
Amel baru saja selesai mandi. Ia menyalakan ponselnya yang mati sejak semalam.
Baru saja ia menyalakan ponselnya, langsung ada pesan masuk dari Anes yang isinya memberitahu kalau pak Arya sedang sakit dan koma.
"Pak Arya koma?" ucap Amel terkejut. Ia buru-buru keluar dari kamarnya untuk mencari David.
Amel mencari di semua ruangan tapi tidak ia temukan sosok yang sedang ia cari tersebut. Tinggal satu ruangan lagi yang belum ia masuki, kamar David.
Amel mengetuk pintu kamar David, tapi tak ada sahutan dari dalam.
"Pintunya tidak di kunci," gumam Amel ketika memegang handle pintu.
"Dav, apa kamu ada di dalam? Aku masuk ya?" Dengan mengendap-endap, ia masuk ke kamar David.
Selama kurang lebih satu Minggu tinggal bersama di sana, ini kali pertama Amel masuk ke dalam kamar David.
"Ini ponselnya, terus orangnya kemana?" gumam Amel ketika melihat ponsel David tergeletak di atas ranjang. Ia mendekati ponsel milik David dan mengambilnya.
"Ada apa mencari ku?" tanya David yang sudah berdiri tepat di belakang Amel dengan hanya mengenakan handuk yang di lilitkan di pinggangnya. Jarak mereka dekat sekali, hingga nafas David bisa Amel rasakan di telinganya. Rupanya laki-laki tersebut baru selesai mandi.
mendengar suara David, Amel langsung menoleh dan ia hampir jatuh karena kaget. Dengan segera hubungi David menarik Amel hingga ia tak jadi jatuh. Sekarang posisinya David memeluk Amel.
"Aaaaaaa! kamu ngapain? kenapa nggak pakai baju?" teriak Amel sambil menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya. Namun diam-diam ia mengintip dada bidang David dari celah jari-jarinya.
"Ck, dasar! kalau mau lihat, lihat aja, nggak usah pura-pura di tutupi tapi diam-diam mengintip," ucap David.
"Huh, siapa juga yang ngintip," sahut Amel sambil melepaskan pelukan David.
"Yakin?" goda David
"Hem, awas minggir!" Amel menggeser badannya untuk melangkah.
David segera mencegah Amel dan mendorong tubuh Amel ke atas ranjang. Ia mengungkung gadis itu di bawahnya.
"Apa yang kamu lakukan?" teriak Amel.
__ADS_1
"Cepat katakan ada apa kamu mencari ku?" tanya David tetap dengan posisi di atas Amel.
"Tunggu! Apa yang mengganjal ini? batin Amel ketika menyadari ada sesuatu yang mengganjal di sela-sela pahanya.
Amel langsung menyadari benda itu adalah junior milik David.
"Aaaaaaa!" teriak Amel sambil mendorong dada David dengan keras hingga David terpental namun tidak sampai jatuh.
"Kenapa malah berteriak?" David masih tak menyadari kalau sesuatu di balik handuknya sudah berdiri.
"Dasar nakal! Omes, otak mesum!" Amel meninju dengan keras junior milik David dan langsung pergi meninggalkannya.
"Aw! kenapa kamu meninju aset masa depanku? ini bukan hanya aset milikku, tapi milik kita berdua, milikmu juga! Apa kamu tidak tahu, ini yang akan membuat kita punya anak nanti!" umpat David sambil meringis kesakitan tangannya memegang asetnya tersebut dari luar handuk yang menutupinya. namun tidak di tanggapi oleh Amel karena gadis itu sudah pergi dan tidak mendengar teriakannya.
🌼🌼🌼
"Ada apa tadi mencari ku sampai ke kamar?" tanya David yang kini sudah berpakaian lengkap.
Amel yang sedang menonton televisi menoleh.Ia memperhatikan area ************ David.
"Ke kenapa lihat-lihat? jawab pertanyaan ku Amel!" ucap David yang mengingat kembali rasa ngilunya akibat tinjuan Amel.
"Itu tadi aku dapat pesan dari Anes, katanya pak Arya sakit dan dan sudah satu mingguan ini beliau koma," jawab Amel.
"Kenapa nggak bilang dari tadi sih? Kemasi barang mu, kita kembali ke Jakarta," ucap David.
"Ha? ok!" sahut Amel langsung pergi ke kamarnya secepat kilat.
"Ah, bos kenapa tidak memberitahu kalau tuan besar sakit?" gumam David sambil menuju ke kamarnya untuk berkemas.
🌼🌼🌼
Setibanya di Jakarta, David langsung mengajak Amel ke rumah sakit. Ia mengendarai mobilnya dengan cepat. Amel yang baru saja merasakan jet lag, tambah merasa pusing dan mual karena ulah David.
"Bos," David menyapa Alex yang sedang duduk di sofa bersama Anes. Kebetulan hari ini hari libur jadi, Alex dan Anes menunggui pak Arya di rumah sakit. Kalau biasanya, Alex menjenguk ayahnya ketika pulang bekerja dan sesekali menginap di rumah sakit. Rania yang selalu tinggal di tahun sakit menemani pak Arya. Namun, keberadaanya sama sekali tak di pedulikan oleh Alex. Hanya Anes yang sesekali mengajaknya bicara.
__ADS_1
"Dav, kapan kamu kembali?" tanya Alex.
"Baru saja saya tiba dan langsung ke sini bos, kenapa tidak memberi tahu saya kalau tuan besar sakit dan separah ini?" David minta penjelasan. Bagaimanapun juga ia sudah dianggap anak oleh pak Arya.
"Aku tak ingin mengganggu pekerjaanmu di sana," jawab Alex.
"Bagaiman keadaan tuan besar sekarang bos?"
"Belum ada kemajuan, papa masih koma," jawab Alex lesu. Tampak sekali guratan lelah dan sedih di wajah pria tampan itu.
"Ngomong-ngomong di mana Amel? apa dia langsung pulang ke rumah?" Anes menanyakan keberadaan sahabatnya itu.
"Ah saya lupa, dia masih berada di luar nona, dia pusing dan mual katanya, tadi saya buru-buru jadi saya tinggal," sahut David.
"Huh, tidak bertanggung jawab!" Anes memukul lengan David dan langsung keluar mencari keberadaan Amel.
"Hoek! Hoek!" Amel tampak sedang mual di sudut rumah sakit sambil memegangi perutnya.
"Mel, kamu kenapa? jangan-jangan pak David sudah menghamili kamu ya? biar aku buat perhitungan sama dia, berani-beraninya," cerocos Anes dengan polosnya.
"Heh Paiyem! aku cuma pergi satu mingguan, bagaimana bisa sudah hamil? aku mual karena jetlag di tambah David menyetir mobilnya cepat sekali, kayak punya nyawa dobel aja," gerutu Amel.
Anes hanya terkekeh mendengar ucapan Amel. Ia juga menangkap sesuatu yang aneh dari ucapan Amel.
"Sejak kapan kamu jadi begitu akrab sama pak David? bahkan kamu hanya memanggilnya hanya dengan sebutan nama?" selidik Anes.
"Ada deh, kepo! lagian siapa suruh kirim aku ke sana buat menyusulnya," sahut Amel.
"Hu dasar!"
"Eh bagaimana keadaan pak Arya?" tanya Amel. kini mereka sudah duduk bangku taman rumah sakit.
"Masih koma, entah sampai kapan papa akan sadar. Dokter sudah memberitahu kemungkinan terburuknya. Mas alex begitu syok dan sedih," ucap Anes dengan nada sendu.
"Kamu yang sabar ya, pak Arya orangnya kuat, aku yakin beliau akan berjuang demi pak Alex,"
__ADS_1
💠Please jangan tanya kapan Anes hamil ya? karena sekarang kan Alex lagi bersedih, jadi tidak mungkin kan mereka enak-enak bikin anak? karena proses-proses sebelumnya belum berhasil kayaknya. hehe Peace ✌️ salam hangat author❤️❤️💠