Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Setengah Ember Ikan


__ADS_3

Di saat yang sama, di Keluarga Bo.


"Guru, bagaimana keadaan ibuku?" tanya Bo Yushen pada pria tua di depannya.


"Tuan Yao, bagaimana keadaan istriku?" tanya Bo Da Xun juga cemas.


"Ini penyakit langka. Aku belum pernah menanganinya sebelumnya. Tapi jangan khawatir, aku telah memberikan ramuan tingkat menengah pada ibumu. Setidaknya hidupnya masih aman saat ini," jawab Tuan Yao.


Bo Yushen sedikit lega. Ia kembali bertanya, "Guru, apa ibuku bisa diselamatkan?"


"Belum tahu. Aku akan menemui temanku yang kebetulan datang ke Pulau Bo. Ia lebih berpengalaman. Ia guru di Akademi Bintang. Tunggu sebentar, aku akan mencarinya," jawab Tuan Yao melangkah pergi.


Bo Yushen dan yang lainnya sangat gembira.


Setelah Tuan Yao pergi, tetua dari Dewan Tetua datang, "Tuan Muda, apakah Tuan Yao masih di sini?"


"Guru baru saja pergi. Apa ada masalah?" tanya Bo Yushen.


"Tuan Tua sudah kembali, tapi dia mengalami luka dalam. Tabib keluarga tak bisa menanganinya," jawab tetua itu gelisah.


"Saat guru kembali, aku akan memintanya untuk segera menemui Kakek," jawab Bo Yushen mengangguk.


Tetua itu segera kembali dan memberitahu informasi ini.


*


Tetua pertama dan beberapa penjaga bergegas ingin mencari Tuan Yao.


Saat itu, mereka melihat Ling kembali dengan Zhan Yu yang memegang ember.


"Zhan Yu, darimana saja kau?" tanya kapten penjaga heran saat melihat tubuh Zhan Yu penuh pasir.


Zhan Yu mengangkat dan menunjukkan embernya dengan riang, "Aku baru saja pulang memancing bersama Tuan Muda Chen! Tuan Muda sangat hebat! Dia mendapat setengah ember ikan!"


Kapten penjaga memang melihat ada ikan di ember itu, tapi ekspresinya malah semakin bingung, "Zhan Yu, kau ini juga anggota penjaga. Kau sudah level tiga dan bakatmu tidak buruk. Selama mengikuti Tuan Muda Chen, sebaiknya kau jangan bermain terus."


Kapten penjaga pernah mendengar jika Tuan Muda itu meminta seseorang memasang Wi-Fi saat pertama kali dia datang. Awalnya ia tak percaya karena ia tahu Ling sangat kuat. Namun melihatnya sekarang, ia mau tidak mau percaya.

__ADS_1


"Kapten, jika bukan karena Tuan Muda, aku tidak akan mencapai level tiga. Aku tahu Anda mengatakan itu untuk kebaikanku, tapi jangan menghina Tuan Muda Chen di depanku lagi," jawab Zhan Yu menatap serius kapten penjaga.


Setelah itu ia pergi membawa ember dan mengikuti di belakang Ling.


Tetua pertama dan yang lainnya hanya menonton pertunjukan ini. Melihat Ling melepas topi jeraminya, mereka menghela napas.


Namun tetua pertama memaklumi hal ini. Ia lanjut berjalan ke kediaman Nyonya Bo untuk menemui guru Bo Yushen.


*


"Yushen, ini adalah guru ramuan di Akademi Bintang, Tuan Cai. Asosiasi Dewa Ramuan berkali-kali merekrutnya, tapi dia tetap ingin mengajar," ucap Tuan Yao memperkenalkan orang di sampingnya pada Bo Yushen.


"Cai ... Cai ... kau melihat apa?" tanya Tuan Yao.


Guru ramuan Cai mengalihkan pandangannya, "Tidak ada. Sepertinya aku baru saja melihat seseorang yang aku kenal."


Guru Cai berpikir. Apakah kebetulan? Jika Ling memang di sini, dia pasti tahu jika Guru Cai adalah guru ramuan di akademi.


"Mungkin saja kau salah lihat. Lagipula kau sudah lama tidak keluar. Siapa yang kau kenal di Keluarga Bo?" ucap Tuan Yao.


Guru Cai tak menjawab.


Bo Yushen membungkuk hormat, "Guru Cai."


Karena Guru Cai telah bertemu Ling, jadi saat bertemu jenius lain ia tak terlalu terkejut. Ia hanya berkata, "Baiklah. Bawa aku ke sana."


"Baiklah?" Tuan Yao heran melihat Guru Cai begitu tenang.


"Apa maksudmu baiklah? Bagaimana mungkin muridku lebih rendah dari muridmu itu? Kau meremehkanku," ucap Tuan Yao tidak terima.


Guru Cai menghela napas dan menjawab, "Aku bukan merendahkannya. Biar kuberi tahu. Aku kenal seseorang yang ahli dalam farmasi. Bahkan sepuluh orang sepertiku tak dapat dibandingkan dengannya."


Tuan Yao tertegun. Ia tahu Guru Cai tak pernah berbohong jika menyangkut ramuan. Ia membayangkan betapa mengerikannya orang yang dimaksud Guru Cai.


"Siapa yang kau bicarakan? Apa aku mengenalnya?" tanya Tuan Yao.


"Kau tidak tahu?" Guru Cai menaikkan alisnya.

__ADS_1


"Kalau aku tahu, apa aku masih bertanya?" ucap Tuan Yao.


Guru Cai kembali diam.


Tuan Yao pun memilih melanjutkan perjalanan ke kediaman Nyonya Bo.


"Lihatlah kondisinya. Aku tidak mengerti," ucap Tuan Yao ketika mereka tiba.


Guru Cai mengangguk dan memeriksa denyut nadi Nyonya Bo. Ia menutup mata sejenak.


Saat ia membuka mata, Tua Yao tahu apa yang akan dia katakan.


"Baiklah, ayo ke tempat Tuan Tua," ucap Tuan Yao.


Mereka bergegas ke kediaman Tuan Tua.


Pertama, Tuan Yao yang memeriksa, setelah itu baru Guru Cai.


Semua orang di ruangan itu menahan napas.


"Kondisi Tuan Tua sedikit kritis. Organ dalamnya bermasalah. Peredaran darahnya juga melambat," ucap Guru Cai.


Tuan Yao memandang takjub padanya. Kemajuannya pesat sekali. Ia merasa tertinggal jauh.


Hanya saja ia tidak tahu jika Guru Cai mempelajari ini semua dari Ling dan Liam, tapi tentu saja Guru Cai tak akan memberitahu rahasianya.


"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Tuan Yao.


Guru Cai diam sejenak. Ia tak menjawab dan bertanya hal lain, "Apa terjadi hal besar di Keluarga Bo belakangan ini?"


Dia tahu, dimanapun Ling berada, ia pasti akan menggemparkan.


"Tidak. Keluarga Bo kami damai-damai saja," jawab tetua pertama.


Guru Cai tak melanjutkan. Ia berkata, "Aku akan mempelajari penyakit ini. Apakah ada ruang ramuan?"


"Tentu saja. Tuan Muda, bawa gurumu dan Guru Cai ke ruang ramuan," ucap tetua pertama yang dibalas anggukan oleh Bo Yushen.

__ADS_1


Guru Cai mengikuti di belakang. Ia memikirkan keadaan Tuan Tua Bo, "Masalah ini sangat rumit. Selain itu ...."


Guru Cai tiba-tiba berhenti. Sosok yang dia cari selama ini muncul di depannya.


__ADS_2