
Saat ini, Bai Xiaoqi datang ke wilayah utara untuk mencari Liam. Ketika melihat wilayah itu, ia mengerutkan kening. Ia bertanya pada Ling, "Mengapa tempat seperti ini yang kau pilih?"
Ling hanya mengangkat bahunya acuh, "Temui Liam dulu. Dia sudah menunggumu di laboratorium sementara."
Bai Xiaoqi tahu jika Ling memiliki pemikirannya sendiri. Jadi ia tak protes, "Aku akan datang kesini lagi setelah masalah Keluarga Bai selesai."
"Baiklah," jawab Ling tanpa melihatnya karena dia fokus pada laptopnya. Dia terlihat begitu sibuk.
Bai Xiaoqi juga sangat sibuk. Sebelum menemui Liam, ia mengatakan sesuatu pada Yuan.
*
Setelah melewati gunung, lembah, dan sungai, akhirnya dua penjaga dari Asosiasi Dewa Ramuan tiba di wilayah utara.
"Chen Ling itu benar-benar tinggal di sini? Bukankah dia murid di Akademi Bintang?" tanya salah satu dari mereka.
"Lupakan, ayo cepat cari dia," jawab penjaga satu lagi karena ingat dengan perintah Tabib Agung.
"Siapa kalian?" setelah beberapa langkah berjalan, tiba-tiba beberapa orang muncul.
Penjaga itu menjawab, "Kami di sini untuk mencari Chen Ling."
"Kalian mencari Tuan Muda Chen? Kalian siapa?" tanya Kapten penjaga.
"Kami dari Asosiasi Dewa Ramuan," jawab penjaga itu.
Kapten segera mengambil alat komunikasi di pinggangnya dan memanggil seseorang, "Mereka berasal dari Asosiasi Dewa Ramuan dan mencari Raja. Aku ...."
__ADS_1
Setelah mendengar instruksi dari orang yang di teleponnya, ia menatap dua penjaga itu, "Kalian berdua boleh masuk. Tapi, kalian harus mengikuti jalur. Jika tidak, kami tidak akan bertanggung jawab jika kalian mati. Paham?"
Kedua penjaga itu saling pandang dan memutar mata. Itu hanya wilayah biasa. Tidak mungkin mereka memiliki penjaga yang bisa menghancurkan mereka.
Mereka berdua pun segera pergi dan menemui Ling.
"Kenapa kalian mencariku?" tanya Ling sambil menutup laptopnya dan menatap mereka dingin. Wajah lelahnya terlihat begitu tampan.
"Kami dari Asosiasi Dewa Ramuan. Sebelum Tabib Agung pergi, ia mengatakan jika Tuan Muda Chen mau bergabung dengan Asosiasi Dewa Ramuan, maka ia akan menerima Anda," jawab seorang penjaga melirik Ling.
"Asosiasi Dewa Ramuan?" Ling melirik mereka.
"Benar sekali. Asosiasi Dewa Ramuan adalah organisasi ramuan terbesar di luar negeri. Selama Anda mau bergabung dengan kami, Anda akan mendapat dua botol ramuan tingkat rendah setiap bulan. Dan jika Anda sudah masuk ke Asosiasi Dewa Ramuan, Anda bisa melakukan apapun yang Anda inginkan. Tak akan ada yang berani menegur Anda," kedua penjaga itu melirik Ling dan mengangkat dagu sombong. Mereka menunggu ekspresi gembira Ling.
Ling menyentuh telinganya, "Coba katakan lagi."
Kedua penjaga itu berpikir jika Ling terlalu senang dan menjadi linglung. Mereka berdua semakin mengangkat dagu, "Asosiasi Dewa Ramuan dapat mengirim orang untuk mengurus wilayah ini. Selain itu, Anda juga akan mendapat tambahan 10 botol ramuan tingkat rendah setiap bulan. Jika Anda mau, Anda bisa datang ke Asosiasi Dewa Ramuan hari ini dengan kami."
Penjaga itu tak menyangka Ling akan menolaknya. Mereka membeku sesaat, sebelum akhirnya menjawab, "Tuan Muda Chen, apa Anda yakin ingin melewatkan kesempatan langka ini? Ini adalah undangan langsung dari Tabib Agung. Tak akan ada kesempatan kedua."
"Kalian bisa pergi. Manajer Bo, antar tamu kita keluar," ucap Ling. Awalnya ia berpikir jika Asosiasi Dewa Ramuan ingin mengganggunya. Ternyata mereka memiliki tujuan lain.
Bo Jie segera menghampiri kedua penjaga itu, "Mari, ikuti saya."
"Tuan Muda Chen, Anda seharusnya sudah mendengar tentang Tuan Shangxuan yang menginginkan Nona Zhuo Shiaonian menjadi muridnya. Anda tak hanya akan melihat orang berbakat, tapi juga ramuan-ramuan kelas atas," kedua penjaga itu tak menyangka akan ada seseorang yang menolak Asosiasi Dewa Ramuan.
Ling mendongak dan menatap mereka, "Saat kalian datang ke sini, apa kalian tidak bertanya apapun pada orang di sekitar?"
__ADS_1
"Apa yang harus kami tanyakan?" kedua penjaga itu tak mengerti.
Ling tersenyum hangat, "Mengapa kalian tidak bertanya pada para pelayan saja?"
Ling melambaikan tangannya. Bo Jie tahu jika Ling sudah tidak sabar. Ia segera membawa kedua penjaga itu keluar.
"Tuan, mengapa Tuan Muda Chen tidak ingin bergabung dengan Asosiasi Dewa Ramuan? Bukankah banyak orang yang ingin bergabung, tapi mereka ditolak? Saat Tuan Muda Chen mendapatkan jalur spesial, mengapa dia malah menolaknya?" kedua penjaga itu masih tidak mengerti.
"Apalagi ada ramuan gratis. Apa kalian tidak menginginkannya?" tanya penjaga itu lagi.
"Ramuan? Ramuan tingkat rendah?" Bo Jie terkejut.
"Benar sekali. Walau hanya ramuan tingkat rendah, banyak juga orang yang belum pernah melihatnya seumur hidup," penjaga itu menghela napas.
Bo Jie hanya tersenyum. Ia berkata, "Baiklah, kita sudah sampai di perbatasan. Kita berpisah di sini."
Bo Jie pergi meninggalkan mereka yang masih kebingungan.
Kedua penjaga itu mencari tim patroli untuk bertanya. Saat sedang mencari, ternyata wilayah ini berbeda dengan yang mereka bayangkan. Bangunan-bangunan mulai dibangun.
"Kalian bilang ramuan tingkat rendah? Kalian bukan berasal dari sini, kan?" setelah mendengar pertanyaan dari kedua penjaga itu, penjaga yang berpatroli mengerutkan kening.
"Tentu saja bukan. Kami datang ke sini untuk mencari Tuan Muda Chen dan mengundangnya ke Asosiasi Dewa Ramuan, tapi dia tidak setuju," jawab penjaga itu.
"Apa bagusnya Asosiasi Dewa Ramuan?" Kapten tim patroli di sana mengerutkan kening saat mendengar jawaban kedua penjaga.
"Asosiasi Dewa Ramuan adalah organisasi ramuan nomor satu. Contohnya, kami. Kami mendapat sebotol ramuan tingkat rendah setiap bulan karena bergabung dengan Asosiasi Dewa Ramuan," jawab penjaga itu merasa sedikit sombong.
__ADS_1
"Kau membicarakan ini, kan?" Kapten penjaga patroli itu mengambil botol yang tergantung di pinggangnya. Ia membuka tutup botol itu dan menyuruh mereka menghirup aromanya.
"Kami semua menggunakan botol air untuk membawa ramuan ini. Tuan Muda Chen berkata, jika ramuan kami sudah habis, maka kami sendiri bisa mengisinya lagi dari tong-tong yang ada laboratorium," ucap Kapten penjaga patroli.