
Alex sampai rumah di malam hari. Ia melihat Anes sedang membolak-balik buku tentang parenting sambil menunggu Alex pulang.
"Mas udah pulang? bagaimana gudegnya? enak? sama kayak yang mas lihat di televisi tadi pagi?" tanya Anes, ia menghampiri Alex yang baru saja masuk ke rumah.
"Warungnya tutup, mas nggak jadi makan gudeg. Dan maaf mas nggak berhasil membawa candi Prambanan pulang sayang. Ini mas cuma berhasil membawa photonya pulang," sahut Alex dengan nada malas sambil memperlihatkan photonya yang sedang di candi Prambanan diri ponsel pintarnya.
"Dia pikir aku serius minta di bawain candi Prambanan? What the hell!" batin Anes.
"Udah nggak apa-apa mas, aku nggak serius minta di bawakan candi Prambanan. Jangan di anggap serius," ucap Anes.
"Tapi mas nggak bisa makan gudegnya mbak Ngatiyem sayang, bagaimana kalau anak kita nanti ileran?" kata Alex sedih.
"Anak kita pintar mas, pasti dia nggak akan ileran. Udah jangan di pikirin," Anes mencoba menenangkan Alex.
Alex sedikit berjongkok dan mendekatkan wajahnya ke perut Anes.
"Sayang, maafin Daddy ya, kamu nanti jangan ileran ya nak? kalau kamu ileran Daddy pasti akan merasa bersalah setiap melihat kamu ngiler," ucap Alex sambil mengelus-elus perut Anes.
Sumpah, Anes merasa geli melihatnya. Ingin tertawa tapi takut dosa, juga kasihan kepada Alex yang begitu serius.
🌼🌼🌼
Di tempat lain...
David langsung menjatuhkan badannya di tempat tidur begitu sampai apartemennya.
Tatapannya kosong, menerawang langit-langit kamarnya. Ia membayangkan bagaimana jika nanti ia dan Amel sudah menikah dan Amel hamil terus yang ngidam bukan Amel, melainkan dirinya. Sama seperti kondisi Alex saat ini. Alex mah enak, dia bisa dengan entengnya menyuruh David ini itu tanpa ingin menyusahkan Anes.
Terus kalau nanti misalnya David yang ngidam, dia mau ngerecokin siapa? dia mau minta bantuan siapa? ia juga tak ingin menyusahkan istrinya nanti. masa iya, dia harus gantian menyuruh Alex ini itu, yang benar saja, dia itu biasanya. Pikiran itu terus melayang di kepala David.
Secara tidak langsung kekonyolan Alex hari ini yang harus banget terbang ke Jogja cuma untuk gudeg, mempengaruhi pemikiran David. Padahal kalau di pikir secara nalar, di Jakarta pun banyak penjual gudeg.
"Orang ngidam memang susah susah gampang di tebak," gumam David.
Di sela-sela lamunannya, ia ingat Amel. Ia meraih ponsel yang tergeletak di sampingnya lalu mengirim pesan kepadanya.
__ADS_1
"Sudah tidur?" isi pesan David.
"Belum, lagi ngeluarin nulis novel online," balas Amel.
"Kamu nggak marah kan soal tadi?" balas David.
"Enggak kok, justru aku malah senang, tadi aku jadi bisa cuci mata di mall, dapat kenalan brondong lagi," balas Amel sengaja memanas-manasi David.
"Jangan macam-macam. Aku nggak suka," balas David. Amel tidak membalas pesan David. Ia sengaja mengabaikan pesan terakhir dari David.
"Mel,,," David kembali mengirim pesan. Lagi-lagi Amel tidak membalasnya.
"Mel, udah tidur?" David kembali mengirim pesan.
Amel hanya melirik sekilas ponselnya.
"Hah, rasain, siapa suruh nggak ngasih kabar Deri tadi. Enggak masalah nemenin pak Alex ke Jogja, tapi kenapa nggak ngasih kabar, bikin bete aja. Keenakan makan gudeg kali ya. Sampai lupa yang di sini," gumam Amel.
Ia tidak tahu kalau misi david hari ini gagal. Gagal kencan dan juga gagal makan gudeg. Ia dan Alex ke Jogja hanya numpang duduk sebentar di depan warung dan mampir ke candi Prambanan untuk mengambil photo di sana.
🌼🌼🌼
Tiba-tiba ponselnya bergetar tanda ada pesan masuk. Anes mengambilnya dan membuka pesan itu.
"Nona, benarkah tadi Amel berkenalan dengan seorang berondong di mall?" ternyata David yang mengirim pesan.
Anes merutukinya dahinya sebentar ketika membaca pesan dari David tersebut. Pertanyaan apa itu? ada-ada aja pikir Anes.
"Kalau waktu sama saya sih enggak ya pak David, tapi kalau sebelum saya datang, saya tidak tahu, bisa yes, bisa no," balas Anes iseng, yang tentu saja tidak akan memuaskan David dengan balasan seperti itu.
"Jangan bercanda nona, saya serius," balas David.
"Saya malah duarius pak David," balas Anes. Ia membayangkan bagaimana ekspresi wajah David sekarang.
"Saya harap nona tidak mengucapkan kata duarius dengan keras hingga terdengar oleh bos Alex, atau nanti bos Alex akan meminta di undangkan Darius Sinathrya ke rumah," balas David.
__ADS_1
"Nggak masalah buat saya, kan pastinya pak David nanti yang bakal di beri tugas untuk mengundangnya, bukan saya," balas Anes jail.
David melempar ponselnya asal. Bertanya kepada Anes tidak membuahkan hasil. Malah semakin membuatnya pusing.
"Kadang kepala ini terasa sangat pusing, tapi kalau nggak punya kepala kok lucu," gumam David sambil memijit-mijit kedua pelipisnya.
"Huh gudeg nggak dapat, pacar pun ngambek," keluh David.
Kemudian, ia beranjak menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan akhirnya memutuskan untuk tidur.
Sementara Anes cekikikan sendiri saat membalas pesan dari David. Ia melihat ke arah Alex yang sedang serius melihat layar laptopnya sambil bersila di atas tempat tidur dengan. ekspresi wajah yang susah di tebak. Kemudian, Anes meletakkan ponselnya dan beringsut mendekati Alex.
Begitu sadar kalau Anes mendekatkan ke arahnya, Alex langsung mengklik tombol laptop ke layar utama dan menutup laptopnya dan meletakkannya ke atas nakas.
"Sayang, udah ngantuk? sini tidur!" Alex menepuk-nepuk tempat kosong di sampingnya.
"Mas udahan nontonnya? aku juga mau lihat dong," tanya Anes sambil naik ke tempat tidur sebelah Alex.
"Hem, mas nonton Upin Ipin, kamu nggak boleh nonton sayang, mereka gundul loh, nanti kalau kami membatin, anak kita jadi gundul nggak berambut. Mas nggak mau anak kita botak," sahut Alex.
"Ya udah deh aku nontonnya drama Korea aja, biar anak kita ganteng atau cantik kayak mereka," ucap Anes.
"Tapi yang asli gantengnya, jangan yang hasil oplas, mending lihatin mas, yang gantengnya alami," ucap Alex narsis.
"Huh tanpa di lihatin juga anak kita bakal kemungkinan besar mirip kamu mas, orang kamu yang tanam saham," timpal Anes.
"Benar kamu sayang, mas kan yang berinvestasi, harusnya dia mirip mas ya," sahut Alex.
Alex merasa sesuatu yang mendesak di bawah sana dari tadi harus segera di tuntaskan.
"Mas kebelet, mas ke kamar mandi dulunya sebentar," ucap Alex dan langsung ngegas ke kamar mandi.
"Kebiasaan deh, yang hamil siapa yang beser siapa?" dengus Anes dengan mengyilangkan kedua tangannya di dada.
🌼🌼🌼
__ADS_1
💠jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca ❤️❤️❤️💠