Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Tidak Pernah Berubah


__ADS_3

Ling maju mendekati satpam itu. Saat jarak mereka semakin dekat, mereka terpental seolah ada dinding batu yang menghalangi mereka. Kemudian Ling menangkap Chen Lin yang hampir terjatuh.


"Ibu tidak apa-apa?" tanya Ling.


"Aku baik-baik saja. Ayo kita kembali," ucap Chen Lin dengan raut khawatirnya.


"Aku akan mengurus pendaftaran perusahaan kita," ucap Ling. Ia merebut dokumen yang ada di tangan Ling, kemudian ia mengambil dokumen lain dari dalam tasnya.


"Cepat urus berkas ini," ucap Ling dingin. Resepsionis itu gemetar ketakutan. Namun ia tetap berani menjawab.


"A-aku tidak bisa. Wilayah kalian sudah dipesan oleh Keluarga Bo," ucap resepsionis itu takut-takut.


"Cepat selesaikan," ucap Ling penuh penekanan.


Kemudian seorang pria paruh baya berlari tergesa-gesa menuju mereka. Pria itu memakai pakaian formal dan wajahnya terlihat sangat muram.


"Apa yang kau lakukan? Cepat selesaikan!" ucap pria itu.


"Ba-baik, Pak," jawab resepsionis semakin ketakutan.


Dia adalah pemimpin tertinggi di sini. Tentu saja resepsionis mengetahui hal itu. Dia mungkin tidak bisa melawan Keluarga Bo, tapi ia lebih tidak ingin dipecat dari pekerjaan ini.


Sedangkan pemimpin itu lari tergesa-gesa karena mendapat telepon dari Keluarga Zhuo. Ia tidak bodoh jika harus memilih antara Keluarga Zhuo dan Keluarga Bo.


"Tuan Muda, silahkan duduk lebih dulu," ucap pemimpin itu dengan hormat.


"Proposal ini untuk mendaftar di distrik B-1," ucap Ling sambil memberi proposal baru.


"Tentu saja, Tuan Muda," jawab pemimpin itu. Ia mengambil dokumen dengan tergesa-gesa, kemudian ia memberinya pada resepsionis.


Setelah itu, ia ingin berbasa-basi dengan Ling, tapi Ling tidak tertarik. Jadi, agar tidak membuat suasana menjadi canggung, ia berbincang dengan Chen Lin dan Yuan Ming.


Setelah 30 menit menunggu, akhirnya dokumen mereka selesai. Kini perusahaan mereka telah resmi menjadi bagian dari Kota Bayangan.


"Maaf, aku datang terlambat," ucap Ling menatap Chen Lin.

__ADS_1


"Tidak masalah. Ayo pulang," ucap Chen Lin dengan senyum yang terlihat lelah.


Saat mereka melangkahkan kaki, sekelompok pria berpakaian hitam masuk. Mereka langsung membuat keributan di ruang tunggu.


"Siapa di sini yang merupakan Chen Company?" teriak salah satu pemimpin kelompok itu.


Ling hanya menatap mereka. Tak ada takut di matanya. Walau mereka menang jumlah, Ling tetap bisa mengalahkan mereka.


Kemudian Ling maju mendekat.


"Aku dari Chen Company. Ada apa?" tanya Ling dengan nada menantang. Pria itu sedikit goyah karena tatapan Ling. Bahkan bos mereka tak memiliki tatapan seperti ini.


"Kalian yang ingin mendaftar di distrik C-1? Perusahaan baru seperti kalian saja berani melawan Keluarga Bo kami. Kalian pikir kalian ini siapa? Ini adalah Kota Bayangan, bukan kampungmu sendiri. Jika kau menyinggung seseorang, kau harus bersiap mati!" ucap pria yang memimpin itu.


"Tuan Muda, lebih baik kalian segera pergi. Mereka adalah anak buah elit Tuan Muda Bo," ucap resepsionis. Sekarang ia tak hanya takut dengan Ling, ia juga takut dengan Keluarga Bo. Persaingan antar keluarga seperti ini sudah biasa dia lihat. Namun kali ini terasa lebih menegangkan.


"Tuan Muda Bo? Bilang padanya bahwa aku adalah Tuan Mudah Chen," ucap Ling santai.


"Kau? Kau cukup tampan. Sepertinya kau bisa menjadi pemuas hasrat Nyonya Tua Bo , ha ...," pria itu tidak jadi tertawa.


Tangan Ling mencengkram leher pria itu sampai wajahnya berubah menjadi merah kehitam-hitaman. Lalu, ia menghempaskan pria itu ke lantai. Kemudian ia menginjak punggungnya dengan satu kaki.


"Katakan pada Keluarga Bo-mu itu bahwa jangan pernah menyinggung Chen Company," ucap Ling sambil menyeringai.


"Ibu, tidak akan ada lagi yang menindas keluarga kita," ucap Ling santai. Kemudian ia merangkul Chen Lin dan membawanya keluar dari ruangan itu. Yuan Ming dan Chen Wu hanya mengikuti dari belakang dengan patuh.


Setelah sampai di depan mobil, Chen Lin menghentikan langkahnya.


"Apa kau akan ikut pulang?" tanya Chen Lin.


"Di mana kalian tinggal?" tanya Ling yang baru ingat akan hal ini.


"Kami ...," ucapan Chen Lin terpotong.


"Aku sudah menghubungi relasiku untuk mencarikan sebuah apartemen ataupun rumah. Dia akan segera mengabarinya," jawab Yuan Ming lebih dulu. Ia tahu Ling tak akan suka jika mendengar mereka tinggal di hotel.

__ADS_1


"Aku tidak ingin menunggu lama," ucap Ling santai. Ia menatap serius ke arah Yuan Ming.


"Ling, tidak apa sedikit lama. Ibu masih bisa bertahan," ucap Chen Lin yang melihat Ling tidak bercanda.


"Baiklah, Ibu. Jika ada sesuatu hal, segera hubungi aku," ucap Ling.


"Aku harus kembali ke asrama karena besok masih ada kompetisi. Sampai jumpa lagi. Aku titip salam pada Kakek," ucap Ling sambil melambaikan tangan. Kemudian tubuhnya menghilang diantara mobil-mobil.


Setelah Ling pergi, keluar sosok tampan dari dalam mobil.


"Hey! Yuan Ming!" seru orang itu dari jauh. Kemudian ia mendekat ke arah Yuan Ming dan berbisik.


"Aku sudah menemukan sebuah rumah. Kau bilang aku bisa bertemu dengan Legenda Hidup. Jadi, di mana dia?" tanya orang itu.


"Cai Hao, dia baru saja pergi," ucap Yuan Ming santai yang membuat Cai Hao melotot.


Cai Hao sempat duduk lama di dalam mobil saat menyaksikan interaksi Keluarga Chen. Ia melihat anak muda yang terlihat mendominasi di antara keluarga itu.


Cai Hao adalah pemiliki Bronze Company yang pernah hampir dibuat bangkrut oleh Ling. Tentu saja dia ingin jumpa dengan Ling karena penasaran dan karena ingin bekerjasama.


*


Ling kembali ke kamar dan mendesain bomnya. Dengan begitu, ia baru bisa bertemu dengan ahli bom.


"Ling, apa yang sedang kau lakukan?" tanya Yuan mendekat ke arahnya.


"Hanya satu hal kecil," jawab Ling santai yang masih fokus. Yuan tidak mengerti apa yang dilakukan Ling. Ia pernah melihat Ling menggambar seperti ini saat di Kota Urban dulu.


Kemudian Yuan kembali ke kasurnya. Ia sudah memakan habis semua kado yang bersisi makanan. Kini ia juga sudah akrab dengan Wei Yun. Sejak kejadian ledakan, sifatnya mulai berubah.


Setelah selesai mendesain bom, Ling mengambil tanaman obat yang ia dapat di danau. Sekarang ia akan meracik obat untuk Liam dan Tuan Tua Zhuo. Karena ia belum bisa kembali ke Kota Urban, jadi dia akan menyimpannya lebih dulu.


Zhao Ran hanya melihat dari kasurnya tentang apa yang Ling lakukan. Saat ini ia tahu Ling sedang meracik ramuan. Namun dia baru kali ini melihat seseorang membuat ramuan dengan sangat santai. Bahkan ia membuatnya tanpa memerlukan ruangan tenang.


Sebenarnya ini bukan pertama kalinya. Ia juga pernah melihat hal ini sebelumnya. Ia tersenyum tipis.

__ADS_1


"Kakak Chen tidak pernah berubah," gumam Zhao Ran pelan yang tidak bisa di dengar siapapun.


__ADS_2