Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Jenderal dan Wakil Jenderal


__ADS_3

Setelah satu jam makan dan minum, mereka keluar restoran. Hari sudah cukup sore, tapi mereka tak berniat pulang ke rumah. Saat mereka berada di lantai sepuluh, tak begitu banyak orang di sana. Namun semakin ke bawah, saat mereka berada di lantai ketiga, ternyata mall sangat ramai.


"Apa kalian ingin bermain game?" tanya Ling. Beberapa hari ini ia sangat sibuk hingga lupa meluangkan waktu untuk diri sendiri.


Liam dan Yuan mengangguk antusias. Mereka juga selama ini sibuk belajar dan latihan. Walau Ling tak melarang mereka bermain ponsel, tapi mereka tetap tak memainkannya. Sedangkan Su Wen Ai dan Su Qiang hanya diam tak mengerti.


"Ayo, aku tahu tempat yang cocok," ucap Zhuo Xia. Ia memimpin jalan mereka.


Yu Bin yang melihat ini tersenyum tipis. Zhuo Xia sangat jarang ingin bersantai seperti ini. Wajah lelahnya sudah hilang. Yu Bin berpikir jika suasana hati Zhuo Xia pasti sedang baik.


Mereka sampai di sebuah zona bermain.


Liam dan Yuan segera berlari ke permainan balap mobil. Mereka langsung mencoba permainannya padahal belum membeli koin. Alhasil, mereka kembali ke tempat Ling.


"Tangkap," ucap Ling melempar sebuah kartu segitiga. Liam dan Yuan berbinar. Mereka segera menghabisi isi kartu itu untuk mengisi koin.


Setelah terisi, mereka berlari ke tempat yang tadi lagi. Sedangkan Yu Bin, Su Wen Ai, dan Su Qiang bermain capit boneka.


Ling dan Zhuo Xia hanya mengamati mereka. Mereka berdiri agak canggung sekarang. Meski begitu, wajah mereka sama-sama tenang.


"Ingin bermain VR?" ucap Zhuo Xia membuka percakapan.


"Tentu," jawab Ling.


Mereka berjalan berdua layaknya pasangan. Banyak pasang mata melihat iri ke arah mereka. Bahkan beberapa tak dapat mengalihkan pandangannya.


Ling memasukkan koin dan memulai game. Dia memilih mode team alih-alih battle. Kemudian mereka memakai kacamata VR. Setelah melihat Zhuo Xia sudah siap, ia mengklik tombol mulai.

__ADS_1


Ini juga salah satu game VR yang diciptakan oleh Ling dan A Shui. Seharusnya ini hanya ada di Kota Bayangan. Namun beberapa tahun lalu, game ini mulai diluncurkan ke dunia. Untuk di Kota Urban, game ini hanya tersedia di mall atau zona permainan yang cukup besar.


Game ini bertemakan perang. Orang yang memainkannya akan merasakan sensasi perang sebenarnya. Ini adalah visualisasi dari perang-perang yang selama ini Ling jalani. Cara menyelesaikan misi ini juga tergantung strategi hebat Ling. Namun ada beberapa yang dipermudah agar ada yang bisa memenangkan game.


Peran Ling dipeperangan kali ini adalah sebagai jenderal. Sedangkan Zhuo Xia sebagai wakil jenderal. Butuh kerjasama yang kompak untuk bisa menang. Selain itu Zhuo Xia juga harus bisa mengimbangi setiap strategi Ling agar mereka bisa memenangkan perang.


Ling memandu pasukan ke arah timur, sedangkan pasukan Zhuo Xia menyerang dari arah belakang. Pasukan Ling adalah pasukan terkuat dari kelompoknya. Mereka bisa bertahan lebih lama. Sedangkan pasukan Zhuo Xia bertugas melemahkan pasukan musuh.


Ling belum menyadarinya. Zhuo Xia selalu tahu pikirannya padahal ia tak pernah memerintah Zhuo Xia.


Keadaan di luar game berbeda. Banyak penonton yang datang ke zona permainan demi melihat dua orang ini. Adegan di layar tampak begitu nyata. Gerakan, teriakan, dan kerjasama mereka sangat sempurna. Bahkan mereka lebih tegang daripada pemain aslinya.


Saat sang jenderal kehabisan pasukan, wakil jenderal memberi pasukan baru. Ia juga memandu untuk mengobati pasukan yang terluka. Saat jenderal sibuk menyerang dan bertahan, wakil jenderal sibuk melemahkan. Mereka saling melengkapi satu sama lain.


Padahal jika dilihat, mereka hanya sesekali bergerak dan berteriak.


Saat ini, peperangan semakin sulit. Mereka mulai menyerang 'Bos' dalam permainan ini diberi nama 'Jenderal Terkuat'. Jenderal itu memiliki sedikit pasukan, tapi energinya begitu besar. Jika mereka salah strategi, mereka akan kelelahan melawan bos.


Pasukan Ling maju dengan dibantu pasukan Zhuo Xia. Mereka langsung mengobati yang terluka dan menambah energinya. Terus begitu hingga bos kehabisan energi.


Para penonton menahan napas. Mereka melihat tinggal sedikit lagi bos akan dikalahkan.


Saat itu Zhuo Xia berbisik ke arah Ling, "Jangan gunakan kekuatan penuh sekarang."


Ling yang mendengar ini terkejut. Bagaimana Zhuo Xia bisa mengetahui rencananya. Memang dia yang menciptakan permainan ini, dia juga tahu cara menyelesaikan misi. Namun saran yang diberi Zhuo Xia lebih baik dari cara yang seharusnya.


Bom!

__ADS_1


Bos terkalahkan. Ling dan Zhuo Xia menang. Para penonton bersorak gembira untuk mereka. Bahkan pengunjung mall yang lain memilih mampir untuk melihat kehebohan ini.


Ketika permainan selesai, Ling dan Zhuo Xia baru bisa mendengar keramaian yang sudah terjadi. Mereka sudah bermain selama setengah jam. Saat Zhuo Xia ingin melepas kacamata VR-nya, Ling menahannya. Ia tahu Zhuo Xia akan tidak nyaman.


Jadi, dia membuka jaket, kemudian menutup kepala Zhuo Xia. Ling melepas kacamata Zhuo Xia. Lalu melepas kacamatanya sendiri dan langsung menunduk. Senyum dinginnya terlihat saat ia belum menunduk sempurna. Ia menuntun Zhuo Xia menembus kerumunan.


Saat melihat ini, Yu Bin segera membantu membubarkan kerumunan.


*


Perlu 15 menit untuk membubarkan semua orang. Kini mereka bisa bernapas dengan lega. Kejadian tadi benar-benar fenomenal. Ling tadi memilih level paling sulit. Selama ini, belum ada yang bisa memenangkannya di Kota Urban. Bahkan di Kota Bayangan, bisa dihitung jari siapa saja yang bisa memenangkan permainan itu.


Video mereka langsung menjadi topik hangat. Mereka berada di pencarian nomor satu.


"Bagaimana kau bisa membaca rencanaku, Xia?" tanya Ling.


Zhuo Xia sedikit tertegun. Ia tak menyangka Ling benar-benar memanggilnya 'Xia'. Ia tersenyum tipis dan menjawab, "Karena aku tahu, kau selalu memberi pukulan besar di akhir saat perang."


Kini Ling yang tertegun. Ia menatap mata Zhuo Xia dalam. Ia menyelami mata pekat Zhuo Xia. Aura dingin muncul di sekitar mereka berdua. Bahkan lima orang yang jauh dari mereka dapat merasakannya.


Ling mencoba menjawab setenang mungkin, "Mungkin kau salah orang. Aku hanya anak 17 tahun dan aku tidak pernah berperang."


Saat Ling ingin berbalik, Zhuo Xia menahan tangan Ling. Sengatan listrik mengalir ke tubuh mereka berdua.


"Mungkin aku akan terdengar terlalu percaya diri saat mengatakan ini. Namun aku tidak akan pernah salah mengenalimu," ucap Zhuo Xia. Nada suaranya sedikit lirih sekarang.


Perasaan aneh muncul di hati Ling. Ia tak bisa menjelaskan perasaan seperti apa itu. Ia belum pernah merasakannya sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2