MY HUSBAND IS MY PRESDIR : Jodoh Wasiat Kakek

MY HUSBAND IS MY PRESDIR : Jodoh Wasiat Kakek
chapter 54


__ADS_3

Chapter 54


"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Alex khawatir, ia membelai pipi Anes lembut. Ia mengajak Anes duduk dan menyuruhnya minum supaya lebih rileks.


"Aku tidak apa-apa Mas, makasih karena tadi udah membela aku," sahut Anes.


"Apa kamu mau pulang sekarang, kalau kamu merasa tidak nyaman disini kita pulang saja," ucap Alex. Dia merasa bersalah karena tadi meninggalkan Anes sendirian.


"Apa kata orang-orang nanti kalau aja dan mas Alex pulang sebelum acara di mulai, aku harus menjaga nama baik mas Alex,"


"Aku tidak apa-apa kok, jadi tidak perlu pulang sekarang, lagian acaranya bahkan belum dimulai," sahut Anes.


"Nona, Anda baik-baik saja?" tanya David yang baru saja bergabung dengan Alex dan Anes.


"Iya pak David jangan khawatir, saya baik-baik saja," balas Anes.


"Apa kamu kenal dengan wanita itu?" Tanya Alex.


"Dia Jesica, teman sekolah waktu SMA, dia dari dulu memang begitu, suka menghina dan melihat segala sesuatu dari uang dan kekayaan," jelas Anes.


"Bereskan segera mereka!" ucap Alex kepada David.


"Saya akan segera membatalkan kerja sama dengan mereka Bos," balas David.


"Lagi-lagi mas harus membatalkan kerja sama karena aku," ucap Anes merasa bersalah.


"Ini bukan salah kamu, aku memang berniat untuk membatalkan kerja sama dengan Hutama Company karena perusahaan itu penuh dengan masalah, aku tidak mau Parvis Group terkena imbasnya," jelas Alex dan di iyakan oleh David.


"Syukurlah, kalau semata-mata bukan hanya karena aku," Anes bernafas lega.


🌼🌼🌼


Acara inti dari pesta amal tersebut yaitu acara lelang akan dimulai. Seluruh hasil lelang akan disumbangkan seluruhnya untuk mereka yang membutuhkan. mulai dari jam tangan mewah, lukisan, perhiasan dan barang-Barang antik bernilai tinggi telah selesai di lelang.


"Baiklah tuan tuan dan nyonya nyonya, sekarang puncak dari acara lelang kita hari ini. Siapa yang tidak mengenal tuan Alex Abraham Parvis? Pastinya semua mengenalnya. Ya, beliau adalah pewaris tunggal dari Parvis Group. Dan puncak lelang hari ini adalah lelang berduet dan berdansa dengan tuan muda Parvis. Siapa yang tidak, semua pasti tahu kalau Beliau memiliki suara yang sangat bagus. Ayo siapa yang ingin berduet dan berdansa dengan beliau?lelang duet dan berdansa dengan tuan muda Parvis segera di mulai," ucap pembawa acara pesta amal tersebut.


"Apa? Lelang duet dan berdansa dengan mas Alex?" Anes kaget atas apa yang barusan ia dengar. Lalu ia menoleh ke suaminya yang kini duduk tepat di sebelahnya, untuk memastikan. Namun, Alex sendiri tampak bingung dan tidak mengerti.


"Apa-apaan ini, siapa yang menyusun acara ini, biar saya urus Bos," ucap David.


"Tidak usah Dav, semua sudah terencana, kalau di batalkan acar ini bisa berantakan," Alex mencegah David yang hendak berdiri dari tempat duduknya.


"Tapi bos."


Alex mengisyaratkan agar David tenang dan tidak perlu khawatir. David kembali membenarkan posisi duduknya.

__ADS_1


"Baiklah sekarang saya buka dengan harga 10 juta rupiah, siap yang berani lebih untuk bisa berduet dan berdansa dengan tuan muda Parvis?"


"20 juta rupiah," teriak seorang wanita seksi.


"25 juta rupiah," wanita yang lain ikut menawar.


"35 juta rupiah," teriak wanita yang lain.


"50 juta rupiah," kini Rania yang menawar.


"Wah istri dari Tuan besar Parvis tak rela jika anak tirinya berdansa dan menyanyi dengan wanita lain rupanya," ucap pembawa acara.


"Sayang, kamu yakin?" bisik pak Arya.


"Tidak apa-apa kan mas, siapa tahu dengan begini aku sama Alex menjadi lebih dekat," alasan Rania. Sebenarnya ini salah rencana dia, dia ingin membuat Alex mengenang masa lalunya bersamanya.


"75 juta rupiah!" Seorang pengusaha wanita, muda dan cantik menawar lebih tinggi, membuat Rania mendesah kesal.


Anes hanya diam, tertegun dan tidak percaya, mereka rela mengeluarkan uang yang sangat banyak hanya untuk duet dan berdansa dengan suaminya. Dalam hatinya juga ada rasa cemburu, bagaimana bisa suaminya akan berduet dan berdansa dengan orang lain di depan matanya.


"Wah, nona cantik ini berani menawar 75 juta rupiah, ayo ada lagi yang berani lebih?" tanya pembawa acara.


"100 juta," tawar wanita lainnya lagi.


Mereka masih terus menawar dengan harga lebih tinggi.


"Apa yang harus aku lakukan, aku nggak rela kalau mas Alex sampai disentuh wanita lain, tapi aku sendiri juga tidak memiliki uang yang banyak kalau mau mengalahkan mereka." Anes merasa sedih, terlihat jelas dari raut mukanya. Ia meremas tangannya untuk menahan rasa cemburunya.


Alex menoleh ke Anes, dan Anes memaksakan senyumnya tanpa berkata apapun. Alex memahami perasaan Anes, ia merasa bersalah tapi juga tidak bisa berbuat apa-apa karena dia tidak ingin acara bertema sosial tersebut menjadi berantakan.


"Maafkan aku," ucap Alex dalam hati.


David menyadari situasi yang ada, dia melihat ke arah Anes dan dia juga merasa bersalah karena kecolongan, dia tidak tahu sesi inti dari lelang tersebut melibatkan bosnya.


"Awas saja nanti, aku bakal cari siapa yang menyusun acara ini, cari perkara rupanya," batin David.


"Nona, kalau Anda tidak terima bos Alex disentuh wanita lain, tawarkan dengan harga paling tinggi, jangan berikan kesempatan kepada mereka. Soal uang jangan khawatir." David mengirim pesan singkat kepada Anes.


Setelah membuka pesan dari David, Anes langsung menoleh kearahnya dan di balas anggukan oleh David.


"Aduh bodoh, apa yang aku lakukan? bagaimana kalau nona Anes tidak bisa bernyanyi dan berdansa, bukankah itu sama saja mempermalukan dia di depan umum," David merutukinya sendiri dalam hati.


"Ya, ada lagi yang ingin menawar lebih dari 175 juta rupiah?". Ternyata penawaran sudah sampai 175 juta rupiah tanpa Anes sadari.


"Akan saya hitung sampai 10, kalau sudah tidak ada, maka nona dengan gaun berwarna putih itu yang menang dan akan berduet juga berdansa dengan tuan muda Parvis dalam acara selanjutnya. Impian semua wanita bukan bisa sedekat itu dengan tuan muda Parvis. Baiklah, saya akan mulai menghitung." Pembawa acara tersebut langsung mulai menghitung. Saat menghitung sampai hitungan ke 9, Anes mengangkat tangannya dengan ragu.

__ADS_1


"Ya, nona cantik yang berada di Samping tuan muda Parvis ingin menawar lebih sepertinya, silahkan nona, berapa Anda akan menawar?" tanya pembawa acara.


"Maafkan aku mas, mungkin setelah ini aku akan menggunakan uang kamu yang banyak jumlahnya."


"250 juta rupiah," sahut Anes dengan ragu. Ia takut Alex akan marah padanya.


Namun sebaliknya, justru Alex merasa senang, dalam hatinya ia sangat gembira. Ia tak menyangka, Anes begitu tidak relanya melihat Alex dekat dengan wanita lain.


Anes menatap Alex dengan wajah memohon maaf tapi Alex membalasnya dengan senyuman. Dan itu mampu membuat Anes bernafas lega, setidaknya untuk saat ini, Alex marah atau tidak, itu urusan belakangan, setidaknya sekarang dia berusaha menyelamatkan harga dirinya sebagai istri Alex Abraham Parvis. Bagaimana bisa dia membiarkan suaminya bersentuhan dengan wanita lain saat berdansa, apa kata orang tentang Anes nanti.


"Wow, fantastis! siapa sebenarnya Nona Cantik yang duduk disebelah tuan muda Parvis ini, kenapa dia rela mengeluarkan uang begitu besar?"


"Dia adalah menantu kesayangan saya, istri dari Alex Abraham Parvis." Pak Arya menjawab rasa penasaran pembawa acara tersebut. Suasana pun menjadi riuh, mereka yang belum tahu menjadi penasaran dan saling berbisik membicarakan pasangan suami istri itu. Ya, yang tahu Anes adalah istri Alex adalah para direktur di Parvis Group.


" Oh pantas saja nona cantik ini berani menawar dengan harga yang sangat tinggi, rupanya dia tidak rela jika suaminya berduet dan berdansa dengan wanita lain, wah beruntung sekali ya tuan muda Parvis, memiliki istri yang cantik dan sangat mencintainya," ucap pembawa acara. Alex yang tadinya memasang wajah datar cenderung dingin, kini menampakkan senyumnya yang akan meluluh lantahkan hati setiap wanita yang melihatnya. *Author:lebay😁


Setelah pembawa acara menghitung sampai 10 dan tidak ada yang menawar lagi, itu artinya Anes yang akan berduet dan berdansa dengan suaminya sendiri.


Rania kelihatan kesal, ia ingin sekali menawar dengar harga lebih tinggi, tapi dia tidak ingin pak Arya curiga. Dia hanya mampu mendesah kecewa, lagi dan lagi.


"Hah, pasti kamu akan malu sendiri Anes, perempuan seperti kamu mana mungkin bisa bernyanyi dan berdansa," batin Rania sambil tersenyum sinis.


🌼🌼🌼


"Nona, apakah Anda yakin akan bernyanyi dan setelah itu berdansa dengan bos Alex?" tanya David serius.


Sebenarnya Alex juga khawatir bagaimana kalau Anes ternyata tidak bisa menyanyi dan suaranya jelek. Dia tidak ingin istrinya tersebut merasa malu. Kalau berdansa Alex tidak begitu khawatir, karena dia pernah mengajari Anes waktu di Maldives.


"Pak David meragukan kemampuan saya?" Anes menatap tajam David.


"Bukan begitu nona, tapi jika Anda ragu, saya bisa membatalkan acara duet itu."


"Ayolah nona, batalkan saja, dari pada Anda malu nantinya, itu sama juga mempermalukan si bos," batin David khawatir.


"Bos,apakah Anda yakin, nona Anes bisa bernyanyi?" bisik David kepada Alex.


Alex tak menjawab, ia hanya mengangkat bahunya acuh.


Alex naik ke atas panggung terlebih dahulu dan mulai bernyanyi. Suaranya memang tak diragukan lagi, bak seorang penyanyi profesional. Bahkan dia pandai memainkan gitar sambil bernyanyi.


Saat giliran Anes mulia menaiki tangga menuju ke panggung dan membalas lirik lagu yang dinyanyikan oleh Alex, semua yang mendengar juga takjub, ternyata Anes juga memiliki suara emas yang mampu mengimbangi suara Alex. Piano yang ada di atas panggung pun tidak luput dari sasaran Anes, ia memainkannya seperti seorang pianis profesional.


Ketika suara mereka beradu menjadi satu, begitu mengena di hati yang mendengar, sungguh duet yang luar biasa. Mereka menyanyikan lagu romantis yang membuat para tamu ikut larut dalam suasana romantis.


"Anda memang luar biasa nona, tidak salah bos Alex tergila-gila sama Anda," David merasa lega karena ketakutannya tidak terbukti sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2