
Di kediaman Parvis..
Waktu sudah menunjukkan pukul 03.00 Wib, Anes terbangun untuk buang air kecil, dirabanya tempat tidur di sebelahnya, kosong dan dingin, yang artinya Alex sudah pergi untuk waktu yang cukup lama dari tempat tersebut.
Anes melihat jam sekilas,
"Kemana mas Alex?" gumamnya, ia segera menuju ke kamar mandi karena sudah tidak tahan untuk buang air kecil.
Keluar dari kamar mandi, Anes tidak tidur kembali, ia keluar untuk mencari keberadaan Alex. Namun, lagi-lagi ia tak menemukannya, persis ketika Alex ngidam metik mangga punya orang waktu itu.
Kebetulan bi Ina yang memang sudah terbiasa bangun di jam-jam tersebut lewat, Anes menghentikan langkahnya dan menanyakan kepadanya tentang keberadaan Alex, mungkn bi ina tahu, pikir Anes.
"Anu nyonya muda, semalam tuan pergi, beliau bilang akan berkumpul sama teman-temannya, tidak tega membangunkan nyonya untuk pamit katanya," jawab bibi yang memang di beri pesan oleh Alex jika nanti Anes kebangun dan menanyakannya.
"Pergi kemana mereka, hingga jam segini belum pulang," gumamnya dalam hati.
Anes kembali ke kamarnya, diambilnya ponsel dari atas nakas, kemudian ia mencoba menghubungi ponsel suaminya, namun tidak aktif. Setelah beberaa kali mencoba, masih tetap tidak aktif, membuat Anes berdecak kesal.
Tak lama kemudian, ia mendengar suara bel berbunyi.
"Itu pasti mas Alex," guman Anes, ia segera kembali turun ke bawah.
"Biar saya yang buka bi, itu pasti mas Alex," sergah Anes ketika bibi berjalan menuju ke pintu untuk membukanya.
Saat Anes membuka pintu, dia terkejut melihat keadaan suaminya yang di papah oleh David. Ya, Alex pulang dalam keadaan mabuk, beruntung David masih memiliki kesadaran, sehingga dia bisa mengantar bosnya pulang ke rumah.
"Mas Alex, Abang?"
"Nona,"
"Dave, siapa dia! Dia cantik sekali muehehehe," ucap Alex ketika melihat Anes di depan pintu.
__ADS_1
"Dia istri Anda bos," jawab David, ia melirik ke arah Anes yang sudah mulai menunjukkan wajah kesalnya.
Anes menyadari apa yang terjadi pada suaminya, membuatnya bersedekap dan mengernyit. Ditatapnya dua laki-laki di depannya tersebut dengan tatapan mematikan. Ia belum mempersilahkan David untuk membawa Alex masuk, Anes masih menahan ya di depan pintu.
Menit kemudian, Anes menyuruh David masuk dan membawa Alex ke kamarnya. David yang sudah melihat amarah yang tertahan dalam diri Anes hanya bisa menuruti apapun perintah yang di katakan oleh Anes.
"Nona, saya bisa menjelaskan kenapa bos bisa sampai mabuk begini," ucap David sesaat setelah berhasil membawa Alex ke kamarnya.
Anes masih diam, ia kesal, marah dan kecewa tentunya, kenapa suaminya bisa sperti itu, pergi tanpa pamit, pulang-pulang mabuk.
"Tadi kami menghadiri pesta lajang tuan Arjuna, dan bos..."
"Cukup Bang, aku tahu abang sangat berdedikasi terhadap mas Alex, tapi jangan terus membela dan memanjakan mas Alex. Aku ingin mendengar sendiri penjelasan dari mulut mas Alex. Lebih baik sekarang abang pulang dulu, biar aku yang mengurusnya," Ucap Anes. Ia tak ingin jika seandainya dia tidak bisa menahan rasa marah dan kesalnya, akan di lihat oleh David. Biar bagaimanapun Anes harus bisa menjaga nama baik keluarganya terutama nama baik suaminya, tak pantas jika harus di umbar.
Davidpun pamit, sebelum keluar dari kamar Anes, ia bilang bahwa bosnya bisa sampai mabuk karena ia sangat mencintai Anes dan tak ingin menghianati dia dalam bentuk apapun, bercanda sekalipun Alex tidak mau.
Lagi-lagi Anes hanya diam, ia buru-buru mengunci pintu kamarnya setelah David keluar.
Anes menghampiri Alex yang tidur dengan kaki menjuntai ke bawah. Anes sedikit berjongkok meski agak kesusahan karena perutnya yang besar, di raihnya kaki Alex yang masih memakai sepatu tersebut.
Anes berusaha melepas baju yang Alex kenakan untuk kemudian ia ganti dengan yang bersih, Anes terus mengibas-ngibas tangannya di depan hidungnya karena bau alkohol dari mulut dan juga baju Alex.
Ketika Anes henak melepaskan baju Alex, tiba-tiba Alex menahan tangan Anes.
"Mau ngapain kamu? Jangan macam-macam sama saya, saya sudah punya istri, berani menggoda saya, tanggung akibatnya, muehehe," ucap Alex dengan nada slengekan khas orang mabuk.
"Jangan banyak bicara, mulutmu bau mas, diam dan ganti baju!" sahut Anes dengan ketusnya. Selain mana bau alkohol, baju Alex juga kotor karena mungkin tadi dia muntah. Sekilas Anes melihat baju David juga kotor, yang kemungkinan besar di sebabkan oleh Alex.
"Oh, hehehe kamu cantik sekali muehehe, kayak istriku, tapi tetap saja aku tidak akan menyukaimu, istriku adalah nomor satu, belahan jiwaku muehehe," rancau Alex.
"Belahan jiwa? Pret! Belahan jiwa tapi lupa sama aku, dasar!" batin Anes berdecak kesal.
__ADS_1
"Diamlah! Aku sangat tidak suka mencium bau alkohol dari mulutmu itu, atau mau aku tenggelamkan ke dalam bathub?"
"Muehehehe, galak kayak macan. Sepertinya kamu memang istriku kalau galak seperti ini, sini cium mas mumumumu!" Alex mengrucutkan bibirnya hendak mencium Anes, tapi langsung Anes mendorong tubuh Alex yang sudah ia ganti bajunya tersebut hingga kembali terbaring. Akan tetapi Alex kembali bangun dan duduk bersila, wajahnya sangat lugu dan polos ketika mabuk seperti itu.
"Ayo cium aku sayang, Muehehehe,"
"Tidak, mulutmu bau!" seru Anes penuh penekanan.
"Muehehehe, perut kamu kenapa? Kembungkah, Muehehehe," Alex hendak menyentuh parut Anes, namun langsung di tepi oleh Anes.
"Jangan sentuh, kamu baru saja menyentuh barang haram!" Anes sambil terus menahan kekesalannya.
Fix! Anes sudah sampai ke ubun-ubun marahnya, bagaimana bisa Alex lupa kalau istrinya itu sedang hamil anaknya, ingin sekali rasanya Anes marah dan merutuki suaminya tersebut, tapi percuma saja menurutnya, karena suaminya sedang mabuk, mau dia marah dan mengumpat sekasar apapun Alex tidak akan menanggapinya serius. Hanya buang-buang tenaga saja meladeni orang yang sedang tidak normal seperti itu. Lebih baik ia simpan tenaganya untuk nanti, saat Alex sudah sadar dari mabuknya, baru Anes akan membuat perhitungan dengan suaminya tersebut.
Anes memegangi pipi Alex dengan kedua tangannya hingga bibir Alex mengerucut. Lucu sekali!
"Dengar! Aku memang istri kamu, dan aku tidak kembung! Yang ada dalam perut aku ini adalah anak kamu, darah daging kamu mas, kamu yang bikin aku hamil begini! Mabuk ya mabuk, tapi sampai lupa sama identitas sendiri, keterlaluan!"
"Oh benarkah? Kalau begitu, sini aku cium perutmu, muehhehe," ucap Alex.
"Tidak boleh, jangan mengkontaminasi baby El, dengan kelakuan nggak ada akhlakmu ini mas,"
"Ayolah, biarkan aku menciumnya," rengek Alex ia memaksa mendekatkan bibirnya ke perut Anes, dan langsung di dorongnya pelan kepala Alex suapau menjauh di perutnya.
"Jangan macam-macam!" seru Anes dengan menatap mata Alex tajam. Alex langsung menunduk seperti anak kecil yang sedang di marah ibunya.
"Nih minum air," anes memaksa Alex untuk meminum air yang ada di atas nakas.
"Jangan marah macan, aku kan cuma mau nyium anakku," raut wajah Alex berubah memelas dan menyedihkan. Detik kemudian, Alex benar-benar langsung terlelap.
"Urusan kita belum selesai," ucap Anes yang kemudian meninggalkan Alex yang sudah terlelap, entah karena mengantuk atau pengaruh alkohol yang ia minum.
__ADS_1
🌼🌼🌼
💠Maafkan author yang baru bisa up karena kesibukan di dunia nyata 🙏 jangan lupa like, komen dan votenya terima kasih 🙏🙏 salam hangat author ❤️❤️