
Satu Minggu sudah berlalu... Drama cendol dawet pun sudah berakhir, selama satu Minggu ini, tak ada keanehan dalam ngidamnya Alex. Masih bisa di bilang wajar dan di terima oleh akal sehat sang istri, seperti minta di buatkan salad buah walaupun tengah malam, tapi masih bisalah Anes mentolerirnya selama ia sanggup mewujudkannya.
Namun, ada satu hal yang membuat pikiran Anes tidak tenang. Pasalnya, semenjak tahu ia hamil, Alex sama sekali tidak pernah meminta jatahnya sebagai suami.
Alex tidak pernah mengajaknya olah raga lagi, jangankan pagi, siang, sore, malam pun ia tidak pernah meminta haknya sebagai suami. Hal itu membuat Anes kepikiran, apakah suaminya tersebut sudah tidak berselera dengannya. Apa karena dia sedang hamil sehingga tidak menarik buat Alex? tapi ini baru berjalan masuk Minggu ke delapan usia kehamilannya. Masih belum ada perubahan yang terlalu signifikan dari tubuh Anes, kenapa Alex sudah tidak bernafsu terhadapnya? tidak seperti biasanya yang selalu meminta jatah tanpa mengenal waktu dan tempat.
Sekarang yang ada, Alex lebih sering menonton serial anak-anak seperti Spongebob, Upin Ipin bahkan rainbow Rubby. Setahu Anes itu yang sering dibuka suaminya, melihat dari cover file yang di simpan Alex di laptopnya.
Anes berpikir mungkin bawaan orok kali ya, sehingga tontonan suaminya tersebut menjadi kekanak-kanakan. Dan dia juga tidak tertarik untuk ikut menonton, karena ia tidak suka acara anak-anak seperti itu. Semenjak hamil, Anes menjadi lebih suka menonton drama Korea, China ataupun Thailand dari pada sebelumnya yang hanya sekedar sebagai hiburan.
Seperti pagi ini, Alex yang membuka matanya duluan tergoda melihat posisi tidur Anes yang memakai lingerie seksi. Sengaja Anes memakai lingerie untuk membangkitkan gairah Alex semalam, namun hanya kecewa yang ia dapat. Alex tetap saja tidak menggagahinya, ia malah asyik nonton Upin Ipin di sofa, lalu pergi ke kamar mandi dan mengajak Anes tidur.
Tapi, pagi ini, ia sungguh ingin sekali melakukan olah raga di pagi hari. Alex mengecup bibir Anes sekilas, membuat Anes menggeliat dan semakin membangkitkan gairah Alex. Alex langsung menyasap bibir Anes tanpa ampun, membuat Anes langsung membelalakkan matanya karena kaget akibat ulah agresif Alex.
Namun, pelan-pelan Anes bisa menguasai keadaan dan membalas ciuman panas Alex di pagi hari. Tangan Alex tak tinggal diam, mulai melakukan tugasnya. Saat tangannya berada dia area sensitif Anes, ia langsung menghentikan aktivitasnya.
Anes menatapnya dengan tatapan penuh tanya dan juga kecewa.
"Maaf sayang, mas mau mandi, mas nggak tahan sama bau keringat mas," alasan Alex untuk mengakhiri kegiatan manggungnya tersebut.
Meskipun kecewa, Anes tetap mencoba mengerti, karena memang suaminya tidak tahan dengan bau keringatnya sendiri. Anes mencoba berpikir positif.
"Hem, baiklah. Mas Madilah! aku akan buat sarapan buat mas," ucap Anes meskipun dengan nada kecewa.
Sebenarnya Alex merasa bersalah, tapi ia benar-benar tidak bisa melakukannya. Ia takut akan menyakiti istri dan juga anaknya jika melakukan hal itu. Dan sebagai pelepasannya ia tuntaskan di kamar mandi.
🌼🌼🌼
Di meja makan...
Kebiasaan makan sisa Anes dan minum di gelas yang sama dengan Anes pun masih berlanjut, dan itu sepertinya menjadi hobby baru buat Alex. Anes juga sudah semakin terbiasa dengan kekonyolan suaminya tersebut.
__ADS_1
"Nanti mas pulang jam berapa?" tanya Anes sambil menunggui suaminya selesai makan.
"Sepertinya agak sore sayang, tapi mas usahakan tidak sampai malam, ada apa?" sahut Alex lalu memasukkan sesendok nasi ke dalam mulutnya.
"Enggak apa-apa sih. Nanti aku ke ruang mama ya? kangen pengen makan masakan mama," sahut Anes.
"Ya udah, nanti mas antar sebelum ke kantor," ucap Alex.
"Enggak usah, biar aku di antar pak Anton aja mas," tolak Anes.
"Tidak usah membantah, nanti mas yang akan antar, dan pulangnya mas akan jemput kalau urusan kantor sudah selesai," Alex tidak terima penolakan.
"Em baiklah, terserah mas aja," sahut Anes.
Selesai sarapan, Anes dan Alex langsung segera menuju ke rumah pak Hari.
"Sayang, mas langsung aja ya? Satu jam lagi ada klien penting yang akan datang ke kantor soalnya," ucap Alex begitu sampai di depan rumah pak Hari.
"Laki-laki sayang, jangan cemburu, istri mas jadi semakin sensitif ya," sahut Alex sambil mengusap rambut Anes lembut.
"Siapa yang cemburu, aku cuma tanya. Mas nggak mau mampir dulu?"
"Enggak, nanti aja pulang kantor mas ke sini buat jemput kamu,"
"Ya udah terserah mas, aku turun ya. Mas hati-hati di jalan," Anes membuka pintu mobil untuk turun.
Alex menarik tangan Anes sebelum ia keluar dari mobil.
"Apa lagi mas? katanya buru-buru ke kantor?"
Alex langsung menyapu seluruh wajah Anes dengan ciuman.
__ADS_1
"Bekal buat di kantor," ucap Alex sambil tersenyum.
"Ya ya ya, sekarang aku turun ya," Anes langsung turun dari mobil dan melambaikan tangannya.
"love you more!" teriak Alex sambil melajukan mobilnya.
Anes tersenyum mendengar apa yang di teriakkan Alex kepadanya. Kemudian, Anes masuk ke dalam rumah bu Ratna yang kebetulan pintunya tidak di kunci.
Ternyata bu Ratna sedang membuat kue di dapur. Karena memang hobinya membuat kue.
"Hemmm, aromanya enak sekali, mama sedang buat apa?" ucap Anes yang sudah berada di pintu dapur.
"Sayang! bikin kaget mama aja, kapan kamu datang? udah lama? maaf ya mama asyik bikin kue sampai nggak ngeh kalau kamu datang," ucap Bu Ratna senang. Ia melepas celemek ya dan menaruh di atas meja lalu menghampiri Anes.
"Baru saja Anes datang ma, karena pintunya nggak di kunci jadi Anes langsung masuk aja, mama sedang bikin kue ya. Enak sekali baunya, mau dong," ucap Anes.
"Kebetulan yang jadi, kamu mau?" bu Ratna memperlihatkan kue yang sudah jadi kepada Anes.
"Mau dong ma, tapi mama suapi ya?" rengek Anes manja.
"Kamu tu ya, sudah punya suami dan sebentar lagi jadi ibu, masih aja manja,"
"Biarin, biarpun aku seorang istri dan akan jadi ibu, tapi aku kan tetap seorang anak juga ma," Anes memeluk bu Ratna dan sambut hangat oleh Bu Ratna. Ya, baginya Anes memang selalu akan menjadi putri kecilnya.
"Ngomong-ngomong kamu ke sini di antar siapa? pak Anton? suruh masuk gih, biar mama buatin minum dan sekalian suruh cobain kue buatan mama," ucap Bu Ratna.
"Tadi aku di antar mas Alex ma, tapi dia langsung pergi ke kantor, ada klien penting yang akan ke kantor katanya.
"Owh, begitu." sahut Bu Ratna
Anes pun makan kue buatan sang ibu dengan lahapnya.
__ADS_1
🌼🌼🌼