
Ling, Liam, dan Yuan sudah berada di dalam mobil. Mereka menatap Ling heran. Sedangkan yang ditatap tak mempedulikan mereka.
"Ling kau sedang apa?" tanya Liam membuka suara.
"Makan cokelat. Kau mau?" jawab Ling menawarkan cokelat pada Liam dan Yuan. Ia menyodorkan cokelat itu di depan mereka. Mereka yang tak berniat meminta cokelat, segera menggeleng.
Ling pun kembali memakan cokelatnya.
Itu adalah hadiah terimakasih yang diberikan oleh Zhuo Xia. Hadiah terimakasihnya adalah sebatang cokelat?
"Pergi ke toko ramuan," ucap Ling setelah mereka memasuki jalan besar. Ia masih menikmati cokelatnya dan menatap keluar jendela.
"Ramuan? Ling apa kau sakit?" tanya Yuan sedikit khawatir.
Liam sangat tahu jika Ling suka ramuan. Ia juga tidak mungkin melakukan sesuatu yang tidak dia rencanakan. Maka dari itu, ia memberi tahu sopirnya, "Pergi ke gudang besar ramuan Keluarga Zhuo."
Sopir itu bingung. Meskipun ia hanya seorang sopir, ia tahu jika gudang besar ramuan Keluarga Zhuo bukan tempat yang bisa dimasuki oleh sembarang orang. Gudang itu berisi banyak ramuan yang menjadi pusat bisnis Keluarga Zhuo. Apalagi Liam akan membawa Ling? Apa dia juga akan membawa orang biasa seperti Yuan?
Sopir itu melirik spion. Saat itu matanya bertemu dengan mata Ling. Karena Ling membuatnya ketakutan, ia dengan cepat melaju ke gudang besar ramuan Keluarga Zhuo.
Setelah beberapa saat, mereka sampai di gudang besar ramuan Keluarga Zhuo. Gudang ini adalah sumber kehidupan mereka. Ada berbagai jenis bahan obat di sini. Beberapa bahan obat dikirim ke Kota Bayangan. Karena itu, meskipun Keluarga Zhuo hanya menjual bahan obat di Kota Urban, mereka bisa memiliki status tinggi.
Ini adalah pertama kalinya Liam membawa orang luar ke sini.
"Ini adalah semua bahan obat yang kami miliki," ucap Liam saat mereka masuk ke dalam gudang. Yuan sedikit menutup hidung karena tak terbiasa dengan aroma obat yang kuat.
"Liam, kenapa ada yang dijemur dan ada yang dibekukan?" tanya Yuan heran saat melihat bahan obat di depannya.
"Yang dijemur di bawah matahari untuk diawetkan. Sedangkan yang dibekukan, agar tetap segar," jawab Liam memberi penjelasan.
Ling meminum ramuan yang dibawanya saat menyusuri lorong. Ia mulai mengambil beberapa bahan obat.
Liam melihat Ling hanya begitu saja mengambil bahan obat, tapi dia tahu setiap bahan obat yang diambil Ling adalah yang paling tua diantara sejenisnya.
__ADS_1
"Sialan! Kau berani membawa seseorang ke sini! Apa kau tidak tahu tempat seperti apa ini? Kau menjadi semakin berani!" suara nyaring memekakkan telinga mereka.
"Kakek!" Liam berbalik melihat kakeknya.
"Bukankah obat memang untuk digunakan? Apa salahnya?" tanya Liam berpura-pura tak mengerti.
"Kau cucu durhaka!" bentak seorang pria tua dengan beberapa helai rambut putih yang terlihat memelototi Liam. Ia marah sampai wajahnya memerah.
Ling menatap dua orang di depannya dengan tak peduli.
"Liam," ucapnya.
Itu hanya satu kata yang diucapkan dengan santai, tapi anehnya bisa membuat Liam terdiam. Tuan Tua Zhuo menatap Ling seperti melihat hantu. Kemudian ia melihat cucunya.
Ia sangat mengenal Liam. Dia adalah anak yang mudah marah. Jika dia mengamuk, tak ada yang bisa menghentikannya. Namun sekarang dia sangat patuh pada orang di depannya? Jika ia tak melihat sendiri, ia tak akan percaya.
"Kakek Zhuo, aku adalah Chen Ling," ucap Ling memperkenalkan diri dengan sopan.
Tuan Tua Zhuo terkejut. Ia hampir saja jatuh karena tersandung akar tanaman obat di belakangnya.
"Che-Chen Ling!" ucapnya gugup. Ia masih belum bisa mempercayai matanya.
Ia melihat Ling dari ujung kepala sampai ujung kaki. Wajahnya, tubuhnya, sangat sempurna! Tangannya memegang tumbuhan yang sudah ia awetkan selama puluhan tahun. Saat ini ia juga sedang berada di dekat tumbuhan yang dia bekukan selama puluhan tahun. Siapa lagi yang bisa tertarik pada tumbuhan seperti itu jika dia bukan ahli ramuan?
Tuan Tua Zhuo menatapnya gemetar. Ia juga mendengar tentang prestasi Ling di arena pelatihan dalam tes ramuan. Jadi ini benar-benar Ling?
"Apa kau ingin mengambil bahan obat? Tentu saja! Ambil saja yang kau inginkan," ekspresi Tuan Tua Zhuo menjadi gembira. Kemarahannya perlahan menghilang.
"Dan kau ...," Tuan Tua Zhuo menatap Yuan heran. Dari pakaiannya, ia dapat menyimpulkan bahwa Yuan adalah orang biasa.
"Kakek, dia temanku dan Ling," jawab Liam membawa nama Ling. Jika seperti itu, pasti kakeknya tak akan marah.
"Baiklah, baiklah. Kalian bisa mengambil apa yang kalian suka. Aku akan mengatakan pada penjaga agar membiarkan kalian masuk jika lain kali kalian ingin datang," ucap Tuan Tua Zhuo sambil menepuk ringan bahu Ling. Setelah itu, ia berjalan keluar.
__ADS_1
"Liam, nanti temui aku di ruangan keluarga," teriaknya tanpa membalikkan tubuh.
Setelah Tuan Tua Zhuo meninggalkan gudang, Ling lanjut mengeksekusi bahan obat yang ada di sana. Ia memasukkannya ke saku dimensi.
"Ling, Kakekku tidak menyinggungmu, kan?" tanya Liam ragu. Ia tahu kakeknya pemarah jadi ia sedikit takut tadi.
"Tentu saja tidak," jawab Ling. Ia kembali memasukkan ramuan yang ia dapat.
"Apa kau benar tak ingin ikut?" tanya Yuan.
"Ya. Aku akan menemui Kakekku. Aku akan menyuruh sopir mengantar kalian pulang," jawab Liam.
"Baiklah kita akan membicarakannya lagi nanti. Akan lebih baik jika kau melanjutkan jogging pagimu," ucap Ling yang mendapat anggukan Liam. Ia mengantarkan Ling dan Yuan ke depan gerbang rumahnya. Saat mobil hitamnya sudah melesat membawa mereka pergi, Liam menemui kakeknya di ruangan keluarga.
"Apakah itu benar Chen Ling?" tanya Tuan Tua Zhuo.
"Ya. Kakek juga sudah mendengar sendiri tentangnya," jawab Liam.
"Kau sangat beruntung," ucap Tuan Tua Zhuo.
"Aku ingin tahu bagaimana perasaan Keluarga Lu saat mereka memutuskan pertunangan dengannya," lanjut Tuan Tua Zhuo.
"Siapa yang tahu?" Liam mengangkat bahunya tak peduli.
"Tetaplah di sisinya. Kami akan mendukung persahabatan kalian," Tuan Tua Zhuo menepuk lengan Liam.
Kemudian dia melanjutkan, "Tiga keluarga kaya di Kota Urban telah berusaha selama bertahun-tahun untuk masuk ke Kota Bayangan, tapi belum ada yang berhasil. Keluarga Lu juga ingin mencoba. Namun sekarang mereka berselisih dengan Keluarga Chen. Mereka berpikir itu dapat meningkatkan peluang untuk masuk ke Kota Bayangan," ucap Tuan Tua Zhuo tidak melanjutkan kalimatnya.
Ia menatap kosong ke arah pintu.
Semua orang tahu jika Tuan Ye atau yang juga disebut Profesor Ye, mengangkat Wuzhou sebagi muridnya. Maka dari itu dia lebih dianggap sebagai Tuan Muda Keluarga Chen.
Profesor Ye adalah guru terkenal yang pernah diundang ke Kota Bayangan. Karena Wuzhou menarik perhatiannya, ini berarti mereka selangkah lebih dekat untuk ke Kota Bayangan. Karena itu orang di Kota Urban sangat tertarik dengan hal ini.
__ADS_1
Namun apakah ada yang menyadari tentang Ling? Ia menyembunyikan kekuatannya dengan baik sehingga tidak ada yang waspada dengannya. Walau ia sudah sedikit menunjukkan kekuatannya, orang-orang masih meremehkannya.
Menurut Tuan Tua Zhuo, Ling memiliki jiwa pemimpin. Keluarga Chen terlihat lebih memiliki peluang untuk memasuki Kota Bayangan daripada Keluarga Lu.