
Pada saat yang sama, Xie Jin menerima panggilan dari atasannya. Setelah ia menerima panggilan itu, ia berkata, "Anda pergi dulu ke rumah Komandan Yu. Aku akan menyelamatkan mereka lebih dulu."
Komandan Xie juga menyuruh Xie Jin untuk melindungi Xue Jun. Selain itu, Kakeknya juga berulang kali mengingatkan untuk menjaga Xue Jun.
Hanya dengan satu angka dan bisa membuat Area Satu bergerak, Xie Jin tak bisa membiarkan Xue Jun mengalami hal tidak diinginkan lagi. Namun Ling dan yang lainnya masih harus diselamatkan.
Akhirnya mereka pun dibagi menjadi dua kelompok.
Xie Jin pergi mencari Ling dan yang lainnya. Tak berapa lama kemudian ia menemukan mobi Ling di depan kediaman keluarga Chen. Ia ingat betul jika itu adalah mobil Ling. Bahkan ia ingat dengan plat nomor mobil itu hanya dengan melihat dari CCTV tadi.
"Nona Xie, disini adalah tempat orang-orang dari kota Urban itu tinggal. Tolong jangan bertindak gegabah," ucap wakil kepala Han sambil menahan Xie Jin yang ingin masuk
Di depan, Xie Jin melihat sopir duduk sendiri di dalam mobil. Ia bertanya, "Mengapa anda sendiri di sini? Di mana yang lainnya?"
Sopir itu terkejut saat mendengar seseorang tiba-tiba berbicara padanya. Ia menjawab, "Tuan Muda dan Tuan Muda Chen masuk ke dalam untuk menyelamatkan seseorang."
"Menyelamatkan siapa? Apa Anda pikir mereka bisa memasuki wilayah ini? Cepat pergi! Kami akan menyelamatkan Tuan Mudamu dan teman-temannya," ucap Xie Jin. Kemudian ia dan wakil kepala Han memanjat tembok.
Sopir itu ditinggalkan dalam keadaan linglung. Ia bergumam, "Tapi Tuan Muda Chen menyuruhku untuk menunggunya."
Penjaga yang ada di sana memelototi sopir itu, "Siapa Tuan Muda Chen? Oh! Ternyata benar apa yang dikatakan oleh Tuan Muda Xue. Dia memang orang yang tidak tahu tempatnya. Lihatlah sekarang dia bahkan tak bisa melindungi dirinya sendiri. Mengapa kau masih menunggunya?"
*
Di kediaman keluarga Chen.
__ADS_1
Sekelompok orang berjubah berdiri di kanan dan kiri. Di tengah-tengah mereka ada seseorang dengan jubah hitam berpola emas duduk di sofa. Ia menatap ke arah para pelayan yang sedang diikat. Ia berkata, "Jika kalian masih tidak memberi tahu di mana kertas kuno itu, maka aku akan membunuh setiap orang yang setiap satu hari. Aku tak bisa menunggu lagi karena ini sudah hari ke-10."
Setelah ia selesai berbicara, ia melambaikan tangannya. Sedetik kemudian, lampu diatas kepalanya jatuh dengan suara keras. Para pelayan di depannya kelihatan sangat ketakutan. Pria itu hanya tertawa dengan suara seram. Ia sangat puas dengan apa yang baru saja ia lakukan.
Salah satunya sopir dan nenek berambut putih. Selama 10 hari ini mereka hanya minum air dan tidak makan apapun. Mereka adalah orang-orang yang sudah tua. Saat keluarga Chen menghadapi kejatuhan, mereka tak pernah meninggalkan keluarga Chen sama sekali. Sejak mereka ditangkap mereka menjawab jika mereka tidak pernah melihat kertas kuno.
Memang benar adanya mereka tidak pernah melihat kertas kuno itu.
"Bagus sekali. Kalian tidak akan memberitahuku, kan? Baiklah kalau begitu ...." ucap pria berjubah hitam itu dingin sambil menunjuk sopir.
Namun tiba-tiba seseorang datang. Ia melapor, "Bos, di luar ada anggota Area Satu."
"Apa? Bagaimana bisa mereka ada disini? Bukankah mereka ada di kota bayangan?" tanya pria berjubah itu dengan bingung.
"Aku dengar seorang pria bermarga Xue memanggil mereka. Ia akan tiba dalam waktu 1 jam. Kita masih punya waktu untuk melarikan diri," jawab orang itu.
Sopir itu menyadari jika pria itu mengatakan hal tak mungkin. Ia yakin jika mereka tak lagi memiliki kesempatan hidup.
Namun tiba-tiba ia melihat 4 orang masuk ke dalam ruangan.
Matanya melebar, terutama saat melihat orang yang berjalan paling depan. Ketika mengenali orang itu ia segera berteriak, "Tuan Muda, mengapa kau kembali sekarang? Segera pergi dari sini. Cepat."
Para pelayan lainnya yang mengenali Ling juga merasa kaget. Bagaimanapun orang-orang itu bertahan karena Tuan Tua Chen menyelamatkan mereka. Jadi mereka tak pernah berpikir untuk pergi.
Namun mereka tak menyangka jika Ling ada di sini sekarang.
__ADS_1
"Tuan Muda, kamu dan teman-temanmu cepatlah pergi," ucap nenek itu dengan suara gemetar. Ling hanya menatapnya. Ia menghela napas lega saat mengetahui mereka baik-baik saja.
"Mereka iblis. Mereka benar-benar tak peduli dengan nyawa orang lain," lanjut nenek itu berbicara.
Orang yang melapor itu melihat pemandangan ini tapi ia tak peduli. Ia bertanya kepada Ling dengan sedikit nada takut, "Margamu Chen?"
Ling mengepalkan tangannya dan menatap tajam orang itu. Ia menjawab, "Benar."
"Bos, nama pemuda ini adalah Chen, sedangkan pemuda yang memiliki relasi dengan Area Satu itu bermarga Xue," ucap penjaga itu melaporkan kepada pria berjubah.
Bos itu hanya mengangguk. Karena nama keluarganya adalah Chen, maka ia merasa tak perlu takut apa pun. Awalnya ia kaget saat melihat Ling dengan berani mendekat ke arahnya. Tetapi ketika ia tahu bahwa orang yang memiliki relasi dengan Area Satu nama keluarganya Xue, bukan Chen, maka ia tak terlalu khawatir.
Namun sayangnya ia tidak tahu jika nama keluarga Chen adalah yang paling ditakuti di Kota Bayangan.
Pria berjubah hitam itu melambaikan tangan. Ia menyuruh penjaganya untuk menyerang Ling dan teman-temannya. Pada saat ini, Xie Jin dan wakil kepala Han masuk. Yang pertama kali ia lihat adalah Ling dan teman-temannya hanya santai saat ingin diserang. Dalam hati ia memaki mereka dengan sebutan bodoh.
"Hati-hati!" teriak Xie Jin sambil mengeluarkan senjata.
Liam sudah melompat dan bersiap menerjang mereka. Bahkan ia tak perlu mengeluarkan pistol kecilnya. Ia hanya menggunakan kursi yang ada disana untuk menghantam seluruh pasukan berjubah. Pasukan-pasukan itu dipukuli sampai Liam puas. Liam juga tak peduli lagi dengan serangan yang ditujukan padanya. Ia sendiri menyerang dengan brutal.
Ling hanya diam dan menonton pemandangan ini.
Saat Liam memukul seseorang, orang itu memohon sambil memelas, "Apakah aku harus memujamu?"
"Tidak perlu! Bukan aku yang harus kau puja! Yang seharusnya kau puja adalah Ling! Kau beruntung dia tak turun tangan hari ini, jika tidak kau akan menangis darah," jawab Liam melanjutkan pukulannya.
__ADS_1
Pria berjubah hitam itu hanya pasrah. Ia tak lagi mendengarkan apa yang Liam katakan. Sebaliknya ia mengangkat walkie-talkienya yang berdering. Ternyata tidak hanya dia yang menerima pesan, tetapi orang yang ada ada di Area Satu juga menerima pesan itu.
Isi pesannya adalah "dengarkan Tuan Muda".