MY HUSBAND IS MY PRESDIR : Jodoh Wasiat Kakek

MY HUSBAND IS MY PRESDIR : Jodoh Wasiat Kakek
chapter 37


__ADS_3

Alex dan Anes sudah berada di kota Male, dan karena masih ada waktu, Jono mengajak mereka untuk berkeliling dibawah laut di dalam kapal selam di Whale Sub Marine yang kebetulan letaknya di kota Male tersebut.


Selama 45 menit, mereka menyusuri keindahan pemandangan bawah laut yang kaya dengan berbagai hewan maupun tumbuhan laut, serta terumbu karang.


Dan sekali lagi, Anes dibuat takjub dengan keindahan tersebut, apalagi bagi orang yang tidak bisa diving seperti dia, bisa menikmati keindahan laut yang lebih dalam menggunakan kapal selam.


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Alex dan Anes kini sudah berada di bandara Internasional Male.


"Tuan Alex, nona Anes, sampai disini saya mengantarkan kalian, semoga perjalanan anda berdua kembali ke Jakarta berjalan dengan lancar dan selamat sampai tujuan dan saya mohon maaf secara pribadi dan mewakili pihak resort, kalau pelayanan kami selama Anda disini kurang memuaskan," ucap Jono.


"Terima kasih mas Jono, kalian telah memberikan pelayanan yang terbaik buat kami. Dan secara khusus saya mengucapkan terima kasih kepada mas Jono yang sudah sabar menjadi tour guide kami selama kami disini," sahut Anes ramah.


"Itu sudah menjadi tugas saya Nona."


"Sampai jumpa, kami pamit, semoga suatu saat kami bisa kembali kesini lagi," pamit Anes.


"Baik Tuan, Nona hati-hati."


"Terima kasih." kali ini Alex yang mengucapkan terima kasih, sedangkan Anes hanya mengangguk dengan tersenyum, dan mereka segera menuju ke pesawat yang akan segera berangkat menuju ke Singapura.


Kini, mereka sudah berada didalam pesawat, suasana hening tanpa ada obrolan antara sepasang suami istri tersebut.


"Maaf," tiba-tiba saja Alex meminta maaf kepada Anes.


"Maaf? maaf buat apa mas?" tanya Anes bingung.


"Karena kita cuma beberapa hari di Maldives, mungkin kamu masih belum puas.Tapi, banyak pekerjaan yang sudah menungguku, dan sebagian ada yang tidak bisa di wakilkan, harus aku sendiri yang menanganinya," jelas Alex.


"Enggak apa-apa mas, aku mengerti kok. Beberapa hari ini juga udah sangat cukup dan aku sangat senang, terima kasih sudah mewujudkan mimpiku untuk honeymoon ke Maldives," timpal Anes sembari menyandarkan kepalanya dipundak Alex dan tangannya memegang lengan Alex.


Alex tersenyum dan mencium puncak kepala Anes.


Alex menggosok-gosokkan kedua tangannya.


"Kenapa mas?"


"Dingin," jawab Alex singkat.


"Ah masak sih mas, perasaan biasa saja," sahut Anes.


"Kalau nggak percaya coba pegang," pinta Alex sambil menengadahkan satu tangannya.


Anes menyentuh tangan Alex tersebut dan langsung digenggam oleh Alex.


"Kalau begini jadi nggak dingin," ucapanya datar.

__ADS_1


"Ih mas Alex modus, bilang aja mau pegang tanganku, pakai bilang dingin segala,"


Alex hanya diam dan mencium punggung tangan Anes yang digenggamnya.


"Udah jangan berisik, aku mau tidur!" kini Alex yang menyandarkan kepalanya di bahu Anes.


Akhirnya setelah transit di Changi Airport Singapura, mereka sampai di bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta. Kali ini, mereka tak harus menunggu lama untuk terbang ke Jakarta dari Singapura. Mereka sudah di jemput oleh sopir pribadi Alex, pak Anton.


"Selamat datang kembali Tuan muda, Nona muda," sapa pak Anton ramah.


"Terima kasih Pak," sahut Anes, sementara Alex? ya jangan ditanya lagi, pasti tetap stay cool tak banyak bicara dengan ekspresi datarnya.


"Kita langsung ke apartemen atau bagaimana Tuan?" tanya pak Anton.


"Langsung saja," jawab Alex.


"Baik Tuan."


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


"Welcome home!" teriak Anes girang ketika sudah memasuki apartemen mewahnya.


Setelah membersihkan diri dan istirahat sebentar, Anes pergi ke dapur untuk memasak. Namun, setibanya di dapur ia tidak menemukan bahan yang bisa ia masak untuk makan malam.


"Mas," Anes menghampiri suaminya yang sedang sibuk dengan laptopnya di dalam kamar.


"Baru juga pulang, udah sibuk ma pekerjaan," batin Anes.


"Aku mau masak buat makan malam, tapi di dapur enggak ada apa-apa yang bisa aku masak," ucap Anes yang kini sudah duduk disamping Alex. Kedua tangannya menopang dagunya.


"Enggak usah masak, delivery order aja," sahut Alex sambil menutup laptopnya.


"Baiklah,"


Anes membuka aplikasi go food untuk order makanan.


Tak berselang lama, makanan yang mereka pesan pun datang.


Mereka menikmati makan malam sambil mengobrol.


Selesai makan, Anes membereskan meja makan dan menuju ke dapur untuk mencuci piring. Alex menunggu Anes yang sedang mencuci piring. Dia terus memperhatikan istrinya tersebut.


"Mas naik aja dulu, enggak apa-apa,"


"Nggakpapa aku tungguin."


"Ya tapi jangan liatin kayak gitu dong, aku kan jadi risih."

__ADS_1


"Risih kenapa hem? nggak mau dilihatin suami sendiri?" Alex tiba-tiba memeluk Anes dari belakang.


"Mas, aku kan lagi nyuci piring, awas!"


"Lanjutin aja nyuci piringnya, aku nggak akan ganggu," ucap Alex tetap memeluk Anes dari belakang.


Setelah selesai, Alex langsung membopong Anes dan membawanya ke kamar.


"Pasti minta jatah ni, padahal aku pengen cepet-cepet tidur, capek tapi kalau nolak dosa," batin Anes.


Sesampainya dikamar, Alex menidurkan Anes pelan dan menyelimutinya.


"Tidurlah dulu, sebentar lagi David sampai, ada yang harus aku bicarakan sama dia," ucap Alex, kemudian mencium puncak kepala Anes dan keluar menuju ruang kerjanya.


"Selamat, selamat, untung dia nggak minta jatah malam ini, atau aku nggak bisa bangun besok," batin Anes kemudian memejamkan matanya, karena dia benar-benar capek.


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


"Katamu ada hal penting, cepat katakan apa itu?" tanya Alex pada David.


" Begini bos, perusahaan tuan Arnold berusaha untuk merebut proyek kerja sama kita dengan Sanjaya Corp."


"Orang itu tidak ada kapoknya mencari masalah dengan Parvis Group. Terus bagaimana tanggapan dari Alvaro selaku pimpinan dari Sanjaya Corp? "


"Tentu saja tuan Alvaro Sanjaya lebih memilih bekerja sama dengan Parvis Group bos. Mengingat reputasi perusahaan tuan Arnold selama ini, pasti mereka akan berpikir dua kali untuk bekerja sama dengannya. Lagian, jika di bandingkan dengan Parvis Group, perusahaannya tidak ada apa-apanya," ucap David dengan percaya diri.


"Bagus," sahut Alex singkat.


"Tapi, kita juga harus tetap berhati-hati dengan orang licik seperti Arnold, dia bisa melakukan segala cara untuk menjatuhkan lawannya," lanjut Alex.


"Siap bos!"


"Ada yang lain?" tanya Alex


"Pesta amal tahunan akan segera dilaksanakan, dan seperti biasa Parvis Group akan menjadi sponsor tunggal."


"Kamu atur saja semuanya, kalau sudah tidak ada lagi kamu bisa pulang sekarang atau mau menginap di kamar tamu terserah, aku capek mau tidur,"


"Baik bos, kalau begitu saya permisi pulang, sepertinya anda butuh vitamin dari istri Anda malam ini, Anda terlihat kelelahan, atau mungkin malah kebanyakan vitamin selama Di Maldives," ledek David.


"Hah, jomblo tau apa ha?" hardik Alex.


David terkekeh dan meninggalkan bosnya tersebut di ruang kerjanya.


"Sial, kenapa kata-kata jomblo itu terdengar menyakitkan?" batin David sambil keluar apartemen Alex.


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ

__ADS_1


__ADS_2