
"Sayang ayolah!" rengek Alex.
"Apaan sih mas? Pagi-pagi udah ngajakin berenang. Lagian aku kan nggak bisa berenang mas, nanti malah tenggelam bagaimana, kasian ini di perut ada anak kita," ucap Anes.
"Ininudah agak siang. Mas ajarin sayang, masa kita punya kolam renang segini gede di anggurin sih,"
"Ya mas kan bisa berenang sendiri mas, jangan maksa aku,"
"Ayolah please! temani mas," Alex menunjukkan wajah seimut mungkin untuk meluluhkan hati Anes. Tetap tidak mempan, Anes tetap bersikeras menolak.
"Ya udah, aku minta David ke sini aja, ajak berenang sekalian nanti nge-gym bareng," ucap Alex.
"Ya udah aku ganti baju renang dulu, nggak usah gangguin pak David," ucap Anes. Ia yakin kalau hari David sedang bersama Amel dan Anes tak ingin mengusik kebersamaan mereka.
"Yes berhasil! ternyata menggunakan David lebih mempan untuk membujuknya!" kata hati Alex.
"Pakai yang enak di pakai sayang, tinggal pilih mas udah siapin. Jangan sampai anak kita pengap kalau baju renangnya kesempitan!" teriak Alex yang dari tadi sudah nyemplung di kolam renang.
"Kalau kamu bisa berenang kan mungkin anak kita juga akan lebih jago lagi berenangnya, nanti kalau kita berolah raga di ranjang dan kepala si junior mau mengenai kecebong kita kan dia bisa ngeles dengan cepat kalau berenangnya udah tambah jago," batin Alex senyum-senyum sendiri dengan pikiran absurdnya.
Anes selesai memaki baju renangnya. Ia mendekati Alex yang sudah menunggunya tidak sabar.
"Sini sayang!" Alex meminta Anes untuk masuk ke dalam kolam renang.
Dengan malas Anes menuruti perintah Alex.
"Berenang akan sangat baik buat kamu dan juga anak kita sayang," ucap Alex begitu Anes sudah berada di depannya.
"Tapi aku kan nggak bisa mas," sahut Anes.
"Kan ada mas sayang, tidak ada yang perlu kamu takutkan selama mas ada di sisi kamu," ucap Alex sambil menyibakkan rambut Anes dan menyelipkannya di belakang telinga Anes.
Di sentuh Alex begitu saja membuat Anes bergetar. Hormon kehamilannya membuatnya memiliki nafsu tinggi.
"Ya udah ayo ajari aku," ucap Anes dengan nada serak.
"Sekarang kita belajar bernapas dalam air ya?" ucap Alex. Ia membimbing tangan Anes supaya melingkar di lehernya.
"Ambil napas dan tahan, nanti di dalam air.kaku buang napas pelan-pelan," lanjutnya, Anes hanya mengangguk. Berada di dalam kolam dan sedekat itu dengan Alex membuat jantung Anes tidak normal.
"Duh apaan sih ini, udah jadi istrinya lama juga tetap aja begini rasanya," batin Anes. Apalagi akhir-akhir ini ia jarang di sentuh Alex dalam tanda kutip.
__ADS_1
Alex memegang pinggang Anes, sedangkan Anes tetap melingkarkan tangannya di leher Alex. Pelan-pelan Alex membimbing Anes untuk masuk ke dalam air.
"Uhuk! Uhuk!" Anes tersedak air kolam yang masuk ke mulutnya.
"Sayang kamu ngga papa?" tanya Alex khawatir.
"Tuh kan, aku kan udah bilang, aku nggak mau mas maksa sih!" kesal Anes.
"Maafin mas," Alex mengajak Anes ke tepi kolam. Ia mengangkat tubuh Anes dan mendudukkannya di tepi kolam. Sedangkan di masih berada di dalam kolam.
"Maafin mas ya?" Alex mengambil handuk untuk menutupi tubuh Anes supaya tidak dingin.
Anes tidak menjawab, ia malah melengos membuang muka.
"Sayang? lihat mas!" Alex menarik dagu Anes supaya menghadap ke arahnya.
"Maafin mas," ucap Alex lagi.
Anes hanya mengangguk. Wajahnya memerah. Tanpa ragu lagi Alex langsung mencium dan melu**t bibir sang istri.
Anes yang sudah bernafsu sejak tadi tak tingbal diam, ia membalas pagutan Alex. Lidah mereka saling beradu.
Tanpa Anes sadari, kini ia sudah turun ke dalam kolam renang. Melingkarkan tangannya ke tengkuk Alex.
"Mmmph..mmmph, mas," desah Anes.
Sedang enak-enak begitu, mereka di kejutkan oleh sesosok wanita paruh baya yang berdiri mematung tak jauh dari tempat mereka.
"Bi Ina!" seru Anes dan Alex bersamaan.
"Maaf tuan, nyonya, bibi datang di saat yang tidak tepat," ucap bi Ina, mukanya Semerah tomat karena baru saja melihat adegan khusus dewasa di depannya.
"Sejak kapan bini berdiri di sana?" tanya Alex. Sedangkan Anes menunduk menahan malu.
"Sejak tidak dan nyonya...."
"Ah udahlah, bini masuk dan lanjutkan pekerjaan bibi. Anggap saja ini tontonan dewasa gratis buat bibi," ucap Alex.
"Ba baik tuan muda, ini jus strawberry untuk nyonya muda, bibi letakkan di sini," ucap bi Ina.
"Hem," sahut Alex.
__ADS_1
Bi Ina pun segera pergi, ia tidak ingin mengganggu kesenangan majikannya. Ia sangat menyesal karena mengantarkan jus untuk nyonya mudanya di saat yang tidak tepat.
"Mas sih!" Anes menabok dada telanjang Alex.
"Hehe mana mas tahu bibi bakal ngegapin kita. Biarin aja, mas yakin bibi juga pasti malu sendiri tuh. Itung-itung kasih dia tontonan plus-plus gratis. Tapi asyik juga ya, jadi ada tantangannya tersendiri," ucap Alex dengan senyum smirknya.
"Dasar nggak tahu malu!"
"Bukan kita yang sengaja kan? tapi bibi yang main nyelonong aja nggak lihat-lihat sikon. Gimana? mau lanjut?" tanya Alex menggoda.
"Ogah, Udah hilang moodnya!"
"Ayolah, mas yakin nggak akan ada lagi yang ganggu," goda Alex lagi. Sebenarnya dia juga masih merasa takut untuk melakukannya.
"Nggak ah, mau bersihin diri aja di kamar mandi," ucap Anes meninggalkan Alex.
"Mas ikut!" Alex menyusul langkah Anes.
"Nggak!"
"Nggak macam-macam deh, cuma mandi bareng aja, Mas janji," rengek Alex.
"Huh, nggak peka amat sih jadi suami! Aku juga mau di macam-macamin kali mas," batin Anes kesal.
"Oke, mas boleh ikut mandi aku, tapi habis ini masakin aku," ucap Anes.
"Kamu udah lapar lagi sayang? kan baru sarapan tadi,"
"Nggak ingat sekarang nggak cuma aku yang butuh makan? Anakku juga mas, sekarang porsi makan kue dobel," sahut Anes.
"Anakku juga sayang, kalau nggak ada mas, nggak ada itu kesayangan Daddy di perut kamu," protes Alex.
"Iya, iya anak kita," saut Anes.
"Nah, gitu kan adil, dia kan ada karena hasil kerja sama kita di atas kasur," uap Alex.
"Terserah apa kata mas dah, yang penting senang,"
Mereka pun sampai di kamar dan langsung mandi. Sesuai janji Alex, dia tidak macam-macam hanya mandi saja. Dan itu justru membuat Anes kesal.
Emang ya nggak yang hamil nggak yang ngidam susah di mengerti maunya.
__ADS_1
🌼🌼🌼