhenti saat mendengar ucapannya. Oleh karena itu, Zhuo Shiaonian melanjutkan, "Tuan Muda Chen mencari Tuan Shangxuan, tapi beliau mengabaikannya."
Tatapan Zhuo Xia menjadi dingin. Ia berkata, "Dia mencari Shangxuan?"
Zhuo Shiaonian terkejut. Saat orang lain sangat menghormati Tuan Shangxuan, ia bahkan hanya memanggil namanya.
Namun, ia tak memikirkan itu lagi. Ia berkata, "Nona Zhuo, walau Tuan Shangxuan mengabaikan Tuan Muda Chen, tapi aku dekat dengannya. Jika Anda ingin menemuinya, aku bisa membantu."
Zhuo Shiaonian berpikir jika Zhuo Xia tidak akan menolak kali ini.
Tanpa diduga, ternyata Zhuo Xia lebih tegas kali ini. Setelah mendengar ucapan Zhuo Shiaonian, ia bahkan tak melirik yang lagi dan langsung duduk di mobil. Ketua Dai yang peka, ia langsung menancap gas dan pergi.
Zhuo Shiaonian tetap berdiri disana dan membeku.
Zhuo Xia duduk di kursi belakang dan hanya diam. Ia melihat satu pesan di ponselnya yang menanyakan di mana dia berada. Setelah diam untuk beberapa saat, ia membalas pesan itu.
*
Mobil hitam itu melaju ke kediaman Zhuo Xia. Ada cukup banyak orang di dalam. Tetua Zhuo juga ada di sini. Ia melihat Ling sedang duduk di sofa dan mengetik di laptopnya.
__ADS_1
Tetua Zhuo berkata pada Zhuo Kira, "Berikan tugas-tugas yang belum diselesaikan Nona. Aku akan membantunya menyelesaikannya. Ia harus banyak istirahat dan tak boleh terlalu lelah."
"Tuan Muda Chen telah menyelesaikannya," jawab Zhuo Kira.
"Tuan Muda Chen? Kapan dia menyelesaikannya?" tetua Zhuo terkejut.
"Dia membawanya kemarin malam dan aku mengambilnya keesokan harinya. Aku berencana mengirim dokumen-dokumen itu ke pulau besok," jawab Zhuo Kira jujur.
Tetua Zhuo berdecak, "Itu adalah tugas yang harus diselesaikan seminggu. Kau tahu jika Nonamu sangat suka menumpuk pekerjaan. Bagaimana Tuan Muda Chen bisa menyelesaikannya dalam satu malam? Suruh seseorang membawa dokumen-dokumen itu padaku nanti."
Zhuo Kira menjawab dengan hati-hati, "Tapi, Tuan Muda Chen mengatakan jika dia telah menyelesaikan itu. Bagaimana jika dia tahu tentang ini?"
Tetua Zhuo mengabaikannya.
Zhuo Xia dan Ketua Dai kembali.
"Nona," sapa tetua Zhuo.
Zhuo Xia mengangguk dan berjalan menghampiri Ling. Ia bertanya pada Zhuo Ai, "Kau belum makan?"
Zhuo Ai menggeleng.
Zhuo Xia mengangguk dan mengambil laptop Ling, "Ayo, makan."
Ling tak mengatakan apa-apa. Ini memang sudah jam makan siang.
"Ke mana saja kau pergi hari ini?" tanya Zhuo Xia.
"Aku hanya berjalan-jalan," jawab Ling santai.
Zhuo Xia menatapnya lama dan menghela napas pasrah. Ia merasa sedikit kesal. Ling selalu melakukan apapun yang dia inginkan. Ling bahkan tak akan berhenti, siapapun itu yang menyuruhnya berhenti. Mustahil jika Zhuo Xia mengatakan ia tidak kecewa.
"Besok jangan pergi," ucapnya lembut. Namun, bagaimana mungkin dia akan mendengarkannya?
*
Pada waktu bersamaan di Keluarga Bai.
Tetua Bai dan yang lainnya duduk di aula dengan raut wajah khawatir. Tuan Bai mengerutkan kening, "Tuan Su tak ingin ikut campur dengan masalah kita?"
"Dia tak akan berhenti ikut campur jika hanya karena Zhuo Shiaonian, tapi kali ini Tuan Shangxuan berhubungan dengan Asosiasi Dewa Ramuan," jawab tetua Bai menghela napas.
"Benar. Tuan Su ingin cucunya belajar dengan Tuan Shangxuan. Semua orang tahu jika Tuan Shangxuan datang untuk Zhuo Shiaonian. Ini bisa dimengerti. Kita tak bisa menyalahkannya," ucap Bai Chengsi dingin.
Tuan Bai dan tetua Bai terlihat semakin tak berdaya.
"Tuan, Tuan Su ada di sini," lapor seorang penjaga.
Seseorang masuk. Semua orang yang ada di aula melihat ke arahnya.
"Maaf, Tuan. Aku tak pernah memiliki kesempatan menjadi ahli ramuan tingkat tinggi. Karena aku mendapatkan kesempatan itu dari Nona Zhuo Shiaonian, maka aku tak akan menyia-nyiakannya," ucap Tuan Su langsung ke intinya.
"Anda! Jika bukan karena kakekku yang menolong keluargamu, apa Anda pikir Keluarga Su masih tetap hidup sampai sekarang?" ucap Bai Chengsi tak bisa menahan diri.
"Maaf, Keluarga Su telah mengecewakan kalian. Aku telah membuat ramuan tingkat tinggi untuk keluarga kalian selama bertahun-tahun. Aku pikir itu setimpal," jawab Tuan Su. Ia keluar dan pergi.
*
Di Asosiasi Dewa Ramuan.
Setelah pergi dari kediaman Keluarga Bai, Tuan Su menemui Zhuo Shiaonian. Saat itu, Zhuo Shiaonian tersenyum mendengar ucapannya. Ia menjawab dengan suara dingin, "Mari kita lihat bagaimana Keluarga Bai bisa bertahan tanpa ramuan. Bai Xiaoqi, ini baru langkah awal."
__ADS_1
Tuan Su keluar dari ruangan Zhuo Shiaonian. Ia merasa sangat bahagia. Di tengah jalan, ia bertemu dengan seseorang yang dikenalnya.
"Tuan Su," sapa seorang pria paruh baya.
"Ah, Tuan Luo," jawab Tuan Su.
"Saya dengar Anda meninggalkan Keluarga Bai? Apa aku boleh tahu alasannya?" tanya Tuan Luo. Ia adalah guru yang membantu Ling di acara jadi batu.
"Setiap orang selalu berusaha mencari kejayaannya. Tuan Luo, aku menyarankan Anda untuk segera meninggalkan Keluarga Bai. Tanpa ahli ramuan, Keluarga Bai tak akan bertahan lama. Bertahan di sana adalah pilihan buruk," jawab Tuan Su.
"Keluarga Bai tak kekurangan ramuan," jawab Tuan Luo tercengang.
"Tidak kekurangan ramuan? Lupakan, sepertinya pembicaraan kita sampai di sini saja," ucap Tuan Su. Ia berpikir Tuan Luo gila. Jelas-jelas Keluarga Bai berselisih dengan Asosiasi Dewa Ramuan. Mereka tak mungkin memiliki ramuan.
Tuan Luo bingung. Ia mengeluarkan sebotol ramuan tingkat tinggi yang diberikan oleh Bai Xiaoqi beberapa hari lalu dan menatapnya heran.
*
"Nona, Tabib Agung mencari Anda," ucap seorang penjaga.
Zhuo Shiaonian pun pergi menemui kakeknya.
Saat ini, Tabib Agung sedang berbicara dengan seorang ahli ramuan. Ia ingin berdiskusi tentang Tuan Shangxuan yang tadi bertanya padanya tentang Ling. Jadi, ia berinisiatif untuk menyelidiki Ling.
"Apakah menurutmu keterampilan medisnya sekuat itu? Kota Urban ini ... pernah melelang ramuan," ucap Tabib Agung membaca setumpuk dokumen berisi informasi yang dicarinya.
Ahli ramuan di sampingnya juga agak ragu, "Sebelumnya, Guru Zhuo yang pernah bertemu dengan Chen Ling di Akademi Bintang, mengatakan jika dia ingin merekrut Ling ke Asosiasi Dewa Ramuan."
"Panggil Guru Zhuo. Katakan padanya aku ingin berbicara hal penting. Chen Ling ini memiliki hubungan dengan Asosiasi Dewa Ramuan. Kita tak bisa melepaskannya begitu saja," ucap Tabib Agung.
Ahli ramuan itu mengangguk dan segera pergi.
"Kakek," Zhuo Shiaonian masuk.
"Shiaonian, bagaimana dengan ujian itu? Apa kau yakin dengan perekrutan murid ini?" tanya Tabib Agung melupakan sejenak masalah Ling.
"Aku menulis 6 resep ramuan. Aku berpikir sepertinya bisa menulis 7," jawab Zhuo Shiaonian tersenyum.
"Enam? Aku dengar dari penguji, jika dia hanya menemukan empat resep dari buku," mata Tabib Agung berbinar.
Zhuo Shiaonian menunduk dan tersenyum merasa puas.
"Kakek, Tuan Muda Wu ingin bertemu denganmu," ucap Zhuo Shiaonian teringat masalah ini.
"Tuan Muda Wu? Baik, aku akan segera pergi," Tabib Agung merasa bersemangat saat mendengar namanya.
Sebelum keluar, ia berbalik, "Belajarlah dengan baik. Kau pasti akan menjadi juara dalam ujian kali ini. Tidak ada yang bisa dibandingkan denganmu dalam hal membuat dan memurnikan ramuan. Aku juga telah menyelidiki apa yang disuka dan tidak disuka oleh Tuan Shangxuan."
"Baik," Zhuo Shiaonian tersenyum.
Setelah Tabib Agung pergi, Zhuo Shiaonian melihat tumpukan dokumen di atas meja. Saat melihat kata 'Chen Ling' di salah satu dokumen itu, ekspresinya muram.
*
Ketika Tabib Agung sedang dalam perjalanan ke dermaga, ia mendapat telepon dari Guru Zhuo.
Bagaimanapun Guru Zhuo berasal dari Asosiasi Dewa Ramuan. Jadi, saat Tabib Agung bertanya tentang Ling, ia menjawab jujur. Tapi, ia masih ingat dengan ucapan Ling. Ia hanya memberi tahu Tabib Agung jika Ling bisa membuat dan memurnikan ramuan, tapi ia tak memberitahu jika Ling bisa memurnikan ramuan dengan kemurnian di atas 90%.
Saat Tabib Agung akan menaiki jet pribadi, ia berhenti. Ia berkata pada orang di sampingnya, "Suruh seseorang untuk mencari Chen Ling. Katakan padanya jika dia ingin menjadi bagian dari Asosiasi Dewa Ramuan, aku tak akan menolaknya."
Tanpa menunggu jawaban, Tabib Agung langsung naik ke jet pribadi.
__ADS_1
Dua penjaga saling memandang. Menurut mereka, Ling sangat beruntung karena diundang langsung oleh Tabib Agung. Biasanya, seleksi pemilihan murid untuk masuk ke Asosiasi Dewa Ramuan sangat ketat. Namun, kali ini ia mendapat jalur spesial.