
Pagi-pagi sekali Amel sudah sampai apartemen David dengan menenteng satu kantong plastik berisi ramen.
David yang baru saja bangun dan menuju ke ruang tamunya kaget karena di sana sudah ada Amel yang baru saja duduk di sofa.
"Astaga! Amel?" seru David seraya mengelus dadanya karena kaget.
"Kenapa melihatku seperti melihat hantu?" sahut Amel.
"Kamu maen masuk apartemen orang sembarangan, aku pikir juga hantu," ucap David.
"Apartemen orang bagaimana? jelas-jelas ini apartemen pacar sendiri, lagian mana ada hantu secantik aku Dav?" sahut Amel sambil mengibas-ngibaskan rambutnya narsis.
David langsung pasang mode bete kepada Amel. Mengingat isi pesan semalam.
"Heh tuan, pagi-pagi udah di tekuk aja tuh muka? kenapa? lagi PMS?" tanya Amel.
"Siapa berondong itu?" jutek David.
"Aih astaga! Aku bercanda sayangku cintaku, mana ada berondong mau sama aku Dav," sahut Amel.
"Iya, mana ada yang mau sama cewek bawel kayak kamu, hanya orang bodoh yang mau," ucap David.
"Dan kamu orang bodoh itu Dav," sahut Amel.
"Kamu ngatain aku bodoh?" David mengerutkan keningnya.
"Bukan aku yang bilang Dav, tapi kamu sendiri tadi yang bilang kalau hanya orang bodoh yang mau sama aku, berarti orang bodoh itu kamu hahahaha,"
David kehabisan kata-kata. Ia terjebak dengan ucapannya sendiri.
"Pagi-pagi kesini pasti mau numpang sarapan," tukas David kemudian.
"Hehe tahu aja nih pacar aku. Aku malas sarapan di rumah Dav, mama sibuk terus dan si embak juga sedang cuti, anaknya sakit jadi sendiri deh di rumah," sahut Amel.
"Ya udah aku buatin sarapan sebentar, mau sarapan apa?" tanya David.
"Ramen!" jawab Amel semangat.
"Ramen? Kamu mau ngajak aku ke Korea?" tanya David dengan polosnya.
"Ish, ngapain jauh-jauh ke sana cuma buat makan ramen Davidku sayang? di mini market juga banyak kali di jual,"
"Emang nggak apa-apa pagi-pagi sarapan ramen?" tanya David.
"Sekali-kali nggak apa-apa, aku lagi pengen nih, ngidam kayaknya," Amel mengelus-elus perutnya.
"Uhuk! uhuk!" David tersedak ludahnya sendiri mendengar Amel bilang ngidam.
"Orang aku belum berinvestasi, mana mungkin ngidam. Atau itu sebuah kode supaya aku buat dia hamil, astaga Dav! belum nikah kali main mau bikin tekdung aja," batin David.
"Dav, Daaaaav? Malah melamun," Amel melambaikan tangan di depan muka David.
"Ya udah, aku ke bawah sebentar buat beli," ucap David kemudian.
"Tara.... aku udah bawa ramennya, tadi aku mampir ke Alfama*t dulu sebelum ke sini,"
__ADS_1
"Ya udah sini aku masakin," ucap David.
"Biar aku aja yang masak,"
"Emang bisa?" tanya David ragu.
"Cuma masak ramen doang, kecil!" Amel langsung bergegas menuju ke dapur membawa kantong plastik berisi ramen tersebut.
🌼🌼🌼
Amel memasukkan air ke dalam panci dan meletakkannya di atas kompor dan menunggu airnya mendidih.
Diam-diam David sudah berada di belakangnya, ia mendekati Amel dan memeluknya dari belakang.
"Aw!" pekik Amel. karena kaget ada tangan yang melingkar di perutnya, Amel tanpa sengaja menyenggol panci yang panas.
"Dav, ngagetin aja," Amel mengibas-ngibaskan tangannya yang terasa panas dan perih.
David segera menarik tangan Amel ke arah wastafel dan menyalakan airnya.
"Tunggu sebentar," David mengambil kotak p3k, dan mengambil krim untuk luka bakar.
David dengan hati-hati mengoles krim tersebut ke tangan Amel yang memerah.
"Kalau masak tuh jangan melamun, jadi gini kan," ucap David.
"Siapa yang melamun sih, kan kamu yang bikin aku kaget Dav, aku kan jadi reflek nnyenggol panciny," protes Amel.
"Niatnya biar romantis malah kayak gini," gumam David.
"Maaf, maaf," ucap Amel dan...
"Cup!" Amel mencium pipi David.
"Kenapa pipi sih? Bibirnya iri nih," David mengetuk-ngetuk bibirnya menggunakan jari telunjuknya.
"Maunya!"
"Emang kamu nggak mau?"
"Mau!" Seru Amel, ia langsung melingkarkan tangannya ke leher David dan mencium bibir laki-laki itu.
"Mel, nanti airnya keburu habis, udah mendidih dari tadi," ucap David.
"Kan bisa masak lagi Dav," sahut Amel dan hendak mencium David kembali, namun David menolak.
"Astaga nih anak, pagi-pagi dah bikin nyud-nyudan aja," batin David mencoba menguasai diri.
David memegang pinggang amel.dan mendudukkannya di meja.
"Duduk di sini, biar aku yang masak," ucap David.
"Siap calon imam!" seru Amel sambil tersenyum.
"Ck, dasar!" David mengacak rambut Amel.
__ADS_1
David mengambil alih untuk memasak ramen.
"Dav, kamu setiap hari masak sendiri ya? Emang nggak ada emban atau bibi gitu yang masakin?" tanya Amel sambil menunggu ramen matang.
"Ya mau bagaimana lagi, habis istri aku nggak bisa masak sih," sindir David.
"Kalau lagi malas ya delivery order, bibi cuma datang untuk bersih-bersih, itu juga nggak setiap hari," lanjutnya.
"Iya, iya nanti aku belajar masak deh,"
"Emang pasti kamu yang bakal jadi istriku?"
"Ya harus aku dong, buat apa macaron aku kalau nggak untuk di halalin?" sungut Amel.
"Dulu mau aku halalin kamu nggak mau," sahut David tidak mau kalah.
"Bukan nggak mau, tapi belum siap Dav," ucap Amel.
"Ya udah, nggak usah di bahas sekarang, nih udah matang. Ambil mangkuk Mel,"
"Nggak usah pakai mangkuk Dav, langsung aja makan dari pancinya, sepanci berdua gitu, biar romantis ala-ala drama gitu,"
Akhirnya mereka berdua makan ramen sepanci berdua. Dan ini kali kedua David makan mie instan, dengan merk berbeda, dulu mie instan biasa, kali ini ramen.
"Dav, sekali-kali suapin aku kenapa, biar romantis gitu," rengek Amel.
"Banyak maunya ya kamu, nih aaa," David menyuapi Amel.
"Ya kali, kayak gitu aja harus di suruh Dav," celetuk Amel.
David tak menanggapi, ia hanya berpikir benar juga yang di bilang Amel, mungkin dia harus banyak belajar dari suhu andalannya, Mbah Google.
"Dav, aku penasaran deh, kenapa sih kartu kredit dan pintu apartemen sandinya ulang tahun aku. Kamu cinta banget ya sama aku, sampai segitunya?"
"Jangan GR dulu Mel, itu tanggal ulang tahunku kali," jawab David.
"Tapi tanggalnya sama kayak ulang tahunku Dav?"
"Tapi tahunnya beda kan?"
"Jadi tanggal dan bulan ulang tahun kita sama Dav? pantesan aku pikir itu ulang tahunku tapi kok angka belakangnya beda, yah padahal aku udah baper Dav, kirain," ucap Amel, malu karena terlalu percaya diri.
"Kamu nggak tahu tanggal dan bulan ulang tahun pacar kamu sendiri?" David mengerutkan keningnya.
"Hehe maaf maaf, belum sempat stalking Dav, sibuk kepo sama opaa-oppa," sahut Amel nyengir.
"Ya udah sana pacaran sama opa, udah tua aja di kepoin!"
"Opaa-oppa David, bukan opa, beda dong," sahut Amel.
David mengerutkan dahinya.
"Dia niat nggak sih pacaran sama aku?" batin David.
🌼🌼🌼
__ADS_1
💠Jangan lupa bahagia 😁 dan jangan lupa votenya ❤️❤️❤️💠