Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Kami Akan Mengeluarkanmu dari Sekolah


__ADS_3

Saat ini, di Sekolah Menengah Guxian.


Kepala Sekolah dari Sekolah Menengah Guxian dan Sekolah Menengah Kota Urban berkumpul untuk memeriksa hasil ujian. Ini dilakukan agar tak ada kecurangan.


Hasil ujian ini sangat penting. Sebenarnya jika sekolah mereka berhasil memunculkan murid di peringkat seratus besar, murid itu akan langsung masuk ke Universitas Internasional Kota Bayangan. Namun hal ini hanya kepala sekolah yang tahu. Para murid hanya tahu ini ujian biasa.


Ujian ini juga tak hanya dilakukan di Kota Urban, tapi di seluruh negara.


"Ke-Kepala Sekolah ...," seseorang yang bertugas memeriksa ujian, memegang kertas ujian dengan gemetar. Kepala Sekolah Guxian yang melihat itu adalah kertas sekolahnya, segera mengambil kertas.


"Apa? Aku tidak salah lihat kan?" ucap Kepala Sekolah Guxian berbinar.


"Astaga! Dia berada di peringkat kedua global!" ucap salah satu petugas lain.


Kedua kepala sekolah itu segera bangkit. Mereka melihat tulisan di layar monitor.


PERINGKAT KE-2 GLOBAL.


"Benar-benar ada orang jenius di sekolah kita!" ucap kepala sekolah Guxian gembira. Jantungnya hampir berhenti berdetak. Ia benar-benar ingin mengumumkan pada dunia sekarang.


Dalam sejarah, hanya ada satu orang di Kota Urban yang bisa masuk ke peringkat seratus besar. Bahkan itu pun ada di peringkat 95. Dan kali ini muncul peringkat kedua.


"Cepat! Lihat! Siapa peringkat kedua itu? Wuzhou atau Su Wen Ai?" tanya kepala sekolah Guxian. Ia sudah sangat tidak sabar. Karena ia tahu dua murid ini sangat berbakat.


Operator mengklik enter, lalu muncul sebuah nama.


Chen Ling.


Semua orang tetap diam. Bahkan kepala sekolah yang awalnya bersemangat menjadi murung.


"Apakah Chen Ling dari Keluarga Chen?" tanya kepala sekolah belum percaya.


Operator itu memeriksa lagi nama, nomor ujian, dan asal sekolah. Setelah lima kali memeriksa dan hasilnya sama, ia berkata, "Benar. Itu Chen Ling."

__ADS_1


"Bagaimana bisa dia?" gumam kepala sekolah. Para staff dan guru yang ada di sana juga mengerti.


Chen Ling adalah pemalas. Ia tak pernah belajar dan hanya membuat onar. Jika bukan karena reputasi Keluarga Chen, Sekolah Menengah Guxian juga tak akan menerimanya.


Dan sekarang dia mendapat peringkat kedua global?


Hanya ada satu kemungkinan, bukan Ling yang menjawab itu.


Dia pasti melakukan kecurangan.


"Beritahu semua siswa kelas tiga bahwa kita akan mengumumkan hasil ujian. Instruksikan pada mereka untuk mencari tahu bagaimana Chen Ling melakukan kecurangan," ucap kepala sekolah Guxian.


"Kepala Sekolah! Kepala Sekolah!" seorang guru berlari tergesa-gesa dari luar ruangan.


"Ada apa?" tanya kepala sekolah bingung.


"Seorang Dekan dari Universitas Internasional Kota Bayangan menelepon. Ia berkata akan memberi tiga slot untuk sekolah kita. Ia juga berkata bahwa mereka akan datang bersama Rektor ke sini. Dengan kecepatan helikopter yang sekarang, mereka akan sampai di sore hari," jawab guru itu dalam satu tarikan napas.


"Tiga? Siapa saja tiga orang itu?" tanya kepala sekolah penasaran.


Kepala sekolah mengerutkan kening. Dia tak menyangka mereka akan menjemput para siswa secara pribadi. Namun benarkah Ling termasuk di dalamnya?


"Segera beritahu pada Wuzhou dan Su Wen Ai. Juga undang seluruh media dan orangtua. Pastikan mereka semua datang," ucap kepala sekolah memberi perintah.


Para guru dan staff sangat sibuk. Ada beberapa yang mendekorasi, ada beberapa yang membuat undangan, ada juga beberapa yang membuat jamuan. Sekolah Menengah Guxian benar-benar dilanda kepanikan.


Setelah beberapa jam, semua selesai. Para orangtua dan media sudah berkumpul. Mereka duduk di kursi yang telah dipersiapkan. Di podium ada beberapa guru dan kepala sekolah.


Ling, Liam, Yuan, dan Su Wen Ai duduk di baris paling depan yang telah disiapkan Liam. Mereka sengaja tidak mengundang orangtua mereka. Ling memakai satu earphone dan memakainya.


Wuzhou duduk di barisan di belakang mereka. Ia mengundang kedua orangtuanya. Lu Bufan dan Lu Yan juga akan datang.


"Wuzhou, wakil kepala sekolah sepertinya akan segera mengumumkan hasil ujian. Mari kita lihat seberapa baik yang dia kerjakan," ucap Lu Yan menatap sinis punggung Ling.

__ADS_1


"Dia tidak akan bisa dibandingkan dengan Wuzhou. Nona Lu pikir seberapa banyak isi otaknya? Ia bahkan meninggalkan ruangan ujian dalam 30 menit. Ia hanya menganggap ujian ini sebagai lelucon," ucap Fu Zhu di sebelah Wuzhou.


"Sudahlah. Ia tidak berada di level yang sama denganku," ucap Wuzhou tersenyum sinis.


Setelah itu, wakil kepala sekolah berdiri di depan mikrofon.


"Hari ini aku akan mengumumkan suatu hal baik. Wuzhou dan Su Wen Ai dari Sekolah Menengah Guxian akan memasuki Universitas Internasional Kota Bayangan tanpa tes," ucap wakil kepala sekolah.


Seluruh aula menjadi hening. Kejutan ini benar-benar tak terduga. Para orangtua tak sempat lagi berkomentar. Para reporter hampir menjatuhkan kamera mereka.


Universitas Internasional Kota Bayangan adalah universitas paling menakutkan di dunia. Setiap tahun, mereka hanya akan menerima 300 mahasiswa. Dan Sekolah Menengah Guxian berhasil mendapat dua slot.


"Ini gila! Benar-benar gila!" ucap salah satu reporter.


"Wuzhou! Su Wen Ai!" seru salah satu orangtua yang terlihat takjub.


Semua orang tak henti-hentinya memuji kedua orang itu. Nama Wuzhou dan Su Wen Ai terus bergema di aula. Kericuhan besar terjadi.


Namun Su Wen Ai hanya menatap bingung ke arah Ling. Dia tahu jika Ling memiliki nilai yang lebih baik daripada dia. Jadi kenapa nama Ling tidak ada di dalam slot?


Wuzhou sampai berdiri karena dia sangat senang. Ia pikir ia hanya akan mendapat peringkat, tapi ternyata ia langsung diterima masuk universitas.


Di sisi lain, Lu Yan memandang ngeri ke arah Wuzhou. Wuzhou sudah menjadi murid Tuan Han dan sekarang dia bisa masuk ke Universitas Internasional Kota Bayangan. Dia sangat berbakat. Ia pasti bisa berdiri di puncak kesuksesan. Itu hanya menunggu waktu.


Tiba-tiba Liam dan Yuan bangkit. Yuan berteriak keras.


"Wakil Kepala Sekolah! Apa Anda yakin tidak melewatkan satu nama? Bagaimana bisa Chen Ling tidak mendapat slot?" ucap Yuan protes.


Lu Yan di belakangnya tertawa.


"Kalian terlalu terobsesi dengan hal ini. Universitas Internasional Kota Bayangan adalah universitas nomor 1. Bagaimana mungkin mereka memberi slot pada Ling?" ucap Lu Yan terbahak-bahak.


Ling masih duduk dengan tenang. Ia sedikit mengangkat tangannya dan itu berhasil membuat Liam dan Yuan kembali duduk.

__ADS_1


Ling tak peduli ia akan masuk ke Universitas Internasional Kota Bayangan atau tidak. Dia sudah pernah belajar dan lulus dari sana. Dan ia yakin ia juga akan mendapat slot hari ini.


Wakil Kepala sekolah memandang Ling dengan ekspresi menghina. Ia berkata dengan nada penuh ejekan, "Harap diam semuanya. Aku masih punya pengumuman kedua. Hari ini, Chen Ling dari kelas 3 dinyatakan melakukan kecurangan dalam ujian, yaitu menyontek. Kami memutuskan untuk memberi nilai buruk padanya. Katakan Chen Ling, pada siapa kau menyontek? Jika kau tidak mengatakan yang sebenarnya, kami akan mengeluarkanmu dari sekolah."


__ADS_2