
David melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi sampai Anes bilang kalau Amel baru saja putus dengan Dimas. Tapi menurut perkiraannya, Amel sudah mengetahui kalau Dimas bukanlah laki-laki yang baik. Dia memang beberapa kali tanpa sengaja pernah melihat laki-laki itu bersama seorang dan anak. Tapi, dia juga tak ingin gegabah dalam menyimpulkan sampai dia diam-diam menyelidikinya dan menemukan fakta kalau kekasih Amel tersebut sudah berumah tangga.
David bukannya ingin merahasiakan hal tersebut dari Amel, namun dia menunggu waktu yang tepat untuk mengatakannya, karena kondisi Amel yang baru saja kembali ceria setelah perceraian orang tuanya. Dan sekarang ia bersyukur kalau Amel sudah mengetahuinya sendiri.
Selama ini David hanya memantau perkembangan hubungan Amel dan Dimas, ia hanya ingin memastikan kalau laki-laki brengsek tersebut tidak berbuat terlalu jauh sama Amel. Dan ia selalu lega karena Amel selalu bisa menjaga diri dari Dimas. Amel memang tidak ingin berbuat yang terlalu jauh sebelum menikah. Walaupun ini bukan pertama kalinya dia memiliki pacar, tapi dia selalu menjaga hal yang paling penting bagi kehormatan seorang wanita tersebut.
David memang selalu menyangkal kalau dia memiliki perasaan lebih terhadap Amel, namun bahasa tubuhnya terkadang menunjukkan hal yang berbeda tanpa ia sadari. Mulut dan hati kadang memang tidak sinkron. Begitulah cinta, mulut bisa berkata tidak, tapi hati selalu mengiyakan.
David segera memarkirkan mobilnya setelah sampai di taman. Ia bergegas mencari keberadaan Amel yang ia yakini kalau sekarang gadis cerewet tersebut sedang menangis tersedu-sedu tidak ceria seperti biasanya.
"Dimana dia?" batin David sambil terus mencari keberadaan Amel. Ia terus berjalan untuk mencarinya untuk waktu yang cukup lama.
"Itu dia, huh akhirnya ketemu! dasar gadis bodoh!" David menghela nafas lega setelah melihat dari agak kejauhan keberadaan Amel yang sedang duduk di kursi panjang yang ada di taman tersebut. Dan benar seperti dugaannya, air mata terus membanjiri wajahnya tanpa bisa ia bendung lagi.
__ADS_1
David tampak bingung, apakah dia harus mendekati Amel atau tidak. Kalau ia mendekatinya, lalu apa yang harus ia lakukan dan katakan? Tapi, kalau tidak juga percuma dia buru-buru ke sana. Hanya untuk melihat gadis itu menangis sendirian dari kejauhan?hah konyol dan bodoh jika memang seperti itu! Begitulah yang ada dalam pikiran David.
Amel terus saja menangis tanpa mempedulikan orang-orang yang berlalu lalang dan melihatnya menangis sesenggukan dengan tatapan heran . Ya, ia hanya ingin melampiaskan kesedihan dan kekecewaannya lewat tangisan. Apalagi yang bisa di lakukan kecuali menangis? Mungkin dengan menangis perasaannya akan sedikit lebih baik. Kala tidak tahu apa yang harus di lakukan karena hati terlalu sakit, bukankah menangis bisa menjadi salah satu alternatif?
"Butuh bahu buat sandaran?" tiba-tiba suara seseorang yang Amel kenal terdengar jelas di telinganya. Ia menoleh ke arah suara.
"Pak David?" dua kata yang keluar dari mulut Amel ketika melihat David kini sudah duduk di sampingnya. Lagi-lagi ia harus ketangkap basah oleh David sedang menangis. Sebenarnya Amel malu, tapi mau bagaimana lagi, sudah ketangkap basah, tidak ada gunanya juga pura-pura baik-baik saja dan tersenyum. Malah membohongi diri sendiri.
"Kenapa Bapak ada di sini? dan dari mana Bapak tahu kalau saya ada di sini? Siapa juga yang mau nekat bunuh diri?" tanya Amel sambil berusaha menyeka air matanya yang terus saja keluar tanpa bisa di komando.
" Siapa yang bilang bunuh diri? Aku cuma bilang takutnya nekat. Tidak penting dari mana saya tahu. Ini tawaran saya yang terakhir, butuh bahu buat bersandar?"
"Sa saya;" Amel tidak tahu harus menjawab apa. Namun yang jelas, saat ini memang dia butuh seseorang berada di sampingnya saat dia sedang sedih seperti ini.
__ADS_1
"Udah, jangan ragu!" tanpa basa-basi David meraih kepala Amel supaya bersandar di bahunya.
"Kalau ingin menangis, menangis saja jangan di tahan! Nanti malah jadi semakin sakit kalau di tahan," lanjut David dan tangis Amel pun kembali pecah.
David masih terus mematung dengan posisi duduknya. Tidak tahu apa yang harus ia lakukan selanjutnya. Ingin memeluk Amel tapi ragu-ragu. Orang-orang yang lalu lalang lewat depan mereka pun melihat mereka dengan penuh arti. Tak jarang yang menganggap mereka berdua adalah sepasang kekasih.
"Kenapa? kenapa semua ini harus terjadi sama saya Pak? saya baru saja bisa menerima kenyataan kalau orang tua saya bercerai. Dan sekarang, hati saya harus kembali merasakan sakit yang begitu dalam. Kenapa saya bisa menjadi orang ketiga dalam rumah tangga orang? kenapa laki-laki itu membohongi saya selama ini? apa karena saya terlalu bodoh sehingga mudah sekalian ia bohongi? apa ini karma buat saya karena menjadi pelakor, sehingga papa saya di rebut oleh wanita lain? tapi saya tidak tahu kalau dia sudah memiliki istri bahkan anak sebelumnya. Wajar kalau wanita itu murka sama saya, marah, mencaci, bahkan kalau bisa mungkin dia melenyapkan saya dari muka bumi ini. hiks, hiks, Dimas jahat aku benci sama dia!" Amel mengeluarkan uneg-unegnya sambil terus memukul-mukul dada David. Entahlah, ia merasa nyaman dengan adanya David di sampingnya kini.
David tak keberatan sama sekali dadanya yang tidak bersalah itu menjadi korban dari pukulan-pukulan kecil tanda luapan emosi Amel. Kali ini, David mantab memeluk Amel dengan satu tangannya. Ia bisa merasakan kesedihan Amel. Gadis itu seperti sudah jatuh tertimpa tangga. Bagaimana tidak? orang tuanya baru saja bercerai dan sekarang pacarnya yang selama ini ia percaya, ternyata membohonginya selama ini, tak tanggung-tanggung, bukan cuma selingkuh dengan gadis lain, tapi ternyata dia sudah memiliki istri dan anak dan kenyataannya justru Amel yang di jadikan selingkuhan. Sungguh tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata bagaimana perasaan Amel saat ini. Marah, kecewa, sedih, benci, malu semua campur aduk menjadi satu
Siapapun juga pasti akan merasakan hal yang sama seperti Amel ketika mengetahui kalau cinta yang di berikan kepadanya selama ini hanya sebuah kepalsuan.
💠Jangan lupa votenya ya setelah kalian membaca, supaya Alex dan Anes naik rankingnya, Karena vote yang kalian berikan sangat berarti buat author, biar author lebih semangat lagi dalam menulis. Vote dari kalian merupakan mood booster bagi author lhoooo💠
__ADS_1