MY HUSBAND IS MY PRESDIR : Jodoh Wasiat Kakek

MY HUSBAND IS MY PRESDIR : Jodoh Wasiat Kakek
chapter 139


__ADS_3

Malam pun tiba...konser mini ala-ala sudah di mulai. Pak Hari dan Bu Ratna yang tadinya hanya berniat untuk mengunjungi anak dan menantunya, akhirnya menunda waktu untuk pulang. Mereka juga ingin menyaksikan konser mini tersebut.


Para karyawan kantor juga ikut hadir dalam acara tersebut. David sengaja mengundang mereka untuk meramaikan acara.


Sebenarnya Anes sangat malas untuk berada di antara orang-orang yang sedang menonton tapi mau bagaimana lagi, dia adalah nyonya rumah, mau tidak mau harus menghormati para tamu yang hadir.


"Ayo Lex, kita joged, buat apa ngundang Nella khar*ma kalau tidak di goyang?" ajak Juna menghampiri Alex dan Anes yang sedang duduk sambil menyaksikan Nella khar"ma bernyanyi. Pak Hari, Bu Ratna dan Amel juga duduk sebagai tamu kehormatan. Sementara David mengawasi jalannya acara sambil berdiri di suatu sudut.


Anes menatap Alex dengan tatapan membunuh seolah bilang, "Sana kalau berani joged, habislah kau!"


"Nggak!" tolak Alex kemudian.


"Ah nggak asyik ayolah, lihat mereka yang pada asyik bergoyang, sepertinya sangat menikmati acara ini, ayolah kita have fun, santai sejenak," rayu Juna lagi.


"Jun, kalau mau joged ya sana, aku tidak suka hal-hal seperti itu," tegas Alex.


"Eleh, terus buat apa situ ngadain mini konser ini?" kalau cuma duduk-duduk doang mending ngadain campursari atau wayang kulit," ucap Juna.


"Bawel!" sarkas Alex.


"Udahlah Jun, ayo kita ke sana, kalau Alex nggak mau jangan di paksa, kita goyang asoy aja sendiri," Bryan menarik baju Juna untuk menjauhi Alex dan Anes.


"Ingat istri di rumah Bray, jangan sampai ntar pulang manggil istrimu jadi Nella bukan Sheila, bisa di pecat jadi suami nanti!" ucap Alex berteriak karena Bryan dan Juna sudah jauh, di tambah lagi suara musik yang keras.


Beberapa saat kemudian, Juna merasa capek karena berjoged. Ia memutuskan istirahat dan mendekati Amel yang sedang duduk berjejeran dengan Anes dan Alex.


"Hai Amel, boleh duduk di sini nggak?" Juna menunjuk tepat kosong di sebelah Amel.


"Boleh tuan Juna, silahkan!" balas Amel ramah.


"Amel baik deh, tambah cantik pula," Juna mengeluarkan jurus playboynya.


"Tuan Juna bisa aja, o ya kenapa jogednya udahan?padahal lagi seru-serunya!" tanya Amel.


"Capek Mel, maklum udah tua jadi gampang encok hahaha," canda Juna garing.

__ADS_1


Juna dan Amel pun meneruskan ngobrol, terkadang tawa keluar dari mulut mereka berdua. Sesekali Juna juga mengeluarkan gombalannya untuk merayu Amel. Sepertinya laki-laki itu memang menaruh perhatian lebih kepada Amel.


Di sudut lain, ada sepasang mata yang menatap tidak suka ke arah Amel dan Juna yang sedang asyik mengobrol, apalagi Juna terkadang menoel dagu Amel. Kedua tangannya mengepal kuat meminta pelampiasan. Kalau tidak mengingat sedang ramai, mungkin tembok yang ia buat sandaran sudah menjadi korban amukan tangannya tersebut.


Orang itu tak lain adalah David, dari tadi ia memperhatikan Amel yang mengumbar senyumnya kepada Juna, membuat hati David terasa panas di bakar api cemburu.


Sadar akan aura membunuh pada diri David, Anes beranjak dari duduknya untuk menghampiri David.


"Mau kemana sayang?" tanya Alex mendongakkan kepalanya menatap Anes yang sudah berdiri..


"Mau ke toilet sebentar mas," sahut Anes beralasan.


"Perlu mas temani?" tawar Alex.


"Enggak mas, mas duduk aja di sini," tolak Anes.


Alex tak bertanya lagi, ia hanya menurut yang di katakan oleh istrinya. Entah kenapa sebenarnya Alex ingin sekali berjoged, apalgi saat mendengarkan "cendol dawet! cendol...cendol dawet! asyik! asyik asyik jos!". Tapi, hati nuraninya menolak keras, selain gengsi ia juga ingin menjaga mood sang istri. Nggak marah karena ulah David yang mengadakan mini konser itu saja sudah membuat Alex bersyukur.


"Pak David cemburu ya melihat kedekatan mereka?" Anes menunjuk Amel dan Juna yang masih asyik mengobrol dan bercanda.


"Ti tidak nona, saya tidak cemburu," kilah David dengan nada bergetar.


"Emang kelihatan banget kalau aku cemburu ya?" batin David.


"Udah, jangan cuma dipepet terus tapi nggak di ikat amelnya. Enggak salah kan kalau Amel masih bebas dekat dan bersenda gurau dengan lawan jenis dengan lebih intim. Toh, di antara kalian masih belum ada status yang jelas. Amel masih berhak dekat dan memilih yang lain kalau dia mau. Biasanya yang cuma mepet-mepet lama tapi nggak jelas, malah nggak jodoh. Enggak mau kan jagain jodoh orang?" ucap Anes, tersenyum lalu pergi menjauhi David dengan kebungkamannya namun otaknya berpikir keras.


"Hanya jagain jodoh orang?" David mengangkat kedua alisnya serta tangannya semakin mengepal karena kesal.


"Tuan Juna, saya permisi ke toilet sebentar," ucap Amel.


"Aku ikut ya?" sahut Juna.


"Saya mau ke toilet tuan," ucap Amel.


"Oh kirain mau ke pelaminan, kalau ke toilet nggak jadi ikut, tapi kalau ke pelaminan ajak aku ya?" goda Juna.

__ADS_1


"Apaan sih? nggak jelas!" batin Amel. Ia tersenyum tipis mendengar gombalan receh Juna lalu bergegas menuju ke toilet.


David yang masih betah berdiri di tempatnya kayak tiang listrik, melihat Amel menjauh dari keramaian. Ia langsung berinisiatif mengikutinya.


Melihat Amel masuk ke kamar mandi di lantai bawah rumah Alex, David menghentikan langkahnya. Ia memutuskan untuk menunggu Amel di luar kamar mandi.


"Dia ngapain sih di dalam kamar mandi? bersemedi? lama amat," batin David tidak sabar.


"Ceklek!" akhirnya pintunya di buka juga oleh Amel. Itu berati ritualnya di kamar mandi sudah beres.


"David?" ucap Amel ketika melihat David dengan ekspresi yang sulit di artikan.


"Ikut aku!" David memegang pergelangan tangan Amel dan menariknya menuju ke tempat yang sepi.


"Dav, mau ngapain?" tanya Amel.


David menghentikan langkahnya dan menyenderkan Amel di tembok, ia melepaskan genggamannya pada tangan Amel. David mengukung Amel dengan kedua tangannya di samping kanan dan kiri Amel.


Dengan cepat David mencium bibir Amel dengan penuh nafsu. Amel yang tidak memiliki persiapan gelagapan menerima serangan mendadak dari David.


"Apa yang kamu lakukan Dav?" kesal Amel.


"Jangan dekat-dekat dengan tuan Juna, dia itu playboy. Dan juga sekarang dia jomblo," ucap David tegas dengan tangan tetap mengukung Amel.


"Terus kenapa kalau dia jomblo, kayak kamu nggak jomblo aja," sindir Amel.


"Aku nggak jomblo, karena mulai sekarang kamu pacarku milikku Amel," ujar David dengan penuh penekanan.


"Tidak bisa gitu dong Dav, seenaknya saja main bilang jadi pacar,"


" Apa kamu tidak menyukaiku?" tanya David.


"Bukan begitu Dav, tapi,,"


"Aku tidak menerima penolakan Amelia Karla Safira, jadilah pacarku," David tersenyum dan langsung mencium bibir Amel kembali.

__ADS_1


"Prang!" tiba-tiba suara nampan jatuh terdengar, David menghentikan aksinya dan menoleh ke arah suara. Ternyata ada asisten rumah tangga Alex yang tidak sengaja lewat dan melihat mereka berciuman.


🌼🌼🌼


__ADS_2