Mendadak Dikejar Setan

Mendadak Dikejar Setan
Rumpi


__ADS_3

Suamiku yang ciamik itu langsung ngabarin berita kehamilanku sama mama, tau nggak apa yang mereka lakuin?


Mereka langaung riweuh, ngrencanain ini itu. Aku sampe bingung. Ini yang anaknya siapa, woy?!!!


Kenapa mama malah kayaknya kompak banget sama Ridho.


"Maaaah, ini hamil juga masih sebiji kacang. Kalian udah heboh banget," kataku yang udah pusing tambah pusing.


"Ya nggak apa-apa lah, iya kan Dho?" mama minta dukungan mantu.


"Iya, Mah," sahut Ridho


"Mulai sekarang, kamu harus ngurangin aktivitas kamu di kantor, Reva. Jangan terlalu sibuk, dan jangan pulang kesorean, lebih baik kamu dianter jemput sama Ridho. Mama nggak mau terjadi apa-apa sama calon cucu Mama," kata mama tanpa jeda.


"Kamu bisa kan Dho anter jemput Reva?"


"Bisa, Mah..." Ridho lagi cosplay jadi mantu yang nurut-nurut bae apa kata mertua.


"Ya ampuun, lebay banget suwer..."


Siang ini aku diauruh istirahat, katanya bumil nggak boleh capek-capek. Aku seneng sih diperhatiin kayak gini, tapi mereka berdua terlalu lebay. Iya mama sama Ridho.


Masa iya aku turun dari tempat tidur aja nggak boleh, katanya waktu istirahatnya belum terpenuhi.


Akhirnya ya begini aku rwbahan aja kek orang sakit, padahal mah aku ya kuat. Nggak lagi pusing juga. Jenuh di kamar pengen nyap-nyap sama tetangga sebelah, ngerumpiin soal penghuni baru yang katanya introvert nggak mau salam sapa sama bu RT dan jajarannya.


Jiwa kepo kita kan meronta, cuma baca dari grup chat ijo. Lebih asik kan meet up sambil ngeteh-ngeteh depan terasnya bu RT yang kebetulan tetangga aing, rumahnya di sebelah persis. Apalagi dia kalau bikin bakwan sayur enak banget, beuh tukang gorengan profesional mah lewaaaat.


"Astaga, mama sama Ridho mau bikin aku stress apa gimana sih?" aku gelisahan tiduran nggak jelas.


Ridho tadi ijin buat ke kantor bentar ngambil dokumen, katanya dua mau ngerjain di rumah. Dia udah ijin juga sama pak Bagas, katanya boleh.


Sedangkan mama lagi uplek di dapur katanya lagi bikin bubur kacang ijo buat aku. Biar aku nggak lemes, dan katanya supaya bayinya rambutnya banyak nggak kriwis-kriwis kayak rambut jagung.


Kadang aku nggak ngerti sama konsepnya mama beneran. Ini perut aku aja masih rata ya Allah, mama udah mikir sejauh itu.


Dan pas lagi asik buka grup chat ibu-ibu kompleks, ada yang bilang kalau semalem ada anaknya yang ngeliat kunti lagi jalan-jalan di sekitar rumah Bu RT.

__ADS_1


"Sekitar rumah bu RT? berarti deket rumahku juga dong?" aku mulai kepo.


Ya katanya anaknya liat pas di mobil, mereka kebetulan abis jalan-jalan dan pulangnya kemaleman. Nah anaknya sebut saja bu Ranti, nah anaknya bu Ranti ini namanya Dimas usianya sekitar 17 taunan. Denger-denger sih dia emang bisa ngeliat para setan dan sejenisnya. Pas ngeliat tuh kunti jelong-jelong alias jalan-jalan di sekitar kompleks, dia langsung cerita sama bu Ranti.


Dan bu Ranti yang emang orangnya penakut, langsung gembar-gembor di WAG, wes pokoknya pada heboh.


Koplaknya ada komen, "Ada foto kuntinya nggak, Bu?"


Astagaaa, bu Retno aya-aya wae. Dikira si Dimas tergabung dalam team para pencari hantu yang ada di tivi apa gimana dah. Dia minta bukti foto segala.


Seketika aku inget kalau aku ngeliat ada bayangan di tirai jendela. Atau jangan-jangan itu makhluk yang lagi dirumpiin sama ibuk-ibuk di kompleks ini.


"Loh kok nggak tidur?" mama tau-tau masuk aja.


"Emh, orang nggak bisa tidur, Mah..." aku yang lagi senderan di tumpukan bantal empuk.


"Nih, Mama buatin kacang ijo. Mumpung masih panas, enak dimakannya..." kata mama.


Dan creeeeettt!!!


Nggak sengaja kepencet voice note di WAG ibuk-ibuk rempong.


"Kunti?" gumam mama.


Aku refleks matiin itu voice note sebelum bu Ranti nyerocos lebih ngawur lagi.


"Mammmpuuuuss?!!" aku dalam hati.


"Tadi itu apa, Va? Kunti? emangnya disini ada setan?" tanya mama.


"Ya ... ya dimana pun tempatnya pasti ada makhluk kayak gitu, Mah. Mungkin di rumah mama juga ada,"


Plak...?!


Mama ngegeplak lenganku, "Jangan bilang kayak gitu! di rumah mama mana ada," ucap mama yang agak worry.


"Kamu harus hati-hati, Reva. Apalagi kamu lagi hamil," lanjut mama cemas.

__ADS_1


"Iya, Mah. Ada atau nggak ada setan juga aku hati-hati kok, lagian ada mas Ridho yang rajin ngaji di kamar. Pastilah itu setan-setan nggak pada betah di rumah ini," kataku pede.


"Jangan cuma Ridho yang rajin, tapi kamu juga Reva. Sholat kamu jangan bolong-bolong, apalagi sekaramg kamu lagi---"


"Hamil? iya, Maaah. Reva tau kok..." aku nyerobot ucapan mama.


"Tah etaaaa, ayeuna baru anak Mama..." ucap mama yang bahasanya campur-campur.


"Makan dulu buburnya kacangnya, kemanisan atau gimana?" mama ngasih mangkok putih yang isinya burjo.


Aku nyobain burjo yang mama bikin, dan rasanya nggak pernah gagal. Enak seperti biasanya.


Aku cuma bisa angkat satu jempol, "Enak, Mah. Manisnya pas..." kataku.


Mama senyum, "Syukurlah kalau kamu suka. Soalnya ibu hamil itu kan kadang suka aneh-aneh, kayak dulu waktu mama hamil.kamu. Mama paling nggak suka bau bawang putih, udah gitu makan selalu beli, nggak suka masak. Eh, ternyata pas gedenya, tuh anak emang nggak bisa masak,"


"Yeuuh, si mamah. Ngledekknyaaa..."


"Tapi untungnya suami kamu sabar ya, Reva. Mama spet mikir, ini Ridho lagi khilaf apa gimana gitu waktu bilang kalau dia serius sama kamu, dan berani menghadapi mama yang emang nggak welcome saat itu," ucap mama.


"Jangan dibilang kayak gitu dong, Mah. Kalau dia tiba-tiba udahan khilafnya kan berabeee..." ucapku, dan mama ketawa.


"Hahahahaha, iya juga ya. Beruntung kamu Reva. Mama liat Ridho itu sayang banget sama kamu, dan mama yakin dia bakalan jadi ayah yang baik juga buat cucu mama,"


"Semoga ya, Mah..." ucapku.


Karena kita nggak tau apa yang terjadi di masa depan. Kita cuma bisa berusaha melakukan yang terbaik hari ini.


Aku habisin satu mangkok bubur kacang yang mama bikin.


"Udah habis?" tanya mama.


Aku ngangguk, "Udah, Mah..."


"Ya udah, mama bawa mangkoknya ke bawah, ya? kamu istirahat aja. Kalau mau tidur, sekarang aja mumpung masih jam 1 siang, dan bangun nanti sebelum ashar," ucap mama.


"Iya, Mah..."

__ADS_1


Mama keluar dengan membawa mangkok di tangannya. Sedangkan aku mencoba buat tiduran setelah minum air putih, supaya ngilangin rasa manis di mulut.


"Hoaaamph, mereka masih aja ngebahas si kunti..." ucapku yang sekilas melihat percakapan mereka di grup chat.


__ADS_2