Mendadak Dikejar Setan

Mendadak Dikejar Setan
Auraku Jelek


__ADS_3

Kan kan kan, maksudnya apa itu rambut segala di tempelin ke tanganku. Biar apa? mau pamerin rambutnya? sorry rambutku lebih lembut dan berkilau. Aku yakin rambutnya paling mentok dikebulin kemenyan.


Aku konsisten dengan apa yang aku lakukan, merem dan tetep di posisi pewe kayak gini. Sampai aku bener-bener terbang ke alam mimpi.


Kayaknya lumayan lama aku ngeliyep. Berawal dari pura-pura tidur dan berakhir tidur beneran. Aku ngerasa guling yang aku pakai gerak-gerak dikit.


Penasaran aku pun ngebuka mata pelan-pelan dan aku liat sosok wanita yang semalem dateng lagi goyang-goyangin gulingku.


"Aaaaaaaaaa!" aku terkejang liat mukanya yang bikin ngenes itu.


Dan secepat kilat, dia berpindah posiainya mengambang di atasku. Sejajar dengan badanku yang kini lagi telentang.


"Pinjami aku sebentar saja, aku tidak akan tenang sebelum mengatakan semuanya!" ucap wanita itu.


"Nggaak mauuu! c-cari aja wanita lain, aku terlalu cantik buat kamu rasuki!" ucapku.


"Kau harus mau!" dia maksa.


Ampun setan dimana-mana kok ya rata-rata kang maksa semua. Mintanya diturutin, kalau nggak ujubg-ujungnya ngamuk dan aku dibanting-banting.


"Aku auranya jelek! sana pergi!" aky mau gerak tapi lagi-lagi nggak bisa.


Badanku kayak terpaku ditempat. Ada belatung yang satu persatu jatuh, nggak tau asalnya dari mana. Bukan hanya belatung, sekarang kecoa dan kalajengking juga atu-atu jatuh diatas perutku yang tertutupi selimut.


"Ehmmm baunya, najong weh! hiiiiiiiwwhh," aku bergumam dalam hati. Aku coba gerak, takut ada yang masuk ke kuping atau kemana gitu. Tapi sayangnya, badanau digerakin aja nggam bisa, aku cuma bisa ngeliat tuh kecoa da kalajengkin pada merambat di badanku.


Sementara itu, dia makin dekat dan mencoba menembus badanku.


Wuuzzzzz!


"Aaarkhhh!" aku kayak ditabrak sesuatu sampai badanku goyang dikit.


"Aaarrhhhh, kenapa sulit sekali!" si hantu mulai frustasi.


"Aku bilang juga apa, auraku jelek. Kamu nggak bisa ngerasuki aku seenak udel kamu!" ucapku .


Dan omonganku ini nggak direwes, dia mencoba berkali-kali. Dan ujung-ujungnya gagal maning gagal maning son!


"Aaarrrrrghhhhh!" si hantu kesel dan dia lempar barang sampai mengenai kaca.


Praaaaaanggg!


"Revaaaaa?" panggil Ridho. Kayaknya dia baru sampai, karena aku denger pintu depan yang dibuka. Sebelum dia pergi, dia emang maksa minta kode akses. Katanya biar nggak ganggu aku tidur kalau dia mau masuk. Ya udah, akhirnya aku kasih.


"Revaaaaaa?" Ridho buka pintu kamarku dan memergoki hantu itu lag miencoba mendekatiku.


"Hey, jangan---" Belum sempat Ridho ngomong. Tuh hantu udah kabur duluan.

__ADS_1


"Shiiiiiit! kemana dia?!!!" Ridho mencoba mencari-cari kemana perginya tuh mbak Etan.


"Aarghh," aku ngerasa badanku nggak enak.


Setelah si etan pergi, aku pun bisa gerak. Dan tau nggak tuh tadi binatang-binatang secara ajib ngilang gitu aja. Liatnya aja udah ngilu banget


"Reva? kamu nggak apa-apa?" tanya Ridho cemas.


Aku gelengin kepala, "Nggak apa-apa..."


"Maafin aku, harusnya aku nggak pergi lagi!" kata Ridho nyesel.


"Nggak apa-apa, nggak usah lebay!" ucapku.


Tanpa aba-aba Ridho gendong aku keluar dari kamar yang berantakan dengan pecahan kaca ada dimana-mana.


"Aku nggak apa-apa, aku bisa jalan!" ucapku yang mencoba buat turun. Rasannya aneh kalau digendong kayak gini.


"Jangan! barangkali ada beling di lantai, nanti kaki kamu luka, Sayang! kecuali ku jago debus," Ridho dudukin aku di sofa depan tivi.


Deuuh, dipanggil sayang kok rasanya ada sar ser dalam hati. Aneh banget. Kayak ada kupu-kupu yang ngegelitikin udelku. Geli banget. Kecuali kata-kata debus yang sangat merusak suasana ya.


"Kamu sering didatengin dia?" tanya Ridho.


"Lumayan," ucapku.


"Sejak kamu nginep disini. Kayaknya kamu yang bawa tuh setan, deh! supaya gangguin aku!" aku nuduh. Padahal.aku tau kalau itu nggak bener.


"Enak aja, nggak lah, Va! aku nggak bawa setan begituan yang bisa nyelakain kamu," kata Ridho.


"Kira-kira kenapa tuh setan perempuan ngejar-ngejar kamu? kamu habis berbuat apa?"


"Berbuat? berbuat apa? aku juga nggak tau ya kenapa tuh setan ngejar aku mulu. Kenal juga nggak!" lanjutku, yang sekarang punggungku disenderin di tumpukkan bantal.


"Aneh," kata Ridho.


Bukan Ridho aja yang heran, aku juga keles. Kenapa dia mekso banget buat minjem badan aing yang aduhai ini.


"Kayaknya kamu jangan tinggal disini buat sementara waktu," usul Ridho.


"Terus kemana? ke luar pulau?" aku nyeletuk.


"Nah, itu ide yang bagus! sekalian kita pergi berdua, sebelumnya kita kawin dulu jadi bisa sekalian honeymoon!" ucap Ridho.


"Aku tuh didatengin setan, kok ujung-ujungnya nikah? lagian aku udah punya calon, sorry!" kataku manas-manasin Ridho.


"Sebelum janur kuning melengkung, aku masih punya kesempatan buat jadi suami kamu, Va. Dan Kalau pun tuh janur udah terlanjur melengkung, aku bakal lurusin lagi," ucap Ridho.

__ADS_1


"Dihhhh, meksooo ya andaaaaa..."


"Pokoknya kamu nggak boleh nikah sama orang lain selain aku!" kata Ridho lagi.


"Jagain kamu itu berat, biar aku sajahhhh. Mereka nggak akan kuat!" lanjutnya niruin salah satu scene film.


Aku gaplok lengannya.


Plaaaak!!!


"Maksudnya apa, hah?"


"Candaaaaa, Va. Kok kamu ganas sih?" Ridho ngusap lengannya.


"Balik ke topik awal, Va. Kamu mending jangan tinggal disini, aku yakin dia bakal dateng lagi nyariin kamu..." kata Ridho.


"Mending kamu tinggal sama aku, tapi ya itu kita kawin dulu. Biar nggak jadi fitnah..." lanjutnya.


Nih kenapa Ridho jadi mikir kawin mulu sih heran. Ini lagi mbahas setan, ujung-ujungnya topiknya itu- itu juga.


"Dia mau pinjam raga..." ucapku tiba-tiba.


"Raga? raga siapa?" Ridho nautin dua alisnya.


"Ragaku lah!"


"Buat apa?"


"Ya nggak tauuuuuuuuu ... emangnya aku anak indigo yang bisa tau apa yang setan itu pikirin dan pengenin dari aku?"


"Kan kamu bisa tanya, Va!" kata Ridho.


"Boro-boro nanyaaaaaaaa, nih badan udah nggak bisa gerakk!" gemes banget aku sama tanggapan Ridho.


"Tapi anehnya, dia itu nggak bisa ngerasuk ke dalam badanku. Nggak tau kenapa..." ucapku lirih.


Tapi Ridho denger dan nanggepin lagi, "Karena pikiran dan hati kamu nggak kosong, dan yang jelas Tuhan yang bikin makhluk itu nggak bisa menguasai diri kamu,"


Pikiranku berkelana sejenak. Aku sedikit penasaran kenapa tuh setan ngebet banget pngen minjem nih raga. Buat apa?


"Udah jangan dipikirin. Jangan biarin pikiran kamu kosong. Aku beresin dulu pecahan kaca di kamar. Habis itu kamu makan, aku udah beli ayam bakar..." ucap Ridho yang ngusek-ngusek kepalaku sambil senyum.


Aku nggak bisa pergi kemana-mana. Karena sebelum keinginannya terwujud, aku yakin nih makhluk bakal nyari aku walaupun sampai ke lubang semut sekalipun. Ngurek-ngurek dah tuh setan.


Aku liat Ridho yang keluar dari kamarku dengan bawa satu wadah kardus buat naruh pecahan-pecahan kaca.


"Ck, alamat besok nggak bisa dandan!" aku ngenes liatin pecahan kaca.

__ADS_1


__ADS_2