
Sore harinya, Alex langsung masuk ke dalam rumah setelah ia melempar kunci mobilnya untuk diparkirkan oleh pak Anton. Ia tak sabar untuk menemui baby El. Berada di kantor seharian membuatnya sangat merindukan anak semata wayangnya tersebut.
Ia masuk ke dalam kamarnya, namun ia tak mendapati Anes maupun baby El. Alex meletakkan tas kerjanya di atas tempat tidur lalu berjalan menuju ke kamar sebelah, yaitu kamar baby El.
Baby El tampak sedang asyik bermain-main sendiri, memainkan kedua tangan dan kakinya di dalam box bayi. Sementara Anes ketiduran di samping box bayi baby El setelah tadi ia memandikan dan memakaikan baju baby El.
Alex tersenyum melihat pemandangan tersebut. Baby El tampak girang sekali melihat Alex mendekatinya. Pelan-pelan Alex mengangkat baby El dari box bayi.
"El main sama daddy ya, biar mommy istirahat dulu. Kasihan mommy pasti kecapean," ucap Alex lirih. Kemudian, ia membawa baby El keluar dari kamarnya. Rasa lelahnya hilang begitu saja ketika melihat putra kecilnya tersebut.
Beberapa saat kemudian, Anes terbangun.
"Aduh mommy ketiduran, maafin mommy ya sayang," ucap Anes yang masih setengah sadar. Ia melihat ke arah box bayi, kosong tak ada baby El di sana. Sontak, Anes langsung berdiri.
"Astaga! El hilang," ucap Anes panik. Ia buru-buru keluar dari kamar baby El untuk mencarinya.
"Bi, bibi!" teriak Ane panik.
"Iya nyonya?" jawab bi Ina buru-buru menghampiri Anes.
"Baby El hilang bi," ucap Anes panik ketakutan.
"Hilang? Bukannya tadi tuan muda kecil bersama nyonya? Mana mungkin Tuan kuda kecil di culik nyonya, siapa yang berani masuk ke rumah yang penjagaannya super ketat seperti ini," ucap bi Ina.
"Di culik?" Anes hanya fokus kata di culik. Ia semakin panik di buatnya.
"Siapa yang di culik sayang?" tanya Alex yang datang sambil menggendong baby El.
"Ya ampun mas Alex, dari tadi aku nyariin baby El, aku pikir dia di culik," Anes mengambil alih baby El dari gendongan Alex dan terus menciumnya.
"Siapa yang berani menculik anak kita sayang, di rumah ini penjagaannya sangat ketat. Tadi mas lihat kamu ketiduran, mas tidak tega membangunkan, makanya mas ajak El bermain,"
"Iya mas, tadi aku ketiduran habis mandiin baby El. Sayang maafin mommy ya," Anes terus mencium pipi baby El.
"Daddynya enggak di cium ini?" Alex menunjuk pipinya sendiri.
"Nanti, daddy nya punya jatah sendiri," Anes tersenyum penuh arti.
"Yes!" seru Alex.
"El, nanti kamu bobo lebih awal ya," ucap Alex pada baby El dan di balas senyuman oleh sang anak. Begitu juga dengan Anes yang hanya tersenyum menanggapinya.
"Mas udah dari tadi pulangnya? Maaf ya, Mau mandi sekarang? Aku siapin airnya dulu ya," ucapnya lembut pada suaminya.
"Iya sayang, sini baby El sama daddy lagi, biar mommy nyiapin air," Alex kembali menggendong baby El.
"Bi, tolong siapkan apa yang tadi saya suruh ya, habis ini saya mau masak buat makan malam!" ucap Anes kepada bibi.
"Iya nyonya," sahut bibi
๐ผ๐ผ๐ผ
Tujuh tahun sudah berlalu....
Tak terasa usia pernikahan Alex dan Anes kini sudah 9 tahun, dan hari ini adalah anniversary pernikahan mereka. Seluruh anggota keluarga dan juga para sahabat kini tengah berkumpul di kediaman Parvis untuk merayakan ulang tahun pernikahan mereka.
Erlangga Abraham Parvis atau yang sering di panggil El ataupun Elang kini telah berusia tujuh tahun. Sementara pasangan David dan Amel sekitar enam tahun yang lalu juga di karuniai seorang putra yang di beri nama Rega. Seperti orang tuanya, El dan Rega bersahabat. El tumbuh menjadi anak yang pintar namun dingin bahkan lebih dingin dari Alex, kecuali dengan Bianca anak dari pasangan Arjuna dan Evelyn yang kini berusia Empat tahun.
El dan Rega sedang asyik bermain bola di halaman sementara Bianca asyik sendiri dengan bonekanya di kursi goyang yang tergantung di bawah pohon.
"Aduh sakit!" pekik bianca sambil memegangi perutnya. Wajahnya tampak meringis kesakitan.
Mendengar Bianca mengaduh, El dan Rega langsung berlari ke arahnya.
"Kenapa? Apanya yang sakit?" tanya El tampak khawatir.
"Iya mana yang sakit, sini aku periksa. Aku kan calon dokter," ucap Rega percaya diri.
"Jangan sembarangan Rega, jadi dokter kan nanti kalau sudah dewasa, sekarang mana bisa. Ayo aku gendong kita masuk, nanti aku panggil dokter beneran buat periksa," El berjongkok di depan Bianca.
"Cieeee El," goda Rega.
"Bukan waktunya bercanda Rega, kasihan Bianca kesakitan," ucap El serius.
"Jangan panik begitu El, Bianca hanya akting. Lihatlah! dia menahan ketawa," ucap Rega menunjuk wajah Bianca.
"Bie?" El menatap tajam ke arah Bianca.
"Hahahaha iya kakak El, Bie hanya berakting. Bagaimana? Sudah cocok kan jadi artis?" kelakar Bianca.
"Tidak lucu Bie, kakak tidak suka," ucap El kesal.
"Maaf kakak El, Bie cuma suka berakting. Bie pengen jadi artis," Ucap bianca sambil menunduk. Ia takut menatap El.
"Jangan begitu lagi, kalau Bie mau jadi artis, nanti kakak akan wujudkan, kakak akan buat Bie menjadi artis hebat dan terkenal," ucap El.
"Benarkah?" mata Bianca berbinar-binar mendengar ucapan El.
"Tentu saja, El tidak pernah ingkar janji," El membusungkan dadanya.
Gak lama kemudian terdengar suara klakson mobil, dan ternyata yang datang adalah Bryan dan istrinya serta kedua anaknya Leon yang seumuran dengan Elang dan adiknya yang berusia 3 tahun.
Elang, Rega dan Bianca masuk ke dalam untuk bergabung dengan orang tua mereka.
"Hai El, Rega, Bianca," sapa Leon.
__ADS_1
"Hai Leon!" sahut ketiganya serempak lalu mereka kembali bermain di halaman membiarkan para orang tua bernostalgia.
Anes mengusap perut Sheila, istri Bryan yang kini tengah mengandung anak mereka yang ke tiga.
"Berapa bulan?" tanya Anes.
"Delapan," jawab Sheila tersenyum.
"Sebentar lagi ya berarti," sambung Amel.
"Iya, kalian kapan nyusul. Aku udah mau tiga, masa kalian baru satu," ucap Sheila kepada Anes, Amel, Evelyn dan Dinda istri Baim.
"Wah, Bryan aktif ya bund," goda Baim yang sedang asyik bermain dengan putri kecilnya yang baru berusia 6 bulan tersebut.
Membuat ruangan tersebut penuh dengan gelak tawa semua yang ada di sana.
"Sebentar lagi nyusul, sudah 3 bulan," Evelyn tersenyum sambil mengusap perutnya.
"O ya? Wah selamat ya," ucap Anes ikut senang.
"Aku satu aja deh kayaknya," ucap Amel kemudian.
"Kasihan kalau cuma satu kak, tambah lagi," ujar Dinda istri Baim.
"Trauma aku Din, kalau ingat waktu mau lahiran Rega. Satu aja ya yank," melihat ke arah David.
"Tidak masalah," jawab David tersenyum.
"Kalau kamu Nes, kenapa belum tambah momongan?" tanya Evelyn.
"Tuh," melihat ke arah Alex yang duduk dengan santai dan cueknya.
"Aku yang trauma," jawab Alex cuek tapi jujur.
"Astaga, kau trauma membuat baby bro? Sejak kapan itu pensiun?" Celetuk Juna menunjuk ke arah bawah Alex.
"Ck. dasar. Trauma melihat istriku melahirkan maksudnya, dasar dodol," Alex mencibir.
"Oh, kirain," Juna menggaruk kepalanya yang tidak sakit.
Hari bahagia pasangan Alex dan Anes tersebut di penuhi dengan gelak tawa dan kebahagiaan.
๐ผ๐ผ๐ผ
Keesokan harinya...
Anes menyiapkan sarapan dengan wajah cemberut. Membuat Elang dan Alex bertanya-tanya kenapa.
Saat makan pun Anes hanya diam saja, tidak seperti biasanya ia begitu.
Elang hanya menggedikkan bahunya, sebagai tanda jika ia tak mengerti apa yang terjadi.
"Aku mau anak lagi," ucap Anes tiba-tiba.
"Uhuk!" Alex dan Elang tersedak secara bersamaan mendengar ucapan Anes.
"Ya ampun sayang, jangan di depan El.juga kali mintanya, ini masih pagi mas juga mau kerja. Semalam kan udah, masa mau lagi?" ucap Alex tanpa di saring. Membuat El mengernyitkan dahinya.
"Jangan mesum deh mas. Maksud aku, aku mau kita punya anak lagi," jelas Anes.
"Kan udah ada El," sahut Alex sambil terus mengunyah makanannya. El pun cuek dengan tetap makan tanpa bersuara, mendengarkan kedua orang tuanya berdebat.
"Enggak lihat, dia sedingin kulkas? Aku juga pengen rumah ramai mas, pengen punya ana perempuan yang lucu, yang bisa aku dandani, aku ajakin couple-an juga," melirik ke arah El yang sedang makan.
"Mas takut sayang, dulu kamu hampir kehilangan nyawa saat melahirkan El, mas enggak mau ambil resiko," ucap Alex.
"Mas egois, maut sudah di atur sama Tuhan, dan kodratnya perempuan melahirkan. Lihat tuh, Bryan aja udah mau tiga, Juna mau dua,"
"Amel satu," celetuk Alex.
"Itu karena dia gak mau punya anak lagi, tapi aku mau mas. Aku berhenti KB ya?" rengek Anes.
"Mas beneran takut sayang,"
"Kalau mas takut aku kenapa-kenapa, mas aja yang melahirkan gimana?"
"Pffft," El menahan tawanya mendengar ucapan Anes.
"Ya engga gitu juga kali sayang. Mas pikir-pikir dulu deh," sahut Alex.
"Pokoknya aku mau lagi," Anes menghentikan aktivitas makannya, ia menuju ke kamarnya.
"Yah, ngambek lagi," gumam Alex. Ya, drama ingin menambah momongan menjadi topik pembicaraan yang ida selesai-selesai akhir-akhir ini antara Alex dan Anes.
"El," panggil Alex.
"Apa, kenapa daddy melihat El?"
"Menurut kamu gimana?" menatap El serius.
"Ngalah saja kenapa sih dad?" ucap El.
"Turutin saja apa maunya mommy," lanut El.
"Tapi..."
__ADS_1
"Ya silahkan kalau ingin berdebat terus dengan mommy, El tidak ikut campur. Daddy aja yang parno, mommy aja yang mau melahirkan tidak takut," ucap El, ia meletakkan sendok di atas piring karena telah selesai makan, lalu berjalan menuju tangga dengan kedua tangannya ia masukkan ke saku celana seragam sekolahnya.
"Astaga, suka bener kalau bicara, anak siapa sih, siapa yang ajarin?"
"Yang tanya!" jawab El sambil terus melenggang menaiki anak tangga satu persatu
๐ผ๐ผ๐ผ
Alex masih berusaha merayu Anes yang sedang merajuk di kamarnya.
"Sayang ayolah, jangan ngambek lagi. Makin cantik kalau ngambek gini,"
"Enggak lucu mas,"
"Mas emang lagi enggak ngelawak sayang,"
"Garing," ucap Anes.
Alex menghela napasnya dalam.
"Baiklah, setelah menimbang dan menimbang banyak hal. Berpikir lama dan akhirnya mas memutuskan untuk mau kita menambah anak lagi," ucap Alex tersenyum.
"Benarkah?" raut wajah Anes seketika berubah ceria.
"Hem, kalau perlu kembar laki-laki dan perempuan, biar kamu sekalian lahirannya. Nanti kita konsultasi ke dokter," ucap Alex lembut.
"Makasih suamiku sayang, kenapa gak dari dulu sih mas," Anes memeluk Alex.
"Mas juga harus memikirkannya lama sayang, El juga setuju kalau dia punya adik, yang penting buat dia kebahagiaan mommynya," ucap Alex.
"Ooohhh kalian berdua sweet banget sih," Anes semakin mengeratkan pelukannya.
๐ผ๐ผ๐ผ
Satu tahun kemudian...
Anes melahirkan bayi kembar laki-laki dan perempuan yang di beri Nama Gavindra Abraham Parvis dan Gisselda Abraham Parvis melalui persalinan secar.
"Ya ampun Nes, lucu banget sih Gisel. Gemes deh. Buat aku aja ya, buat jadi adiknya Rega. Aku juga pengen punya baby perempuan," ucap Amel seraya terus mencium pipi Gissel yang kini berusia tujuh bulan.
"Enak aja, buat sendiri!" celetuk Alex yang sedang menggendong Gavin.
"Adanya mereka saja harus melalui perdebatan panjang dan alot antara aku dan mas Alex Mel," ucap Anes uang sedang sibuk mengupas buah.
"Dave," panggil Amel.
"Apa? Mau yang lucu seperti itu lagi?" tawar David penuh arti.
"Enggak, cukup baby Issell ya sayang, jadi anak mama," Amel terus menciumi Gisel dengan gemasnya. Padahal sejak tadi Gissel berontak, mengulurkan tangannya kepada Rega terus.
"Nanti pipinya merah Mel kalau kamu cium terus, mending cium ini, dianggurin dari tadi," David menunjuk pipinya sendiri. Amel hanya berdecak.
"El kemana Bunda?" tanya Rega kepada Anes, bunda adalah panggilannya untuk Anes. Tapi, ia memanggil Alex dengan sebutan Bos, seperti David ayahnya.
"Oh, El sedang di atas. Sedang mengajari Bianca mengerjakan PR," jawab Anes.
"Oh, Bianca di sini?"
"Iya, tadi diantar om Juna, katanya ada PR yang susah dan minta El ajarin," jawab Anes.
"Boleh Rega ke atas bunda?"
"Tentu saja naiklah," Anes tersenyum.
Gisel yang melihat Rega meninggalkannya pun menangis. Gadis bayi tersebut sangat dekat dengan Rega. Rega menyayanginya seperti adik kandungnya sendiri.
"Kenapa? Adik Gisel mau ikut abang?" Rega kembali mendekati Gisel yang di gendong mamanya, yaitu Amel.
Gisel tampak girang sekali ketika Rega mengulurkan kedua tangannya.
"Boleh Rega membawa Adin Gisel bunda?" Rega meminta ijin kepada Anes.
"Tentu saja boleh," jawab Anes.
"Ayo adik Gisel, kita naik. Tapi jangan berisik ya, kakak El dan Bianca sedang belajar," ucap Rega kepada Gisel.
๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ
Bonus Visual
Elang
Rega
๐ผ๐ผ๐ผ
๐ Aasalamualaikum....akhirnya kisah Alex dan Anes kini benar-benar sampai pada extra part terkahir... Semoga kisah mereka bisa menghibur para pembaca sekalian....
Untuk season keduanya sudah rilis ya sayang... klik saja profil author nanti akan muncul novel terbaru author yang berjudul
"SENJA UNTUK ELANG " yang akan menceritakan kisah Baby El yang sudah dewasa. Jangan lupa mampir dan beri dukungan kalian keada Author amatiran ini ya readers sayang ๐ค๐ค
__ADS_1
Salam hangat author ๐๐ถ๐ซ๐พ๐ท ๐คโค๏ธโค๏ธ๐