
"Ah, aku tak punya ide lain, tapi bagaimana jika bos itu adalah orang biasa seperti Tuan Muda Chen? Bagaimana jika mereka saling kenal?" ucap Ketua Dai.
Ia segera menyadari keadaan menjadi hening.
"Apa aku salah?" tanya Ketua Dai bingung.
"Ketua Dai, jangan bercanda," ucap Han Shuangfu.
"Menurutmu mengapa aku bercanda?" tanya Ketua Dai. Ia melirik Ling.
"Pikirkanlah kembali. Id merah ini sangat tahu tentang urusan luar negeri. Ia pasti berasal dari luar negeri juga. Lihatlah darimana Ling berasal," jawab Han Shuangfu.
Yang lainnya setuju dengan Han Shuangfu. Hanya tetua Zhuo yang menatap Ling dengan serius.
Ling mengabaikan mereka karena A Shui mengirimnya sebuah dokumen.
"Orang-orang di luar negeri sepertinya tidak tahu jika ada hacker. Bahkan panggilan telepon mereka tak dienkripsi. Lihatlah. Itu adalah panggilan dari Chen Kai," ucap A Shui yang terdengar dari earpiece Ling.
Ling melihat dokumen itu kemudian tersenyum dingin, "Cih, mereka memang menargetkanku."
"Benar. Tapi mereka memiliki banyak ahli. Aku dan Bo Xue Ning telah mengecek mereka. Jika kau butuh sesuatu katakan saja pada Mei Mengyi," ucap A Shui.
"Baiklah," jawab Ling.
Ia menutup laptopnya dan mulai berpikir.
Saat Zhuo Xia kembali, ia melihat Ling tersenyum dingin. Ia bertanya pada Ketu Dai, "Dia kenapa?"
"Aku tidak tahu," jawab Ketua Dai menggeleng.
"Selidiki apa yang terjadi hari ini," ucap Zhuo Xia.
Kemudian Ling tersenyum pada Zhuo Xia, "Xia, apa kau punya banyak bahan obat?"
Ling memerlukan itu untuk menyelamatkan guru ramuan.
"Ikuti aku," jawab Zhuo Xia. Tentu saja dia tak akan menolak Ling. Ia mengambil kunci gudang dengan senang hati.
Mereka meninggalkan orang di aula yang masih tercengang.
*
Ling dan Zhuo Xia sedang mencari bahan obat di gudang. Ling adalah orang yang tenang, tapi ia juga dibuat terkejut saat melihat gudang obat Zhuo Xia. Ia bertanya, "Xia, darimana kau mendapatkan begitu banyak bahan obat?"
"Aku telah menyimpannya bertahun-tahun. Selain itu banyak juga yang selalu memberikan bahan obat padaku. Ambil lah apa yang kau suka," jawab Zhuo Xia.
Ling melihat ada bahan obat yang dibutuhkan guru ramuan. Ia segera mengambilnya dan menyimpan di balok es.
"Kau tak ingin yang lain lagi?" tanya Zhuo Xia.
Ling harus segera kembali untuk membuat ramuan. Ia menjawab, "Tidak. Ayo kembali."
__ADS_1
Zhuo Xia hanya bisa menghela napas.
*
Keesokan harinya, tetua Zhuo datang ke akademi untuk mencari Ling.
Ia menyerahkan sebuah dokumen.
"Ada apa?" tanya tetua saat melihat Ling mengerutkan dahinya.
Ling tersenyum, "Tidak apa. Aku masih memiliki beberapa urusan di akademi."
Tetua Zhuo tak curiga apa-apa. Ia pun segera naik ke mobil.
Tak jauh dari tempat terakhir mereka berdiri, sebuah mobil hitam berhenti. Di dalamnya, ada seseorang yang masih sangat muda. Ia bertanya, "Apakah itu adalah pria yang disukai Zhuo Xia?"
"Benar," jawab sopir.
Pemuda itu terkekeh, "Kupikir ia akan menemukan orang yang hebat, ternyata biasa saja. Hanya karena batu level sepuluh, Zhuo Xia gila padanya. Ayo cari dia."
Mobil hitam itu melaju pergi.
*
Saat pemuda itu menemui tetua, ia segera duduk, "Tetua, apa sekarang Anda memiliki kubu?"
Tetua tak membantah, "Zhuo Chun, aku memang mendukung Nona Zhuo Xia."
Pemuda di depannya adalah Zhuo Chun, murid berbakat dari pulau Nyonya Tua.
"Benar," jawab tetua yakin.
"Baik. Jika Anda bersikeras, aku tak akan mengatakan apa pun lagi," Zhuo Chun mengambil surat kontrak mereka dan menandatanganinya.
"Tetua, Anda yakin? Kelihatannya ia baru saja bertemu dengan Chen Kai. Kabarnya Chen Kai itu bekerjasama dengan Mei Mengyi. Kesempatan ini tak boleh disia-siakan," ucap penjaga tetua.
Tetua tak menjawab dan terus menandatangani.
Melihat tetua tak ragu, Zhuo Chun juga tandatangan. Dengan kerjasamanya bersama Chen Kai sekarang, siapa yang berani mengganggunya? Chen Kai adalah orang terpilih yang ingin ditemui Mei Mengyi.
Melihat tetua seperti ini, rasanya ia ingin tertawa.
*
Ling memberikan ramuan yang telah dibuat dan dimurnikannya dalam semalam kepada Yang Yi. Ia berkata, "Setelah guru meminum ramuan ini, aku akan memberinya akupuntur setiap tujuh hari sekali."
Yang Yi tak bisa mengungkapkan rasa terimakasihnya. Ia menatap Ling dengan mata berkaca-kaca, "Terimakasih, Kakak Chen! Setelah guru sembuh, aku akan mencarimu."
Setelah itu, Yang Yi berlari karena tak sabar ingin menemui gurunya.
Ketika Yang Yi tiba, ia membuta tutup botol ramuan. Sesaat Tuan Zhuo merasa telah menghirup tujuh ramuan level menengah. Kini ia semakin yakin guru ramuan akan baik-baik saja.
__ADS_1
Karena tak bisa menahannya, Tuan Zhuo pergi menemui Ling.
"Chen Ling, apa kau tak tertarik untuk bergabung dengan Asosiasi Dewa Ramuan? Kau adalah bibit unggul. Jika kau berhasil menjadi Tabib Agung, masa depanmu pasti akan sangat cerah," ucap Tuan Zhuo. Ia tak ingin menyia-nyiakan bibit seperti ini.
Namun, saat mendengar jawaban Ling, raut wajahnya terlihat kecewa. Meski begitu, ia tak memaksa Ling. Hari itu, ia pun kembali ke Asosiasi Dewa Ramuan untuk bertemu Tabib Agung.
*
"Orang yang sangat berbakat?" tanya Tabib Agung.
Tuan Zhuo mengangguk, "Tapi ia tak ingin bergabung dengan Asosiasi Dewa Ramuan. Saya pikir, jika Anda mau menerimanya sebagai murid, dia pasti akan sangat gembira."
"Darimana dia? Mengapa aku belum pernah mendengar tentangnya?" tanya Tabib Agung.
"Dia berasal dari luar negeri. Tabib Agung, Cheng Ling benar-benar berbakat. Jangan biarkan jenius sepertinya terlantar," jawab Tuan Zhuo.
"Tunggu. Siapa namanya? Chen Ling?" Tabib Agung mengerutkan kening.
"Benar. Apa Anda mengenalnya?" tanya Tuan Zhuo.
"Ah, jika itu dia, aku mengenalnya," jawab Tabib Agung.
"Anda mengenalnya? Mengapa Anda tak menerimanya sebagai murid?" tanya Tuan Zhuo merasa aneh mengingat bakat Ling yang seperti itu.
"Kau berbicara tentang Chen Ling, kan? Ramuan 90% ke atas? Cih, Tuan Zhuo, Anda telah ditipu olehnya. Dia melakukan itu agar bisa bergabung ke Asosiasi Dewa Ramuan," jawab Tabib Agung.
"Dia menipu? Tapi, dia tak ingin bergabung dengan Asosiasi Dewa Ramuan. Selain itu, ia bisa menyembuhkan guru ramuan yang tak bisa Anda sembuhkan," ucap Tuan Zhuo.
"Aku sudah mendengar tentang Chen Ling dari Shiaonian. Memang keahlian medisnya sedikit lebih baik, tapi dalam ramuan, ia kalah jauh. Ia ingin mencari perhatian Asosiasi Dewa Ramuan dengan cara seperti ini? Aku tak tahu ia punya berapa wajah. Ah, Tuan Zhuo, Anda tak perlu memikirkan dia lagi," jelas Tabib Agung.
"Tuan Zhuo, aku pernah bertemu dengan Chen Ling di Kota Bayangan sebelumnya. Aku pikir Anda perlu menyelidiki masalah ini lebih lanjut," Zhuo Shiaonian berjalan perlahan.
Tuan Zhuo tak dapat menjelaskan apa pun. Ramuan yang baru saja dibuat Ling ada pada Yang Yi. Jadi, ia tak bisa menunjukkan itu pada mereka. Selain itu, ramuan yang ditunjukkan guru ramuan saat itu, ia sudah merasakannya sendiri. Tidak hanya itu, melihat dari luka guru ramuan, ia tahu benar jika Ling adalah ahli.
"Baik, aku mengerti," Tuan Zhuo melirik Zhuo Shiaonian dan pergi tanpa menjelaskan apa pun.
Zhuo Shiaonian dan Tabib Agung masih di sana, "Shiaonian, Tuan Zhuo tak mungkin bicara tanpa bukti. Aku akan meminta orang untuk menyelidiki."
"Mungkin penilaianku memang salah. Jika Chen Ling benar-benar bisa membuat ramuan ...," Zhuo Shiaonian agak ragu.
Tabib Agung segera membantah ucapannya, "Jika dia memang bisa membuat ramuan, apa dia bisa dibandingkan denganmu? Tetap saja tidak. Kau adalah harapan Asosiasi Dewa Ramuan. Jangan terpengaruh dengan orang biasa."
Mendengar ini, Zhuo Shiaonian tertawa kecil dan pergi.
Namun, saat ia sudah di luar, senyumnya menghilang. Ia melirik penjaga di sampingnya, "Kirim seseorang untuk mencari informasi apakah Ling bisa membuat ramuan atau tidak."
"Nona, mengapa Anda mempedulikannya?" tanya penjaga itu bingung. Ia tahu Zhuo Shiaonian adalah penerus plakat Dewa Tabib. Dalam hal ramuan, ia sudah dianggap bagaikan Dewa. Namun, ia tak mengerti mengapa Zhuo Shiaonian terpengaruh oleh orang biasa seperti itu.
Bukankah tanpa Mei Mengyi, tak akan ada yang mengenal Chen Ling?
***
__ADS_1
Alhamdulillah sudah lumayan baikan dan bisa up lagi🥰
Stay safe, stay healthy ❤️