MY HUSBAND IS MY PRESDIR : Jodoh Wasiat Kakek

MY HUSBAND IS MY PRESDIR : Jodoh Wasiat Kakek
Chapter 218


__ADS_3

Bagaimana tidak Alex mengernyitkan keningnya ketika melihat pesan yang berisi nota biaya pernikahan Arjuna, sahabatnya yang akan menikah tiga hari lagi tersebut.


"Jadi nikah?" Alex mengirim foto pesan kepada Juna.


"Jadi dong, ya walaupun terpaksa, bukan soal warisan bokap, tapi kalau sudah menyangkut KK, nggak mau durhaka! Lagian calon istriku memenuhi standar kriteria, so kenapa nggak?" balas Juna.


"Itu total biaya pernikahanku, jangan lupa ceknya," belum sempat Alex membalas, Juna sudah mengirim pesan lagi kepadanya.


"Dasar matre!" balasan chat yang Alex kirim kepada Juna.


"Anda sudah janji tuan muda, dan janji adalah hutang ๐Ÿ˜˜ ๐Ÿค—," balas Juna di bumbu dengan emogikon sok manis, menurut Alex.


" Suruh orang datang ke kantor besok buat ambil cek ya," balas Alex.


"Ashiap!!!" balas Juna.


Alex meletakkan ponselnya di atas meja, namun kemudian ia mengambilnya kembali karena ada panggilan masuk.


"Halo bro, le sini dong. Kita lagi ngumpul nih!" ucap Juna dari seberang telepon.


"Aku sibuk," jawab Alex singkat.


"Ayolah bro, itung-itu tidak pesta pelepasan masa lajangku bro, David juga di sini nih!" ucap Juna.


"Emang kalian di mana?" meskipun menolak, Alex tetap penasaran.


Kemudian, Juna mengubah panggilan ya ke video call, setelah itu dia mengadakan ponselnya ke penjuru PUB dimana dia, Baim, Bryan dan David sedang berkumpul.


Alex mengangkat kedua alisnyamelihat tempat kimpil mereka, pasalnya ia sudah lama pensiun mengunjungi tempat-tempat seperti itu.


"Gimana? Sini ya oke,?


" Nggak, aku dah lama nggak minum," tolak Alex lagi, dulu memang dia sering ke PUB untuk minum mini keras ketika awal-awal dia tinggal di Australia. Hal itu ia lakukan untuk melampiaskan kekecewaannya terhadap Rania yang menikah dengan ayahnya.


Akan tetapi, setelah ia sadar tak ada gunanya ia merusak dirinya sendiri hanya karena seorang wanita seperti Rania, ia tak pernah lagi menyentuh minuman yang memasukkan tersebut.


"Ya ya, kita tahu aku suami dan calon ayah teladan. Eits! Tenang, kalau kamu nggak mau minum, aku sediain minuman lain buat kamu. Susu, gimana? Mau yang ukuran berapa t in hal sebut aja, 36A, B atau C? Atau mau yng ukuran jumbo?" celetuk Juna.

__ADS_1


"Kampr*t!" sarkas Alex mendengar ucapan nyeleneh Juna.


"Ayolah, jangan bilang kamu takut sama Anes, came on bro, kapan lagi kita bisa ngumpul bareng gini,"


"Kita tunggu pokoknya, jangan sampai nggak datang, share lok meluncur, bye!" Jun langsung mematikan video callnya.


Alex berpikir sejenak, sebelum akhirnya kembali ke kamarnya. Sesampiny di kamar, Alex langsung berganti baju.


Alex mendekati Anes yang tengahtidur pulas, di kecupnya kening sang istri.


" Maafin mas sayang, pergi nggak bilang," gumam Alex, ia memutuskan untuk berkumpul dengan para sahabatnya.


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Alex sampai di tempat yang di share lok oleh Juna. Para sahabatnya termasuk David menyambut kedatangan Alex.


Alex sudah bertekad unk yang tidak menyenh minuman beralkohol yang ini ada di depannya tersebut, mengingat Anes begitu tidak sukanya terhadap barang memasukkan itu, melihat suaminya merokok saja ia tidak suka, apalagi sampai mabuk.


Pun dengan David, ia juga tidak suka minum, ia datang ke sana hanya untuk menghormati Juna karena sebentar lagi dia akan melepas masa lajangnya.


"Selamat melepas masa lajanag bro!" seru Bryan sambil mengangkat gelas berisi wine ke atas untuk mengajak para sahabatnya bersulang. Alex dan David juga mengangkat gelas mereka yang berisi air mineral tersebut.


"Terserahlah, yang penting kawin, biar boakp nggak cuap-cuap setiap hari setiap detik, panas kupingku," sahut Juna.


Dan mereka pun sepakat untuk mengadakan permainan truth or dare, di mana peraturan ya sama seperti permainan truth or dare pada umumnya. Dimana seah yang botol akan di putar, dan orang yang di tunjuk oleh bagian atas botol tersebut harus memilih truth yng berarti harus berkata jujur atau dare yang berarti memilih tantangan.


David mulai memutar botol di atas meja, dan botol tersebut berhenti tepat mengarah ke Juna.


"Truth or dare?" tanya David dan Juna memilih truth.


"Apa. Yang and lihat pertama kali ketiak melihat seorang wanita?" tanya David.


"Dadanya," jawab Juna jujur, membuat yang lainnya mengernyit.


Giliran Juna yng memutar, dan botol tersebut berhenti tepat mengarah ke Alex. Alex. Memilih truth. Juna tampak berpikir sejenak tentang apa yangakan ia tanyakan kepada Alex.


"Kata apa yang akan kamu u capkan ketika kamu berdiri di depan cermin?" tanya Juna.

__ADS_1


"Sempurna!" balas Alex dengan ercaua diri.


"Ck, dasar narsis!" hardik Juna dan Alex cuek bebek.


Kini giliran David yang tertunjk oleh botol, dan ia memilih untuk menerima tantangan.


"Nyanyikan lagu hai tayo sambil menari ala girl band Korea!" tantang Alex. David pun melakukannya dengan percaya diri, meskipun dalam hatinya ia geli sendiri.


Juna merekam aksi David menggunakan ponselnya.


"Klau di kirim ke Amel, pasti dia ilfeel, hahahaha," ucap Juna sembari tertawa.


Dengan cepat David merebut ponsel Juna dan menghapus video dirinya yang sedang menyanyi dan menari ala girl band korea tersebut.


"Anda sudah mau menikah, jangan coba mengganggu Amel lagi. Atau urusannya panjang! " David memperingatkan Juna,


"Hish, ketularan Alex!" Juna menggedikkan kedua bahunya.


Game pun terus berlanjut, karena dari tadi kebanyakan mereka memilih truth, mereka sepakat siapapun yang kena harus pilih dare. Dan Alex yang harus menerima tantangan tersebut sekarang.


"Acak nomor wanita di ponselmu dan katakan kmu cantik sekali, i love you!. Tapi nggak boleh Anes, harus wanita lain!" tantang Juna.


"Tidak mungkin! Sekalipun permainan, aku tidak mungkin memuji dan mengatakan cinta kepada wanita lain," tolak Alex dengan tegas.


"Haish, cemen!" ledek Juna membuat Alex mendelikkan matanya.


"Ampun kisanak!" Juna menangkupkan kedua tangannya di depan Alex.


"Bisa gawat kalau sultan marah, bisa-bisa cek ya nggak cair besok, sayang kan kalau pakai modal sendiri, nikahnya aja sedikit terpaksa," batin Juna.


"Oke, sesuai kesepakatan, karena Alex menolak menerima tantangan, makan dia harus minum satu botol sampai habis," ucap Bryan.


"Biar saya saja yang minum!" David menawarkan diri, ia tak ingin kalau sampai Alex mabuk, pasti Anes marah, pikirnya cepat.


"Oh, tidak bisa Dave! Tetap harus Alex yang minum, harus sportif. Cuma satu botol, percayalah dia tak akan mabuk," serah Bryan.


Dan Alex pun langsung menyambar botol tersebut dan menuangkan ke dalam gelas. Dari pada harus memuji dan bilang cinta terhadap wanita lain, ia lebih baik minum sampai habis satu botol meskipun ia merasa aneh saat meminumnya, karena memang ia sudah lupa rasanya.

__ADS_1


๐ŸŒผ ๐ŸŒผ ๐ŸŒผ


__ADS_2